
Gin mendapatkan libur karena kejadian yang menimpanya saat misi penjelajahan. Bukan hanya dia Li Seng dan yang lainnya, yang terlibat, juga mendapatkan hari libur.
Mereka semua mendapatkan libur sebanyak dua minggu. Gin menggunakan waktu ini untuk bersantai di rumahnya. Akhirnya dia memiliki waktu untuk menikmati hidupnya.
Begitulah pikirnya. Saat dia melihat Li Seng di depan matanya dengan napas terengah-engah, kelelahan.
"...." Gin masih tidak merespon.
"Gin!" Li Seng berteriak histeris sambil tiba-tiba memeluk kakinya. "Bantu aku" dia melihat Gin dengan mata anjingnya.
Gin mengernyitkan keningnya. Dia merasa tidak enak. Dia merasa bahwa Li Seng akan membawa masalah untuknya.
"Tidak" tolak Gin sambil mengayunkan kakinya dan melemparkan Li Seng ke depan.
Gin berniat menutup pintunya tapi Li Seng dengan cepat menghalangi dengan tubuhnya.
"Aku serius Gin. Tolong bantu aku" dia memohon sekali lagi.
Melihat kegigihan Li Seng, Gin pun memberinya kesempatan untuk menjelaskan semuanya.
Gin membiarkan Li Seng masuk dan mereka duduk saling berhadapan.
"Jadi?"
Li Seng mulai menceritakan tujuannya. Kura-kura ilahi di kediaman mereka tiba-tiba berbicara kepada para penatua bahwa mereka akan mengajarkan Li Seng salah satu teknik ilahi. Semua keluarga Li senang saat mendengarnya. Sampai akhirnya kura-kura itu berkata dia juga akan mengajari Gin bersama Li Seng. Dia akan mengajari keduanya. Semua orang langsung membeku.
Mereka tidak setuju dan berusaha membuat kura-kura ilahi itu mengerti. Bagaimana bisa teknik ilahi juga diajarkan pada orang luar dari keluarga Li mereka? Itu adalah penistaan!
Tapi kura-kura ilahi tiba-tiba mengamuk dan membuat mereka ketakutan. Kediaman mereka hampir hancur dan perlu banyak uang untuk mengganti semua kerugian. Akhirnya mereka menyuruh Li Seng untuk menjemput Gin.
Li Seng menyelesaikan ceritanya.
Gin bingung. Dia tidak mengerti mengapa Gui, kura-kura itu ingin sekali mengajarinya teknik ilahi. Sampai harus menggertak keluarga Li.
__ADS_1
Akhirnya Gin pergi ke kediaman Li bersama dengan Li Seng. Ibu Li Seng yang cantik itu menyambut mereka. Lalu mengantar keduanya di sebuah ruangan bawah tanah, melewati jalan rahasia.
Gin melihat sekeliling. Dia tidak melihat siapa pun selain Li Seng dan ibunya di tempat ini. Tapi dia bisa merasakan banyak kehadiran yang mengawasi mereka dari jauh.
Mereka akhirnya tiba. Ibu Li Seng menyalakan lentera besar yang berada di tengah ruang bawah tanah. Lalu mereka bisa melihat sebuah kepala dari kura-kura raksasa yang sedang menatap mereka bertiga.
"Leluhur, saya membawa kedua pemuda ini kesini" suara lembut wanita itu bergema di seluruh ruangan.
Gui mengedipkan mata besarnya, yang menyatakan bahwa dia mengerti.
Ibu Li Seng pun segera meninggalkan ruangan sambil memberikan peringatan kepada keduanya untuk bersikap sopan terhadap Gui.
"Hei, nak. Kita bertemu lagi"
Gin bisa mendengar suara Gui di dalam kepalanya.
"Apa yang kau inginkan ?" tanya Gin.
"....." Gin tidak bisa berkata-kata.
"Aku sama sekali tidak butuh teknik ilahi" kata Gin kemudian.
Gui masih tertawa . "Tidak masalah. Aku hanya bosan. Karna itu aku menyuruh mereka membawamu. Aku ingin berbicara dengan seseorang" Gui menjelaskan motif aslinya.
Sementara Li Seng menatap Gui dan Gin secara bergantian. walaupun keduanya diam, entah mengapa mereka berdua berbicara satu sama lain. Dia juga tidak mengerti mengapa Gui ingin mengajari Gin yang tidak ada hubungannya dengan keluarga Li mereka.
"Aku tetap akan mengarkan kalian berdua teknik kultivasi ini. Ini adalah teknik yang sangat berguna tahu". Lalu sebuah gulungan tiba-tiba muncul dari udara kosong.
Gulungan itu secara perlahan terbuka dan mengeluarkan cahaya yang sangat terang. Tapi secara perlahan cahaya itu mulai redup dan sebuah tulisan dengan tinta emas muncul di permukaan gulungan
Perisai Tubuh Terkutuk
Kemudian tulisan emas itu memudar menjadi cahaya dan melesat ke kening Li seng dan Gin. Semuanya terjadi dengan sangat cepat.
__ADS_1
Tak lama kemudian, keduanya merasakan bahwa mereka mendapatkan segudang informasi baru di kepala mereka.
Keduanya memejamkan mata mereka dan bermeditasi. Mereka mencerna teknik kultivasi yang baru saja mereka dapatkan. Karena informasi yang menerobos masuk sekaligus, mereka perlu waktu untuk mencerna setiap detailnya.
Teknik ini bernama Perisai tubuh terkutuk. Teknik yang bisa memperkuat tubuh manusia. saat digunakan, teknik ini akan merubah struktur kulit mereka menjadi sekeras cangkang kura-kura.
Teknik ini dibagi menjadi sepuluh tingkat. Setiap tingkat dapat dikuasai secara bertahap menyelaraskan tingkat kultivasi penggunanya. Saat mencapai tingkat 10, kononnya tubuh penggunanya akan menjadi sekuat kura-kura ilahi. Pertahananya yang tak bisa ditembus! walaupun ini hanya mitos. Untuk mencapai tingkat 10, pengguna harus menjadi kultivator tubuh ilahi terlebih dahulu.
Setelah beberapa jam, mereka berdua akhirnya berhasil menyerap seluruh pengetahuan yang ada di kepala mereka.
Li Seng secara mengejutkan menerobos menjadi tubuh perak level 9. Gin juga menerobos menjadi tubuh perunggu level 10.
Gin tidak pernah menyangka bahwa teknik kultivasi bisa membantunya menerobos, mengingat bakatnya yang sangat rendah.
Gui memerintahkan keduanya untuk berlatih selama seminggu di ruang bawah tanah tanpa keluar sama sekali. Tetapi para pelayan tetap mengantarkan mereka makanan sehingga mereka terhindar dari kelaparan.
Keduanya berlatih cukup serius. Li Seng sudah menguasai tingkat 1 hanya dalam 3 hari. Sementara Gin baru menguasai tekniknya dalam seminggu. Ini semua karena kapasitas qi di dalam tubuh Gin benar-benar kecil kalau dibandingkan dengan Li Seng. Lagipula bakat kultivasinya sangat rendah.
Saat Gin menguasai tingkat 1 tubuh perisai, sebuah suara bergema di kepalanya.
Skill perisai di dapatkan. 1000 mana / menit.
itu adalah suara otomatis dari sistem.
Sistem itu sendiri memberinya pesan bahwa dia sedang melarikan diri. Tapi kadang-kadang suara sistem otomatis berbunyi di kepalanya. Gin tidak terlalu memikirkannya. Tapi dia bingung dan kemungkinan sistem bodoh ini berbohong padanya.
Li Seng hampir menguasai tingkat 2. Dia memutuskan untuk berlatih lebih lama di ruang bawah tanah. Tetapi Gin sudah ingin keluar. Karena Gin tahu, dia tidak bisa menerebos lagi walaupun dia berlatih.
"Hei nak. Kau mau kemana? Bocah buntal itu masih berlatih. Berani beraninya kau melarikan diri" Gui menggeretu padanya.
"Aku sudah selesai berlatih" jawab Gin malas. Dia panik saat tahu dia menggunakan waktu seminggu liburannya untuk berada di tempat ini. Sekarang waktu liburannya hanya tersisa 3 minggu. Pihak akademi hanya memberikannya waktu sebulan untuk liburan. Dia merasa sedikit menyesal.
Tanpa mempedulikan omelan Gui yang menyerang kepalanya, Gin menerobos keluar dari ruang bawah tanah. Lalu dia kembali dengan cepat ke apartemennya, mengingat waktu liburannya yang berharga hanya tinggal sedikit.
__ADS_1