Tuan Muda, Jangan Lari!

Tuan Muda, Jangan Lari!
Kucing Bodoh


__ADS_3

Yurion masih memeluk Gin sambil memohon "Penatua, bantu kami!"


"Apa yang terjadi?" tanya Gin. Dia langsung melepaskan diri dari cengkraman Yurion dengan cepat dan berpindah tempat.


Yurion mulai menjelaskan semua yang terjadi dengan cepat. Dia juga merasa kesal karena dia merasa sudah ditipu. Tidak ada harta karun sama sekali. Dia mengutuk orang yang membuat peta harta karun itu untuk menipu mereka.


Tiba-tiba guncangannya semakin kuat dan tanah di hutan itu mulai longsor. Tanah di bawah kaki mereka tiba-tiba retak. Gin dan yang lainnya terbang lebih tinggi untuk menghindari bongkahan tanah yang terbang. Lalu sesosok raksasa mulai muncul dari dalam tanah.


Sosok itu muncul perlahan-lahan dan hampir menutupi hutan dengan tubuh raksasanya. Itu adalah seekor singa raksasa berwarna keemasan dengan sayap hitam dan taring panjang yang mencuat keluar dari mulutnya. Penampilannya terlihat sangat menyeramkan.


Singa itu menatap seluruh hutan dengan mata merah darahnya yang menakutkan. Lalu dia mulai mengaum dan membuat udara di sekitarnya bergetar dengan hebat. Bahkan Yurion muntah darah karena auman dari mahluk itu. Wajahnya bahkan semakin pucat karena tidak mampu menahan aura dari singa raksasa.


"Tidak mungkin.Binatang sihir tubuh ilahi..." gumam Yurion tak percaya. Dia tidak menyangka bahwa mahluk menakutkan seperti itu akan disegel di hutan kecil ini.


Binatang sihir dengan tubuh ilahi adalah binatang sihir langka yang sangat sulit ditemukan. Para binatang sihir itu hidup jauh dari komunitas manusia. Beberapa dari mereka menjadi legenda. Dan beberapa menjadi hewan pelindung beberapa generasi dari keluarga ternama, seperti kura-kura tua di kediaman keluarga Li.


"Apa yang harus aku lakukan?" Ratap Yurion. Hanya ada beberapa kultivator ilahi di tempat ini. Dia tahu bahwa setiap keluarga besar itu memiliki kultivator ilahi, tapi beberapa dari mereka masih dalam pelatihan tertutup. Dan hanya beberapa yang tersisa.


"Ho? Kau manusia yang membebaskanku?" Singa itu menatap Yurion.


Yurion semakin pucat karena aura yang dipancarkan oleh mahluk itu semakin menekannya. Dia hanyalah kultivator immortal. Dia hanyalah sepotong kue di mata mahluk yang seperti dewa ini.


Yurion tidak membuka mulutnya sama sekali.


Mahluk itu tersenyum. "Aku akan memberikanmu penghargaan. Kau akan menjadi manusia pertama yang menjadi santapanku" katanya bersemangat.


Yurion masih membeku saat mahluk itu mulai membuka mulut raksasanya. Tapi tiba-tiba mahluk itu merasa bahwa sesuatu menahan mulutnya. Gin muncul dan menahan mulut raksasa itu. Lalu dia berusaha menutup mulut raksasa yang menganga itu dengan tangannya yang sekecil semut. Anehnya, itu sangat efektif.


"Berhenti memakan daging mentah, kucing bodoh" gerutu Gin.


Dia mengenal mahluk ini. Mereka adalah teman lama. Dia ingat bagaimana mahluk ini membunuh umat manusia dan menjadikan mereka makanan. Dia juga melakukan hal yang sama di dunia ini.


"Heh? Itu kau. Kita bertemu lagi" Singa raksasa itu menatap Gin dengan acuh. Dia ketakutan sebelumnya karena kekuatan aslinya disegel. Sekarang dia berhasil mendapatkan kekuatan utamanya. Dia juga berhasil menaikkan tingkat kultivasinya. Saat menerobos ke tubuh ilahi dua tahun yang lalu, dia merasa bahwa dia mendapatkan kekuatan lamanya kembali. Dia bahkan bisa memusnahkan sebuah kota dengan mudah.

__ADS_1


"Aku akan membalaskan dendamku kali ini!" Singa itu mengaum dan menyerang ke arah Gin.


Gin menggunakkan 50.000 mananya untuk memperkuat kekuatan fisiknya. Dia mencari beberapa skill yang berguna untuk melawan singa ini. Tapi ada terlalu banyak skill di dalam listnya. Ada ratusan skill dan dia merasa lelah menscroll skill-skill itu. Jadi mau tidak mau dia harus menghadapi monster itu dengan kekuatan fisiknya. Dia hampir menggunakan lima puluh persen mananya. Dia harap ini berhasil.


Singa raksasa itu menyerang. Gin juga melayangkan tinjunya.


ZAATT! Kedua serangan itu saling berbenturan satu sama lain. Membuat udara di sekitar mereka bergetar dan menghasilkan tekanan yang sangat kuat.


Tapi ternyata serangan Gin lebih kuat. Singa raksasa itu terlempar mundur ke belakang, beberapa meter jauhnya. Membuat cetakan raksasa yang sangat panjang di sepanjang hutan.


BAM! Tubuh singa raksasa itu membentur gunung kecil yang berada di tepi hutan. Membuat gunung itu kehilangan separuh bentuknya.


Gin terdiam sambil menatap tinjunya. Dia mengerahkan seluruh tenaganya dalam tinju itu. Tapi dia masih tidak menyangka bahwa mahluk raksasa itu akan terlempar sangat jauh hanya dengan pukulan itu.


Yurion yang melihat semuanya, mengangga kaget. Dagunya hampir jatuh. Begitu pula dengan kelima bawahannya. Dia menatap Gin dengan mata penuh teror. Berpikir apakah penatua di depannya masih seorang manusia. Perlu tiga orang kultivator dengan tubuh ilahi untuk menghadapi mahluk menakutkan itu. Bahkan mereka perlu melalui berbagai pertarungan, tidak akan mengalahkannya hanya dengan satu pukulan.


Gin sepenuhnya melupakan kehadiran Yurion dan kawan-kawannya. Dia langsung menghampiri singa raksasa itu. Gin memukulnya tepat di perut dan membuat perut singa itu sedikit penyok.


Singa raksasa itu berusaha bangkit dengan tertatih-tatih.


"Tunggu dulu..." singa itu berkata dengan gugup. "Aku tidak ingin mati. Aku bahkan belum menikmati kehidupan keduaku sama sekali. Aku tidak terima" katanya emosional. "Ampuni aku..." dia melihat Gin dengan mata berkaca-kaca.


Gin mengerutkan keningnya, dia merasa bimbang. "Aku tidak bisa. Kau sudah membunuh banyak manusia" jawab Gin.


"Aku melakukannya juga karena manusia!" teriak singa itu marah. Lalu dia mulai menceritakan alasannya menjadi raja iblis. Itu karena para manusia itu memburu, membunuh dan memperbudak mereka walaupun mereka tidak melakukan apapun. Begitu pula di kehidupan keduanya, dia menjadi binatang sihir yang sangat lemah. Lalu para manusia itu memburunya lagi. Akhirnya dia menjadi kuat dan menuntut balas kepada mereka semua.


"Bukankah kau juga dikhianati oleh para manusia itu? Mereka meracunimu bukan?" katanya lagi.


Mata Gin membelalak kaget. "Bagaimana kau bisa tahu?"


"Aku tidak tahu. Tapi sejak menerobos ke tubuh ilahi, aku bisa melihat masa lalu dari seseorang. Aku membaca kehidupanmu. Kau punya tiga kehidupan dan itu juga sangat malang. Bahkan kehidupanmu di dunia ini diatur sebagai anak laki-laki yang terbuang"


"..." Gin tidak bisa berkata-kata. "Tapi aku tidak bisa membebaskanmu. Tetap saja membunuh seluruh manusia adalah egoisme pribadi. Tidak semua manusia itu jahat" Hati Gin melunak sekarang. Dia merasa sedikit kasihan dengan kehidupan raja iblis ini.

__ADS_1


"Aku bisa menjadi binatang sihir pribadimu" usul singa itu sambil menggoyangkan ekornya.


"Aku tidak mau" Gin langsung menolak. "Siapa yang mau menjadikan raksasa sebagai binatang peliharaan? Aku tidak punya uang untuk memberimu makan dan rumahku akan hancur juga kalau kau tinggal disana" jawab Gin cemberut.


Tubuh singa raksasa itu tiba-tiba bercahaya. Dan sosok raksasanya secara perlahan mengecil dan semakin mengecil. Sosok itu mengecil hampir sebesar lengan Gin. Singa itu berubah menjadi seekor kucing berbulu orange dan gemuk dalam sekejap.


"Bagaimana?" kucing itu melihat Gin dengan mata imutnya. "Aku yakin kau akan menyukai bentuk ini" dia mulai berputar. "Aku sangat imut, sangat imut" dia mulai bernyanyi.


Gin mengangkat kucing kecil itu dan mereka saling berpandangan satu sama lain. "Kau benar. Ini tidak buruk" kata Gin.


"Kau tahu, para manusia sangat menyukai benda ini karena mereka kecil dan lemah" kucing itu berkata sambil mengusap wajahnya dengan tangannya yang kecil. "Karena kau tuanku sekarang, kau harus memberiku nama" katanya lagi.


"Kucing bodoh" jawab Gin.


"Aku memang kucing tapi aku tidak bodoh" balasnya kesal.


"Ya, namamu kucing bodoh" jawab Gin.


"...." Raja iblis itu terdiam. Dia adalah raja iblis yang perkasa dan ditakuti oleh semua orang, tapi tiba-tiba dia diberi nama kucing bodoh. Dia tidak terima sama sekali.


"Aku hanya bercanda" kata Gin sambil menepuk kepala kucing itu. "Namamu sekarang Bimba" katanya.


Raja iblis itu masih ingin protes karena nama itu tidak keren, tapi dia menyerah.


Saat Gin memberinya nama, tiba-tiba kening kucing itu bersinar dan sebuah tanda aneh masuk ke dalam tubuhnya. Lalu tubuh Bimba mulai bercahaya.


"Ehhhhhh?" Bimba berteriak kaget.


"Apa yang terjadi?" tanya Gin. Bimba menjadi aneh saat dia memberinya nama.


"Aku naik level!" katanya bersemangat.


"Oh?" Di saat yang bersamaan sebuah layar transparan muncul di depan Gin

__ADS_1


(Segel: 1/ 10)


__ADS_2