
Sepulang sekolah, Gin bertemu dengan Mona lagi. Gadis itu menunggunya di depan gerbang dan mengajaknya pulang sekolah bersama. Tentu saja Gin tidak menolaknya.
"Gin, mau mencari kuali obat bersama-sama?" ajak Mona.
Seketika Gin langsung ingat bahwa besok mereka harus membawa kuali obat. Dia pun mengangguk.
Keduanya singgah di toko obat di pinggir jalan sebelum kembali ke apartemen mereka. Ada banyak toko obat di ibukota. Mereka memilih toko obat pertama yang mereka lihat. Toko itu memiliki plang nama "Toko Pil Keabadian" di depan pintunya.
Saat mereka masuk, tidak ada seorang pelanggan pun di dalam toko. Pemilik toko yang berjaga sendiri menyambut mereka dengan ramah. Pemilik toko itu melihat mereka berdua dengan mata berbinar dan memekik dalam hatinya "Hari ini aku mendapatkan jackpot!" karena melihat seragam yang mereka berdua kenakan.
"Kami kemari ingin mencari kuali obat" kata Mona malu-malu.
"Kemarin tuan muda dan Nona muda, aku akan menunjukkan kuali obat terbaik yang dijual di toko ini" dia berkata dengan antusias.
Mona tidak terbiasa dengan penyambutan berlebihan seperti itu. Tapi dia dan Gin tetap mengikuti sang pemilik untuk melihat kuali obat.
Sang pemilik membawa mereka ke salah satu rak yang dipenuhi dengan kuali obat dengan berbagai macam bentuk. Saat Mona melihat harga masing-masing kuali, dia tersentak kaget.
"Itu...sangat mahal" dia mengeluh dalam hatinya. Tapi dia mempunyai tabungan untuk hal darurat seperti ini. Dia merasa bersyukur bahwa bibinya dan gurunya memberinya uang saku setiap bulan, sehingga dia bisa menabung setiap bulannya. Dia pun memilih kuali obat yang sesuai dengan kantongnya tapi memiliki kualitas yang tinggi.
Sementara Gin langsung mengaktifkan skill obervasinya untuk memilih kuali obat yang terbaik. Dia tidak peduli dengan harga kuali obat di toko ini seperti Mona. Tapi dia cukup kecewa karena level semua item yang dia lihat hanyalah item biasa. Padahal pemilik itu berkata ini adalah item terbaik di tokonya tapi menurut sistem, semua item ini hanyalah item biasa.
__ADS_1
"Pak, apa benar hanya ini yang terbaik?" tanya Gin setelahnya. Dia mengira bahwa sang pemilik masih menyimpan beberapa item berharga.
Sang pemilik melihatnya dengan wajah bingung. "Iya Tuan muda. Ada apa? Apa tidak sesuai dengan selera tuan muda?" raut wajahnya tiba-tiba berubah sedih.
"Um, tidak. Aku hanya bertanya" kata Gin kemudian.
Dia memutuskan untuk membeli satu kuali di toko ini untuk kelasnya besok. Dia akan mengikuti pelelangan lagi untuk membeli kuali obat yang berkualitas. Begitulah yang dipikirkannya, sampai tiba-tiba dia melihat sebuah kuali tua di bagian paling bawah rak.
Kuali itu diletakkan secara tersembunyi di bagian bawah rak. Bentuknya kehitaman dan penuh karat. Kuali itu juga sudah berdebu dan terlihat sangat tua. Tidak terlihat seperti barang layak pakai. Tapi menurut skill observasinya itu adalah item yang langka.
Nama : Kuali Raja Naga
Level: Rare
Gin linglung saat dia membaca deskripsinya. Dia sedikit mengerti tentang tingkatan pil. Pil level 6 adalah pil yang sangat langka, yang hanya bisa diracik oleh kultivator tubuh ilahi. Tapi bisa dibuat dengan kuali ini dnegan keberhasilan 70%.
"Pak, berapa harga kuali itu?" tanya Gin.
"Oh?" sang pemilik kelihatan kaget saat dia melihat kuali tua yang berada di bawah rak. Dia bahkan tidak sadar bahwa benda itu ada di dalam tokonya. Tapi kuali itu terlihat seperti item tidak layak pakai.
"Tuan muda, kuali ini sudah rusak" katanya kemudian. Dia ingin membuangnya.
__ADS_1
"Aku ingin membelinya" kata Gin cepat.
"Apa?" Sang pemilik toko tersentak kaget. "Tapi aku tidak akan menjual item seperti ini. Kuali ini benar-benar tidak layak jual. Kalau tuan muda ingin, aku akan berikan secara gratis" katanya kemudian.
"Benarkah?" kali ini Gin yang tersentak kaget.
"Ya" sang pemilik itu mengangguk.
Gin langsung menyimpan kuali tua itu di ruang penyimpanan miliknya.
Raut wajah sang pemilih sedikit sedih saat melihat Gin memilih kuali tua itu. Dia berpikir Gin tidak akan membeli kuali obatnya yang memiliki kualitas lebih bagus. Gin menyadari hal itu. Jadi dia segera memilih kuali obat paling mahal dan membelinya.
Melihat Gin membeli kuali obat, wajah sang pemiik kembali cerah.
"Terima kasih Tuan Muda. Aku bisa menjamin bahwa kualitas kuali obat itu sangat bagus" sang pemilik tiba-tiba memberikan jempolnya.
Gin hanya mengangguk kecil dan meletakkan kuali itu ke dalam ruang penyimpanan miliknya.
Mona juga sudah selesai memilih. Dia memilih kuali obat yang tidak terlalu murah dan tidak terlalu mahal. Menurutnya, kualitas dan harga kuali obat itu benar-benar bagus. Saat sang pemilik membungkus kuali obatnya ke dalam kotak, Mona merasa sangat antusias.
Bagi Mona, meracik pil sangat bermanfaat. Karena itulah dia memilih kelas pil obat ini. Dia ingin belajar dan menjadi seorang alchemist. Setelah dia berhasil, dia bisa menjual pil obat yang dibuatnya. Dia membayangkan berapa banyak uang yang dia buat dengan melakukan hal itu. Karena itulah dia sangat antusias.
__ADS_1
"Tuan Muda dan Nona Muda, jangan sungkan untuk berkunjung kembali kemari" sang pemilik mengirim mereka pulang dengan ramah. "Hati-hati di jalan"
"Terima kasih, pak" jawab Gin dan Mona secara bersamaan.