Tuan Muda, Jangan Lari!

Tuan Muda, Jangan Lari!
Tidak dibayar untuk Menghadapi Orang Gila


__ADS_3

Gin menatap pria setengah baya di depannya dengan wajah memelas, lelah. Lalu dia menghela napas seakan-akan dia pasrah akan sesuatu.


Ekspresi Gin yang seperti itu membuat pembunuh itu semakin murka.


"Dasar serangga. Beraninya kau membuang-buang waktuku" pembunuh itu menggertakan giginya kesal.


Dia langsung mengarahkan serangan pedangnya ke arah Gin. Dalam sekejap, tebasan pedangnya membelah udara. pepohonan disekitarnya langsung terbelah menjadi dua.


Suara ledakan yang keras dan debu-debu mulai berterbangan karena serangan dahsyat itu. Sang pembunuh tersenyum kecil, berpikir bahwa tubuh Gin sudah terpotong kecil-kecil. Dia berniat untuk pergi mengejar sisa-sisa serangga yang melarikan diri. Tapi tiba-tiba dia mendengar suara batuk kecil.


Uhuk, uhuk


Suara itu semakin keras.


Debu disekitarnya memudar, menampakkan sosok seseorang yang mengibaskan tangannya sambil terbatuk-batuk karena debu. Sosok itu tidak lain adalah Gin.


Mata pembunuh itu terbelalak saat melihat Gin masih berdiri tanpa luka gores sedikit pun.


"Tidak mungkin..." dia menatap Gin dengan tatapan tak percaya. Dia tidak bisa menggunakan logikanya sekarang dan membeku di tempat. Bagaimana bisa kultivator tubuh perunggu menghindari serangan kultivator immortal sepertinya? Itu tidak masuk akal sama sekali.

__ADS_1


"Dasar sialan!" dia mengumpat setelah tersadar dari kebingungannya. "Kau pikir alat sihir akan melindungimu selamanya?"


Pembunuh itu melompat ke arah Gin dan mengayunkan pedangnya.


BAM! Gin menghindar. Pedang itu menghantam tanah dan membelahnya.


Gin melihat pedang yang ada di tangan pembunuh itu dengan tatapan iri. Dia juga ingin menjadi pendekar pedang. Tapi sayangnya, dia tidak punya skill untuk menggunakan pedang sama sekali. Sehingga dia menyerah dan bertarung seadanya dengan tangan murninya.


Pembunuh itu menyerangnya lagi. Tapi kali ini Gin menangkisnya dengan tinju anginnya. Sehingga sebuah tinju dan ujung pedang saling berbenturan satu sama lain, membuat udara di sekitar hutan bergetar hebat.


Pembunuh itu melotot. Biji matanya hampir keluar saat dia melihat Gin menangkis serangannya dengan tangan kosong.


Kali ini Gin berinisiatif untuk menyerang. Dia menempatkan 10000 mana miliknya untuk memperkuat skill kecepatannya. Sehingga pembunuh itu bahkan tidak bisa melihat pergerakannya sama sekali saat dia berpindah.


Gin menggunakan 50000 mana untuk memperkuat tubuhnya. Lalu dia mulai memukuli pembunuh itu, membuat tubuh pembunuh itu terlempar jauh ke belakang dan menabrak pepohonan.


Tidak hanya berhenti disana. Gin mengejar pembunuh itu lalu dia memukul dan menendangnya. Serangan terakhirnya membuat pembunuh itu menabrak tanah dan menciptakan kawah yang lumayan dalam, sesuai dengan bentuk tubuhnya.


Pembunuh itu compang-camping. beberapa tulangnya patah dan tubuhnya dipenuhi luka. Dia dengan cepat memasukkan sebuah pil hitam ke dalam mulutnya dan dalam sekejap luka luarnya mulai memudar.

__ADS_1


"Mahluk apa kau?" dia bergumam tak percaya. Bagaimana mungkin anak sekecil itu bisa sekuat ini? Kalau memang umur Gin dan kekuatannya sekarang adalah asli, dia yakin pemuda itu pasti akan terkenal di seluruh dunia. Tapi dia tidak pernah mendengar informasi tentang adanya eksistensi yang seperti itu.


Jadi dia mendapatkan kesimpulan bahwa Gin menggunakan penyamaran tingkat tinggi untuk menyembunyikan identitas aslinya. Bisa saja dia seorang kakek yang berumur ratusan tahun, bersembunyi dengan penampilan mudanya yang palsu.


"Aku tahu kau kuat. Kau pasti lebih senior dariku" kata pembunuh itu tiba-tiba sambil susah payah berdiri tegak.


"Tapi ada banyak orang kuat sepertimu di organisasi kami. Dan kau bukanlah tandingan orang itu walaupun kau kuat" katanya dingin.


"Ha?" Gin mengernyitkan keningnya. Lalu dia memiringkan kepalanya, tidak mengerti sama sekali.


"Aku mengajakmu bergabung demi keselamatanmu. Kalau kau mencari masalah dengan organisasi kami, kau tidak akan bisa tenang dan orang itu akan mengejarmu. Lebih baik bergabung dan bekerja sama dengan kami" dia menawarkan Gin sebuah tawaran dengan nada yang sangat sombong. "Kau tahu organisasi kami adalah organisasi pembunuh nomor satu di dunia. Kau harusnya bangga bisa menjadi bagian dari kami"


"Tidak" tolak Gin dengan cepat tanpa mengedipkan matanya sama sekali.


"..."


"Aku tidak tertarik" jawab Gin malas. Hanya orang bodoh yang bergabung dengan organisasi pembunuh dan harus membunuh setiap harinya. Itu adalah pekerjaan yang melelahkan dan penuh dosa. Gin tidak akan pernah mau terlibat dengan pekerjaan seperti itu.


"Lebih baik cepat aku selesaikan" gumam Gin. Dia langsung menyerang sementara pembunuh itu berbalik dan melarikan diri sekuat tenaga.

__ADS_1


"Dasar gila! Aku tidak dibayar untuk menghadapi orang gila seperti ini!" pembunuh itu berteriak frustasi sambil berusaha menyelamatkan nyawanya.


__ADS_2