
Akhirnya misi penjelajahan mereka pun dilanjutkan. Kedua utusan itu memberi mereka tambahan perangkat komunikasi kepada masing-masing murid, sehingga setiap orang dari mereka bisa menghubungi pihak akademi kalau hal berbahaya terjadi.
Mereka pun menjelajah lebih dalam menuju utara. Kali ini mereka memutuskan menjelajah lebih rahasia dari sebelumnya. Mereka berhasil mengambil beberapa foto tanaman dan binatang sihir aneh yang mereka temui.
Sejauh ini, mahluk yang paling mengejutkan mereka adalah mahluk aneh berbentuk lendir. Lendir raksasa ini menempel di beberapa pohon dan berdenyut seperti benda hidup. Lalu mereka juga mendeteksi bahwa lendir aneh ini berada di tubuh immortal. Jadi mereka menganggap lendir aneh ini sebagai binatang sihir yang belum pernah ditemukan.
Gin tiba-tiba teringat dengan monster slime saat dia melihat lendir raksasa itu. Bedanya lendir itu hanya menempel dan berdenyut, tidak berbentuk bulat dan bergerak seperti slime. Dia juga tidak menduga bahwa eksistensi seperti itu ada di dunia ini.
Mereka sebisa mungkin mengamati lendir itu dari jauh sambil mengambil beberapa foto terbaik. Setelah itu mereka memutuskan untuk memutar. Tidak ada yang bertindak gegabah untuk mendekati lendir aneh itu.
Selama perjalanan mereka, Lily sudah bangun dari tidurnya. Tapi bunga kecil itu tetap bersembunyi di dalam saku baju Gin. Sebelumnya Gin sudah mengganti bajunya yang compang camping dengan kemeja piknik normal.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Gin. Dia berjalan di posisi paling belakang sehingga tidak ada yang peduli dengan suaranya yang berbisik karena semua orang sibuk mengamati sekitar.
"Umm, ayah, aku masih mengantuk" Lily mengeluh. Dia menggosok tangannya dengan daun di sisi kanannya.
"Kau bisa melanjutkan tidurmu" jawab Gin. Dia mengamati Lily. Tidak ada yang berubah dari monster bunga itu walaupun dia memakan inti kristal milik pohon raksasa. Hanya saja salah satu daunnya yang terbakar sudah kembali tumbuh.
"Tidak mau. Aku lapar" dia menolak dengan cepat.
__ADS_1
Gin menempelkan jarinya di kening Lily, lalu mulai memberikan 2000 mana miliknya. Lily menyerap mana itu dengan cepat.
"Apa kau ingin tidur lagi sekarang?" tanya Gin.
Lily menggelengkan kepalanya, cepat. "Tidak mau" jawabnya. "Aku akan istirahat, tapi tidak mau tidur lagi. Aku ingin berjemur:" Dia memunculkan kepalanya dari balik saku baju Gin dan tersenyum senang.
Li Seng menghampiri Gin dan kebetulan melihat keberadaan Lily di saku baju milik Gin. "Bro, sejak kapan kau meletakkan bunga disana?" tanyanya. Lily menyembunyikan wajahnya sehingga Li Seng hanya melihatnya sebagai bunga biasa.
"Aku baru saja mengambilnya"
"Kalau kau mencabutnya seperti itu, bunganya akan layu" keluh Li Seng.
Mereka terus menjelajah selama dua hari. Mereka mendirikan tenda di malam hari dan tidur bergantian, lalu lanjut menjelajah di pagi hari. Saat menemukan danau, mereka akan mandi. Tentu saja Lian mandi di tempat terpisah dan melototi para anak laki-laki itu agar tidak mengintipnya.
"Bagaimana menurutmu hutan ini? Kau suka tempat ini?" tanya gin tiba-tiba. Dia mandi paling terakhir di malam hari dan sendirian di tengah danau.
"kenapa menanyakan hal seperti itu? Ayah ingin membuangku?" tanya Lily sedih dengan raut wajah hampir menangis. Awalnya dia berenang dengan penuh semangat tapi sekarang semangat itu benar-benar hilang.
Gin awalnya memang tidak ada niat untuk membawa Lily bersamanya. Tapi karena dia sudah terdaftar oleh sistem, mau tidak mau dia harus membawa dan merawatnya.
__ADS_1
"Jangan khawatir" dia mengelus kepala Lily. "Aku hanya bertanya"
"Tempat ini tidak buruk. Tapi aku akan kelaparan kalau aku tinggal disini" jawab Lily kemudian.
Gin memiringkan kepalanya bingung. Dia benar-benar tidak tahu apa makanan yang harus diberikannya kepada anak ini selain mana miliknya.
"Ayah, ayah, sesuatu sedang menuju ke sini" kata Lily panik sambil memanjat ke tubuh Gin dengan tubuh bergetar. Kelihatannya dia ketakutan.
Gin bisa melihat bahwa air danau di depannya tiba-tiba membentuk riak seperti pusaran. Lalu sesosok ular putih muncul. Gin mengira itu akan menjadi ular raksasa, tapi ternyata hanya ular putih sebesar tangan manusia dewasa.
Gin merasa dia belum pernah melihat ular putih ini. Ular ini juga tidak terdaftar di Mozu. Jadi Gin mengambil kamera dari ruang penyimpanannya dan CEKREK, CEKREK, CEKREK, memotret ular itu dari segala sisi.
"?" Ular putih itu melihat mereka dengan wajah bingung. Lalu dia mengeluarkan lidahnya dan mendesis marah. Tiba-tiba dua pasang sayap kecil yang entah muncul dari mana muncul di punggung ular itu. Lalu ular itu mengepakkan sayapnya dan terbang.
Gin melonggo kaget tapi dia dengan cepat sadar dan mengambil foto lagi.
"Manusia sialan, kau pikir aku apa" Gin bisa mendengar sebuah suara. Suara itu terdengar seperti suara anak laki-laki. Dan suara itu berasal dari ular putih kecil itu.
Ular itu juga mengeluarkan aura yang sangat menakutkan. Itu adalah binatang sihir tubuh ilahi. Gin langsung tersentak kaget.
__ADS_1