
Pihak akademi dan keluarga Li akhirnya mengirimkan orang-orang mereka ke hutan asing yang belum pernah dijelajahi itu. Walaupun mereka tidak mengetahui posisi pasti anak-anak itu, mereka berusaha mengikuti jejak-jejak mereka yang tertinggal di hutan.
Pencariann pun dimulai.
Di sisi lainnya,
Saat Gin, Li Seng dan Lian berkumpul, Sima dan Yusa juga bertemu satu sama lain. Keduanya berteleportasi tidak jauh satu sama lain sehingga mereka bisa bertemu dengan mudah. Mereka mengira bahwa mereka beruntung dan akan melarikan diri dari hutan ini bersama-sama. Tapi mereka salah. Mereka bertemu dengan salah satu pembunuh. Walaupun tidak bertarung dengan pembunuh itu, mereka berusaha melarikan diri sejauh mungkin. Tapi pembunuh itu selalu
Pembunuh itu tertawa dengan sangat kuat saat melihat kedua anak kecil di depannya berlarian seperti tikus. Dia mengejar mereka, seakan-akan seekor pemangsa yang bermain dengan mangsa yang akan segera dimakannya.
__ADS_1
"Baiklah, sudah cukup" pembunuh itu bergumam.
Syuu, sosoknya menghilang dengan cepat. Lalu tiba-tiba muncul di depan Sima dan Yusa.
Sima dan Yusa langsung berhenti mendadak. Hal itu membuat keseimbangan mereka rusak dan mereka terjatuh. Pembunuh itu tertawa terbahak-bahak karena pertunjukan komedi yang terjadi di depan matanya.
"Siapa yang mengira bahwa keturunan dari keluarga besar itu seperti ini?" katanya sarkas sambil melihat kedua pemuda di depannya dengan tatapan sarkatis.
Sima bergetar ketakutan. Dia refleks menyembunyikan dirinya di belakang punggung Yusa, sambil memeluk lengannya erat-erat.
__ADS_1
Melihat anak-anak itu ketakutan, pembunuh itu semakin merasa antusias. Mungkin ini adalah insting mereka. Saat mereka membunuh seseorang, mereka lebih merasa hidup saat melihat para korban berteriak kesakitan dan meronta-ronta ketakutan. Itu adalah fetis aneh yang dimiliki oleh para pembunuh. Karena fetis itulah, mereka memutuskan menjadi pembunuh hanya untuk memenuhi hasrat dan kondisi mental mereka yang tidak normal.
Ketiga pembunuh ini dikirim dari organisasi pembunuh yang sama. Tapi sebenarnya mereka bukan teman. Mereka tidak kenal identitas satu sama lain. Mereka hanya rekan kerja yang berkumpul karena pekerjaan mereka. Lagipula ada banyak pembunuh di organisasi mereka. Dan para pembunuh itu menyembunyikan identitas asli mereka dengan sangat teliti.
Organisasi Boroxi adalah organisasi kriminal yang terkenal sebagai desa pencuri. Organisasi ini terkenal sebagai organisasi kriminal, sarang pembunuh. Organisasi ini bernama Deraxa.
Deraxa hanyalah nama yang dijuluki orang-orang. Karena para pembunuh itu memiliki tato yang diukir di tubuh mereka. Tatto dengan tulisan "Deraxa'", yang tidak ada seorang pun tahu apa itu artinya. Bahkan para pembunuh yang masuk ke dalam organisasi sebagai anggota umum, mereka tidak tahu arti dari tato yang diukir di anggota tubuh mereka.
Tato itu berukuran sangat kecil, sebesar jari kelingking tangan. Dan tato itu di tempatkan di tubuh pembunuh secara acak. Ada yang di punggung, kaki, leher, lengan, dada, perut dan sebagainya. Tergantung persetujuan para anggota, di mana mereka ingin menempatkan tato itu. Pemasangan tato adalah syarat mereka masuk ke dalam organisasi itu.
__ADS_1
Sebenarnya organisasi ini lebih terkenal daripada Boroxi karena mereka lebih kejam. Setiap orang penting dari berbagai negara sangat was-was dengan keberadaan mereka. Hanya saja keberadaan organisasi ini hanya diketahui oleh orang-orang penting, orang-orang awam tidak mengenali mereka. Organisasi Boroxi lebih terkenal di publik karena gosip yang beredar saat mereka melakukan pencurian.
Pembunuh di Derexa adalah orang-orang yang selalu mengubah penampilan mereka secara berkala sebagai kamuflase untuk melarikan diri. Karena itulah mereka sulit dikenal bahkan di antara anggota mereka sendiri. Setelah itu, mereka bisa mengambil misi secara acak berdasarkan minat dan hadiah yang diberikan oleh pemberi misi. Tidak ada aturan khusus dalam organisasi pembunuh itu. Mereka hanya harus membunuh target dan mendapatkan hadiah sesuai dengan perjanjian yang ditetapkan.