
"Nona!" kedua jubah hitam lainnya langsung menghampiri gadis Aksara yang terhempas itu.
"Aku tidak apa-apa" gadis itu berkata dan kembali terbang. Dia menatap Gin dengan tatapan penuh kebencian. "Aku benar-benar akan membunuhmu!" dia berteriak penuh amarah.
Gadis itu mengambil ancang-ancang, ingin menyerang Gin. Tapi tiba-tiba mereka mendengar auman yang sangat keras. Gadis itu langsung membeku.
Satu-satunya pohon di padang rumput itu tiba-tiba membesar. Lalu akar pohon mulai muncul dari retakan tanah yang terbentuk dan akar itu muncul di seluruh retakan di padang rumput. Pohon itu semakin membesar dan membesar. Dua ranting besar tumbuh di sisi kanan dan kiri, membuat sosok pohon raksasa itu memiliki tangan dikedua sisinya.
Pintu masuk mereka juga sudah hancur berantakan karena tanah di bawah mereka retak menjadi puing-puing. Sehingga kesempatan terakhir mereka untuk keluar dari tempat ini benar-benar hilang sepenuhnya.
__ADS_1
Lalu dalam sekejap pohon itu memiliki dua mata dan mulut yang lebar. Pohon itu mulai membuka mulut raksasanya dan berkata. "Manusia kotor, beraninya kalian mencuri benih milikku dan menyelinap ke dalam duniaku!" katanya. Suaranya bergema di seluruh padang rumput.
Bahkan kepala desa berusaha menutup rapat kedua telinganya kerena suara itu merusak indra pendengarannya. Gin bisa melihat bahwa ada beberapa tetes darah yang keluar dari telinga kepala desa karena gendang telinganya rusak.
Ketiga jubah hitam itu masih membeku. Mereka belum pernah melihat mahluk seperti ini seumur hidup mereka. Mereka tidak mengerti bagaimana sebuah pohon bisa bergerak dan berbicara dengan bahasa mereka. Terlebih lagi, pohon raksasa itu memiliki anggota tubuh yang lengkap yang membuatnya bisa berpindah tempat. Kedua tangan yang terbuat dari ranting besar dan kedua kaki yang terbentuk dari akar pohon. Mereka tidak bisa mengkategorikan pohon raksasa hidup sebagai binatang sihir. Jadi mereka benar-benar merasa bingung.
Pohon itu mulai menggerakan kakinya dan akar-akar pohon tiba-tiba muncul dari dalam tanah untuk menyerang mereka. Semua orang langsung menghindari serangan itu. Walaupun gerakan akar pohon itu lamban, jumlah mereka banyak dan bentuk mereka sangat besar. Sehingga mereka merasa cukup sulit menghindarinya.
Akar-akar yang muncul dari dalam tanah itu terus menyerang ke arah mereka. Beberapa orang terkena pukulan dari akar raksasa itu, membuat pelindung mereka hancur.
__ADS_1
Sementara kepala desa melihat semua yang ada di depannya dengan wajah pucat pasi. Dia berteriak begitu keras sebelumnya dan menghabiskan semua suaranya. Dia tidak punya energi lagi untuk berteriak sekarang. Dia mempasrahkan dirinya menjadi karung manusia yang dibawa oleh Gin bolak balik dengan kecepatan supernya.
"Manusia busuk. Kalian benar-benar membuatku marah. Kembalikan benihku!" pohon raksasa itu berteriak. Suaranya bergema dengan sangat keras dan bahkan menimbulkan riak di udara.
Ketiga jubah hitam mendapati gendang telinga mereka pecah. Sementara kepala desa sudah jatuh pingsan karena tidak mampu menahan gelombang suara itu. Gin mendesah lega saat tahu bahwa pria tua itu tidak mati.
Gin berhasil memperkuat tubuhnya dengan mana. Sehingga gelombang suara itu tidak melukainya sama sekali.
(Skill menyerap gelombang lv.1 didapatkan)
__ADS_1
Dan entah bagaimana dia juga berhasil mendapatkan skill baru yang aneh secara kebetulan.