
Divisi khusus kepolisian adalah divisi rahasia yang terbentuk karena kerjasama antara pemerintah dan lima keluarga besar. Divisi khusus ini hanya menangani para kriminal tingkat atas yang tidak bisa ditangani oleh polisi biasa. Mereka berumur tiga puluhan dan masih tergolong cukup muda melihat tingkat kultivasi mereka yang cukup tinggi.
Ken Rai, pria, perwakilan dari keluarga Ken. Kultivator immortal tingkat tinggi level 8.
Li Fu, wanita, perwakilan dari keluarga Li. Kultivator immortal tingkat tinggi level 8.
Long Su, wanita, perwakilan dari keluarga Long. Kultivator immortal tingkat tinggi level 8.
Rain, pria, perwakilan dari keluarga Arai. Kultivator immortal tingkat tinggi level 8.
Fei Long, pria, perwakilan dari keluarga Fei. Kultivator immortal tingkat tinggi level 8.
Kelima orang itu berkumpul di suatu ruangan untuk mendiskusikan rencana mereka.
"Kita semua tidak bisa secara bersamaan masuk ke akademi Jin Shi, karena itu akan sangat mencolok" kata Fei Long.
"Kau benar" Li Fu setuju.
"Kita harus memilih perwakilan yang bisa melakukan tugas itu. Setelah hal yang mencurigakan ditemukan, kita bisa turun tangan setelah itu." sambung Ken Rai.
Lalu semua orang serentak menatap Rain. Pemuda itu terlihat tidak antusias dengan pertemuan ini. "Apa?" Rain melihat semua orang dengan wajah bingungnya yang bodoh.
"Rain, menyusup adalah keahlianmu. Kau harus mengambil tugas ini" kata Long Su sambil tersenyum.
Rain tidak menyukai senyumnya. Dia menjawab dengan nada pahit. "Walaupun aku tidak ingin, aku tetap tidak bisa menolak bukan? Ini adalah paksaan" dia mengeluh.
Rain adalah satu-satunya yang tidak memiliki hubungan darah dengan keluarga besar. Empat orang lainnya adalah keturunan langsung dari keluaraga mereka. Tapi Rain tidak memiliki darah keluarga Arai di tubuhnya. Dia adalah murid langsung dari penatua utama di keluarga Arai. Karena dia sangat berbakat, kakek Arai mengutusnya untuk mengambil posisi ini.
__ADS_1
Umurnya sudah tiga puluh lima tahun di tahun ini. Kakek Arai selalu menggodanya untuk menikah. Bukannya dia tidak ingin menikah. Dia hanya tidak menemukan calon yang cocok. Kakek Arai beberapa kali mencoba untuk menjodohkannya dengan beberapa wanita dari keluarga cabang. Rain menolak dengan cepat semua perjodohan itu.
Rain menyetujuinya. Dia akan menyusup ke dalam akademi dan mengawasi murid-murid itu. Walaupun dia tidak tahu dia bisa menemukannya atau tidak. Pasalnya bisa saja saksi mata itu berbohong atau salah lihat. Tapi tidak masalah untuk mengeceknya terlebih dahulu.
Hari pertama. Rain mengawasi semua murid secara acak. Dan dia tidak menemukan hal yang aneh sampai kelas berakhir.
Hari kedua. Dia menemukan dua orang murid yang menyelinap secara sembunyi-sembunyi ke suatu tempat. Dia mengikuti mereka. Dan ternyata itu hanyalah dua orang murid laki-laki yang sedang menyisipkan surat cinta ke tas murid perempuan. Wajah Rain berubah cemberut saat dia melihat hal ini.
Dia langsung menghukum kedua anak itu. Angin kencang yang tiba-tiba entah darimana mengenai keduanya dan membuat mereka terpelanting ke depan karena tekanan angin itu seperti dorongan manusia.
Rain mendengus puas saat melihat keduanya terjatuh. Lalu dia segera meninggalkan tempat itu. Sementara kedua murid itu kebingungan karena mereka tidak melihat sosok apapun yang mendorong mereka dengan kuat. Karena kejadian ini, rumor hantu yang berada di gedung aula tersebar.
Hari ketiga. Rain bosan. Dia harus berlarian dan menjaga matanya. Tapi mereka berempat bersantai di dalam kantor. Dia merasa bahwa ini tidak adil hanya karena dia yang bekerja..
Kebetulan, Rain melihat Gin yang sedang berlari mengelilingi akademi. Gin juga langsung menatap ke arahnya.
Tapi kemudian, Gin mengalihkan pandangannya dan melanjutkan larinya.
"Mungkin hanya perasaanku saja" gumam Rain. "Itu kebetulan"
Tapi Rain tidak bisa melepaskan matanya dari bocah itu. Jelas-jelas bahwa mereka bertatapan sebelumnya. Tapi tidak mungkin bocah tubuh perak bisa menyadari keberadaanya.
Kemudian, Rain melihat beberapa anak lainnya datang, ada empat orang. Dia merasa bahwa ini menarik, jadi dia terus menonton.
Gin melaksanakan tugas sekolahnya. Dia berlarian selama dua hari ini. Dia tidak menggunakan mananya. Tapi energi qi murninya. Sehingga dia merasa kelelahan. Saat dia terus menguras energi qi nya untuk berlari, dia hampir kehilangan napasnya. Tapi dia terus mempertahankan ritme larinya.
Tiba-tiba empat orang anak muncul tiba-tiba dan menghalangi jalannya. Mereka adalah Long An, Long Sun, Ken Ilya dan Ken Aoi. Gin berhenti dan melhat mereka dengan ekspresi bingung.
__ADS_1
"Dari dulu, aku ingin menghajarmu" kata Long An. Tapi dia harus menahannya karena keramaian. Dan juga akademi tidak mengizinkan perkelahian sama sekali. "Aku benar-benar beruntung" dia tersenyum lebar. Dia menemukan Gin di tempat yang sepi dan terpencil. Tidak ada yang akan melihat dia memukulinya. Selama anak itu tidak mati, semuanya baik-baik saja. Mereka bisa berpura-pura tidak tahu bahwa mereka memukulinya.
Long Sun hanya mengikuti Long An. Tapi dia juga tidak menyukai Gin walaupun tidak sebesar rasa benci Long An. Sementara dua saudara Ken ingin menuntut balas tentang apa yang terjadi saat ujian praktek. Kelompok Gin menghajar mereka dengan cara curang. Keduanya tidak bisa menyentuh Sima, Li Seng dan Lian karena mereka berada di kelas yang sama. Tapi Gin berbeda. Mereka juga tidak menyukai Gin.
"Oh? Pembulian?" Rain mengangkat alisnya. "Itu anak dari keluarga Long dan Ken. Mereka juga memiliki kultivasi yang lebih tinggi. Ada empat orang. Lalu bocah malang itu hanya kultivator tubuh perak level 2. ckckck" Dia menggelengkan kepalanya sambil menatap Gin dengan tatapan prihatin.
Rain merasa kasihan dengan Gin. Tapi pasti ada sesuatu dibaliknya yang menyebabkan anak-anak itu menyerang Gin. Dia tidak akan ikut campur. Lagipula anak-anak itu tahu batasnya. Bocah lemah itu tidak akan mati.
Mata Gin menyipit. Dia tidak merespon perkataan Long An. Dan ekspresinya sangat datar seolah-olah dia melihat sekelompok orang bodoh. Long An dan yang lainnya menjadi semakin geram karena sikap acuh Gin.
"Jangan salahkan aku. Kau akan berakhir di rumah sakit hari ini" Long An maju dan memukul Gin dengan tinjunya. Dia menggunakan teknik kultivasi miliknya tanpa tanggung-tanggung.
SYUU! Gin bergerak dan menghindar dengan cepat.
Long An membelalak kaget. Dia tidak menyangka bahwa Gin akan menghindari serangannya. Dia kembali melancarkan serangan lainnya. Kali ini lebih serius. Tapi SYUU! Gin menghindar lagi. Pukulannya mengenai udara dan membuat udara di sekitar mereka sedikit bergetar.
"Kau menggunakan alat sihir untuk melarikan diri bukan?" Long An menggertakan giginya geram.
"Kakak, aku akan membantumu" Long Sun bergerak dengan cepat dan melancarkan tendangannya. Tapi Gin menghindarinya. Long Sun sedikit linglung. Kecepatan adalah salah satu keahliannya. Dia juga menggunakan alat sihir yang bisa memaksimalkan kecepatannya, tapi Gin tetap bisa menghindar.
"Persetan. Serang dia bersama-sama" teriak Long An. Dia dan Long Sun pun langsung menyerang Gin.
Kali ini Gin tidak menghindar. Dia menerima tinju Long An dengan tangannya. Kedua tinju itu bertabrakan. Tapi Long An kalah, dia terpental ke belakang. Lalu Gin melompat, menghindari kaki Long Sun. Dia menggunakan kepala Long Sun sebagai tumpuan untuk melompat. Setelah mendarat di tanah, dia memukul bahunya. Menyebabkan Long Sun maju beberapa langkah dan tersandung.
"...." Ken Ilya dan Ken Aoi yang melihat semua itu, terdiam. Mereka tidak percaya dengan apa yang terjadi di depan mata mereka. Begitu juga dengan Long An dan Long Sun. Long An sekarang linglung dan ekspresinya seperti orang bodoh.
Gin memperhatikan bahwa tidak ada yang menyerangnya lagi, jadi dia melenggang pegi. Dia menghela napas. Dia merasa lega bahwa anak-anak itu tidak membawa perkelahian ini lebih serius. Atau dia tidak bisa mengendalikan kekuatannya dan melukai mereka. Memikirkan hal itu membuat Gin merasa merinding. Dia tidak mau membunuh seorang bocah.
__ADS_1
"...." Rain yang melihat semua hal itu juga linglung. "Itu bukan kekuatan tubuh perak" dia menyimpulkannya dengan cepat. "Anak itu kuat tapi dia menyembunyikan kekuatannya" Dia menatap Gin dengan mata menyipit dan menyeramkan. "Anak itu mencurigakan."