
Gin berusaha mencerna informasi yang dia dapat. Setelah itu dia menatap Li Seng seakan-akan dia sudah memutuskan sesuatu.
"Aku sudah memiliki rencana" kata Gin dengan mata berbinar.
Li Seng tidak peduli. Antusias nya untuk melakukan misi benar-benar nol. Jadi dia tidak akan melakukan apapun atau memberi pendapat apapun. Dalam pikirannya "biarkan saja bocah Gin itu yang berpikir"
"Kita akan menyamar!" kata Gin bersemangat.
Li Seng mengernyitkan keningnya. "Kenapa kita perlu menyamar? Itu sangat menyusahkan. Bukankah kita hanya harus menyelinap ke bar dan menangkapnya" katanya ketus.
"Dia pembunuh. Kalau kita melakukan hal itu, dia akan lari" Gin sebenarnya bisa menangkap pembunuh itu dalam sekali jalan. Tapi hal itu tidak akan menyenangkan. Dia ingin bermain-main sedikit menggunakan sistem di dunia ini untuk bersenang-senang. Atau hidupnya akan semakin membosankan.
Gin menunjuk salah satu kalimat di buku petunjuk itu. "Pembunuh itu hanya menargetkan wanita. Jadi kita harus menyamar menjadi wanita" dia berkata dengan mata berbinar.
Li Seng langsung tersentak. "Apa kau bilang?!" dia berteriak dengan mata melotot. "Apa kau gila?!" Li Seng hampir pingsan di tempat. Dia tidak menyangka bahwa Gin akan memikirkan ide sekonyol itu.
Bagaimana pun menyamar sebagai wanita akan melukai harga dirinya sebagai pria. Dia tidak akan pernah melakukan hal itu. Tidak akan pernah!
"Aku tidak akan melakukan nya!" Li Seng bersikeras menolak.
"Tapi kita harus melakukan nya. Menyamar sebagai wanita membuat semuanya jadi lebih mudah. Kita bisa menyusup ke bar tanpa diketahui oleh orang lain. Dan kita bisa menjadi target pembunuhan juga. Melampaui dua pulau dalam satu kali dayung" Gin berusaha menjelaskan dengan bijaksana. Tapi Li Seng mendengar nya dengan acuh. Li Seng berpikir masih banyak cara lainnya daripada harus menyamar sebagai wanita.
Li Seng ingin melakukan penolakan lagi. Tapi Fei Lan tiba-tiba muncul dan menginterupsi pembicaraan mereka.
"Pembicaraan kalian seperti nya menarik. Aku akan membantu kalian dalam penyamaran" katanya sambil tersenyum manis.
__ADS_1
Li Seng mematung. Dalam sekejap pikirannya berubah. "Dewi Lan memang yang terbaik~" katanya dengan mata berbinar.
Gin mengernyit bingung karena sikap Fei Lan yang tiba-tiba mencampuri urusan mereka. Tapi dia tidak memberi penolakan apapun atas bantuan yang ditawarkan oleh Fei Lan.
Fei Lan menjelaskan bahwa dia bisa membantu mereka untuk menyamar. Dan menyuruh kedua orang itu untuk mengikuti nya ke rumah saat jam belajar berakhir.
Li Seng menyambut hal itu dengan antusias. Sementara Gin hanya mengangguk pelan dengan ekspresi datar. Gin merasa terbantu tapi dia tidak seantusias Li Seng.
Jam pulang akhirnya tiba. Gin bisa melihat Li Seng dan tiga saudara perempuan Fei menunggu nya di depan gerbang sekolah.
"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau lama sekali dan membuat dewi Fei menunggu" protes Li Seng.
Gin tidak merespon perkataannya. Dia langsung merubah topiknya. "Apa kita akan pergi bersama-sama?" dia bertanya dengan wajah bingung.
Fei Wu dan Fei Ren menatap dua orang pria bodoh di depannya dengan tatapan tidak senang.
"Bagaimana bisa saudara perempuan membawa dua orang badut ini ke rumah?" pikir mereka bersamaan. Tapi mereka tidak mengatakan apapun pada Fei Lan bahwa mereka tidak setuju. Mereka hanya mengutuk dua pria itu dalam pikiran mereka.
Kemudian, sebuah hewan sihir terbang ke arah mereka dengan kereta di punggungnya. Gin melihat bintang sihir ini saat pertama kali dia tiba di gerbang sekolah. Bagaimana pun kedatangan anak-anak dari keluarga besar itu sangat mencolok pada awalnya.
Fei Lan mengajak mereka untuk masuk ke dalam kereta yang berada di punggung hewan sihir itu, si burung raksasa.
Gin awalnya merasa penasaran. Tapi setelah dia merasakan bagaimana rasanya berpergian dengan hewan sihir, dia kehilangan rasa penasaran nya dalam sekejap. Bagi Gin semuanya kurang lebih sama saat dia mengendarai hewan besar di kehidupan sebelumnya. Hanya saja dia tidak membuat kereta untuk duduk di atas punggung hewan-hewan itu. Dia hanya menjinakkan nya dan menggunakannya untuk tunggangan saja.
"Ini pertama kalinya aku naik benda ini..." Gin bergumam.
__ADS_1
Dia tidak tahu bahwa perkataan nya membuat mata semua orang menjadi fokus padanya. Mereka menatap Gin dengan mata menyedihkan. seakan-akan dia adalah anak miskin yang sangat malang. Mereka berpikir mungkin seumur hidupnya, Gin belum pernah melihat hewan sihir.
Burung Phoenix raksasa itu pun membawa mereka terbang ke langit. Hanya butuh waktu sepuluh menit perjalanan. Dan mereka pun sampai ke kediaman Fei.
Kediaman Fei sangat besar. Rumah mereka hampir seluas desa kecil, yang dikelilingi oleh pagar kayu yang sangat tinggi.
Ini pertama kalinya Gin melihat tempat tinggal dari keluarga terkenal. Tempat tinggal yang sangat luas. Mereka benar-benar memiliki banyak sekali lahan di ibukota. Bahkan Gin merasa mansion lamanya sama sekali bukan apa-apa bila dibandingkan dengan bangunan di depannya.
Ada dua orang penjaga yang menjaga gerbang depan. Dan kedua penjaga itu memiliki kultivasi yang cukup tinggi, yaitu tingkat inti emas. Walaupun umur mereka tidak lagi muda, tetap saja mencapai kultivasi di tingkat itu sudah termasuk orang yang berbakat. Dan mereka hanya di tempat kan sebagai penjaga gerbang.
Kedua penjaga gerbang itu mengenali tiga nona muda mereka dan langsung membuka kan gerbang depan untuk mereka.
Saat gerbang terbuka, Gin bisa melihat halaman yang sangat luas di depannya. Kemudian Fei Lan memandu mereka untuk masuk ke dalam.
Kediaman Fei benar-benar memiliki konsep seperti istana tradisional. Dimana ada banyak sekali bangunan yang dipisahkan perhalaman.
Fei Lan memandu mereka menuju kediamannya. Li Seng sangat bersemangat. Walaupun ini bukan pertama kalinya dia berkunjung ke kediaman Fei. Tapi ini adalah pertama kalinya dia menginjakkan kaki ke kediaman Fei Lan. Ini adalah mimpinya dan dia tidak menyangka bahwa dia mencapai mimpi itu secepat ini.
Kediaman Fei Lan terletak tidak jauh dari kediaman utama. Dia memiliki kediaman paling besar dan halaman paling luas dibandingkan dengan generasi muda lainnya karena dia adalah nona tertua dari garis keturunan utama. Bahkan kediaman Fei wu dan Fei Ren saling berbagi, alias mereka tidak mempunyai kediaman pribadi seperti Fei Lan.
Hanya ada beberapa orang yang memiliki kediaman pribadi mereka. Mereka adalah tiga Penatua keluarga, Fei Lan dan Fei Lei (putra tertua).
Fei Lan mendapatkan kediaman pribadinya diumurnya yang ke lima belas. Sementara para paman dan ayahnya tinggal bersama istri mereka masing-masing dan anak-anak mereka yang masih kecil.
Kediaman Fei memiliki tiga penatua. Penatua pertama memiliki dua putra, salah satunya adalah ayah Fei Lan. Penatua kedua memiliki satu putra, ayah Fei Wu dan satu putri, yang sekarang tinggal di keluarga suaminya. Penatua ketiga tidak mempunyai keturunan, tapi dia mengangkat seorang anak berbakat yang masih lumayan muda. Dia adalah Fei Lei, yang sekarang berusia dua puluh empat tahun. Sementara ayah Fei Ren berasal dari keluarga cabang.
__ADS_1