Tuan Muda, Jangan Lari!

Tuan Muda, Jangan Lari!
Mengumpulkan Bendera


__ADS_3

Ujian praktek dimulai keesokan harinya. Ujian praktek ini dilakukan untuk melihat apakah ada kemajuan signifikan dari kultivasi para murid. Setiap murid akan melakukan pengecekan kembali tentang ranah mereka masing-masing. Ujian praktek ini akan dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama adalah ujian kemampuan individual dan tahap kedua adalah ujian kelompok.


Ujian tahan pertama dilakukan di ruang kelas. Siyan akan mengecek perkembangan kultivasi semua murid. Ada beberapa murid yang berhasil menaikkan ranah mereka sebanyak satu tingkat.


"Sima Arai Tubuh perak level 8 "


"Li Seng Tubuh perak level 6"


Gin tidak mengira bahwa Li Seng berhasil menaikkan ranahnya sebanyak satu tingkat. Melihat anak itu selalu bermalas-malasan setiap harinya. Li Seng berkata dia berhasil menaikkan ranahnya dua hari sebelum ujian dan itu murni keberuntungan.


Lalu yang lebih mengejutkannya lagi.


"Yusa Arai Inti emas dasar level 1"


Tuan muda dari keluarga Arai berhasil menerobos ke inti emas dasar. Pemuda itu berhasil memecahkan rekor jenius yang dipegang oleh Fei Lan sebelumnya. Sekarang mereka memiliki dua kultivator inti emas di kela mereka.


Long An melihat Yusa Arai dengan tatapan iri. Pasalnya mereka sama-sama terjebak di tubuh perak level 10 sebelumnya. Tapi Yusa berhasil menerobos dan dia belum maju sama sekali. Dia tidak bisa membuat nama keluarga Long menjadi malu karena hal ini. Dia akan berlatih lebih keras dan meminta para penatua menyiapkan ramuan khusus untuknya.


Gin juga berhasil meningkatkan kultivasinya menjadi tubuh perunggu level 9. Dia mengalami kenaikan paling signifikan dari murid lainnya. Tapi sekali lagi, dia hanyalah kultivator tubuh perunggu yang bahkan tidak bisa dibandingkan dengan kultivator tubuh perak.


Ujian praktek tahap pertama pun selesai. Lalu ujian praktek tahap kedua pun dilaksanakan. Setiap murid akan memilih kertas undian yang menentukan di mana kelompok mereka secara acak. Gin mendapatkan nomor 5. Li Seng juga mendapatkan nomor 5. Mereka berada dalam satu kelompok.Selain Li Seng, Sima Arai juga berada di kelompok 5. Serta satu murid perempuan bernama Lian yang berada di tubuh perak level 6 juga. Sementara Fei Lan mendapatkan nomor 1 dan Mona mendapatkan nomor 3.


"Sejak aku yang paling kuat disini. Aku yang akan menjadi ketua kelompok" kata Sima percaya diri.

__ADS_1


Lian dan Li Seng mengangguk setuju. Tapi kemudian Li Seng melihat ke arah Gin. Tanpa sadar dia berhenti mengangguk dengan cepat. Sepertinya hanya dia yang tahu bahwa Gin lah yang terkuat dari mereka semua. Gin memiliki kekuatan setara kultivator inti emas.


Siyan menjelaskan peraturan tentang ujian tahap kedua. Setiap orang akan mendapatkan bendera masing-masing. Mereka harus menjaga bendera itu baik-baik. Jangan biarkan lawan mencuri bendera itu, kecuali mereka dikalahkan sepenuhnya.


Jadi tahap kedua adalah perebutan bendera yang dilakukan oleh antar kelompok. Setiap kelompok boleh mencuri bendera dari tim lainnya. Tapi ada beberapa bendera tersembunyi di beberapa tempat latihan yang sudah disediakan. Jadi setiap orang memiliki dua opsi, mencari bendera dengan menjelajah atau mencuri bendera dari kelompok lainnya.


Lokasi ujian akan dilaksanakan di hutan belakang akademi. Hutan itu cenderung aman dan tidak memiliki binatang iblis berbahaya. Ada beberapa binatang iblis tingkat rendah tapi para murid pasti bisa mengalahkannya. Ujian ini akan diadakan selama dua hari. Jadi para murid dituntut untuk menginap selama satu malam di hutan sampai waktu ujian berakhir. Nilai dari ujian tahap kedua ini ditentukan dari seberapa banyak bendera yang dikumpulkan.


"Ujian dimulai sekarang" Siyan mengumumkan. Lalu setiap murid mulai berlarian ke dalam hutan.


"Kalian dengarkan aku" Sima berlari di depan, memimpin tiga orang lainnya. "Kita harus bekerja sama. Tapi jangan menyerang kelompok lain yang memiliki kekuatan lebih kuat dari kita. Kalian tahu siapa yang harus dihindari bukan?"


"Dewi Lan dan kakakmu?" jawab Li Seng refleks.


Li Seng dan Lian langsung mengangguk setuju. Gin tidak memberikan respon apapun. Dia melihat sekeliling hutan selama dia berlari.


"Oh?" Gin menyadari sesuatu. Dia langsung melompat ke atas pohon. Ketiga orang di dekatnya sama sekali tidak menyadari pergerakannya karena mereka sibuk berbicara.


Gin melompat sejauh 5 meter dan dia menemukan satu bendera di cabang pohon, tersangkut. "Aku dapat satu" katanya santai sambil memasukkan bendera itu ke dalam sakunya. Lalu dia turun dan menyusul kelompoknya dengan cepat.


"Jadi kita harus mengatur strategi hari ini. Dan jangan lupa setiap orang harus berjaga bergantian nanti malam. Kita tidak bisa membiarkan musuh menyerang kita. Lalu cari tempat tersembunyi untuk tidur" kata Sima.


"Ya, kau benar. Aku benar-benar takut ada yang menyelinap saat kita tidur" kata Li Seng dengan wajah pucat.

__ADS_1


"Jangan takut. Aku mempunyai teknik mengintai. Aku akan menyadari musuh saat mereka berada beberapa meter dari kita" lanjut Sima percaya diri.


SAT!


Gin berlari ke samping dan dia menemukan bendera lainnya di semak-semak. Lalu dia kembali lagi ke kelompoknya.


Gin mengaktifkan skill mata elang miliknya. Jadi dia bisa melihat objek dengan jelas dari jauh walaupun dia berlari dengan cepat. Warna bendera itu sangat mencolok, jadi dia dengan cepat menemukannya. Walaupun bendera itu berada di atas pohon, semak-semak, gudukkan pasir, jurang kayu, dan sebagainya.


Selama tiga puluh menit berlari, Gin melompat ke kiri, kanan dan atas, mengumpulkan semua bendera yang dilihatnya. Sementara ketiga orang di depannya sibuk berbicara tentang strategi atau apalah itu.


Gin menyadari bahwa kedua saku celananya sudah penuh. Dia sudah mengumpulkan sepuluh bendera!


"Aku tidak bawa tas..." gumamnya sedih. Dia berharap dia bisa menemukan plastik kresek di hutan ini, jadi dia bisa menyimpan benderanya di sana. Kalau tidak, mau tidak mau dia harus mengorbankan bajunya sebagai tempat penyimpanan.


Sementara Gin sibuk memikirkan saku celananya yang penuh. Gin juga memikirkan ketiga orang di depannya yang berlari selama tiga puluh menit tanpa melakukan apapun. Gin bingung. "Bukankah kita harus mengumpulkan bendera? Kenapa mereka bergosip?" pikir Gin saat dia menyadari bahwa ketiga orang itu mulai membicarakan orang lain dan sama sekali tidak mengumpulkan bendera. Walaupun ada beberapa bendera yang hanya berjarak beberapa kaki dari mereka.


"Dewi Lan sangat hebat. Kita harus memperhatikan teknik es dan api miliknya. Keduanya berbahaya"


"Long An memiliki teknik tinju api yang bisa membelah pohon"


"Ken Ilya memiliki teknik kaki yang berbahaya. Dia sangat cepat dan ahli dalam menyelinap"


Sima mulai menjelaskan keahlian semua orang. Dan Gin berpikir bahwa dia sedang bergosip tentang semua orang.

__ADS_1


__ADS_2