
Semua murid langsung mengeluh saat mendengar perkataan Siyan. Hampir semua dari mereka mengeluh bahwa mereka masih memiliki banyak waktu untuk mencari bendera, tapi waktunya dipersingkat tiba-tiba. Jadi itu terasa tidak adil. Tapi ada beberapa murid yang tetap tenang karena mereka percaya diri dengan kemampuan mereka.
"Aku akan maju terlebih dahulu" Long An mengangkat tangannya dengan percaya diri.
"Silahkan" jawab Siyan sambil tersenyum kecil.
Long An berdiri dari kursinya lalu meletakkan sekumpulan bendera di atas mejanya. "Aku mengumpulkan dua belas bendera" katanya bangga.
Semua orang langsung terdiam. Mereka menatap Long An dengan tatapan iri. Termasuk Sima, karena dia hanya mengumpulkan setengah bendera dari yang dimiliki oleh Long An.
"Bagaimana kau mendapatkannya?" tanya Siyan. Dia berpura-pura penasaran.
"Tentu saja dengan mengalahkan musuh-musuhku" jawab Long An.
Siyan hanya mengangguk. Lalu dia mengamati Long An, dia bisa melihat bahwa bocah itu hampir menerobos ke tubuh inti emas dasar. Ujian praktek ini benar-benar memberi banyak keberuntungan untuknya.
Long Sun menyusul saudaranya. Dia mengumpulkan tujuh bendera. Akhirnya sekmua orang mulai mengungkapkan hasil mereka. Kedua saudara Ken, melihat semuanya dengan wajah masam. Mereka kalah dan bendera mereka dicuri. Untung saja, mereka menemukan beberapa murid dan mengalahkan mereka. Jadi mereka memiliki dua bendera masing-masing. Tapi itu masih buruk.
Para murid rata-rata mengumpulkan satu sampai dua belas bendera. Untuk saat ini posisi tertinggi ditempati oleh Long An. Sehingga pemuda itu menatap bangga melihat namanya berada di posisi pertama pada papan skor. Hanya empat orang yang belum mengeluarkan bendera. Mereka adalah Yusa, Fei Lan, Gin, dan Li Seng.
"Aku mengumpulkan sepuluh bendera" kata Li Seng percaya diri. Lalu namanya melesat dengan cepat di posisi ketiga. Posisi kedua ditempati oleh Fei Ren yang mengumpulkan sepuluh bendera juga, sama seperti dirinya.
Sima dan Lian langsung melihat Li Seng dengan mata melotot, tak percaya. Mereka berada dalam satu tim dan mereka bisa melihat bahwa Li Seng tidak mempunyai bendera sebanyak itu. Bagaimana dia bisa mengumpulkan lebih banyak dari mereka? Lian juga ingat setelah mengalahkan pemuda dari keluarga Ken, mereka hanya menonton perkelahian. Jadi semuanya sangat tidak masuk akal.
Fei Ren refleks menatap Li Seng sambil mengerutkan keningnya. Dia tidak percaya bahwa babi lemah itu memiliki skor yang sama dengannya. Pasalnya dia sangat lemah dan bahkan Sima yang berada di kelompok yang sama dengannya hanya mengumpulkan tujuh.
Li Seng menyadari Fei Ren menatap ke arahnya. Dia tersenyum sambil melambaikan tangannya.
Feri Ren langsung membalikkan pandangannya. "Humph"
__ADS_1
Bimba yang melihat kejadian itu tiba-tiba bergumam. "Oh?"
"Ada apa?" tanya Gin.
"Babi gendut itu memiliki nasib yang menarik. Entah kenapa dia selalu mendapatkan wanita cantik sebagai pasangannya. Ini sangat tidak masuk akal" kata Bimba dengan nada merenggut.
"Bukankah kau bilang tidak mau melakukannya pada pria? Apa kau mulai menyukai pria sekarang?" tanya Gin polos.
"..."
Bimba ingin mengamuk tapi dia ingat bahwa Gin sangat menakutkan. Jadi dia hanya bisa bersabar.
"Aku mengumpulkan lima belas bendera" kata Yusa kemudian. Lalu namanya merangkak dengan cepat ke posisi teratas. Melihat namanya tergeser, wajah Long An berubah masam.
Fei Lan menatap Yusa dan mengeluarkan benderanya. "Aku mengumpulkan enam belas" Lalu namanya dengan cepat menggeser nama Yusa dari posisi teratas.
"Seperti yang kuduga dari Dewi Lan"
"Dia sangat cocok dengan posisi itu"
"Keren"
"Saudara Lan memang yang terbaik"
"Sudah dipastikan bahwa Fei Lan akan menempati posisi teratas. Aku akan mengucapkan selamat padanya nanti"
Semua murid mulai memberikan spekulasi mereka sendiri dan menatap Fei Lan dengan tatapan kagum.
Tapi Lan sama sekali tidak menanggapi semua pujian itu. Ekspresi wajahnya sangat datar. Dia melihat Yusa dengan pandangan yang tidak bisa ditebak. Lalu dia melihat ke arah Gin yang sedang sibuk mengelus Bimba dalam pelukannya.
__ADS_1
"Kalian tahu, aku sudah menjelaskan bagaimana caranya mengumpulkan bendera. Kalian bisa mengambilnya dari murid lain atau kalian mencarinya di seluruh hutan" kata Siyan tiba-tiba. "Tapi seperti yang kulihat, hampir semua dari kalian mencurinya dari murid lain."
Ekspresi semua murid langsung berubah.
Siyan tersenyum. "Itu bukan hal yang buruk" katanya. "Dengan bertarung, kalian akan meningkatkan teknik yang kalian miliki. Itu akan meningkatkan pengalaman kalian. Dan mencari bendera yang tersembunyi di hutan juga tidak mudah. Kalian perlu fokus dan keberuntungan karena kami memasang alat sihir pada bendera, yang menghilangkan hawa keberadaannya. Sehingga hanya orang dengan teknik mendeteksi yang cukup kuat yang dapat menemukannya. Aku yakin kalian menemukan beberapa bendera secara kebetulan"
Siyan benar. Semua murid menemukan bendera yang tersembunyi karena kebetulan. Mereka tidak bisa mendeteksi keberadaan bendera. Bahkan Lian yang sangat bagus dalam teknik mendeteksi juga tidak bisa mendeteksi keberadaan bendera itu.
"Baiklah, terima kasih atas kerja keras kalian" Siyan berbicara seolah-olah dia akan mengakhiri sesi ini.
"Gin belum mengeluarkan benderanya" kata Li Seng cepat.
Siyan menatap Gin. Dia tidak berharap banyak padanya. Apalagi dia ingat bahwa pemuda itu ditinggal di tengah-tengah bencana menakutkan. Dia pasti trauma sekarang.
Gin merogoh seluruh sakunya dan mengeluarkan semua bendera yang dimilikinya.
"Um, aku punya dua puluh"
"...."
Dalam sekejap seluruh kelas membeku. Hanya Li Seng yang tersenyum dan mengangguk bangga. Dan Fei Lan yang menatap Gin dengan tatapan penasaran.
"Tidak mungkin!" kata Sima langsung. "Aku tahu berapa banyak bendera yang kita kumpulkan. Si gendut itu bahkan mendapatkan bendera entah dari mana. Kau juga. Ini tidak mungkin" dia mulai protes. "Kita hanya mengalahkan beberapa orang"
"Aku memungut sisanya saat aku berjalan di hutan" jawab Gin.
"Apa?" kata Sima tidak percaya.
"Aku hanya memungutnya di jalan"
__ADS_1
"..." Sima kehilangan kata-kata.