
Pembunuh dengan julukan "knife" itu bukanlah pembunuh terkenal di ibukota. Ada banyak pembunuh lainnya yang lebih profesional dan bahkan diwaspadai oleh lima keluarga besar. Dia hanyalah seorang pembunuh kecil dengan tingkat kultivasi yang biasa saja.
"Knife" adalah julukan yang diberikan padanya karena dia selalu menggunakan pisau. Dia selalu membunuh targetnya menggunakan pisau dan memutilasi mereka. Caranya bisa dibilang cukup kejam, terutama saat tahu bahwa semua korbannya adalah wanita lemah yang tidak begitu bisa berkultivasi.
Knife merasa sangat frustasi dengan kejadian yang menimpanya hari ini. Sekelompok anak dari SMA Jinshi, Sekolah yang terkenal itu, tiba-tiba muncul untuk memburunya.
"Kenapa aku bisa menjadi target buruan mereka?" Knife berpikir bingung. Dia tidak melakukan sesuatu yang begitu mencolok untuk menyinggung sekolah terkenal itu. Terlebih lagi dia juga bukan pembunuh besar. Kenapa sekolah itu tiba-tiba menjadikannya target?
Walaupun dia hanya target latihan untuk anak-anak, tapi tetap saja itu berbahaya. Siapa yang akan mengira bahwa guru mereka akan mengawasi diam-diam. Dan dia harus berakhir ditangkap atau bahkan mungkin meninggal. Membayangkan nya saja sudah membuat nya berkeringat dingin.
Untung saja dia berhasil melarikan diri sekarang. Setelah ini, dia akan memutuskan untuk mengasingkan diri agar bisa menghilangkan jejaknya. Dia akan berhenti membunuh selama beberapa hari. Dia akan melanjutkan aksinya setelah orang-orang itu menyerah padanya.
"Cih! Dasar orang-orang sialan! Apa gunanya mengganggu hobi orang lain seperti itu!" dia menggerutu. Saat ini dia sedang terbang untuk menuju ke markas tersembunyi nya.
Harusnya seperti itu, tapi tiba-tiba dia merasa kan kehadiran asing menuju ke arahnya. Dia menoleh ke belakang, dan melihat bayangan hitam dan mendekat ke arahnya dengan cepat.
Knife panik. Dia langsung mempercepat teknik terbangnya dengan menuangkan lebih banyak qi. Tapi sosok asing itu sudah melesat di depannya dan menghentikan jalan nya.
"Target ditemukan" sosok asing itu bergumam sambil tersenyum puas.
***
Setelah keluar dari kantor polisi, Gin tidak langsung kembali ke apartemen nya. Dia langsung mengejar pembunuh yang melarikan diri itu.
Sebelum nya, Gin sudah meletakkan pelacak mana pada tubuhnya. Dan selama ini dia sudah mengawasi pergerakan orang itu menggunakan mananya.
Saat itu, saat dia masih berada di dalam sel dengan Li Seng, dia melihat keberadaan pembunuh itu lewat monitor tidak terlihat di depan matanya. Di dalam monitor itu ada satu titik berkedip, sang target, yang terus menerus bergerak. Di sudut bawah monitor ada jarak antara target dan dirinya.
Skill yang digunakannya saat ini adalah skill pelacak. Gin awalnya mengira skill ini hanya bisa melacak musuh secara langsung dengan menyebarkan mananya. Tapi dia tidak menduga bahwa fungsinya sama seperti GPS.
__ADS_1
Tapi skill dengan sistem GPS ini lebih efisien dari skill pelacak pada umumnya. Dia tidak perlu bersusah payah mengeluarkan mananya berkali-kali untuk melacak musuh karena posisi musuh yang tidak tetap.
Dengan skill ini dia hanya perlu mengeluarkan mana satu kali. Setelah itu dia bisa melihat pergerakan musuh pada monitor tidak terlihat di depannya.
Karena itulah Gin tidak mau dipenjara. Kalau dia benar-benar di penjara, pembunuh itu akan melarikan diri lebih jauh. Membuat nya kesulitan untuk melacaknya. Sehingga dia benar-benar harus kehilangan poin kontribusi nya.
Gin kembali mengeluarkan monitor pelacaknya saat dia sudah keluar dari kantor polisi. Monitor di depannya menunjukkan bahwa target berada beberapa kilometer ke arah timur. Tanpa basa-basi Gin langsung mengikuti nya sambil melihat pelacak jarak di sudut monitor.
Mengikuti pembunuh itu ternyata tidak sulit. Hanya dalam beberapa menit, jarak mereka sudah dipersempit hanya beberapa ratus meter. Jujur saja Gin tidak tahu seberapa cepat dia berlari, sejak dia tidak menggunakan sihir apapun untuk mempercepat larinya.
Gin memasuki kawasan hutan. Tapi dia tidak melihat sosok pembunuh itu disekelilingnya walaupun titik itu hanya beberapa meter dari nya. Sampai dia melihat ke arah langit, ada seseorang yang terbang dengan sangat pelan di sana.
Gin langsung menggunakan sihir terbang nya. Walaupun dia cukup trauma untuk terbang, setidaknya ini daerah terpencil dan tidak ada polisi menyebalkan disini. Lalu dia juga tidak bisa kehilangan mangsa empuk yang sudah ada di depan matanya.
Gin muncul di depan pembunuh dan menghalangi jalannya.
"Target ditemukan" Gin tersenyum bahagia. Dia memikirkan poin kontribusi yang akan diterima nya besok sebagai hadiah.
"Siapa kau?" Knife sudah mempersiapkan pisaunya, bersiap untuk menyerang.
"Ikut aku ke kantor polisi sekarang dan serahkan dirimu" jawab Gin polos. Dia harus menangkap pembunuh ini hidup-hidup agar mendapatkan poin kontribusi yang lebih besar. Oleh karena itu, dia harus menyerahkannya ke penjara dalam keadaan hidup.
Knife mengerutkan keningnya. Bocah di depannya terlihat benar-benar bodoh baginya. Bukan hanya pakaiannya yang aneh tapi otaknya sudah rusak.
Dia juga melihat keanehan pada kultivasi nya. Dia bisa melihat kekuatan qi tubuh perunggu pada bocah itu. Tapi mana mungkin kultivator tubuh perunggu bisa terbang? Itu tidak masuk akal! Bocah di depannya benar-benar aneh. Tapi dia tidak berani meremehkan nya.
"Omong kosong!" Knife pun menyerang. Dia menggunakan teknik pembunuhan tertinggi nya. Saat teknik ini digunakan, lawan bahkan tidak bisa melihat pergerakannya dan berakhir terluka oleh pisaunya. Bahkan untuk sekelas kultivator tubuh inti emas, teknik Knife memang berbahaya.
Tapi Gin tidak bergerak dari tempatnya. Gerakan Knife memang cepat. Tapi Gin menambahkan sedikit mana di bola matanya sehingga penglihatan nya menjadi lebih tajam. Dan dia bisa melihat dengan jelas Knife yang bergerak ke arahnya.
__ADS_1
Knife bersiap menusuk jantung Gin. Gin mengangkat tangannya dengan santai dan memblokir pisau yang mengarah ke dadanya hanya dengan dua jari.
Mata Knife melebar. Dia tersentak kaget saat Gin bisa dengan mudah memblokir serangannya seakan-akan pertarungan merrka hanya permainan anak-anak.
TRANG
Gin menggunakan sedikit kekuatan nya dan bilah pisau itu mulai hancur dan berhamburan ke bawah.
Knife membeku lagi.
'Apa-apaan ini? Monster apa yang sudah kuhadapi ini?' Knife berpikir ketakutan dengan wajah pucat.
"Ayo, ikut aku ke kantor polisi. Setidaknya kalau kau dipenjara, kau masih bisa makan dengan enak. Daripada harus mati disini, itu terlihat sia-sia" Gin tersenyum manis. Dia berkata seolah-olah dia sedang membujuk seorang anak.
"...."
Knife masih melonggo. Saat kesadaran nya kembali, dia langsung berbalik arah dan melarikan diri!
Gin mengernyitkan keningnya tidak senang. Dia terlalu membuang banyak waktu hanya untuk satu orang. Dia masih harus menyelesaikan gamenya malam ini dan besok pagi dia masih harus sekolah. Jadwalnya sangat padat dan dia orang yang sibuk. Bagaimana bisa dia membiarkan pria ini membuang waktunya yang penting?
Gin terbang ke arahnya. Dia langsung menendang punggung Knife.
BAM!
Knife langsung jatuh ke bawah dari ketinggian beberapa meter.
Gin yakin dia tidak akan mati hanya karena serangan seperti itu. Dia hanya ingin melumpuhkan pembunuh itu, sehingga dia bisa dengan tenang membawanya ke kantor polisi. Tapi tidak ada tanda pergerakan dari Knife setelah Gin menendangnya. Membuat Gin sedikit ragu.
"Poin Kontribusiku, jangan mati" Gin bergumam cemas saat dia melihat pria itu tidak bergerak dari tempatnya setelah terjatuh. Dia benar-benar cemas dengan pengurangan poin Kontribusi nya kalau pria itu benar-benar mati...
__ADS_1
Warning: typo bertebaran