Tuan Muda, Jangan Lari!

Tuan Muda, Jangan Lari!
Batu Qi


__ADS_3

Gin masuk ke dalam bar. Saat masuk, dia sudah dihadapkan dengan suasana bar yang elegan. Dinding, lantai dan langit-langitnya benar-benar mewah. Penuh dengan interior berkilau. Gin tidak tahu asal dari batu-batu berkilauan itu, tapi dia yakin bahwa itu bukan batu biasa. Karena, saat dia mulai masuk ke dalam bar, dia merasakan hawa yang sangat hangat dan nyaman menyelimuti tubuhnya.


Ya, itu adalah Qi. Tempat yang dikenal sebagai bar mewah ini sangat penuh dengan Qi. Dan Gin tahu bahwa qi itu berasal dari batu-batu berkilauan yang ada pada dinding dan langit-langit. Dia penasaran dengan asal batu itu. Itu bukan batu kristal qi yang dilihatnya akhir-akhir ini. batu itu sangat bening seperti berlian.


Saat masuk, Gin masih membeku di tengah aula. Aula ini sangat besar, tapi dia tidak melihat keberadaan teman-teman klubnya. Padahal orang-orang yang ada disini sangat sedikit. Gin bisa menghitung mereka dengan jarinya.


Sampai akhirnya dia bertemu Li Seng, yang saat itu sedang memesan minuman.


"Oh? Kau sudah sampai? Kenapa lama sekali? Dewi Fei mengira bahwa kau sudah melarikan diri" kata Li Seng dengan ekspresi cemberut. Tempatnya tidak jauh, tapi mereka perlu menunggu Gin sangat lama. Semua orang mengira bahwa dia tidak datang dan melarikan diri. Fei Lan yang mendengarnya menjadi sangat kecewa.


"Ada sedikit masalah saat masuk" jawab Gin malu sambil menggaruk kepalanya. "Apa kau sedang memesan minuman?"


"Ya. Karena kau terlambat, kau harus membantuku membawa minuman nya" kata Li Seng sambil menepuk bahu Gin.


"Tidak masalah"


Mereka perlu menunggu beberapa menit sampai bartender menyiapkan pesanan mereka. Gin memesan jus buah. Sejak mereka semua masih di bawah umur, mereka tidak bisa memesan minuman beralkohol. Ketiga bersaudari Fei malah memesan minuman es susu. Tapi bartender tidak menganggap pesanan mereka aneh. Karena bar ini bukan bar biasa.


Mereka menerima semua kalangan di bawah umur, terutama para kultivator. Karena tempat ini sebenarnya adalah tempat khusus untuk para kultivator. Para kultivator sering bermeditasi di tempat ini. Jadi ini bukan bar untuk mabuk, menari ataupun bermain dengan wanita. Tapi mereka tidak menghalangi orang-orang yang ingin bersenang-senang atau pun orang biasa. Sejak mereka memiliki kartu anggota, mereka bisa masuk.


"Hei, apa kau tahu batu berkilauan apa ini?" Gin menunjuk langit-langit. Dia ingin menanyakan keberadaan batu aneh ini kepada Li Seng. Dia yakin Li Seng mengetahui sesuatu.


"Oh? Itu berlian" jawab Li Seng santai.

__ADS_1


Gin membeku. Tentu saja dia tahu apa itu berlian. Itu adalah batu yang sering digunakan sebagai perhiasan. Berlian dan emas adalah hal yang paling umum.


"Bagaimana berlian bisa memiliki energi qi? Bukankah itu hanya perhiasan?" Gin bergumam tak percaya.


Li Seng mengernyitkan keningnya, dia menatap Gin seperti dia bukanlah manusia dari dunia ini. "Kau seharusnya sudah mengetahui ini bukan? Ini adalah pengetahuan umum yang bahkan diketahui oleh anak kecil. Apa orang tuamu tidak pernah memberitahumu pengetahuan umum?"


Gin tersentak saat Li Seng menyebutkan tentang Orang tuanya. Orang tuanya sudah meninggalkan nya sejak dia lahir. Jadi dia benar-benar tidak ingat keberadaan mereka. Apa orang-orang itu bisa disebut sebagai orang tua? Gin tidak tahu. Dia merasa lebih baik untuk menganggap dirinya sebagai yatim piatu.


"Tidak. Aku tidak pernah diberitahu" Gin tersenyum canggung. Dia hanya membaca buku tentang tingkat kultivasi dan peta dunia. Dia tidak tahu apapun tentang bebatuan dan item lainnya.


Li Seng menatapnya dengan tatapan kasihan. Dia menghela napasnya sebelum menjelaskan. "Berlian memang sering digunakan sebagai perhiasan karena batu itu sangat indah. Kau tahu, semua batu di dunia ini menyimpan energi qi. Tapi batu kristal qi adalah yang tertinggi, dan sering digunakan untuk berkultivasi. Sementara batu lainnya hanya digunakan untuk hal lainnya sejak mereka tidak mengandung banyak qi. Berlian adalah salah satunya. Batu itu cantik. Jadi orang-orang menggunakan nya sebagai perhiasan atau pun interior" dia menjelaskan dengan sabar.


"Lalu, ada juga batu berlian langka yang mengandung banyak qi. Batu itu biasanya dibuat sebagai perhiasan dan dijual sangat mahal." katanya lagi dengan mata antusias. "Keluarga Fei sangat kaya. Mereka ingin membuat tempat yang nyaman untuk para kultivator. Tapi mereka tidak bisa menggunakan kristal qi sebagai bahan interior, jadi mereka menggunakan berlian. Lagipula berlian cukup murah dan kandungan qi di dalamnya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil" Li Seng mengakhiri penjelasan nya.


Gin mengangguk mengerti. Kepala pelayan tidak pernah menjelaskan hal-hal seperti ini karena dia tidak pernah bertanya. Karena kepala pelayan hanya akan menjelaskan kalau Gin bertanya tentang sesuatu. Lagipula di masa lalu dia tidak pernah tertarik dengan bebatuan seperti ini. Sampai dia tahu bahwa semua batu di dunia ini memiliki energi Qi.


"Hmm, kalau tidak salah berdasarkan urutan dari tinggi ke rendah. Kristal qi adalah yang paling tinggi. Lalu batu ernit, batu giok, batu berlian. Sisanya aku tidak ingat. Tapi itu adalah batu biasa yang kita temui di jalanan" Li Seng menjelaskan sambil menghitung menggunakan jari-jarinya.


Mata Gin berbinar setelah mendengar penjelasannya. "Jadi begitu" Sekarang dia mengerti sesuatu yang penting tentang dunia ini. Ini sangat masuk akal kenapa dunia ini memiliki aura qi di semua tempat, itu karena batu-batu yang ada disini menyimpan energi qi. Karena itulah para kultivator bisa terbentuk. Mereka menyerap semua qi itu dari alam. Alam yang spesifik adalah semua bebatuan ini. Ini juga menjelaskan kenapa ada beberapa tempat dengan qi melimpah. Karena pasti ada banyak batu berharga di tempat itu.


Pesanan mereka pun selesai saat pembicaraan mereka berakhir. Jadi Gin mengikuti Li Seng ke tempat dimana yang lainnya berada. Ternyata mereka memang tidak ada di aula. Pantas saja Gin tidak bisa menemukan mereka. Semua orang berada di salah satu ruang privat di dalam bar. Mereka bisa mendapatkan ruangan itu karena Fei Lan. Tapi ruang privat juga bisa didapatkan dengan membayar biaya tambahan.


Saat Gin masuk, semua orang langsung melihat ke arahnya. Tentu saja dengan tatapan tidak senang. Fei Wu dan Fei Ren menatap Gin dengan tatapan benci. Bagi mereka pemuda tidak berguna itu seperti jarum di mata mereka. Selalu mengikuti kakak perempuan mereka. Mereka bahkan melihat ekspresi sedih Fei Lan saat mengira bahwa Gin melarikan diri. Dua bersaudari itu semakin membenci Gin walaupun Gin tidak pernah melakukan hal yang salah pada mereka.

__ADS_1


Sementara Long Ao dan Ken Ilya menatap Gin dengan tatapan membunuh. Gin tidak mempedulikan tatapan benci kedua saudara Fei. Tapi tatapan membunuh kedua pemuda itu langsung menarik perhatiannya. Dia tidak menyukainya. Saat ada orang yang melihatnya dengan mata seperti itu hanya membuat Gin merasa tidak nyaman. Dia langsung meningkatkan kewaspadaan nya dalam sekejap. Gin bahkan tidak tahu kenapa mereka ingin membunuhnya.


"Hei, semuanya pesanan kita sudah siap" teriak Li Seng. Dia dan Gin langsung menyerahkan minuman kepada semua orang.


"Kau datang" gumam Fei Lan sambil tersenyum saat Gin meletakkan minuman di depannya.


"Tentu saja" Gin menjawab dengan ekspresi datar sambil duduk di tempat kosong yang dipilihnya.


Acara perayaan mereka pun dimulai dari saling bersulang dengan minuman mereka sambil mengatakan cheers. Setelah itu mereka mulai berbincang dengan antusias satu sama lain. Gin tidak mengatakan sepatah kata pun. Lebih tepatnya dia dikucilkan. Tidak ada yang ingin bertanya tentang pendapat nya.


Jadi Gin hanya mengamati di samping sambil sesekali menikmati minumannya. Sementara semua orang membicarakan tentang kehidupan mereka. Sejak mereka semua berasal dari keluarga besar, mereka memiliki habitat yang sama untuk tumbuh. Jadi pembicaraan mereka benar-benar cocok.Terutama saat mereka membicarakan kekonyolan anggota keluarga mereka atau keluh kesah mereka dalam berlatih.


Gin melihat jam tangannya. Dia sudah berada di bar ini selama 45 menit, hampir satu jam. Dia menghabiskan 15 menit waktunya untuk tertahan di pintu masuk. Serta 30 menit sisanya untuk mendengarkan pembicaraan orang lain. Gin akan bertahan 15 menit lagi sebelum dia berpamitan dengan semuanya.


Harusnya seperti itu. Tapi tiba-tiba BOMMM! Terdengar ledakan yang sangat keras. Bahkan lantai di bawah mereka berguncang.


Semua orang di ruangan itu langsung tersentak, berhenti berbicara.


"Apa yang terjadi?" Li Seng berbicara lebih dulu dengan wajah bingung.


"Menyingkir dari sini!" Fei Lan tiba-tiba berteriak. Dan BRAKK! langit-langit di atas mereka hancur berantakan secara tiba-tiba.


Untung saja semua orang berhasil melompat dari kursi mereka. Sehingga tidak ada yang terluka.

__ADS_1


Langit-langit yang terkena ledakan menjadi reruntuhan bangunan dan jatuh ke bawah.


Gin mengernyitkan keningnya. "Bom?" dia bergumam.


__ADS_2