Tuan Muda, Jangan Lari!

Tuan Muda, Jangan Lari!
Bertemu Wanita Gila Lagi


__ADS_3

Gin akhirnya menemukan kantor polisi terdekat. Dia langsung masuk sambil membawa tiga tubuh yang tidak sadarkan diri.


Tindakannya membuat polisi yang berjaga menjadi terkejut dan takut. Hanya ada dua orang polisi penjaga di tempat ini. Mereka hanyalah polisi magang karena kantor ini hanya digunakan sebagai pos ronda polisi, bukan kantor polisi yang sebenarnya. Jadi mereka langsug mundur, menjauh dari Gin secepat mungkin.


"Siapa kau?" tanya salah satu polisi dengan sangat waspada. Salah satu tangannya meraih pistol di saku belakangnya. Sementara polisi lainnya melakukan panggilan ke kantor pusat, meminta bantuan.


"Aku dari SMA Jin Shi. Aku ingin melaporkan misi yang aku ambil" jawab Gin sambil menyusun ketiga tubuh tak bergerak itu di kursi kosong. Dia menyusun mereka dengan rapi sampai akhirnya dia puas dengan posisinya dan berkata "Mereka benar-benar seperti tangga" katanya. Saat menyaksikan bahwa ketiga orang itu memiliki tinggi yang berbeda.


Gin duduk di salah satu kursi dan meletakkan lencananya di atas meja. Lalu dia mengernyit bingung karena dua polisi itu masih berdiri di kejauhan.


"Anu, pak polisi. Kenapa kalian berdiri di sana? Aku harus melaporkan misi dan mendapatkan surat keterangan. Aku ingin kembali ke rumahku dan pergi tidur. Besok harus ujian" Gin mengeluh.


Akhirnya, kedua polisi itu memberanikan diri untuk maju dan mengambil lencana milik Gin.


"Kau dari SMA Jin Shi?"


"Aku sudah memberitahumu sebelumnya. Apa kau punya masalah pendengaran?" tanya Gin cemberut.


Rasa gugup polisi itu hilang. Mereka langsung mengecek misi yang diambil oleh Gin. Itu adalah misi berbahaya yang membutuhkan empat orang murid.


"Dimana teman-temanmu?"


"Mereka sudah kembali ke rumah. Aku mengantar para pencuri karena rumahku dekat dari sini" Gin berbohong dengan sangat lancar.


"Kami tidak bisa mengecek tiga orang itu. Aku akan memanggil orang dari pusat. Tunggu sebentar" polisi itu berkata.


Tapi tiba-tiba panggilan telpon milik salah satu polisi diangkat. Dan terdengar suara seorang wanita. "Dari kantor polisi pusat, ada apa?"


"Ah, pemimpin Fei" polisi itu segera menjawab. "Apakah Tuan Gu ada di tempat?" dia bertanya.

__ADS_1


"Aku akan memanggilnya nanti. Ada apa?"


Polisi itu menjelaskan tentang apa yang terjadi. Tentang seorang murid SMA yang membawa tiga orang pencuri karena misi yang diberikan oleh akademi.


"Tapi masalahnya kami tidak bisa mendeteksi apakah tiga orang ini kelompok White Bear" kata polisi itu sedih.


"Tunggu kami" kata Fei. Dia langsung menutup telponnya.


Lalu polisi itu berkata pada Gin. "Nak, tunggu sebentar oke? Polisi pusat akan datang untuk membantumu mendeteksi orang-orang ini"


Gin tidak senang. Tapi dia masih mengangguk setuju.


Lima menit kemudian, sirene polisi terdengar dari luar ruangan bersamaan dengan suara mobil. Dua orang polisi dengan pakaian lengkap masuk ke dalam. Mereka adalah Tuan Gu, pria setengah baya dan wanita muda bernama Fei.


"Mana orangnya?" tanya Fei.


Polisi itu menunjuk ke arah Gin yang duduk di sofa bersama tiga pencuri yang masih tidak sadarkan diri.


Gin bingung. Dia tidak mengerti kenapa polisi wanita ini membencinya.


Fei langsung mendekat ke arah Gin dan membogrol ketiga pencuri itu. Lalu dia juga membogrol Gin.


Gin tersentak "Apa yang kau lakukan?" katanya kaget.


"Urusan kita masih belum selesai. Kau harus dihukum karena melarikan diri sebelumnya" kata Fei.


Gin menatap Fei tajam, tanpa sengaja dia mengeluarkan aura yang menakutkan. Membuat wanita itu mengigil sejenak. "Apa yang kau lakukan?" katanya gugup.


"Tidak apa. Aku merasa kau sedikit menyebalkan" kata Gin ketus sambil menarik kembali auranya.

__ADS_1


"Kau!"


"Fei, ehem" Tuan Gu langsung menegurnya. "Lepaskan pria muda itu dan segera identifikasi ketiga orang ini" katanya. "Berhenti bermain-main"


"Tuan Gu, aku tidak main-main. Orang ini adalah pelaku kejahatan" Fei menunjuk Gin sambil melihat Tuan Gu dengan mata melotot.


"Itu adalah masa lalu. Rekam jejaknya sudah dihapus. Sekarang fokus dengan masalah ini. Bagaimana kalau ketiga orang itu bangun karena kita mengulur waktu?"


Fei pun akhirnya melepas Gin dengan berat hati.


Gin yang terlepas berbisik. "Dasar wanita tua yang galak"


Fei mendengarnya dan berteriak kesal. "Kau!"


"Fei" Tuan Gu menegurnya lagi.


Fei pun menghela napas beberapa kali untuk memendam amarahnya. Lalu dia melepas topeng ketiga pencuri itu dan mulai menggeledah mereka. Dia melakukan penyelidikan selama sepuluh menit dan berunding dengan Tuan Gu.


Tuan Gu tersenyum pada Gin, "Kerja bagus, nak. Mereka memang anggota dari White Bear. Kami akan mengintrogasi mereka untuk mengetahui markas mereka. Sampaikan terima kasihku juga kepada Tuan Muda Li dan Nona muda Lan." katanya. "Kami akan membuatkan laporan untukmu"


Gin hanya mengangguk.


Tuan Gu memberikan laporan kepolisian padanya sehingga dia bisa mengklaim poin kontribusinya. Sekarang dia bisa mendapatkan 1000 poin dan balance nya kembali 0.


Gin melangkahkan kaki keluar kantor polisi, tapi polisi wanita itu menghalanginya lagi. Dia berteriak dengan nada mengancam.


"Suatu hari nanti aku pasti akan menangkapmu! Aku akan menangkan para penjahat yang menggunakan identitas besar mereka untuk melarikan diri dari hukum. Karena itulah tujuannya aku menjadi seorang polisi" katanya sambil menggertakan gigi. Seakan-akan dia menyimpan sesuatu yang pahit tentang hal ini di dalam hatinya. Setelah mengatakan hal itu, dia masuk ke dalam tanpa melihat wajah Gin.


Gin mengedipkan matanya bingung. Dia tidak mengerti apa yang terjadi. Wanita itu sangat gigih mengejarnya dan mengatakan hal-hal yang aneh.

__ADS_1


"Mungkin otaknya rusak..." Gin mencapai suatu kesimpulan yang masuk akal. Dia pun pulang kembali ke apartemennya setelah misi ini selesai. Dia ingin tidur.


__ADS_2