
Fei Lan dan Yina langsung menghentikan pertarungan mereka. Mereka bisa melihat bahwa Gin memegang senjata mereka dengan jarinya. Karena itulah senjata mereka membeku di udara.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Fei Lan khawatir.
Sementara Yina mundur beberapa langkah dan menyimpan belati miliknya.
"Tidak apa-apa" jawab Gin.
Yina mengernyitkan keningnya. Mereka berdua menyerang dengan kekuatan inti emas dan bagaimana bisa seorang anak tubuh perunggu tidak terluka saat terkena serangan mereka.
"Mungkin dia hanya beruntung" pikir Yina. Mungkin serangan mereka berhenti tepat waktu sehingga tidak mengenai Gin.
"Kenapa kalian berkelahi?" tanya Gin.
Fei Lan langsung menyergah dengan cepat "Tante ini menguntitmu Gin! Aku melihatnya menyelinap keluar dari apartemen milikmu"
Sekarang Gin menatap Yina. Gin selama ini selalu pura-pura tidak tahu bahwa wanita itu selalu mengawasinya. Sekarang dia ingin mendengarkan penjelasan dari wanita itu.
Yina menundukkan kepalanya sehingga mereka tidak bisa melihat ekspresinya dengan jelas. "Aku hanya ditugaskan untuk melindungimu" jawab Yina dengan suara yang sangat kecil, hampir seperti berbisik-bisik. Sebenarnya wajahnya memerah tapi dia menundukkan kepalanya lebih dalam untuk menyembunyikannya.
"Gin, kau mengenalnya?" tanya Fei Lan penasaran.
Gin mengangguk. "Dia dikirim oleh kakekku saat aku tiba di ibukota" jawab Gin.
Sekarang Fei Lan semakin penasaran dengan identitas Gin yang sebenarnya. Kakeknya mengirimnya seorang pengawal tubuh inti emas menengah, yang berarti Gin dari keluarga yang benar-benar penting. Tapi Fei Lan belum pernah melihat Yina sama sekali. Padahal dia adalah eksistensi yang cukup berbakat karena dia berhasil mencapai tubuh inti emas menengah diusia yang masih cukup muda.
__ADS_1
"Dia juga menguntitmu" kata Yina tiba-tiba sambil menunjuk Fei Lan. Dia tidak ingin merasa malu sendiri jadi dia harus menyeret Fei Lan, dia tidak akan membiarkan gadis kecil itu bersikap seolah tidak terjadi apa-apa sama sekali. "Aku melihatnya kemarin dan aku juga melihatnya hari ini. Aku tidak menyangka bahwa gadis terkenal dari keluarga Fei akan menjadi seorang penguntit"
Wajah Fei Lan berubah merah. "Hei, aku sama sekali tidak menguntit!" dia menyangkalnya. "Kau yang penguntit dasar tante tua!" ejeknya.
Urat-urat kekesalan muncul di kepala Yina "Hei, jelek. Apa kau tidak diajarkan sopan santun untuk bicara pada orang yang lebih tua?"
"Aku tidak peduli!"
Terlihat percikan api membara di antara keduanya. Mereka berdua terlihat seperti kucing dan anjing yang berteriak satu sama lain sambil memamerkan taring mereka.
"Kalian berdua sama-sama penguntit" kata Gin kemudian.
Keduanya berhenti, lalu menatap Gin dengan mata melotot.
"..." Mereka berdua langsung membeku di tempat. Lalu wajah mereka memerah malu secara bersamaan. Lalu keduanya langsung menghilang dengan cepat, melarikan diri, meninggalkan Gin sendiri di tempat itu.
Gin hanya menggelengkan kepalanya. Dia sengaja mengatakan hal itu kepada mereka berdua agar mereka sadar bahwa menguntit seseorang itu sama sekali bukan hal yang baik.
Setelah itu Gin kembali ke apartemennya. Tapi dia membelalak kaget saat masuk. Apartemennya hancur berantakan, lalu dia melihat Li Seng mengejar seekor kucing dan burung. Mereka berkelahi satu sama lain. Li Seng bahkan menggunakan kekuatannya tapi dia tetap tidak bisa menggapai kedua binatang itu karena kultivasi mereka lebih tinggi darinya. Sehingga kekuatannya menghancurkan beberapa perabotan milik Gin.
TAK! Li Seng menginjak salah satu game baru milik Gin. TAK! Bimba melompat dan menginjak itu untuk yang kedua kalinya, bahkan ada bekas goresan yang sangat besar karena kukunya. CIP! CIP! Muca terbang dan menembaki Li Seng dengan kotoran burungnya, tapi serangannya meleset dan mengenai game milik Gin.
"...." Gin membeku. Tanpa dia sadari dia mengeluarkan aura membunuh yang sangat kuat.
Li Seng, Bimba dan Muca langsung membeku. Ketiganya menoleh bersamaan dan melihat sesosok iblis dengan mata merah mendekat ke arah mereka. Mereka langsung bergidik ngeri. Lalu ketiganya sadar dengan kekacauan yang sudah mereka buat saat mereka melihat seluruh ruangan seperti kapal pecah.
__ADS_1
"Tunggu, aku bisa jelaskan..." kata Li Seng.
"Meong, Miaw, Miao...(Aku bisa jelaskan)"
"Cip, cip, cip, cip...(Tuan, aku bisa jelaskan)"
Tapi Gin langsung memukul mereka satu persatu. Ketiganya terlempar dan menghantam dinding apartemen. Pukulan itu tidak hanya satu kali, Gin melakukannya berkali-kali sampai dia melampiaskan seluruh amarahnya.
BAK, BUK, BAK. Bunyi pukulan yang sangat keras terdengar bersama dengan teriakan manusia dan hewan yang memohon pengampunan.
Beberapa menit kemudian.
Li Seng dengan luka lebam di mata dan mulutnya, duduk berlutut sambil menangis. Pakaiannya robek dan acak-acakan.
Bimba kehilangan beberapa bulunya. Dia menjadi botak di beberapa bagian. Mulutnya juga ada luka lebam. Kumisnya di sisi kiri patah dan dia hanya memiliki satu buah kumis di sisi kanannya.
Penampilan Muca tidak lebih baik. Burung kecil itu memilki kepala yang botak karena bulunya tercabut. Lalu sayap kirinya hampir patah. Kedua sayapnya juga botak karena kehilangan bulunya.
Ketiganya berlutut di bawah kaki Gin sambil memohon maaf. Gin berhasil menenangkan dirinya. Li Seng berjanji bahwa dia akan bertanggung jawab. Dia akan memanggil petugas kebersihan dan mengganti semua barang yang sudah dia rusak. Sementara Bimba dan Muca tidak lagi diijinkan masuk ke dalam apartemen. Mereka berdua akan tidur di luar mulai dari sekarang.
Gin menghela napas dan menggelengkan kepalanya. Entah kenapa dia benar-benar merasa sangat bodoh. Dan hari bersantai yang dia idamkan tanpa sadar selalu hancur karena orang-orang di dekatnya.
Gin melemparkan Bimba dan Muca keluar dari jendela. Lalu Li Seng melarikan diri dengan cepat dengan pedang sihir terbang milik Fei Lan. Walaupun begitu, Li Seng tetap bertanggung jawab. Tak lama kemudian petugas kebersihan datang untuk membersihkan semua kekacauan.
Lalu saat malam tiba, Gin mendapatkan beberapa kotak paket di depan apartemennya. Li Seng mengganti semua barang yang dirusaknya dengan cepat. Tapi uang jajannya langsung berkurang secara drastis karena hal itu.
__ADS_1