Tuan Muda, Jangan Lari!

Tuan Muda, Jangan Lari!
Harusnya ada Harta Karun kan?


__ADS_3

Yurion dan lima orang bawahannya langsung menuju ke tempat harta karun yang berada di peta misterius itu. Mereka masuk lebih dalam ke dalam hutan, sampai akhirnya mereka berada di titik yang sesuai.


"Aneh..." Yurion tidak menemukan apapun. Padahal dia sudah sampai di titik yang ditunjukkan oleh peta. Tapi tidak ada apa-apa disana. Hanya ada pepohonan dan tanah hitam. Dia bahkan tidak menemukan reruntuhan apapun.


Kalau diingat-ingat, hutan ini adalah hutan yang cukup aman. Karena itulah akademi Jin Shi menggunakan tempat ini sebagai tempat latihan para murid.


"Peta itu palsu?" seru seseorang.


Yurion mengernyitkan keningnya. "Aku sudah mengeceknya dan itu asli" katanya langsung. Dia sangat percaya diri dengan kemampuannya untuk memeriksa barang-barang berharga. "Pasti ada pintu masuk rahasia di sekitar sini" katanya serius. Lalu dia mulai menggunakan teknik kultivasi miliknya.


"Mata elang" Mata Yurion langsung berubah merah. Ini adalah teknik dimana qi berpusat pada matanya sehingga Yurion memiliki penglihatan yang lebih tajam. Dia bahkan bisa melihat keberadaan yang jauhnya puluhan meter.


Yurion berkonsentrasi. Dia ingin mencari pintu masuk di mana harta karun itu berada.


"Aku menemukannya!" dia berteriak bahagia dan matanya kembali normal dalam sekejap. Dia langsung buru-buru menuju ke titik tertentu dan mengais semak-semak. Para bawahannya hanya mengawasinya dengan ekspresi bingung.


Yurion berhenti mengais. Pupilnya membesar dan dia tersenyum bahagia. "Akhirnya aku menemukannya. Aku memang jenius" dia langsung memuji dirinya sendiri.


"Apa yang kau temukan boss?"


"Pintu masuk"


"Tapi aku tidak melihat apapun"


"Aku juga"


Yurion menatap lima orang idiot itu dengan tatapan kesal. "Tentu saja kau tidak bisa bodoh! Aku belum membukanya"


Yurion menemukan sebuah tombol merah yang tersembunyi di semak-semak. Tombol itu sangat kecil dan tertanam dengan baik di atas tanah. Jadi sangat susah ditemukan. Tanpa pandang bulu, Yurion menekan tombolnya.


Tiba-tiba dia merasakan bahwa tanah yang diinjaknya bergoyang. Dan tanah itu tiba-tiba menghilang, membentuk sebuah kawah besar di bawah kaki mereka.


Yurion langsung menggunakan teknik terbangnya. Begitu juga dengan yang lainnya. Lalu mereka melayang sambil melihat ke dalam lubang raksasa yang sangat dalam.


"Terlihat gelap dan menyeramkan boss"


"Benar sekali"


"Firasatku tidak enak"

__ADS_1


"Berisik" hardik Yurion. Dia menatap kelima pria idiot di depannya. Sejujurnya dia tidak pernah mau memiliki bawahan idiot seperti mereka. Tetapi karena kondisi, dia berusaha beradaptasi dengan itu.


Dengan perintah Yurion, mereka semua pun masuk ke dalam lubang di bawah tanah itu. Yurion menyalakan senter untuk menerangi sekelilingnya. Saat mereka masuk, tanah di atas kepala mereka tiba-tiba menutup kembali.


"Boss, bagaimana ini?" kata salah satu bawahannya dengan nada gugup.


"Tidak apa-apa. Itu akan terbuka saat kita berhasil mengambil harta karunnya" jawab Yurion enteng. Walaupun tidak bisa dibuka, dia akan menghancurkannya. Dia percaya diri dengan kekuatannya, jadi hal itu bukan masalah sama sekali.


Keenam orang itu masuk lebih dalam ke lubang itu. Anehnya, mereka tidak menemukan dasarnya sama sekali walaupun sudah turun selama beberapa jam. Lalu beberapa jam lainnya berlalu dan mereka sama sekali tidak menemukan dasarnya. Mereka tidak tahu berapa lama mereka terbang, tapi mereka mulai merasa lelah.


"Ini menakutkan. Tidak ada ujungnya. Aku kelelahan"


"Aku juga lelah. Aku menghabiskan qi milikku hanya untuk terbang"


"Kenapa belum sampai? Ini aneh"


"Ini terlalu menakutkan"


"Aku ingin pulang"


Mendengar keluhan kelima idiot itu, urat-urat kekesalan muncul di kepala Yurion. "Kalau kalian terus berbisik. Aku akan menendang kalian ke bawah" ancamnya.


"Boss, kami benar-benar kelelahan. Serius" jawab salah satunya. Dia tidak takut dengan ancaman Yurion. Dia mengeluh karena dia benar-benar merasa lelah sekarang. Mereka sudah terbang selama berjam-jam. Energi mereka terkuras.


"Ini aneh..."Yurion berusaha menganalisis situasinya. Mereka terbang cukup lama tapi tidak sampai. Ini aneh. Kalau logika digunakan, harusnya mereka sudah mencapai inti bumi.


"Mungkin penghalang?" Dia menyadari kejanggalannya. Dia benar-benar bodoh. Kalau dia menyadarinya lebih awal, mereka tidak perlu menghabiskan energi mereka seperti orang bodoh.


Yurion mengeluarkan alat sihirnya. Ini adalah alat sihir legendaris yang bisa menghancurkan berbagai jenis penghalang. Saat dia mengaktifkannya, penghalang di depannya langsung hancur. Dan dia bisa melihat kabut putih di sekelilingnya.


"Ayo turun" Yurion langsung turun ke bawah. Dan dia menemukan dasarnya.


Dasar lubang berbentuk seperti lorong yang memanjang dan bulat. Tidak ada penerangan apapun. Dan lorong itu terasa sangat dingin dan suci.


"Hati-hati" Yurion memperingatkan mereka. Walaupun dia berbisik, suaranya langsung bergema di seluruh lorong bawah tanah.


Kelima orang itu mengangguk patuh. Ini bukan pertama kalinyaa mereka menjelajahi reruntuhan untuk mencari harta karun. Jadi mereka sudah terbiasa waspada.


Mereka maju ke depan menelusuri lorong panjang itu. Tidak ada monster atau penghalang lain yang ditemukan. Hanya sebuah pintu besar di depan.

__ADS_1


Yurion berusaha membuka pintunya, tapi tidak bisa. Pintu itu terkunci.


"Haah," Yurion menghela napas lelah. "tempat seperti ini benar-benar penuh dengan teka teki" Dia tahu bahwa dia harus memecahkan sesuatu untuk membuka pintu. Tapi sayangnya dia tidak sepintar itu.


Untung saja dia mempunyai alat sihir kunci yang bisa membuka segalanya. Kunci ini bisa membuka penghalang dan segala jenis pintu. Benar-benar alat sihir legendaris yang menakjubkan.


Yurion mengaktifkan alat sihirnya dan pintu besar di depan mereka langsung terbuka secara perlahan-lahan.


Yurion masuk. Dia menemukan ruangan besar. Di tengah-tengah ruangan ada sebuah altar aneh. Dia mengamati seluruh ruangan dan menemukan tuas kecil di samping pintu.


Dia menggerakan tuasnya. Lalu altar itu bercahaya dan sebuah peti harta tiba-tiba muncul di tengahnya.


"Harta karun!" mereka semua bersorak gembira sambil menghampiri peti harta itu.


"Ini benar-benar reruntuhan terkonyol yang pernah aku temui"


"Benar sekali. Tidak ada bahaya sama sekali"


"Orang yang meletakkan peti harta di tempat ini benar-benar bodoh"


Lalu mereka tertawa, hanya Yurion yang tidak tertawa. Dia merasa semuanyq aneh tapi peti harta di depannya ini asli.


"Sudah kubilang jangan berisik" sentak Yurion. Mereka langsung terdiam dalam sekejap.


Yurion pelan-pelan menyentuh peti itu. Tidak ada sesuatu. Dia berpikir akan ada jebakan atau segel. Tapi itu benar-benar peti harta murni tanpa penghalang apapun.


Yurion membuka petinya dengan mudah. Dia melihat isinya dan melonggo kaget.


"Kosong...."


"Ehhhhhh?!"


"Bagaimana mungkin itu kosong?"


"Apa-apaan ?!"


"Harusnya ada harta karun kan?" Yurion masih syok. Dia tidak pernah menemukan peti harta yang kosong seumur hidupnya.


Lalu, tanah bergetar lagi. Altar itu bercahaya sekali lagi. Cahaya itu menjalar dan membentuk pola aneh dengab peti harta sebagai pusatnya.

__ADS_1


Yurion langsung menerbangkan semua orang ke samping, menjauh dari peti harta itu.


Tak lama kemudian, tawa menyeramkan bergema di seluruh ruangan. "Manusia bodoh! Terima kasih sudah membuka segelku Bwahahahahaha!"


__ADS_2