Tuan Muda, Jangan Lari!

Tuan Muda, Jangan Lari!
Segel yang Lepas


__ADS_3

Pertarungan tidak imbang itu pun akhirnya dimenangkan oleh kelompok Yusa. Fei Lan kehilangan dua teman kelompoknya. Keduanya babak belur dan tidak bisa bangun. Keduanya sudah meminum pil penyembuhan sebanyak tiga kali, tapi mereka dikalahkan lagi dan lagi.


Fei Lan sendirian. Tapi dia berhasil menyerang dua orang dari kelompok Yusa dan membuat mereka muntah darah. Walaupun begitu, dia kewalahan. Pada akhirnya, dia kalah jumlah. Dia yakin bisa mengalahkan Yusa yang baru saja menerobos. Tapi dia tidak menyangka bahwa Sima tiba-tiba ikut campur.


"Dewi Lan dalam kondisi yang buruk. Aku ingin membantunya" kata Li Seng. Walaupun begitu dia tidak bergerak sama sekali dari tempat persembunyiannya.


Lian menatapnya penuh arti. "Kalau begitu, aku akan membantumu"


"Eh?"


Lian bergerak secepat kilat dan menendang Li Seng tepat di bokongnya dengan kekuatan penuh. Li Seng pun terlempar ke depan dan jatuh tepat di tengah-tengah pertarungan.


"Apa yang kau lakukan?!" Li Seng berteriak marah.


Sementara Lian hanya tertawa geli sambil memberi aba-aba. "Semangat"


Dan hal itu membuat wajah Li Seng memerah karena dia menahan amarahnya.


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Sima sambil mengerutkan keningnya.


"Eh? Tidak...itu..." Li Seng ingin menjawab bahwa dia tidak ingin ikut campur. Tapi tiba-tiba dia merasakan hawa menakutkan di punggungnya. Hawa itu berasal dari Fei Lan.


"Bukannya kau ingin membantuku?" kata Fei Lan penuh arti sambil tersenyum menakutkan.


Li Seng bergidik ngeri. "I...iya..."


"Dasat gendut bodoh. Apa kau ingin melawan ketua kelompokmu sendiri?" seru Sima tak percaya.


"..." Li Seng tak menjawab. Dia tidak ingin bertarung. Dia takut mati!


"Li Seng, kau lawan bocah itu. Aku akan mengurus Yusa" kata Fei Lan langsung sambil menyerbu ke arah Yusa. Dan pertarungan di antara keduanya di mulai lagi.


"Kau benar-benar mengigit temanmu sendiri" kata Sima kesal sambil menyerang Li Seng dengan pedangnya.


Li Seng menghindari serangannya. "Sejak kapan kita berteman?" katanya ketus.

__ADS_1


Sementara di semak-semak, Lian terlihat menikmati pertarungannya. "Bukankah ini menyenangkan?" katanya sambil melihat ke samping. Dia bermaksud berbicara dengan Gin.


"Eh?" tapi pria itu tidak ada di sana. "Pergi kemana dia?"


Saat Li Seng terlempar ke tengah-tengah pertarumgan, Gin memutuskan untuk mencari lebih banyak bendera. Dia menemukan beberapa bendera yang tersembunyi di ranting pohon dan semak-semak. Dia sudah mengumpulkan dua puluh bendera sekarang.


Tiba-tiba dia mendeteksi sesuatu yang aneh di bawah kakinya. Seluruh tanah di hutan itu tiba-tiba bergetar dengan kuat dan membuat beberapa pepohonan tumbang.


Gin melihat bahwa tanah di bawah kakinya mulai retak, jadi dia segera melayang ke atas dengan ekspresi bingung.


"Gempa?" Dia tidak pernah mengira bahwa gempa juga akan terjadi di dunia ini.


Tanah di bawah kakinya terbelah. Lalu keluar sekelompok orang dari dalam tanah. Orang-orang itu terbang dengan cepat menuju ke permukaan. Mereka adalah Yurion dan para bawahannya.


Yurion melihat Gin dan sontak memeluknya sambil menangis. "Penatua, tolong kami!"


"...." Gin sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi.


***


"Manusia bodoh! Berani-beraninya kalian menyegelku. Aku akan menghancurkan kalian semua!" suara yang keluar dari peti harta itu mengeluarkan resonansi yang sangat tinggi sehingga membuat dinding ruang bawah tanah ini mulai runtuh.


"Siapa kau?" tanya Yurion. Dia merasa bahwa mahluk yang di depannya ini sama sekali bukan manusia.


"Aku adalah raja iblis!" suara itu mengaum dengan bangga. "Terimalah pembalasanku, manusia!" peti harta itu mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan. Lalu tiba-tiba seluruh ruangan mulai runtuh.


"Boss, ayo lari!"


Mereka langsung melesat terbang dengan cepat menyusuri lorong dan naik ke permukaan. Mereka membakar seluruh energi qi mereka untuk itu.


***


Gempa yang sangat besar terjadi di seluruh hutan. Bahkan menyebabkan isi hutan mulai hancur berantakan. Para guru dari akademi Jin Shi segera keluar dari persembunyian untuk membawa para murid kembali ke akademi secepat mungkin.


Seekor singa raksasa yang sedang tertidur di penjara bawah tanah akademi mulai membuka matanya. Matanya memerah dan singa itu mulai tersenyum.

__ADS_1


"Kukukuku, aku akan membalas dendam!"


Lalu secara perlahan tubuhnya memudar menjadi cahaya. Meninggalkan ruang gelap yang kosong.


Kehebohan besar juga terjadi di akademi. Setiap guru mulai berhamburan karena sirine peringatan yang berbunyi.


"Kemana kepala sekolah?" Siyan langsung bertanya saat dia melihat ruangan yang kosong.


"Dia bilang dia pergi bertapa" seorang pria gemuk yang menjabat sebagai wakil mulai menjawab dengan senyum pahit.


"Ya, pergi bertapa saat bahaya level 1 mengancam kota ini. Semua ini karena pria tua bodoh itu. Kalau dari awal dia tidak menyimpan iblis itu ke sekolah ini..." Siyan menggertakan giginya kesal.


"Nona, jangan terlalu membencinya. Lagipula dia ayahmu" Wakil kepala sekolah itu menghiburnya.


"Sigh. Dia hanyalah ayah yang kolot"


Siyan marah pada kepala sekolah, ayahnya karena beberapa hal. Beberapa tahun yang lalu, mereka menemukan binatang sihir dengan tingkat kultivasi tinggi dan mengerti bahasa manusia.


Saat itu, binatang sihir itu menyebut dirinya sebagai Raja Iblis dan berhasil mencapai tahap awal tubuh Ilahi immortal level 10, hampir mencapai level tubuh ilahi. Dan binatang sihir itu masih berumur sangat muda. Dia adalaah binatang sihir yang sangat berbakat.


Perlu diketahui, binatang sihir lebih kuat dari para kultivator manusia. Biasanya, untuk menaklukan satu binatang sihir level immortal, membutuhkan lima kultivator immortal manusia.


Penatua dari lima keluarga besar membentuk kelompok berburu dan berhasil menangkapnya. Saat itu ayahhya, sang kepala sekolah juga termasuk dalam kelompok itu. Mereka bermaksud untuk menundukkan mahluk itu, bukan membunuhnya.


Mereka sangat serakah dan ingin memiliki binatang sihir itu di pihak mereka. Tapi hanya satu orang yang bisa memilikinya. Dan mereka pun melakukan cabut undi. Ayahnya berhasil memenangkan undian dan membawa binatang sihir itu ke akademi untuk dilatih.


Siyan tidak setuju. Binatang sihir itu mengeluarkan aura jahat dan selalu berbicara mesum serta kurang ajar padanya. Siyan ingin memusnahkan binatang sihir itu. Tapi ayahnya menghalanginya.


Dia pun kabur dari rumah karena bertengkar dengan sang ayah. Akhirnya, sang ayah membujuknya dan berkata bahwa dia akan menyegel binatang sihir itu. Menyegep wujud aslinya dan memakai wujud miniatur sebagai kantong pasir untuk latihan para murid.


Dan sekarang segel binatang sihir itu terlepas. Berdasarkan kekuatannya saat ini, binatang sihir itu sudah menerobos ke tubuh ilahi.


Siyan sakit kepala. Ayahnya harus bertanggung jawab tapi pria tua itu melarikan diri.


"Beritahukan lima keluarga besar untuk berkumpul. Siaga level 1" kata Siyan serius.

__ADS_1


__ADS_2