
Lima keluarga besar tidak akan menjadi lima keluarga besar tanpa reputasi. Selain kaya, mereka adalah keluarga kuno yang mempunyai pusaka ilahi.
Keluarga Fei memiliki batu pusaka yang bisa memberikan mereka energi tak terbatas. Walaupun batu pusaka utama mereka hilang, mereka masih memiliki batu pusaka lainnya. Dan mereka akan bisa menemukan batu pusaka lain yang lebih hebat untuk mengganti yang hilang. Konsep tentang batu pusaka ini tidak akan pernah musnah dari kediaman Fei.
Sementara kediaman Li, mereka memiliki hal ilahi lainnya dan itu adalah mahluk hidup. Sebuah binatang ilahi raksasa hidup selama bertahun-tahun di bawah tanah mereka. Binatang ilahi ini adalah pelindung keluarga mereka. Dan juga melahirkan banyak sekali binatang ilahi lainnya yang sangat membantu keluarga Li. Hanya para tetua yang berinteraksi dengan binatang ilahi ini.
Saat ini, tiba-tiba binatang ilahi di kediaman Li mulai marah. Kediaman mereka bergetar dengan hebat karena kemarahan itu. Membuat seluruh keluarga Li panik dan berlarian keluar gedung.
Li Seng juga langsung membawa teman-temannya keluar saat dia merasakan getaran hebat itu.
"Apa yang terjadi?" Fei Lan bertanya sambil mengerutkan kening. Dia bingung. Musuh seperti apa yang bisa membuat seluruh kediaman Li bergetar seperti ini.
"Sang binatang ilahi marah" jawab Li Seng serius.
"Binatang ilahi?" Fei Lan membelalak kaget. Dia tahu bahwa ada keberadaan binatang ilahi di kediaman Li. Tapi dia tidak pernah melihat sosoknya sama sekali. Jangankan dia, bahkan seluruh keluarga Fei juga tidak pernah. Karena binatang ilahi itu hanya menunjukkan diri nya pada penatua keluarga Li.
"Bagaimana bisa?" Fei Lan bertanya lagi.
"Aku juga menanyakan pertanyaan yang sama" dahi Li Seng berkerut lebih dalam.
Saat ini semua orang yang berada di dalam rumah berhamburan keluar. Li Fan, sang kepala keluarga tidak ada di rumah sekarang. Tapi istrinya sudah memberitahu kabar ini, jadi dia akan kembali dengan cepat. Sementara para tetua Li sedang mengasingkan diri untuk menerobos kultivasi mereka.
Jadi yang tersisa adalah orang-orang yang sama sekali tidak pernah menangani Binatang ilahi ini. Mereka semua sangat ketakutan sekarang, karena tidak tahu apa yang harus dilakukan. Mereka takut binatang ilahi itu akan menghancurkan kediaman Li mereka.
Getaran semakin kuat. Seperti terjadi gempa bumi yang hebat, menimbulkan retakan besar di tanah. Lalu mansion besar di depan mereka tiba-tiba bergetar dan terangkat ke atas. Dan muncul sebuah kepala besar dari bawah tanah. Itu adalah kepala kura-kura raksasa.
"Hei anak kurang ajar. Beraninya kau menghinaku!" suara yang sangat keras langsung menerjang gendang telinga Gin.
__ADS_1
Gin mengernyitkan keningnya. Dia melihat sekeliling nya. Tidak ada yang terpengaruh oleh suara itu. Semua orang fokus pada kepala raksasa yang tiba-tiba muncul dari bawah tanah.
"Kakek, apa itu kau?" Gin memiringkan kepalanya dengan bingung. Dia bertatapan dengan mata besar di depannya.
"Apa maksudmu?" sang kakek berteriak marah. "Aku sedang melihatmu saat ini. Benar-benar kurang ajar. Selama ribuan tahun hidup, kau orang pertama yang berani menghina ku" katanya geram.
Gin mengerjap beberapa kali. Dia kemudian tersadar. Sosok besar di depannya adalah sang kakek. Dia baru menyadari hal itu sekarang. "Maafkan aku" kata Gin dengan wajah menyesal. Dia membuat seekor binatang ilahi marah karena mulut kurang ajarnya. Dia tidak ingin binatang ilahi menghancurkan rumah Li Seng karena marah padanya.
"...." binatang ilahi itu tidak menjawab, masih menatapnya.
"Aku tidak bermaksud untuk menghina senior" kata Gin sopan.
"Tidak apa-apa" jawab binatang ilahi itu. Amarahnya mereda. "Sebenarnya aku tidak marah. Aku cukup antusias saat tahu ada mahluk yang bisa berbicara denganku" katanya kemudian dengan nada bahagia.
Gin mengerutkan keningnya bingung. "Hm?"
"Kenapa tidak bermain keluar kalau merasa bosan?" tanya Gin polos.
"Aku sudah melakukan nya. Tapi tetap saja bosan!" dia menjawab. "Bagaimana kau bisa mendengar suaraku? Bagaimana pun juga manusia tidak bisa berkomunikasi denganku semudah ini?" dia menatap Gin dengan mata penasaran.
"Aku tidak tahu" Gin menjawab. Dia tidak mungkin menjelaskan bahwa dia memakai kekuatan sistem untuk hal itu.
"Aku yakin kau memiliki harta karun yang bagus di tubuhmu!" katanya bersemangat. "Tunjukkan padaku nanti"
Wajah Gin berkedut. "Apa hewan tua ini tahu tentang sistem aneh di pikirannya?" pikir Gin.
"Siapa namamu?" Gin bingung bagaimana dia harus memanggil hewan ilahi itu. Memanggil nya kakek sangat tidak sopan, jadi Gin memilih untuk menanyakan namanya.
__ADS_1
"Aku tidak punya nama" dia menjawab dengan nada datar. Tapi ada tersirat rasa sedih di matanya.
"..." Gin terdiam. Dia berpikir sebentar sebelum akhirnya berkata. "Bagaimana kalau aku memanggilmu Gui?"
"..." Tidak ada respon dari binatang ilahi itu. Gin mengira dia tidak menyukai namanya. Lagipula Gui memiliki arti kura-kura raksasa. Itu adalah nama yang sangat normal.
Tapi ternyata pikiran Gin salah. Binatang ilahi itu sangat bersemangat sehingga menimbulkan getaran yang sangat keras sekali lagi. Tempurung kura-kura nya sedikit terangkat ke permukaan karena dia terlalu bersemangat. "Mulai sekarang aku adalah Gui!" dia berkata seperti anak kecil dengan suara kakek-kakek.
Semua orang tidak mengetahui bahwa binatang ilahi itu sedang kegirangan karena Gin memberinya nama. Mereka mengira binatang ilahi itu marah karena suatu hal karena gempa yang terjadi semakin besar.
"Senior, bisakah anda tenang? Kami tidak tahu apa yang menganggu senior" Ny. Fon kembali dengan alat sihir komunikasi dan berusaha berbicara dengan Gui. Tapi Gui mengabaikan nya sepenuhnya.
"Aku akan kembali ke rumah dan menemuimu lagi lain kali" binatang ilahi itu berkata dengan nada senang.
Gin tidak menjawab, dia hanya mengangguk pelan.
Sementara Ny. Fon merasa khawatir karena binatang ilahi itu tidak merespon nya sama sekali walaupun dia sudah menggunakan alat Sihir untuk berkomunikasi.
Tiba-tiba Li Fan kembali. Pria itu terbang dengan cepat dan muncul dengan gagah di depan semua orang. Wajah semua orang menjadi cerah saat mereka melihat kehadiran sang kepala keluarga.
Ny. Fon langsung memeluk suaminya. Li Fan menenangkan istrinya, lalu dia mulai menggunakan alat sihir itu untum berbicara dengan binatang ilahi.
Gui tetap mengabaikan kehadiran Li Fan. Dia berpamitan dengan Gin dan berkata "aku akan mengunjungi mu nanti". Membuat Gin berpikir kebingungan. Karena Gin tidak tahu bagaimana binatang sebesar itu bisa berkeliaran dengan bebas di ibukota.
Setelah Li Fan selesai berbicara, Gui kembali masuk ke bawah tanah. Ada sedikit getaran yang terjadi, tetapi bangunan yang semula terangkat kembali ke posisi awalnya. Semuanya mulai kembali seperti semula. Gui menghilang dengan cepat, seakan-akan dia tidak pernah muncul.
Semua orang menatap Li Fan dengan mata berbinar. Mereka merasa kagum dengan pria itu karena berhasil menenangkan binatang ilahi yang sedang marah. Li Fan hanya tersenyum senang dengan bangga walaupun dia tidak tahu apa yang terjadi sama sekali.
__ADS_1