
Kakek Arai mengeluarkan amarahnya tanpa sadar. Aura membunuhnya tiba-tiba muncul dan menyebabkan orang-orang di sekitarnya merasa tertekan. Bahkan penatua dari keluarga lain menatap Kakek Arai bingung. Mereka heran kenapa Kakek Arai tiba-tiba mengeluarkan aura membunuh yang menekan. Padahal kedua cucunya baik-baik saja. Mereka juga tidak ada hubungannya dengan kedatangan Boroxi.
Kakek Arai merasa sangat marah. Dari awal anak itu lahir, dia sudah sadar bahwa anak itu tidak akan bertahan hidup lama di dunia yang keras ini dengan tubuh lemahnya. Karena itu dia berusaha keras menyingkirkan nya dari rumah utama agar tidak menjadi sasaran konflik antar keluarga besar.
Lalu dia juga mengirimkan anak itu ke daerah terpencil. Di tambah dengan mengirimkannya beberapa para pelayan kultivator inti emas! Gin bahkan tidak sadar bahwa kepala pelayan dan pelayan utama di mansion lamanya adalah kultivator inti emas karena dia tidak bisa melihat tingkat kultivasi mereka. Tapi Gin tahu bahwa para pelayan itu bisa terbang, tapi dia tidak punya ide tentang kekuatan mereka.
Kakek Arai sudah menyembunyikan Gin selama bertahun-tahun agar anak itu tetap bisa hidup dengan tubuh lemahnya. Dia juga sebenarnya tidak ingin menyuruh anak itu untuk pindah ke ibukota mengingat ada banyak sekali bahaya di tempat ini. Tapi wanita itu, menantunya memaksanya untuk memindahkan Gin ke tempat ini karena anak itu sudah dewasa. Hanya karena dia merindukan nya dan ingin mengawasi anak itu diam-diam.
Karena itu, dia mengutus Yina untuk menjaganya. Tapi apa yang dilakukan wanita itu sekarang? Dia bahkan tidak ada disini. Padahal dia sudah menyuruh wanita itu untuk mengawasi Gin selama 24 jam. Sekarang kakek Arai tahu bahwa wanita itu mengabaikan tugasnya lagi.
"Kakek, ada apa dengan mu? Kenapa kau tiba-tiba marah saat mendengar anak bernama Gin itu ditangkap?" tanya Yusa blak-blakan.
Kakek Arai langsung menarik aura membunuhnya dalam sekejap. "Tidak apa-apa. Bukan itu. Aku marah karena orang-orang jahat itu melibatkan anak tidak bersalah" kata Kakek Arai sambil tersenyum.
"Itu tidak masuk akal. Kenapa harus marah karena orang yang tidak penting seperti itu?" kata Sima cemberut.
"Walaupun dia tidak penting, dia tetap anak yang sama sekali tidak bersalah" kakek Arai mengingatkan.
Yusa hanya menyipitkan matanya curiga.
"Kalian kembali ke rumah. Jangan berada di tempat berbahaya ini lagi. Keluarga Fei akan mengurus urusan mereka sendiri" Kakek Arai dengan cepat merubah topik pembicaraannya. Dia langsung menyuruh kedua cucu laki-lakinya untuk kembali ke mobilnya dan pulang.
Kedua anak itu langsung mengangguk patuh, walaupun Yusa sedikit enggan melakukannya karena dia masih merasa penasaran.
Setelah melihat kedua cucunya meninggalkan gedung ini, kakek Arai segera memutar sebuah nomor di ponselnya dan menelpon seseorang.
"Halo"
__ADS_1
"Kau dimana sekarang?" tanya Kakek Arai dengan nada dingin.
"Um...," orang itu bergumam dengan nada canggung. Dia sedang berlibur sekarang, tapi dia takut untuk mengakuinya karena takut dimarahi. "Bukankah aku sedang libur Sekarang?" dia menjawab takut-takut.
"Kau ingin mati" kakek Arai mengancam.
Sisi lain menegang sambil tertawa aneh. "Tapi kau memberiku hari libur selama seminggu! Kenapa kau tiba-tiba menyuruhku bekerja sekarang pak tua!" dia memprotes. Hanya ada satu tujuan saat Kakek Arai memanggil nya, yaitu menyuruhnya untuk bekerja! Padahal dia baru saja menikmati hari liburnya hari ini. Ini sangat tidak adil baginya.
"..."
Kake Arai tidak menjawab. Tapi dia bisa merasakan aura dingin Kakek Arai dari balik ponselnya.
"Baiklah, baiklah" katanya menyerah. "Kau ingin aku melakukan apa?"
"Boroxi baru saja datang ke ibukota"
"Aku tidak menyuruhmu untuk menghadapi mereka" kata Kakek Arai. "Tapi aku ingin kau menyelamatkan sandera mereka"
"Itu tetap tugas yang sulit" dia mengeluh. Dia adalah pengawal terpecaya kakek Arai. Saat kecil, kakek Arai menyelamatkan nya. Waktu itu dia adalah anak yatim piatu. Panti asuhan mereka bangkrut sehingga anak-anak yang tinggal di tempat itu menjadi terlantar. Lalu anak-anak terlantar itu meninggal satu per sati karena tidak bisa mencari makan untuk hidup.
Karena mereka anak yatim piatu, tidak ada yang mengajari mereka berkultivasi. Sehingga Banyak dari mereka yang mati karena binatang sihir dan kelaparan.
Saat dia berumur lima tahun, dia bertemu dengan Kakek Arai. Pria tua itu mengangkat nya menjadi murid. Kakek Arai mengangkat nya dan mengatakan bahwa dia berbakat dalam kultivasi. Jadi kakek tua itu melatihnya selama bertahun-tahun serta memberinya nama. Brian Arai adalah namanya. Secara otomatis dia menjadi anak angkat dari keluarga Arai.
Ini adalah hal yang umum bagi keluarga besar untuk mengangkat anak berbakat sebagai anak angkat mereka. Beberapa anak angkat berbakat itu akan dinikahkan dengan putri keluarga mereka, agar mereka bisa menghasilkan keturunan muda yang berbakat. Begitulah cara licik dari keluarga besar itu agar mereka bisa bertahan di dunia ini.
Sekarang di umurnya yang ketiga puluh lima, dia berhasil mencapai tubuh immortal. Bisa dibilang dia memang pemuda yang berbakat. Karena status keluarga Arai yang diikutinya, dia juga hidup dengan nyaman dan makmur. Bisa dibilang dia adalah pria kaya. Dia juga bekerja sebagai aktor dan memperoleh banyak uang. serta menjadi incaran banyak wanita.
__ADS_1
Tapi sebagai balas budi, kakek Arai memintanya untuk melindungi dan mengawasi cucu-cucu nya yang masih muda. Karena mereka sangat berharga untuk pria tua itu. Dia tidak pernah melakukan tugas lainnya, bahkan dia tidak memaksa Brian untuk menikah dalam keluarga nya. Kakek Arai memberikan Brian kebebasan untuk hidupnya sendiri. Tugasnya hanya melindungi bocah-bocah bau itu. Tapi kenapa sekarang pria tua itu menyuruh nya untuk menyelamatkan sandera yang tidak dikenal?
"Apa kau lupa kontraknya? Aku bukan superman yang menyelamatkan orang asing secara acak" dia mencibir.
"Dia cucuku" Kakek Arai berkata dengan nada datar.
Brian melebarkan matanya. Dia cukup syok saat mendengar nya. Siapa cucu ini?
"Apa Yusa dan Sima berada dalam bahaya?" Brian bertanya dengan nada panik.
"Tidak"
"Apa itu Yuya kecilku?!" teriaknya histeris. Dia sangat menyukai Yuya, gadis kecil itu. Dia sama sekali tidak pernah membiarkan nya dalam bahaya sama sekali. Bahkan luka sekecil apapun, dia tidak akan membiarkan nya!
"Tidak" kakek Arai menjawab lemah.
"Jadi ini cucu yang mana?" Brian mengerutkan keningnya.
"Jangan banyak bertanya. Jalankan saja tugasmu" kata kakek Arai tajam. Lalu dia menutup panggilan nya, meninggalkan Brian dalam keadaan bingung.
"Hari liburku..." Brian bergumam dengan wajah menyedihkan. Tapi dia tetap melenggang pergi dari tempat nya untuk menyelamatkan targetnya.
***
Sementara, di kediaman keluarga Fei, aura yang sangat menakutkan menyebar di seluruh sisi. Membuat suasana di tempat itu sangat tidak nyaman. Semua ini karena para penatua berada dalam mood buruk karena Fei Lan diculik. Serta mereka harus menukarkan nya dengan pusaka keluarga mereka sebagai jaminannya. Ini adalah keputusan yang sangat sulit.
Tapi pada akhirnya mereka tetap memilih Fei Lan. Bagaimanapun cucu mereka adalah yang terpenting. Dan sekarang mereka merencanakan misi penyelamatan untuk Fei Lan. Tentu saja dengan mengorbankan batu pusaka mereka yang sangat berharga.
__ADS_1