Tuan Muda, Jangan Lari!

Tuan Muda, Jangan Lari!
Pelindung Kura-Kura


__ADS_3

Lian memimpin jalan. Dia menggunakan teknik kultuvasi miliknya untuk menghindari musuh dan memilih daerah yang aman untuk dituju. Sementara Gin mengekor di belakangnya dengan ekspresi yang tidak bisa dibaca sama sekali.


"Ada yang sedang bertarung di depan" kata Lian tiba-tiba. Mereka pun langsung berhenti.


Gin mengamati Lian dengan wajah bingung. Lian menutup matanya dan berkonsentrasi untuk mendeteksi pertarungan yang beberapa meter jauhnya itu. Sampai akhirnya dia membuka matanya, pupilnya melebar karena kaget dan dia berkata "Itu Li Seng..." gumamnya.


Li Seng terlempar ke tempat yang lebih jauh dari Gin. Tapi dia tidak beruntung. Salah satu pembunuh menemukannya dan dia tidak bisa lari. Dia berusaha memanggil bantuan, tapi semua sinyal di blokir.


Satu-satunya cara mempertahankan diri adalah menggunakan alat sihir pertahanan yang diberikan oleh kakeknya di ulang tahunnya yang kelima belas. Dia melempar alat sihir itu ke udara. Alat itu pecah dan tiba-tiba mengeluarkan sebuah penghalang yang berbentuk seperti cangkang kura-kura.


Kakeknya berkata bahwa pelindung ini bisa menahan serangan kultivator immortal. Dan dia mempercayai hal itu. Li Seng membungkuk untuk melihat pembunuh yang hanya berjarak beberapa langkah darinya.


"Cangkang kura-kura itu cocok denganmu. Kau adalah kura-kura kecil yang lemah" pembunuh itu mengejeknya. Di pikirannya, Li Seng adalah anak pengecut yang suka melarikan diri dan menyembunyikan dirinya. Melihat cangkang kura-kura ini, dia bisa tahu Li Seng berasal dari keluarga mana.


Keluarga Li menggunakan lambang kura-kura sebagai simbolis mereka karena itu adalah sifat mereka. Mereka adalah keluarga yang selalu menghindari konflik membahayakan untuk mempertahankan kekuatan mereka. Serangan mereka lemah, tapi pertahanan mereka kuat. Karena itulah mereka bisa bertahan dalam beberapa generasi karena selalu menjaga diri mereka dibatas aman. Di tambah, hewan pelindung  mereka adalah kura-kura kuno, binatang tubuh ilahi yang sudah hidup ribuan tahun lamanya.


Pembunuh itu merasa percaya diri dengan kekuatannya. Dia tidak berpikir bahwa pelindung aneh seperti ini akan menahan kekuatan tubuh immortalnya.


BAM! Pukulannya membentur pelindung itu. Seluruh hutan langsung bergetar hebat karena resonansi yang dihasilkan oleh pukulannya.

__ADS_1


Li Seng jongkok sambil menunduk dan melindungi kepalanya. Wajahnya pucat dan dia benar-benar ketakutan. Dia masih muda dan dia tidak ingin mati.


Dia mengeluarkan alat sihir lainnya. Ini adalah sebuah jimat pemberian ayahnya. Ayahnya berkata dia bisa merobek jimat itu kalau dia berada dalam bahaya. Dia pun melakukannya, tapi tidak ada hal apapun yang terjadi. Dia mengira dia akan berpindah seperti sebelumnya, ternyata tidak.


Li Seng tidak tahu, bahwa di kediaman Li, Ayahnya langsung mengerahkan beberapa penatua untuk menjemputnya karena tanda bahaya itu. Seluruh keluarga Li panik karena tanda kehidupan yang mereka berikan pada Li Seng rusak.


Pelindung kura-kura itu bergetar hebat, tapi tidak rusak. Li Seng mendesah lega. Sementara pembunuh itu menggertakan giginya kesal.


Pembunuh itu mengeluarkan tekniknya dan menyerang pelindung itu bertubi-tubi.


BAM! BAM! BAM! Ledakan yang sangat hebat terjadi. Seluruh hutan bergetar hebat dan angin yang kencang tiba-tiba berhembus.


Suara ledakan tiba-tiba berhenti. Suasana menjadi hening dalam sekejap. Li Seng membuka matanya pelan-pelan.


"..." Dia membeku.


Tanah di sekelilingnya sudah hancur dan membentuk kawah yang sangat dalam. Hanya tempatnya berdiri yang menjulang tinggi di tengah-tengah kawah karena pelindung yang menahan semua serangan. Dia juga bisa melihat bahwa pembunuh itu menatapnya sambil melayang didepannya.


Li Seng tersentak kaget karena matanya langsung bertemu dengan mata pembunuh yang menatapnya dengan penuh kebencian. Dia terjatuh ke belakang, refleks, dan bokongnya membentur tanah dengan kuat. Dia kesakitan tapi rasa takutnya lebih mendominasi dari rasa sakitnya.

__ADS_1


"Dasar pengecut. Aku benar-benar benci anak kaya" pembunuh itu menatap Li Seng dengan penuh kebencian. "Aku tidak akan membiarkanmu dengan mudah. Aku akan memotong kaki dan tanganmu, lalu menjadikanmu sebagai makanan hewan buas" katanya kejam.


Mendengar ancamannya, Li Seng hampir menangis. Tapi dia masih sedikit percaya diri karena tahu bahwa pembunuh itu tidak bisa menyentuhnya selama pelindung itu melindunginya.


"Kau tidak akan bisa melakukan itu" Li Seng mendengus. "Ayahku akan segera menolongku" katanya, berpura-pura berani padahal tubuhnya gemetaran.


Pembunuh itu tertawa terbahak-bahak. Dia menyerang Li Seng lagi. Walaupun semua serangannya dipantulkan, dia tidak menyerah. Dia tertawa seperti orang gila sambil terus menyerang Li Seng.


"Kau pikir pelindung ini akan melindungimu selamanya?" Pembunuh itu tersenyum dengan sangat mengerikan. "Saat pelindung ini menghilang, aku akan mencincangmu perlahan-lahan" dia menjilat bibirnya.


Gulp. Li Seng menelan liurnya dan tidak bisa berkata-kata.


Di tengah kehebohan itu, ada dua sosok yang sedang menonton dari kejauhan.


"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Lian ragu. Dia ingin menolong, tapi tidak mungkin. Mereka semua akan dibasmi dalam satu pukulan.


"Tentu saja menolongnya" jawab Gin.


"Eh?" Lian ingin menghentikan Gin, tapi pemuda itu menghilang dengan cepat dari tempatnya berdiri. "Dasar bodoh!" Lian berteriak kesal. Tapi akhirnya dia menyusul Gin untuk membantu Li Seng.

__ADS_1


__ADS_2