Tuan Muda, Jangan Lari!

Tuan Muda, Jangan Lari!
Tertangkap


__ADS_3

Tiba-tiba Gin melihat sebuah tulisan melayang di depan matanya.


(Skill bantuan bahasa diaktifkan. Ya/ Tidak)


Gin memilih "Ya". Tapi dia bingung karena dia belum pernah diberikan pilihan seperti itu sebelumnya.


Setelah itu, tiba-tiba dia merasa sesuatu yang hangat masuk ke dalam tubuhnya. Rasa hangat yang sangat nyaman menyebar ke seluruh tubuhnya.


"Kepala desa" seketika Gin bisa mengerti bahasa yang diucapkan oleh penduduk desa ini.


Mereka mencoba bergabung. Tapi Yusa tiba-tiba mendorong kepalanya dan membuatnya berlutut ke tanah. Dia melihat Yusa dengan tatapan kesal. Dan Yusa memberinya tatapan penuh arti. Sampai akhirnya dia sadar bahwa seluruh orang di sekitarnya berlutut.


"Kuku baba hahaku kiki (Aku tahu caranya menyembuhkan penyakit ini)" kepala desa itu berkata.


"Baku baku (Puja kepala desa)" semua orang mulai berkata secara bersamaan.


Sang kepala desa mulai mengeluarkan sesuatu. Itu adalah sebuah ramuan. Lalu dia meminumkan ramuan itu kepada wanita yang tidak sadaran diri di depannya.

__ADS_1


Suasana menjadi sangat hening. Tidak ada yang berani berbicara. Mereka semua melihat apa yang dilakukan oleh kepala desa itu dengan pandangan khusyuk.


Tak lama kemudian luka melepuh yang berada di tangan dan kaki wanita itu mulai memudar secara perlahan.


"Baku baku, Baku baku (Puja kepal desa, puja kepala desa)" semua orang bersorak dengan sangat bahagia.


"Bibi bubu kaka ha bu (Ada dermawan yang menolong kita semua)" kata kepala desa itu.


Lalu tiga sosok muncul dari kegelapan. Mereka muncul dari belakang kepala desa dan mulai mendekatinya.


Sementara Yusa mengamati semuanya dengan wajah bingung. Dia tidak mengerti apa yang orang-orang ini bicarakan sama sekali.


Dua dari tiga sosok itu memiliki tinggi yang lebih tinggi dari sang ketua desa. Sementara satu sosok lainnya terlihat lebih pendek dari dua sosok lainnya. Sangat pendek dan sosok itu berdiri di tengah-tengah, jadi penampilannya sangat mencolok.


"Bubu bi kaka ku (Mereka adalah penyelamat kita semua). Bubu bibi kukukabihu (Kalian semua harus memperlakukan mereka dengan hormat)" kata kepala desa sambil menatap semua orang dengan serius.


Setelah itu, kepala desa menyuruh semua penduduk untuk kembali ke rumah mereka masing-masing. Sementara dia akan berbicara secara empat mata kepada ketiga sosok itu.

__ADS_1


Tapi saat penduduk mulai bubar satu per satu, "Tunggu dulu" sosok asing yang berada di tengah tiba-tiba berbicara dengan bahasa umum, bukan bahasa penduduk desa itu.


Jadi semua penduduk desa mengabaikannya dan pergi. Sementara Gin dan Yusa refleks berhenti.


Sosok pendek itu menatap mereka dengan tatapan tajam. Tatapan tajamnya bahkan memantul dari balik tudung jubah hitamnya.


"Penyusup" dia berkata dengan nada dingin. Lalu dua orang jubah hitam di sampingnya bergerak dengan cepat dan menangkap Gin dan Yusa. Yusa terperangah kaget karena dia tidak bisa melihat pergerakan mereka. Sementara Gin memasang ekspresi datar walaupun sebenarnya dia merasa penasaran.


Sosok yang lebih pendek itu mendekat ke arah mereka dan berkata "Kalian berdua adalah kultivator" katanya. "Bagaimana kalian bisa berada di desa ini? Siapa kalian?" katanya dengan nada dingin. Aura membunuh juga keluar dari tubuhnya.


"..." Gin dan Yusa tidak menjawab.


Lalu dua orang jubah hitam yang menahan mereka mulai mengeluarkan sebuah borgol besi dan memborgol kedua tangan dan kaki mereka. Lalu mulai membuat keduanya berlutut dengan kaki dan tangan terikat.


"Simpan mereka di gudang. Kita akan mengurus mereka setelah kita berhasil mengambil benda itu" kata sosok yang lebih pendek.


Kepala desa tidak mengerti apapun karena bahasa mereka berbeda. Tapi dia tahu bahwa Gin dan Yusa adalah penyusup. Jadi dia merekomendasikan gudang untuk meletakkan kedua penyusup itu.

__ADS_1


__ADS_2