Tuan Muda, Jangan Lari!

Tuan Muda, Jangan Lari!
Tidak Ada Kartu, Tidak Bisa Masuk


__ADS_3

Setelah keluar dari perpustakaan, Gin menyempatkan dirinya untuk singgah ke klub atas permintaan Li Seng. Dia hanya akan bermain untuk sebentar sebelum pulang kembali ke apartemennya.


Saat dia sampai, klub itu penuh. Biasanya dia tidak pernah melihat semua orang berkumpul sejak hari pertamanya bergabung. Walaupun ada, hanya beberapa dari mereka yang datang. Gin paling sering melihat wajah Fei Lan dan Li Seng, sementara untuk yang lainnya sedikit jarang. Tapi sekarang kedua saudara Fei itu, Long Ao dan Ken Ilya. Keempat orang itu menatap Gin dengan tatapan cemberut saat dia tiba. Berbanding terbalik dengan tatapan bersemangat Fei Lan dan Li Seng.


"Oh? Kau sudah disini!" Li Seng menarik Gin untuk lebih dekat dengan mereka. Lalu dia menatap Fei Lan. "Untuk misi itu, Gin yang sudah menangkapnya. Aku bahkan tidak melakukan apapun. Bukankah dia cukup hebat?" Disini Li Seng memberi kode kepada Fei Lan bahwa Gin lebih kuat darinya.


Fei Lan menangkap kode itu dengan cepat. Dia melihat Gin dengan kening berkerut, seperti sedang memikirkan sesuatu. "Kerja bagus. Sangat sulit membawa pembunuh inti emas hidup-hidup. Apalagi aku mendengar bahwa kau mematahkan beberapa tulang nya." Kata Fei Lan. Sebenarnya dia masih tidak mempercayai perkataan Li Seng bahwa Gin mengalahkan musuh itu sendiri. Mungkin ada beberapa event rahasia yang terjadi. Entah itu bantuan orang lain atau keluarganya. Tapi Fei Lan tidak mempermasalahkan hal itu.


"Humph! Orang lain pasti membantunya!" Terik Fei Ren tiba-tiba.


Long An dan Ken Ilya mengangguk pelan saat mendengar pernyataan itu. Lalu mereka menatap Gin dengan sangat rendah seakan-akan dia adalah orang tidak tahu malu karena keenakan karena hasil kerja keras orang lain.


Gin tidak mempedulikan tatapan orang-orang itu. Dia terlalu malas untuk membela dirinya sendiri dan berkata bahwa dia mengalahkan pembunuh itu sendiri. Lagipula tidak akan ada yang percaya, jadi itu tidak berguna. Hanya membuang-buang tenaga saja.


Li Seng berusaha merubah suasana canggung ini dengan tawanya. "Sudah, sudah, bukankah kita berkumpul sekarang karena Nona Fei ingin mengatakan sesuatu pada kita semua?" Dia langsung mengalihkan topik pembicaraan.


"Oh?" Fei Lan langsung teringat. Dia memang memanggil semua anggota klubnya karena ingin mengatakan sesuatu. "Sebenarnya sebelum ujian dimulai, aku ingin mengundang kalian semua untuk bersenang-senang di bar milik keluargaku. Ini juga sebagai perayaan karena kita berhasil menyelesaikan misi pertama kit sebagai murid baru. Kakak tertuaku baru saja membuka bar baru di tengah kota. Jadi dia memberikan fasilitas gratis uang masuk kepada kita" Fei Lan mulai menjelaskan.


"Apakah itu kakak Fei Lei?" Fei Wu bertanya dengan mata penuh pemujaan.


"Ya" Fei Lan mengangguk. Dia juga tidak mengerti mengapa kakak tertua itu tiba-tiba ingin membuka bar. Sama sekali bukan seperti kepribadian nya. Tapi semenjak itu gratis dan dia menyuruhnya untuk mengundang teman-teman nya, Dia tidak akan mempermasalahkan hal apapun.


"Um...Apa kakak Fei Lei akan hadir Juga?" tanya Fei Ren dengan mata berbinar.


"Aku tidak yakin..." jawab Fei Lan ragu.

__ADS_1


Fei Wu dan Fei Ren sangat menganggumi kakak besar mereka, Fei Lei. Apalagi semenjak Fei Lei adalah anak angkat, tidak mempunyai hubungan darah dengan keluarga mereka. Sehingga dua gadis itu benar-benar menganggumi Fei Lei sebagai pria bukan kakak besar. Tapi sayangnya Fei Lei sangat dingin dan sulit dijangkau. Jadi mereka tidak bisa terlalu akrab dengannya. Hanya Fei Lan yang dekat dengan nya. Karena dua individu itu adalah jenius muda di keluarga mereka, mereka sering menghabiskan waktu bersama.


Semua orang mengangguk setuju, kecuali Gin. Gin sama sekali tidak mempunyai minat untuk ikut. Dia melihat sebuah game baru yang baru saja liris. Jadi rencana nya dia akan membeli nya hari ini lalu bersenang-senang di apartemen. Dia tidak berminat untuk menghabiskan waktu di bar untuk bersenang-senang.


"Aku tidak bisa." kata Gin. Suasana seluruh ruangan klub langsung sunyi saat dia mengeluarkan suaranya. "Aku ada kegiatan lain setelah ini. Sangat sibuk"


"Gin, apa yang akan kau lakukan setelah ini? Tidak bisakah kau meluangkan waktu sebentar dengan kami? Kalau kau ingin pulang lebih dulu, kami akan mengizinkan nya" kata Li Seng cepat-cepat.


"Aku akan membeli game baru setelah ini. Lalu bersantai di rumah" jawab Gin santai.


Wajah semua orang berkedut. Ken Ilya dan Long Ao menatap Gin dengan jijik. Sementara Fei Wu dan Fei Ren berada di ambang batas kesabaran mereka. Bagi kedua gadis itu, orang seperti Gin benar-benar tidak tahu diri. Kakak perempuan mereka sudah berbaik hati mengundang nya di sebuah bar mahal secara gratis, tapi orang miskin dan tidak penting seperti Gin berani menolaknya untuk alasan konyol seperti itu. Mereka bersiap untuk mengomeli Gin, tapi Fei Lan menghentikan nya.


"Li Seng benar. Kalau kau ingin pulang lebih dulu, kau bisa pulang. Tapi tidak bisakah kau meluangkan waktu sedikit untuk bermain bersama kami? Lagipula aku adalah ketua klub ini. Aku akan memastikan semua anggota lengkap saat kami merayakan kemenangan misi pertama kami" Fei Lan menjelaskan dengan sungguh-sungguh.


Gin mengerjap beberapa kali sebelum akhirnya menjawab dengan enggan. "Baiklah..."


Akhirnya mereka pun memutuskan untuk berangkat bersama setelah sepulang sekolah. Mereka berangkat dengan kendaraan mereka masing-masing. Ketiga gadis Fei berangkat dengan hewan sihir mereka.


"Aku akan menunggu kalian di sana" kata Fei Lan sebelum dia masuk kedalam keretanya.


Awalnya Li Seng berencana untuk pergi bersama Gin, tapi Long Ao tiba-tiba menariknya. "Hei kawan, aku akan memberimu tumpangan."


"Tapi..." Li Seng mengernyitkan keningnya tidak nyaman sambil mencuri pandang pada Gin.


"Aku mendapat kan pelayan baru yang cantik. Dia ada di dalam kereta. Ken juga membawa pelayan barunya" kata Long Ao sambil tersenyum cerah.

__ADS_1


Mata Li Seng langsung berbinar. Dalam sekejap dia melupakan keberadaan Gin, "Saudaraku. Aku akan pergi lebih dulu. Aku akan menunggumu disana. Kau sudah tahu tempatnya bukan? Jangan terlambat" Teriak Li Seng sebelum akhirnya dia masuk ke dalam kereta Long An.


Long An masuk terakhir. Dia memberikan tatapan sinis dan senyum jijik pada Gin sebelum dia masuk ke dalam kereta nya.


Sebenarnya saat itu, Fei Lan menitipkan sebuah kartu yang harus dibagikan ke setiap anggota klub kepada Long An. Kartu itu akan berguna sebagai akses masuk secara gratis ke dalam bar.


Fei Lan menitipkan kartu itu ke Long Ao karena dia mengira bahwa keempat pria itu akan pergi bersama. Tapi ternyata tidak. Dan Long Ao sengaja meninggalkan Gin sendiri karena dia berharap pria itu tidak akan berhasil masuk ke dalam bar. Dia merasa sangat muak melihat sampah tidak tahu diri itu duduk di dekatnya.


Gin menatap kepergian semua orang dengan ekspresi malas. Sebenarnya dia bisa saja melarikan diri saat ini dan tidak pergi. Tapi melihat senyum tulus Fei Lan, dia menjadi merasa tidak enak kalau melakukannya nya.


Gin pun menuju ke bar itu dengan berjalan kaki santai. Dia mengingat nama barnya. Bar itu bernama "Eau Der". Bar mewah yang cukup terkenal di ibukota walaupun baru buka selama satu hari. Dan hanya orang-orang kaya yang bisa masuk ke dalamnya.


Sepuluh menit berlalu, Gin menemukan barnya. Bar itu berdiri dengan mencolok diantara bangunan-bangunan lainnya. Benar-benar mewah. Bila dibandingkan dengan bar tempat mereka menangkap knife, seperti langit dan bumi. Bahkan dua orang penjaga keamanan di depan bar adalah kultivator tubuh perak. Keluarga Fei benar-benar tidak setengah-setengah, menjadikan kultivator tubuh perak sebagai satpam.


Saat Gin akan masuk, kedua penjaga keamanan itu langsung menghalangi nya.


"kartu anggota" kata mereka.


Gin mengernyit tidak mengerti. "Kartu anggota?" Fei Lan tidak pernah mengatakan sesuatu seperti kartu anggota sebelum nya. Bukankah seharusnya mereka bisa masuk dengan gratis?


"Kau perlu kartu anggota untuk masuk" penjaga itu menjelaskan.


Kemudian, pelanggan lainnya dengan mobil mewah tiba. Pelanggan itu menunjukkan sebuah kartu putih kepada penjaga dan masuk dengan mudah.


"Tapi Fei Lan tidak memberitahu apapun tentang itu. Dia mengundang kami" Gin berusaha menjelaskan.

__ADS_1


Penjaga itu menatap Gin dari ujung kepala sampai kaki. Pemuda itu masih memakai seragam sekolah dan penampilan nya terlihat biasa saja. "Tidak ada kartu. Tidak bisa masuk" katanya tegas. Dia berpikir Gin hanyalah siswa bodoh yang datang dengan maksud menipu. Bahkan menggunakan nama nona besar mereka dalam prosesnya.


__ADS_2