
Gin akhirnya makan di kantin ini lagi. Ini adalah kantin pertama yang dia kunjungi saat dia masuk ke dalam akademi ini. Setelah dipindahkan ke kelas perunggu, dia tidak pernah mengunjungi kantin ini lagi. Alasannya sederhana. Jaraknya lumayan jauh dan dia malas jalan kaki.
Gin bisa melihat beberapa wajah familiar dari kelas emas. Mereka juga menatap Gin dengan intens, lalu mulai bergosip di antara mereka sendiri. Beberapa dari mereka tersenyum sinis dan mengejek Gin. Long An adalah yang paling bersemangat dari murid lainnya.
"Oh? Aku melihat sampah. Jadi tidak nafsu makan" kata Long An.
Wajah Li Seng berubah cemberut. "Bro, jangan pedulikan orang bodoh itu"
Gin mengangguk.
Long An merasa kesal. Dia benar-benar ingin menghajar Gin dan Li Seng. Tapi dia tidak bisa karena ada Fei Lan di sana. LongĀ An masih merasa tidak senang karena dewi Lan bergabung dengan kelompok idiot itu.
Fei Ran dan Fei Wu langsung pindah tempat, menghampiri Fei Lan saat dia melihatnya.
"Kakak, kemana saja kau? Aku mencarimu tadi" gerutu Fei wu.
"Oh, itu kau. Lama tidak bertemu" kata Fei Ren ketus saat dia melihat Gin.
Mereka tidak lagi membenci Gin seperti dulu karena mereka tahu Fei Lan berteman baik dengannya. Tapi mereka tetap tidak menyukai Gin. Karena mereka berpikir, sangat memalukan bergaul dengan orang yang rendah seperti Gin. Lagipula tingkat mereka sangat berbeda sekarang.
"Kakak, ayo temankan aku. Aku ingin makan disana" bujuk Fei Wu. Dia menatap Fei Lan dengan mata anjingnya, berharap gadis itu pindah dari sini.
"Fei Ren, temankan dia" jawab Fei Lan acuh. Wajah Fei Wu langsung berubah cemberut.
"Bro, apa kau mendengar gosip baru-baru ini?" Li Seng memulai topik lainnya. Dia mengabaikan gadis-gadis yang sedang berdebat itu dan berbisik pada Gin. "Ada banyak penyusup dari negara lain yang masuk ke negara kita. Lalu aku dengar divisi khusus dari pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan"
"Begitu" Gin memberi respon datar sambil sesekali melihat apakah makanan yang dipesannya sudah diantar oleh pelayan. Lalu dia mendesah kecewa saat tahu makanannya belum siap.
Melihat respon Gin yang tidak antusias, Li Seng tidak menyerah dan melanjutkan "Penyusup itu adalah para kultivator immortal. Dan aku dengar ada kultivator tubuh ilahi juga" lanjut Li Seng antusias. "Bukankah itu menakjubkan? Apa yang dilakukan orang-orang itu di negara kita. Ini sangat berbahaya tapi juga menarik"
Gin mengangguk.
"Bro, bisakah kau sedikit antusias saat mendengar ceritaku?" kata Li Seng cemberut.
__ADS_1
"Tapi aku tidak mengenal mereka. Kenapa aku harus merasa antusias?" Gin balik bertanya dengan wajah datar. Dia tidak mau ikut campur masalah penyusup atau apalah itu. Sama sekali bukan urusannya dan dia tidak mengenal mereka. Tentu saja Gin tidak tahu bahwa orang-orang yang dimaksud oleh Li Seng adalah Qiqi dan rombongannya.
"Kau benar" Li Seng menyerah. Dia tidak mau lagi berdebat dengan Gin. "Oh, satu gosip lagi. Katanya seorang utusan dari divisi khusus akan mengunjungi akademi untuk menyelidiki sesuatu karena masalah ini" Li Seng memelankan suaranya. "Aku dengar ini dari ayah" bisiknya.
"Kenapa?" kali ini Gin tertarik.
Li Seng menggeleng. "Aku tidak tahu. Mungkin para penyusup itu ada di akademi kita?" katanya blak-blakan.
"Tidak mungkin. Dasar bodoh" sambung Fei Ren. "Aku juga dengar gosip itu. Tapi aku tidak percaya. Kenapa kultivator tubuh ilahi menyusup seperti tikus? Dia seharusnya datang saja dengan cara yang normal. Negara kita akan menyambutnya" katanya ketus.
Setelah gosip tentang para penyusup itu berakhir, makanan mereka akhirnya datang. Mereka menghabiskan makanan itu sampai bel tanda masuk kelas berbunyi. Akhirnya mereka menuju ke kelas masing-masing untuk melanjutkan pelajaran mereka sampai jam pulang.
***
Zam menceritakan semua yang terjadi selama dia mengunjungi Mozu kepada Zeus. Saat Zeus mendengar ceritanya, dia menenangkan dirinya.
"Kau bilang dia kultivator ilahi yang menyamar menjadi seorang pemuda? Lalu dia memiliki binatang sihir tubuh ilahi sebagai peliharaannya?" tanya Zeus untuk memastikan semua cerita yang di dengarnya.
Zam mengangguk.
Zeus tidak ingin bertindak gegabah. Dia tidak mau memulai permusuhan dengan pertapa tua itu. Lebih baik seperti ini. Tetap menjaga hubungan mereka sebagai orang asing yang tidak saling kenal. Dia kemudian melihat ke arah putrinya yang sibuk membalut luka Nio. "Mulai sekarang kau tidak diizinkan mengunjungi Mozu lagi" katanya.
"Eh?" Qiqi melotot kaget. "Tidak. Qiqi tidak terima" dia menolak perintah ayahnya dengan keras.
"Kalau kau tidak terima, aku akan menambahkan hukumanmu. Kau tidak diizinkan keluar mansion" katanya tegas. Kali ini dia benar-benar harus tegas dengan Qiqi walaupun dia putri tunggalnya.
Qiqi memberontak dan merengek. "Tidak mau. Papa jahat. Qiqi tidak mau!" katanya.
"Qiqi, dengarkan aku" Zeus menatapnya dengan sangat serius. "Tindakanmu kali ini membuat semua orang dalam bahaya. Nio bahkan hampir mati hanya karena harta karun yang tidak jelas itu. Apa kau tidak merasa bersalah sama sekali?"
Qiqi langsung terdiam. Dia menundukkan wajahnya, merasa bersalah. "Maafkan Qiqi..."
"Aku tidak akan mengurungmu di mansion. Tapi kau tidak diizinkan menginjakan kaki ke Mozu lagi. Titik" kata Zeus. Keputusan akhir ditetapkan.
__ADS_1
Qiqi tidak merespon tapi Zeus tidak peduli.
Zeus kemudian menyuruh semua orang bersiap-siap. Mereka akan kembali ke Babilonia sekarang.
***
Lima kepala divisi khusus dari kepolisian turun langsung untuk menyelidiki masalah penyusup ini. Lalu mereka mendapatkan beberapa bukti bahwa ada kultivator immortal yang bertarung satu sama lain di pemukiman kumuh.
"Aku melihat mereka terbang ke arah sana dengan cepat" salah satu warga melaporkan hal itu kepada mereka.
"Apa kau mengingat penampilan mereka?"
"Tidak jelas. Hampir semuanya serba hitam. Tapi kalau tidak salah, satu orang terlihat berbeda. Dia mengenakan seragam sekolah"
Lima polisi khusus itu membelalak kaget.
"Seragam sekolah?"
Saksi itu mengangguk.
Lalu salah satu polisi mulai membuka ponselnya dan menunjukkan beberapa seragam sekolah yang ada di akademi ini. Saksi itu berkata bukan. Sampai akhirnya di gambar terakhir, dia berkata. "ya, persis seperti ini"
Para polisi itu masih syok. Ini adalah seragam dari SMA Jin Shi! Mereka melaporkan hal ini ke pusat keamanan negara beserta lima penatua dari keluarga besar. Dan semua dari mereka sangat syok. Mereka tidak pernah mengira bahwa akan ada penyusup di akademi terkenal itu.
Kemudian, Siyan yang sedang duduk di kursi kepala sekolah, menggantikan ayahnya yang entah kemana tiba-tiba mendapatkan panggilan telpon. "Apa?" Siyan melonjak kaget.
Dia masih tidak percaya semua ini. Ada penyusup di akedemi Jin Shi. Dan pihak kepolisian mengiirimkan lima polisi khusus untuk melakukan penyelidikan di akademi. Pemerintah dan lima keluarga besar sudah mengizinkan penyelidikan itu.
"Itu tidak mungkin. Mereka hanya anak-anak dan identitas mereka sangat bersih. Tidak mungkin mereka adalah penyusup" Siyan masih membantah.
"Kami membutuhkan kerjasama pihak akademi. Penyelidikan masih diperlukan karena segala kemungkinan bisa terjadi"
Siyan merasa sakit kepala. Dia memegang kepalanya dan berkata "Baiklah. Tapi jangan membuat keributan dna jangan melukai anak-anak yang tidak bersalah"
__ADS_1
"Kami tidak akan melakukan hal itu. Penyelidikan akan dilakukan dalam bayang-bayang" itu adalah kata-kata terakhir sebelum telpon dimatikan.