Tuan Muda, Jangan Lari!

Tuan Muda, Jangan Lari!
Sistem yang sedang Liburan


__ADS_3

Gin duduk di api unggun sendirian sambil menatap langit malam. Kelompoknya memutuskan untuk berhenti dan menginap. Kebetulan mereka menemukan sebuah goa kecil di tebing yang tidak terlalu tinggi dan menjadikan tempat itu sebagai tempat istirahat mereka.


Sima, sebagai ketua, memerintahkan setiap orang untuk berjaga bergantian selama dua jam. Gin akan berjaga pertama kalinya. Lalu Lian, setelah itu Sima dan Li Seng adalah yang terakhir.


Gin sebenarnya tidak bisa tidur. Bukan karena dia tidak bisa tidur di tengah hutan, hanya saja dia sama sekali tidak nyaman dengan keberadaan anak-anak itu. Dia lebih suka meninggalkan goa ini dan mencari tempat yang sepi untuk tidur.


Gin menghela napas. Dia mengira bahwa dia bisa bersantai di dunia ini tanpa perlu melakukan apapun. Tapi ternyata dugaannya salah. Nasib selalu menuntunnya untuk melakukan sesuatu tanpa dibayar.


Dia benar-benar merasa kesepian. Tidak ada internet dan konsol game di hutan ini. Walaupun dia membawa game nya, tetap sulit menemukan internet. Internet adalah yang terpenting. Untung saja ini hanya satu malam. Kalau berlangsung lebih lama, dia akan meninggalkan ujian bodoh ini dan kembali ke tempatnya untuk tidur.


Dia tiba-tiba teringat sesuatu karena rasa kesepiannya. Dia mencoba memanggil sistem untuk melihat statusnya. Dia benar-benar melupakan sistem ini. Dan anehnya, sistem sama sekali tidak pernah bersuara di pikirannya lagi. Karena benda itu selalu diam, Gin benar-benar melupakan keberadaannya.


Gin mengingat level terakhirnya. Dia berada di level 100 dan berhasil memaksimalkan levelnya. Hanya saja saat dia mencapai level 100, dia merasa kemajuannya semakin lambat. Sehingga dia malas berlatih.


Gin membuka statusnya. Dia langsung membeku saat melihat layar status di depan matanya.


Dear Tuan...


Saat ini saya sedang pergi berlibur dan tidak tahu kapan kembali. Tuan sudah berhasil mencapai level maksimal yang dimiliki oleh manusia. Sebenarnya tugas saya sudah selesai. Kalau tuan beruntung, tuan akan menembus ke tahap dewa dan saya akan kembali saat itu untuk membantu tuan meningkatkan level ~


"...." Gin terdiam. Dia tidak pernah menyangka bahwa sistem dalam dirinya bertindak tidak tahu malu seperti itu. Jadi itulah alasannya kenapa sistem itu sama sekali tidak pernah berbicara di otaknya.


"Sistem saja bisa liburan, sementara aku harus bekerja keras" gumam Gin dengan ekspresi masam.


"Kapan aku bisa liburan?" dia berpikir melankolis. Lalu dia ingat bahwa dia baru saja menjadi murid baru. Dia harus menunggu selama beberapa bulan sampai liburan semester tiba. Memikirkan hal itu hanya membuatnya semakin depresi.


Tapi anehnya, walaupun sistem itu sedang liburan, Gin masih bisa melihat statusnya. Hanya saja statusnya membeku dan tidak meningkat sama sekali karena sudah mencapai level maksimal.


Dia ingat, di dunia lamanya saat dia masih bekerja sebagai pahlawan. Dia juga berhasil mencapai level maksimal ini. Dia mengira hal itu akan berbeda saat dilahirkan ke dunia ini. Tapi ternyata itu sistem yang sama seperti di kehidupan lamanya.

__ADS_1


***


Di sisi lainnya di hutan tempat para murid akademi itu berlatih, ada sekelompok orang yang berjongkok dan berdiskusi satu sama lain.


"Bagaimana ini? Kita harus mencari batu itu atau tuan putri akan membunuhku!" teriak salah satunya, histeris. Dia adalah pria tua yang tiba-tiba menjadikan Gin sebagai penatuanya, Yurion.


Yurion menatap kelima bawahannya dengan serius. "Kita harus menyelinap ke kediaman pak tua Fei itu untuk mencuri lagi"


Kelima bawahannya hanya merespon dengan anggukan pasrah.


"Maafkan aku kawan, tapi itu lebih baik daripada menghadapi iblis kecil itu" Yurion menggertakan giginya.


"Boss, kau harus hati-hati berbicara. Ada pepatah tembok bisa mendengarkan. Semak-semak juga bisa mendengarkan. Kalau sampai ketahuan pria itu bahwa kau memanggil putrinya "iblis". Kita akan menjadi abu" salah satu bawahannya langsung mengingatkannya sambil mengigil.


Yurion langsung terdiam.


"Dasar bodoh!" Yurion langsung memukul kepalanya. "Kau ingin aku bekerja dua kali. Kau kira menemukan barang langka itu mudah?"


"Jangan marah dulu boss." dia mengeluarkan selembar kertas dan membukanya di hadapan semua orang. "Aku mendapatkan peta harta karun" katanya bangga.


"Yang benar saja..." Yurion langsung melihat peta itu untuk memeriksa kelegitannya. Dan itu benar-benar peta harta karun! Bukan yang palsu.


"Lokasinya tidak jauh. Harta karun itu ada di hutan ini!"


"Benar sekali"


"Darimana kau mendapatkannya?"


"Aku mengambilnya saat kita memasuki reruntuhan" katanya bangga.

__ADS_1


"Baiklah, cukup bicaranya" Yurion menghentikan para bawahannya untuk bergosip satu sama lain. Dia mengambil peta itu dan menggulungnya. Lalu memegangnya erat-erat. "Ayo cari sekarang. Kelangsungan hidup kita bergantung pada peta harta karun ini" katanya serius. Dia melupakan perihal batu pusaka keluarga Fei dalam sekejap.


***


"Eh?" Gin kaget saat dia melihat sesuatu yang aneh muncul di depan matanya.


[Segel: 0/ 10]


"Apa ini?" Gin sama sekali tidak mengerti. Apa ini adalah salah satu skill miliknya? Tapi kenapa sangat aneh. Dia tidak ingat bahwa dia pernah belajar cara menyegel sesuatu untuk mendapatkan skill ini.


Dia bertanya pada sistem, tapi tidak ada jawaban. Lalu dia ingat bahwa sistem miliknya sedang liburan.


"Sangat membingungkan..." dia bergumam.


"Apanya?" tiba-tiba terdengar suara lain. Gin menoleh, dia melihat Lian keluar dari goa dan menghampirinya.


"Tidak apa-apa" jawab Gin cepat.


Lian menatapnya. Baginya, Gin adalah manusia yang aneh. Kultivasi pria ini benar-benar rendah dan bahkan tidak memenuhi kiteria akademi sebagai murid. Tapi dia bisa mendaftar dan bahkan masuk ke kelas emas.


Lian bingung. Siapa yang mendukungnya? Kalau dia adalah salah satu anak dari keluarga besar, dia akan memakluminya. Tapi Gin tidak. Lalu dia juga bingung bagaimana pria lemah ini mensabotase ujian masuk dan memperoleh skor yang sangat tinggi. Lian ingat bahwa binatang iblis yang berada di akademi itu sangat kuat. Dia bahkan tidak bisa menggoresnya sama sekali. Dia mendengar cerita dari orang-orang bahwa kekuatan binatang itu setara dengan kultivator ilahi.


"Shift jaga sudah berganti. Sekarang giliranku" kata Lian.


Gin mengangkat alisnya. "Oh, baiklah. Hati-hati" katanya. Lalu dia masuk ke dalam gua.


Gin langsung berbaring di alas tikar yang sudah disediakan. Dia bisa mendengar suara dengkuran Li Seng yang sangat berisik. Lalu beberapa meter dari tikar, ada Sima yang tertidur dengan keren sambil menyandarkan dirinya di dinding batu.


Gin juga duduk dan bersandar di dinding batu. Dia memejamkan matanya, tapi dia tidak tidur. Dia memutuskan untuk bermeditasi sampai pagi tiba.

__ADS_1


__ADS_2