
Setelah berjalan beberapa menit dari gerbang utama, akhirnya mereka sampai ke kediaman Fei Lan. Kediaman Fei Lan ini cukup besar untuk tempat tinggal seorang gadis. Apalagi Fei Lan tinggal di tempat ini tanpa seorang pun pelayan. Dia membuat kediamannya menjadi tempat pribadi miliknya sendiri, tidak boleh dimasuki oleh orang lain tanpa seizinnya, bahkan keluarga nya.
Kediamannya memiliki halaman yang sangat luas. Fei Lan menyuruh Gin dan Li Seng untuk menunggu di ruang tamu. Sementara dia membawa Fei Wu dan Fei Ren ke kamar nya untuk membantu membawa beberapa alat make up dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk penyamaran.
"Aku sangat ingin melihat kamar dewi Fei..." Gin bisa mendengar keluhan Li Seng. Tapi dia mengabaikan nya dan terus mengamati sekitarnya.
Ruang tamu ini terlihat sangat luas karena perabotan nya sangat sedikit. Hanya ada beberapa lukisan antik yang menggantung di dinding. Meja kayu di depannya juga terlihat sederhana tapi kuno. Bahkan tidak ada sofa mewah disini, mereka hanya duduk di lantai dengan bantal kecil sebagai kursi mereka. Lantai di bawah mereka juga di alas dari karpet jerami. Hanya ada satu kata di pikiran Gin saat dia melihat semua ini. Sederhana!
Gin tidak pernah menduga bahwa anak dari keluarga besar akan hidup di tempat sederhana ini. Tapi walaupun sederhana, tempat ini mengeluarkan sesuatu yang membuat Gin merasa nyaman. Jadi ini bukan tempat sederhana biasa. Gin tidak tahu apa ini.
"Aliran Qi di tempat ini sangat kuat. Bahkan kediamanku tidak punya aliran sekuat ini" kata Li Seng.
"Aliran Qi?" Gin mengernyitkan kening tak mengerti. Dia tahu bahwa teknik bertarung di dunia ini memerlukan sesuatu yang dinamakan Qi agar bisa meningkat. Tapi Gin tidak mengerti konsep aliran Qi yang dibicarakan oleh Li Seng.
"Baiklah aku akan menjelaskan nya secara singkat padamu" Li Seng menatap Gin prihatin. Dia tidak marah dengan ketidaktahuan Gin. Lagipula anak itu berasal dari desa, jadi Li Seng memaklumi nya.
"Lima keluarga besar memiliki tanah mereka masing-masing di ibukota. Tapi itu bukan tempat biasa. Tempat dimana lima keluarga besar membangun kediaman mereka, memiliki aliran Qi yang sangat besar dibandingkan tempat lainnya. Seperti yang kita tahu bahwa kita bisa menyerap aliran Qi untuk meningkatkan kultivasi kita. Jadi kalau kita berlatih di tempat yang memiliki banyak sekali aliran Qi, maka semakin cepat kultivasi kita meningkat. Inilah alasannya kenapa anak-anak dari lima keluarga besar memiliki tingkat kultivasi yang sangat tinggi. Selain memiliki bakat, mereka juga mendapatkan perawatan seperti pil dan ramuan berharga, serta tempat nyaman untuk berkultivasi" Li Seng menjelaskan dengan nada sedikit bangga karena dia adalah salah satu dari anak-anak berbakat dan beruntung itu.
Gin mengangguk mengerti. "Jadi, tempat ini memiliki aliran yang lebih baik dari rumahmu?" tanya Gin polos.
Wajah Li Seng berkedut. Walaupun dia sudah mengatakan itu sebelumnya, entah kenapa saat Gin mengulangi nya lagi, dia merasa Gin mengejeknya. "Ya, seperti itulah. Hanya lebih baik sedikit" dia menjawab dengan percaya diri.
__ADS_1
Gin mengangguk lagi. Dia mengerti penjelasan singkat nya. Kalau Gin memiliki bakat untuk berkultivasi mungkin dia akan merasa iri setelah mendengar ketidak adilan seperti ini. Dimana orang kaya dan berkuasa akan menjadi semakin kuat. Tapi Gin tidak memiliki bakat kultivasi. Dia juga tidak memiliki motivasi untuk bekerja lebih keras meningkatkan kekuatannya dengan kultivasi, kecuali rasa penasaran mengejarnya. Jadi dia tidak menganggap hal ini terlalu penting. Hanya sekedar tahu saja.
Tak lama kemudian, ketiga saudara perempuan Fei muncul sambil membawa tiga kotak hitam besar.
"Baiklah, kalian kemari" kata Fei Lan, mengintruksikan agar kedua pria itu mendekati nya dengan menggerakan jarinya.
"Aku akan memberikan make up pada wajah kalian. Sementara Fei Wu dan Fei Ren akan membantu memilih kan pakaian dan rambut yang cocok untuk kalian" sambung Fei Lan.
Wajah Li Seng berkedut saat mendengar nya. Ini seperti mimpi buruk untuknya. Tapi dia berusaha menenangkan diri dengan mengambil sisi baiknya. Dia bisa datang ke kediaman Fei Lan dan bahkan dimakeup kan sendiri oleh dewinya. Jadi hal ini tidak terlalu buruk. Sementara Gin hanya mengangguk patuh dengan ekspresi datarnya.
Fei Lan mulai memberi make up pada dua pria itu secara bergantian.
ini adalah pertama kalinya Gin menggunakan make up pada wajahnya. Saat Fei Lan mulai meletakkan make up pada bulu matanya, Gin merasa tidak nyaman, jadi dia mulai membuka matanya. Membuat kedua orang itu saling bertatapan dari jarak yang sangat dekat. Mereka membeku sesaat.
Fei Lan langsung tersadar dan mengalihkan wajahnya ke samping "Tutup matamu!" teriaknya. Gin langsung menutup matanya dengan cepat. Dia bahkan tidak sadar bahwa pipi dan telinga gadis itu memerah malu.
Fei Lan menenangkan dirinya sambil menatap Gin penuh arti, lalu dia kembali meletakkan maskara pada bulu mata pria itu. Tapi dia gelisah. Dia tidak tahu apa yang terjadi pada tubuhnya, tapi jantung nya berdebar sangat keras saat dia melihat Gin dari jarak dekat. Fei Lan berusaha menahan perasaan asing itu.
Sementara Gin tidak mengetahui kegelisahan Fei Lan sama sekali. Dia dengan tenang menutup matanya, membiarkan mereka merenovasi penampilan nya. Bahkan dia hampir tertidur.
Satu jam kemudian, semuanya selesai. Kedua pria itu sudah memakai make up, rambut palsu dan pakaian wanita.
__ADS_1
"Kalian cukup baik" Fei Lan mengerjap kaget. Dia bangga dengan hasilnya.
Gin langsung melihat penampilan nya di cermin. Penampilan ini tidak buruk. Rambut hitam panjang nya membuat wajahnya terlihat lebih feminim. Awalnya, Gin memiliki wajah yang tampan, jadi tidak sulit untuk merubah wajahnya menjadi seorang wanita cantik dengan make up.
Dia memakai setelan gaun hitam dengan lengan pendek. Gaun itu menunjukkan fitur tubuhnya yang langsing. Gin tidak memiliki banyak otot pada tubuhnya, dia terlihat seperti anak laki-laki lemah. Jadi penampilan nya sangat mirip wanita asli. Dia terlihat seperti wanit tomboi karena dadanya sangat datar. Tapi itu tidak masalah.
Sementara disisi lain, Li Seng hampir muntah darah saat melihat penampilan nya. Li Seng tidak menyangka bahwa dia akan menjadi seperti ini saat berubah menjadi seorang wanita. Dia terlihat seperti wanita tua kaya yang sangat suka dengan pria muda. Wanita tua yang sering dilihat nya di bar mewah.
"Penampilanmu tidak buruk. Benar-benar terlihat seperti wanita kaya!" Gin memujinya.
Wajah Li Seng berkedut saat mendengar nya. Dia menahan amarah untuk tidak memaki Gin karena dia masih berada di kediaman Fei Lan.
Misi mereka dimulai saat malam hari. Tapi sekarang masih sore. Jadi Fei Lan meminta mereka untuk menunggu di sini. Dia bahkan menyiapkan beberapa cemilan untuk mereka. Jadi mereka tidak menolak tawaran Fei Lan sama sekali.
Saat yang lain sedang menikmati waktu mereka untuk mengobrol sambil makan cemilan, Gin merasakan kehadiran asing yang memantau mereka. Gin tidak tahu siapa itu. Tapi dia tidak pernah berpikir akan ada musuh di kediaman Fei.
Gin pun menggunakan skill pendeteksi miliknya dan menemukan bahwa seseorang yang sedang mengawasi mereka adalah penghuni dari rumah sebelah. Itu adalah seorang pria dengan wajah asing. Dia sedang duduk dengan santai di teras rumahnya sambil mengawasi kediaman Fei Lan dengan teknik Qi nya.
Gin tidak mengenalnya. Tapi dilihat dari sikapnya, kelihatannya dia adalah anggota keluarga Fei. Jadi Gin merasa lega karena itu bukan musuh dan menarik skill nya kembali.
Kalau Fei Lan melihat pria yang mengawasi mereka, dia akan mengenali nya. Dia adalah Fei Lei, kakak tertuanya.
__ADS_1
Fei Lei hanya heran saat dia melihat Fei Lan membawa dua pria asing di kediamannya. Jadi dia mencoba untuk mengawasi mereka.