Tuan Muda, Jangan Lari!

Tuan Muda, Jangan Lari!
Asal Usul Boroxi


__ADS_3

Gin membawa orang-orang itu ke apartemennya. Zam dan Nio melonggo kaget. Mereka berdua mengira bahwa Gin akan mempunyai tempat persembunyian rahasia. Tapi ternyata hanya sebuah apartemen biasa. Mereka bahkan tidak melihat apapun yang spesial di apartemen ini. Semuanya benar-benar biasa.


"Setidaknya pasang mantra atau sesuatu" pikir Zam dan Nio bersamaan sambil melihat Gin dengan geram. Hidup penatua yang satu ini benar-benar santai sekali.


Sementara di sisi lainnya, Qiqi mengomel, "Kalian tahu kesalahan kalian bukan?"


Yurion dan kelima bawahannya berlutut di lantai sementara Qiqi duduk di sofa dengan menyilangkan kakinya seperti tuan putri.


"Maafkan kami..." Mereka memohon maaf secara bersamaan dengan nada lemah.


Mata Qiqi melotot, "Aku ingin mematahkan tulang-tulang kalian. Tapi karena kita ada di rumah kakak, Qiqi tidak mau mengacau" katanya. "Tapi saat pulang nanti, Qiqi akan minta ayah untuk menghukum kalian"


"Maafkan kami Putri. Kami benar-benar minta maaf" Mereka memohon ampun dengan gerakan menyembah berulang kali.


Hal itu membuat mereka terlihat seperti menari dengan gerakan yang seragam. Gin menamakan tarian itu sebagai 'tarian menyembah para idiot' secara diam-diam dalam hatinya.


Gin mengamati orang-orang dari organisasi Boroxi ini. Mereka semua terlihat seperti idiot dan narsistik. Dia tidak percaya bahwa orang-orang seperti ini akan ditakuti oleh seluruh dunia sebagai para kriminal.


"Tidak" Qiqi menolak permintaan mereka dengan kejam. "Kalian bahkan berbohong pada Qiqi bahwa batu itu hilang. Kalian akan dihukum"


Yurion menangis dalam hatinya. "Batu itu benar-benar hilang putri...." katanya dengan nada lemah. Lalu dia menceritakan kronologisnya bagaimana mereka menghilangkan batu itu.


"Aku menyimpannya di sakuku. Aku tidak merasa menjatuhkannya sama sekali. Tapi itu hilang" salah satu bawahan Yurion memberikan penjelasan sambil menangis.


Lalu keempat lainnya ikut menangis.

__ADS_1


Apartemen Gin dipenuhi oleh tangisan para pria paruh baya yang dimarahi oleh seorang gadis kecil. Pemandangan ini sangat aneh baginya.


Tapi Gin mengerti apa yang mereka maksud. Dia adalah pelaku utama kenapa batu itu menghilang. Batu pusaka milik keluarga Fei. Tapi Gin tidak mencurinya. Batu itu yang datang sendiri padanya. Dan sekarang batu itu menjadi seekor burung kecil yang tidak disadari oleh siapapun.


Sampai akhirnya Qiqi berkata dengan sedih. "Padahal Qiqi ingin memberikan hadiah ulang tahun untuk Papa. Sekarang semuanya gagal..." katanya dengan nada suara bergetar. Lalu tangisannya mulai pecah dalam sekejap. "Qiqi ingin batu itu huaaa..."


Nio menghampirinya dan berusaha menenangkan gadis kecil itu. "Nona, kita bisa mencari batu yang lain oke? Masih banyak batu cantik di dunia ini"


"Huaa, ngga mau. Qiqi mau batu itu hiks. Batu itu tidak bisa digantikan huaa" dia terus menangis.


Gin melihat semua adegan ini dari jauh. Sekarang apartemennya tidak hanya dipenuhi oleh tangisan pria paruh baya, tapi juga tangisab gadis kecil yang bercampur aduk menjadi satu.


"Ini...menyebalkan..." gumam Gin cemberut. Kalau tahu akan menjadi ribut seperti ini, dia tidak akan membawa mereka semua ke rumahnya.


"Benar, benar menyebalkan. Sangat menyebalkan" Gin menggertakan giginya kesal. Dia ingin menghajar mereka semua. Tapi menghajar seorang gadis bukan tipenya sama sekali. Jadi dia berusaha bersabar sekarang.


Beberapa jam kemudian, semuanya kembali tenang. Qiqi pergi tidur lebih awal. Gin meminjamkan kamarnya sebagai ruang tidur untuk gadis kecil itu.


"Kakak, ayo tidur dengan Qiqi" Qiqi memeluk Gin sambil mengajaknya dengan mata anjingnya.


Gin ingin menolak. Tapi dia kalah cepat membuka mulutnya. Nio berkata dengan cepat. "Gin akan tidur di luar. Dia harus menjaga semua orang. Nona bisa tidur sendirian di dalam oke" katanya langsung.


Wajah Qiqi langsung berubah sedih.


"Jangan menyusahkan Gin nona. Dia sudah membiarkan kita tinggal di tempat ini dan melindungi nona. Nona harus menjadi gadis yang baik" kata Nio dengan nada lembut.

__ADS_1


Akhirnya Qiqi mengangguk patuh dan pergi tidur.


Nio mendesah lega. Dia menatap Gin dengan mata melotot"Aku tidak akan pernah membiarkan pedofil lumutan ini tidur disamping nona muda. Tidak akan pernah!" pikirnya sebelum pergi meninggalkan Gin.


Gin tidak mengerti mengapa Nio menatapnya dengan pandangan tajam seperti itu. Tapi tidak ada niat membunuh yang terdeteksi, jadi Gin mengabaikannya.


Gin harus menerima untuk tidur di ruang tamu. Setidaknya dia diberi sofa untuk tidur. Yurion dan yang lainnya tidur berserakan di atas lantai. Sementara Nio dan Zam duduk di atas meja makan sambil mendiskusikan sesuatu.


Karpet milik Gin adalah karpet bulu yang hangat. Walaupun mereka tidur disana, itu masih terasa lebih baik. Daripada tidur di jalanan ataupun di rumah kumuh.


Ini karena mereka sama sekali tidak bisa menyewa hotel di kota. Saat masuk ke dalam hotel, kartu identitas diperlukan. Kalau mereka menunjukkan kartu identitas mereka, mereka akan dicurigai karena imigran dari luar. Sebagai anggota Boroxi mereka harus berhati-hati. Padahal mereka bisa membuat identitas palsu untuk berpergian. Tapi pemimpin mereka terlalu gaptek untuk memikirkan hal seperti itu.


Sebenarnya organisasi Boroxi diciptakan karena ketidaksengajaan. Permulaannya karena seorang pria kuat kaya dan putri kecilnya. Pria itu adalah kultivator tubuh ilahi yang sangat disegani oleh dunia. Tapi karena masalah keluarga dia menyembunyikan identitasnya dan hanya bertindak sebagai pria kaya dengan anak perempuan.


Pria itu menantang beberapa orang lalu mengalahkannya. Membawa orang-orang itu di bawah tangannya dan menjadi bawahannya. Begitulah cara pemimpin Boroxi mengumpulkan orang-orangnya.


Itu juga tidak sengaja. Karena dia hanya ingin duel. Tapi orang-orang yang dikalahkannya malah mengikutinya karena sifatnya yang unik.


Lalu setelah itu sang putri kecil mulai meminta berbagai macam hal. Dan permintaannya harus dituruti. Tapi semua permintaan itu tidak masuk akal. Pria itu juga tidak mau membuat putrinya sedih. Jadi dia selalu mengutus orang-orangnya untuk mencari barang yang putri kecilnya inginkan.


Dari situlah, mereka mulai mencuri untuk sang putri kecil. Sekali lagi, mereka hanya mencuri dari orang kaya dan melarikan diri. Walaupun beberapa kali mereka hampir tertangkap dan bertarung, semua anggota Boroxi berhasil melarikan diri dan melukai lawan mereka.


Karena itulah, nama Boroxi semakin terkenal di seluruh dunia. Karena belum ada satu orang pun yang berhasil menangkap mereka. Mereka seperti tikus yang menyelinap dan mencuri dari orang lain. Tapi mereka sangat kuat.


Sang putri, sumber dari semuanya tidak pernah tahu bahwa mereka dikenal sebagai pencuri terkenal di seluruh dunia. Dia hanya tahu semua orang menyayanginya dan selalu menuruti semua permintaanya. Dia tidak pernah tahu bahwa paksaannya terhadap orang lain menuntut mereka untuk menjadi pencuri internasional demi menuruti keinginannya.

__ADS_1


__ADS_2