Tuan Muda, Jangan Lari!

Tuan Muda, Jangan Lari!
Ujian: Ujian Tertulis


__ADS_3

Hari ujian pun tiba. Ujian pertama adalah ujian tertulis. Ujian ini terbagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama dan kedua adalah ujian dasar dengan lembar soal. Sesi ketiga dan sesi terakhir adalah ujian Wawancara dengan sang guru. Mereka memulai sesi pertama selama satu jam dan memulai sesi kedua di jam lainnya, membutuhkan waktu dua jam untuk mengerjakan lembar soal yang berbeda.


Gin melihat lembar soal di depannya. Dia sebenarnya tidak pintar, tapi dia juga tidak bodoh. Selama beberapa hari ini dia sudah belajar, sehingga otaknya tidak sepenuhnya kosong. Dia bisa menjawab beberapa pertanyaan dengan lancar. Tapi beberapa pertanyaan sulit yang menggunakan prinsip teknik dan logika, dia tidak mengerti sama sekali. Dan dia mengabaikannya saat dia tidak tahu.


Sementara Li Seng di sisi lain menatap lembar soal di depannya dengan tatapan dingin sambil mengigit jarinya. Dia merasa sangat cemas sekarang karena dia sama sekali tidak tahu bagaimana menjawab lembar soal yang ada di depan matanya. Dia adalah seseorang dengan ingatan yang sangat lemah. Dia tidak bisa mengingat suatu teori dengan mudah. Oleh karena itu, Li Fan sangat bersusah payah mengajarinya. Saat Li Seng tidak berhasil mengingat teknik kultivasi keluarga mereka, dia akan memberikan hukuman berat untuknya. Seperti memukulinya atau tidak mmeberinya uang saku. Hal itu merupakan neraka bagi Li Seng,


Li Seng memutar bola matanya dan melirik ke samping. Dia sedikit iri saat melihat Gin menggerakan jari-jarinya di atas kertas dengan santai. Dia ingin melihat jawaban Gin diam-diam alias mencontek. Tapi dia dengan cepat mengurungkan niatnya saat melihat saat satu pengawas melototinya. Para pengawas ujian adalah kultivator terkenal, mereka bisa dengan mudah mengetahui apakah ada murid yang mencontek atau tidak. Itu bukanlah tugas yang berat untuk mereka. Li Seng juga ketakutan dan tidak ingin mencari masalah, jadi dia memilih untuk menyerah,


Disisi lain, Mona dan Fei Lan bersikap santai, Kedua gadis itu merasa bahwa ujian kali ini bukan beban sama sekali. Jari-jari ramping mereka menari di atas kertas dan wajah serius mereka terlihat sangat mempesona. Keduanya terlihat sangat menikmati ujian kali ini.


Beberapa jam berlalu. Sesi pertama pun berakhir. Sesi kedua akan dilanjutkan tanpa ada jeda waktu untuk istirahat. Hal ini membuat Li Seng mengumpat beberapa kali di dalam hatinya, Penampilannya sudah seperti zombie sekarang. Rambut acak-acakan, wajah pucat dan mata hitam, seakan-akan dia baru saja berkelahi dengan musuh yang mematikan. Dia belum pulih tapi harus dihadapkan denganĀ  musuh lainnya, otaknya benar- benar hampir hancur berantakan sekarang,


Kondisi Gin juga tidak baik, Dia memang belajar, tapi dia tidak yakin sama sekali kalau dia bisa menjawab semua pertanyaan di sesi satu, Dia bahkan sedikit berharap jawabannya bisa lima puluh persen benar. Walaupun dia tidak yakin akan hal itu. Daia bahkan tidak yakin dia bisa menjawab soal lainnya di sesi kedua karena otaknya sudah bekerja dengan sangat maksimal sekarang.


Sampai dia tiba-tiba teringat tentang sistem bawaan yang ada di tubuhnya.


"Bukankannya ada skill yang bisa memperkuat ingatanku!" Gin memekik dalam hati karena terkejut. Dia benar-benar melupakan skill dasar yang ada karena terlalu fokus dengan skill serangan.

__ADS_1


"Skill pemahaman lv.1 non active" Tulisan transparan muncul di depan matanya.


Gin pun memutuskan menggunakan poinnya untuk mengaktifkan skill itu.


"Skill pemahaman lv.1 , 2 , 3.............. 20"


Gin mengupgrade skill dasar itu sampai ke level maksimal.


Ujian sesi kedua pun dimulai. Li Seng menggertakan giginya menahan marah. Dia ingin melarikan diri sekarang. Tapi tentu saja dia tidak berani. Sementara Gin melihat lembar soal di depannya. Ini adalah soal kedua dan berbeda dari soal di sesi pertama. Mereka harus menganalisis suatu teknik serta mengembangkannya. Jadi sesi kedua adalah ujian tentang pemahaman mereka terhadap teknik kultivasi. Gin mengaktifkan skillnya, dalam sekejap dia mengerti semua pertanyaan yang tertulis di lembar soal. Otaknya dipenuhi dengan banyak sekali teori yang pernah didengar dan dilihatnya, semuanya keluar tanpa perlu bersusah payah diingat.


Gin pun menuliskan jawabannya dengan ekspresi santai. Tangannya menari dengan ringan di atas kertas. Sekali lagi, Li Seng yang melihat semua ini merasa sedikit iri. Dia pernah mengira bahwa dirinya dan Gin senasib dalam pelajaran sekolah. Tapi ternyata salah. Gin lebih baik darinya dan tentu saja dia adalah yang terburuk.


Gin melihat Mona dan Fei Lan menghampirinya secara bersamaan. Kedua gadis itu terlihat sangat baik. Ujian tertulis sama sekali bukan beban untuk mereka.


"Bagaimana?" kedua gadis itu tiba-tiba bertanya bersamaan sambil menatap Gin.


"Lancar" jawab Gin singkat.

__ADS_1


"Tidak...sama sekali..." tiba-tiba sebuah suara menakutkan muncul. "Sama sekali tidak lancar. Sama sekali tidak baik-baik saja" Li Seng mulai memuntahkan kemarahannya. Wajahnya terlihat sangat mengerikan sekarang. Lingkaran hitam di bawah matanya terlihat sangat jelas sekarang. Matanya juga memerah. Keadaannya benar-benar buruk dan terlihat mengerikan.


"Ujian sialan!" Li Seng mengumpat. Sebelum masuk di akademi dia harus belajar di bawah tekanan ayahnya, Li Fan, dan membuatnya seperti berada di neraka. Dia beristirahat dan bersenang-senang selama dua tahun, sebelum akhirnya menemui neraka yang sama sekarang. Walaupun belum ada ancaman dari pihak ayahnya, Li Seng tahu nasib buruk yang akan dialaminya kalau dia tidak lulus ujian akademi.


"Apa kau baik-baik saja?" Gin bertanya kepada Li Seng yang tiba-tiba duduk di sampinnya.


"tentu saja" kali ini mata Li Seng berbinar penuh semangat walaupun masih terlihat seperti mata zombie. Dia mengangkat kedua tangannya untuk menunjukkan otot-ototnya dan berkata. "Di ujian praktek kali ini aku akan mengalahkan semua orang dan menjadi nomor satu" katanya percaya diri.


Li Seng tidak sadar bahwa perkataannya menarik perhatian seluruh siswa yang ada di kelas. Dalam sekejap semua orang berbalik menatapnya. Li Seng menyadari bahwa dia mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak dikatakan kali ini. Dia mulai gugup dan berkata "Tentu saja aku hanya bercanda hahahaha" katanya sambil tertawa canggung.


***


Semua guru sibuk mengoreksi semua lembar jawaban ujian. Ada beberapa guru yang ingin menyelesaikan semuanya hari ini, tapi ada beberapa juga yang ingin menyelesaikan pekerjaannya nanti. Siyan adalah salah satu guru yang cukup rajin dan berdedikasi. Dia adalah wali kelas bagi murid kelas satu. Mereka seperti anak ayam yang baru menetas untuknya, jadi Siyan sangat penasaran dengan perkembangan mereka. Terutama untuk anak-anak di kelasnya sendiri. Anak-anak yang dianggap jenius oleh para keluarga besar.


Siyan pun dengan teliti memeriksa setumpuk lembar ujian di depannya. Dia memeriksa ujian tertulis sesi pertama lebih dulu. Dia tersenyum dan mengangguk beberapa kali saat dia melihat beberapa murid jenius yang hampir mendapattkan nilai sempurna. Tentu saja Mona dan Fei Lan termasuk di dalamnya. Sementara hasi ujian Li Seng membuat Siyan mengerutkan kepalanya. Benar-benar parah, hampir tidak ada satu pun jawaban yang benar. Dan tentu saja hasil jawaban Gin sangat biasa, tidak rendah dan tidak tinggi, sehingga tidak terlalu menarik perhatiannya.


Sampai dia memeriksa lembar ujian sesi kedua. Matanya hampir melotot keluar saat dia melihat teori yang dituliskan oleh Gin di lembar jawabannya.

__ADS_1


"Tidak mungkin..." katanya tak percaya.


__ADS_2