
Sosok itu perlahan mendekati nya dengan aura membunuh yang sangat besar. Gin tersentak dan wajahnya berubah serius. Ini kedua kalinya dia menghadapi aura membunuh manusia yang sangat besar. Yang pertama adalah saat dia menghadapi pembunuh karena misi sekolah. Yang kedua adalah saat ini. Pria tidak dikenal tiba-tiba ingin membunuhnya.
Bahkan paman dari organisasi Boroxi itu tidak mengeluarkan aura membunuh sekuat ini padanya karena pria itu memang tidak berniat untuk membunuh nya. Pemuda aneh dari kediaman Fei ini benar-benar berniat untuk membunuhnya tanpa pandang bulu.
Pemuda itu terus mendekatinya, tapi Gin tidak mundur. Dia hanya menatap nya dengan ekspresi tidak senang.
"Apa yang kau inginkan? Kau pria dari kediaman Fei bukan?" kata Gin kesal. Dia tidak menyembunyikan rasa kesalnya sama sekali. Menandakan bahwa dia merasa terganggu dengan keberadaan pemuda ini.
Fei Lei tidak menyukai Gin. Saat dia melihat Gin dari dekat, dia lebih tidak menyukainya. Fei Lei bisa melihat bahwa kultivasi Gin benar-benar rendah. Dia tidak memiliki energi qi apapun dalam tubuhnya. auranya juga lemah. Dia benar-benar seperti semut.
Walaupun dia tahu bahwa Gin adalah semut sebelumnya, saat mereka bertemu di hutan itu. Tapi dia merasa lebih jijik saat melihatnya seperti ini. Bagaimana semut seperti ini bisa hidup dan melompat-lompat dengan bebas? Bersekolah di akademi terkenal dan bahkan berani mendekati Fei Lan?
Baginya, Gin benar-benar merusak pemandangan. Dia adalah mahluk yang tidak dibutuhkan sama sekali. Jadi keinginan untuk membunuhnya muncul dan menjadi lebih kuat.
Ini bukan pertama kalinya Fei Lei membunuh seseorang. Dia sudah membunuh banyak orang sebelumnya. Kebanyakan dari mereka adalah penjahat dan beberapa lainnya adalah serangga seperti Gin. Itu tidak apa-apa untuk membunuh mereka asalkan mereka bukan berasal dari keluarga besar.
Walaupun dia perlu mempertanggungjawabkan perbuatannya karena membunuh para serangga itu. Tapi tidak masalah, yang paling penting semua serangga itu harus tersingkir dari matanya. Dia sudah mempersiapkan semuanya. Untuk kasus Gin, dia sudah memikirkan alasannya yang tepat untuk membunuhnya agar Fei Lan tidak marah.
Melihat Fei Lei tidak merespon nya, Gin berkata lagi. "Bisakah kau minggir?" katanya. Dia ingin pulang, tapi pemuda itu memblokir jalannya.
Li Fei tidak bergerak. Dia menatap Gin lekat-lekat. Lalu aura membunuh yang besar menyerang Gin secara tiba-tiba. Kalau itu adalah kultivator biasa, mereka mungkin akan muntah darah saat terkena aura membunuh itu. Tapi itu Gin, dia tidak merasakan apapun. Bahkan tidak bergerak dari tempatnya.
Li Fei mengerutkan keningnya bingung saat melihat Gin tidak terluka sama sekali. 'Apa dia memakai alat sihir pelindung di tubuhnya?' Fei Lei berpikir.
Dia lalu bergerak cepat, ingin meraih baju Gin dan menariknya ke tempat lain. Dia tidak bisa membunuh di tengah keramaian. Dia akan membawanya ke tempat sepi dan memusnahkan nya di sana.
SAT! Saat tangannya bergerak ke dada Gin, anehnya Gin berhasil menghindar ke samping dengan cepat.
Gin mundur beberapa langkah sambil menyilangkan tangannya di dada. "Kenapa kau ingin menyentuhku?" kata Gin aneh sambil mengerutkan keningnya.
'Apa aku baru saja diserang secara seksual?' pikir Gin konyol. Dia tahu bahwa ada beberapa pria menyimpang yang menyukai sesama jenis. Tapi siapa yang mengira bahwa dia akan diserang di tengah jalan.
__ADS_1
SAT! Tangan Fei Lei bergerak cepat, ingin meraih bahunya. Tapi Gin menghindar dengan mudah, membuat Fei Lei sedikit bingung.
'Bagaimana serangga lemah ini bisa menghindari serangannya? Bukannya dia hanya kultivator tubuh perunggu?' Fei Lei berpikir.
"Hei, aku tahu bahwa aku tampan. Tapi aku tidak menyukai mu walaupun kau berasal dari keluarga besar. Aku pria normal. Jadi berhenti menyentuhku" sahut Gin. Dia masih menyilang kan tangannya di dadanya dan menatap Fei Lei dengan tatapan jijik.
Fei Lei membelalak kaget saat dia mendengar pernyataan Gin.
Gin mengamati reaksi Fei Lei dan berpikir bahwa Fei Lei mengeluarkan aura membunuh itu untuk membuat nya kagum. "Aku adalah pria normal oke. Walaupun kau bersikap sok kuat dengan mengeluarkan aura membunuh seperti itu. Aku sama sekali tidak tertarik"
Fei Lei masih membeku. Lalu wajahnya berubah jelek dengan cepat.
"Kurang ajar!" dia berteriak. Aura membunuh keluar dari dalam tubuhnya dan dia menyerang Gin dengan tinjunya. Sekarang dia tidak peduli apakah dia membunuhnya di tempat umum atau tidak. Berani-beraninya serangga itu menghinanya! Dia harus mati di tempat!
BAMMM! Tinju Fei Lei menghantam ke arah Gin, menyebabkan dinding batu yang sebelumnya berada di belakang Gin menjadi hancur berantakan.
Tinju ini bisa membuat tulang kultivator tubuh perak hancu. Untuk kultivator tubuh perunggu, mereka akan remuk di tempat.
Suara pukulan itu juga cukup besar, sehingga menarik perhatian orang yang berlalu lalang. Fei Lei merasa tidak nyaman. Dia akan menyelesaikan nya dengan cepat. Dia akan membuat Gin tidak sadarkan diri, lalu membawanya dan menghancurkan nya di tempat lain.
Uhuk! Uhuk!
Gin sedikit terbatuk saat dia menghirup debu yang hancur dari dinding di belakangnya. Dia tidak percaya ada orang yang berani menghancurkan sesuatu di tempat publik.
Melihat Gin berhasil menghindari serangannya, Fei Lei semakin kesal. Dia tidak mengerti kenapa serangga itu selalu menghindar.Dia harus menyelesaikan ini dengan cepat dan tidak bermain-main lagi. Bertarung di tempat ini terlalu mencolok dan kediaman Fei juga tidak jauh dari sini.
Fei Lei mengedarkan Qi dalam tubuhnya. Dia menggunakan teknik gerakan yang dipelajarinya untuk melumpuhkan Gin tanpa menghancurkan apapun.
Dia bergerak, WOSH! Dan melayangkan tinjunya di perut bagian bawah Gin. Tapi saat tinjunya berhasil mneyentuh pakaiannya, serangga itu berhasil menghindar ke samping sehingga dia hanya menyentuh udara.
Fei Lei membelalak kaget. Tapi dia tetap melanjutkan serangannya. Gerakannya sangat cepat, orang biasa yang berlalu lalang tidak bisa melihatnya.
__ADS_1
WOSH! Dia mengangkat kakinya untuk menendang leher belakang Gin. Lagi-lagi saat kakinya hampir menyentuh lehernya, Gin menunduk dengan cepat untuk menghindari nya. Sehingga dia hanya menyentuh rambutnya sedikit.
Fei Lei tidak percaya. Bagaimana bisa seorang kultivator tubuh perunggu menghindari gerakannya seperti itu. Walaupun itu hanya keberuntungan, tetap saja itu tidak masuk akal. Dia bahkan tidak merasakan Qi apapun dari tubuh Gin saat mereka bertarung. Rasanya seperti bertarung dengan orang biasa tanpa kultivasi bukan seorang kultivator.
Fei Lei menyerah, wajahnya berubah jelek. Dia tidak bisa bersikap mudah lagi karena dia sudah membuang banyak waktu.
Dia mengeluarkan senjata sihirnya. Itu adalah sebuah belati kecil kuno yang diselimuti Qi Belati ini bahkan bisa membelah gedung raksasa menjadi dua bagian dengan mudah. Fei Lei memutuskan untuk membunuh nya di tempat.
WOSH! Dia menyerang Gin dan berhasil menyentuhnya. Ya, Gin tiba-tiba menghentikan gerakannya dan mengambil pergelangan tangannya. Membuat nya sedikit kaget.
Tapi KRAK! Tiba-tiba Gin memperkuat genggamannya, membuat tulang pergelangan tangannya menjadi retak seketika. Tidak hanya itu, bahkan dia bisa merasakan bahwa seluruh tulangnya bergetar karena tidak mampu melawan tekanan yang besar di pergelangan tangannya.
Kalau dia tidak melepasnya, seluruh tulangnya akan hancur! Jadi Fei Lei dengan cepat melepaskan tangannya tapi tidak bisa. Seakan-akan tangannya tertindih oleh gunung yang besar.
Fei Lei mengadah ke atas dan mata mereka bertatapan. Gin tidak terlihat seperti seorang serangga lagi. Tatapannya tiba-tiba menjadi sangat menakutkan, membuat Fei Lei bergetar ketakutan.
"Apa yang kau lakukan?" tiba-tiba teriakan marah seorang gadis terdengar. Kedua pria itu mengenali suaranya.
Gin melepas pegangannya dengan cepat. Fei Lei langsung jatuh ke bawah dan berlutut. Wajahnya pucat dan napasnya terengah-engah.
Fei Lan tidak melihat semuanya. Dia hanya melihat bahwa Fei Lei mengarahkan senjata sihir ke arah Gin, karena itu dia berteriak marah.
"Apa yang kau lakukan Fei Lei?" Teriak Fei Lan. Dia bahkan tidak menyadari pemuda itu terjatuh lemas dengan kondisi tulang tangan yang retak. "Berani-beraninya kau menyerang teman sekelasku di tempat umum" Fei Lan berpikir, Fei Lei berlutut karena ingin memohon maaf padanya.
Fei Lei tidak menjawab karena dia masih belum pulih dari syok nya.
Fei Lan tidak bisa melihat ekspresinya sama sekali. Dia hanya melihat pria itu menundukkan kepalanya sambil berlutut. "Walaupun kau menyesali nya sekarang, aku tidak akan memaafkan mu. Aku akan melaporkan semuanya pada ayah" Fei Lan mengomel.
Gin tidak mau ikut campur dalam pertengkaran keluarga di depannya. Dia melangkah maju untuk pergi dengan acuh.
Fei Lan yang melihat hal itu langsung berteriak "Aku akan mengantarmu" dia membuat keputusan. Dia tidak akan membiarkan Gin diserang lagi di tengah jalan oleh orang-orang dari kediamannya.
__ADS_1
Dia tahu bahwa ayahnya dan Fei Lei tidak menyukai Gin sejak kejadian itu. Tapi siapa yang mengira bahwa Fei Lei juga berniat membunuh Gin. Dia tidak akan mempercayai hal itu kalau dia tidak melihat nya dengan mata kepalanya.
Dia menatap Fei Lei untuk terakhir kalinya dan mendengus kesal, sebelum akhirnya menyusul Gin.