
Malam pun berlalu. Tidak ada kekacauan apapun yang terjadi dan mereka melewati malam ini dengan damai. Awalnya Gin mengira ular putih yang ditemuinya akan menyerang mereka lagi, mengingat lokasi perkemahan tidak jauh dari danau. Tapi ternyata tidak.
Keesokan harinya, langit yang sangat cerah menyambut mereka. Mereka pun melanjutkan perjalanan. Yusa membuat keputusan bahwa mereka hanya harus menjelajah selama dua hari lagi. Setelah itu mereka bisa kembali ke ibukota. Li Seng dan Lian langsung bersorak kegirangan.
Wajar bagi Li Seng untuk bertindak seperti itu. Tapi Lian? Lian juga tidak betah menghabiskan waktu di hutan karena sulit mandi. Dia ingin pulang ke rumah dan melakukan perawatan rutinnya. Lagipula wanita adalah mahluk yang rumit.
Setelah maju beberapa langkah ke depan, mereka mendengar suara ledakan yang sangat besar. Mereka langsung terdiam dan meningkatkan kewaspadaan mereka. Mereka langsung menyembunyikan diri di balik semak-semak belukar.
"Lian, apa kau bisa melihat apa yang terjadi?" tanya Yusa.
Lian memejamkan matanya. Lalu dia mengaktifkan teknik kultivasinya dan berkonsentrasi. "Ada pertarungan di depan" kata Lian kemudian.
"Pertarungan apa?" tanya Sima penasaran.
"Itu pertarungan antara manusia dan binatang sihir" lanjut Lian. "Ada tiga orang melawan seekor beruang hitam raksasa. Kelihatannya itu adalah binatang sihir tingkat immortal"
Lian menghela napas sebelum melanjutkan. "Binatang sihir itu berhasil dikalahkan"
Bersamaan dengan perkataan Lian, suara ledakan itu langsung berhenti. Dan kondisi hutan kembali menjadi sunyi.
"Sial!" Lian tiba-tiba memgumpat. "Ayo lari" katanya tergesa-gesa. Dia melihat bahwa ketiga orang itu menuju ke arah mereka. Keberadaan mereka sudah ketahuan.
Tapi mereka terlambat. Mereka langsung terkepung hanya dalam beberapa detik.
Ketiga orang yang dimaksud oleh Lian adalah sekelompok pria kekar dengan penampilan menakutkan dan penuh dengan luka di sekujur tubuh mereka. Ketiganya adalah kultivator tubuh immortal.
Ketiga pria itu melotot sambil membuat senyum menyeramkan.
"Kami menemukan tikus kecil" salah satunya berkata. Lalu dia melihat semua orang dan tatapannya terhenti pada Lian. Lalu dia menatap Lian dengan tatapan mesum.
Lian mengetahui hal itu, tapi dia tidak bisa marah dan hanya menggertakan giginya kesal.
"Oh, harus kita apakan mereka?" yang lainnya berkata dengan nada mengejek.
"Bunuh dan berikan pada anjing?" orang terakhir berkata sambil memegang dagunya, seolah-olah dia bingung.
__ADS_1
Yusa langsung maju, memberanikan diri melindungi teman-temannya dari tiga kultivator immortal ini. Jujur saja dia tidak mengira bahwa dia akan bertemu dengan banyak sekali kultivator immortal di tempat seperti ini. Sebelumnya, tiga orang jubah hitam itu juga merupakan kultivator tubuh immortal.
"Maaf senior, kami hanyalah pelajar yang sedang lewat. Tidak bermaksud untuk menganggu kalian." kata Yusa. Dia berusaha berbicara dengan sopan walaupun dia tahu bahwa mereka bukanlah orang baik. Bagaimana pun mereka berlima tidak akan bisa berkutik di hadapan kultivator, jadi Yusa memutuskan untuk mengulur waktu. Dia membuat isyarat menggunakan tangannya agar setiap anak mempersiapkan diri mereka untuk melarikan diri.
Ketiga pria menakutkan itu tertawa terbahak-bahak. "Pelajar? Kami tidak peduli. Sejak kalian melihat kami, kalian sudah mati" mereka mengeluarkan aura membunuh mereka.
"Kami adalah murid dari akademi Jin Shi. Kami tidak berniat untuk membuat konflik dengan siapapun. Dan pihak akademi tahu bahwa kami ada di tempat ini" sela Yusa cepat. Dia berharap mereka mengurungkan niat mereka untuk membunuh dan membiarkan mereka berlima melarikan diri.
"Akademi Jin Shi?" salah satu dari mereka tersentak.
Yusa berpikir bahwa mereka memiliki harapan untuk lari setelah mendengar reaksinya.
"Oh, kebetulan sekali"
"Kita tidak perlu mengeluarkan tenaga untuk mencari mereka"
"Benar-benar keberuntungan yang bagus hahaha"
Ketiganya tiba-tiba tertawa bahagia dan membuat mereka sangat kebingungan.
"Karena kalian akan mati, aku akan memberitahu kalian." Salah satu dari mereka menatap Yusa dengan tatapan kasihan. "Kami dikirim ke hutan ini untuk membunuh kalian"
"?" Yusa dan yang lainnya langsung melonggo kaget. Bahkan Gin tidak menyangka hal seperti ini terjadi.
"Siapa yang mengira bahwa aku akan menemukan kalian secepat ini"
"Dan kalian bahkan membawa diri kalian sendiri"
"Hahaha, ini benar-benar misi terlucu yang pernah aku ambil"
"Ternyata anak-anak dari keluarga besar tetaplah anak bodoh"
Mereka bertiga mulai mencibir Yusa dan yang lainnya.
Yusa menatap teman-temannya, lalu dia mengangkat jari kelingkingnya, yang artinya "lari".
__ADS_1
Li Seng, Lian dan Sima mengeluarkan tiga alat sihir yang berbeda jenis dari ruangan kosong. Lalu cahaya yang menyilaukan muncul dan ketiganya menghilang di tempat.
Melihat Gin yang masih melihat semuanya dengan bingung, Yusa bergerak cepat untuk menarik kalung yang diberikannya, "Dasar bodoh" kata Yusa. Dia kesal karena Gin masih lambat disaat terdesak seperti ini.
Saat kalung itu putus, cahaya yang menyilaukan muncul dan Gin menghilang dari tempatnya. Yusa juga mengaktifkan alat sihirnya dan melarikan diri.
Melihat kelima anak itu melarikan diri hanya dalam beberapa detik, ketiganya langsung mengumpat kesal.
"Sialan!"
"harusnya langsung bunuh saja tadi. Sekarang uang kita menghilang"
"Siapa yang tahu bahwa mereka kaya dan punya alat sihir seperti itu"
"Lagipula keluarga besar itu tidak bisa diremehkan sama sekali"
"Mereka tidak akan lari jauh dari tempat ini. Mereka hanya dipindahkan beberapa meter dari tempat ini"
"Ayo cari dan langsung bunuh setelah ketemu, jangan beri kesempatan lagi agar mereka bisa menggunakan alat sihir yang aneh"
Ketiganya pun sepakat untuk berpencar, untuk mencari anak-anak itu.
Seperti dugaan mereka, Gin dan yang lainnya hanya berpindah sebanyak beberapa meter dari tempat mereka sebelumnya. Mereka juga dipindahkan secara acak. Mereka pun dipisahkan satu sama lain.
Saat Gin dipindahkan, dia masih mengerjap bingung. "Teleportasi?" gumamnya. Dia tidak menyangka bahwa "teleportasi" juga ada di dunia ini. Kalau dia menguasainya, dia yakin semuanya akan lebih praktis. Karena dia hanya harus berteleportasi untuk pindah ke suatu tempat.
Seakan-akan mengerti pikirannya, tiba-tiba sebuah suara berbunyi di pikirannya.
(Skill teleportasi ditambahkan. Apakah Tuan rumah ingin mengupgrade skill?)
Gin memilih "ya" tanpa ragu-ragu. Dia pun mendapatkan skill teleportasi level 10 di list skill miliknya.
Skill teleportasi
Mana: 1000 (1 meter)
__ADS_1
Gin tersentak saat melihat mana yang digunakan. "Ini mahal..." gumamnya kecewa. Dengan 100.000 mananya, dia hanya bisa berpindah sebanyak 100 meter. Pupus sudah harapannya untuk berteleportasi ke mana pun. Memang takdirnya dia harus berjalan dengan kedua kakinya. "Takdir yang tidak adil..."