
Gin merasa bahwa tubuhnya terbang dengan cepat melintasi langit. Lalu ada sebuah tangan besar yang memegangi tubuh nya. Seseorang membawanya pergi. Dia tidak melawan karena dia tidak merasakan hawa jahat dari orang itu. Jadi dia membiarkannya.
Walaupun mereka bergerak cepat, Gin bisa melihat wajah pria itu dengan jelas. Itu adalah seorang pria tiga puluhan dengan tubuh berotot dan sedikit kecoklatan. Dia sedikit tampan, terlihat seperti salah satu ksatria yang terkenal di kehidupan masa lalunya. Dan kelihatan nya pria itu juga kuat.
Pria itu membawanya ke pusat kota. Gin sedikit terkejut saat pria itu menuju ke gedung apartemen nya dan menyelinap masuk melalui jendela kamarnya.
"Kenapa kau tahu rumahku?" Gin bertanya tanpa sadar.
Pria itu tidak menjawab. Dia meletakkan Gin dengan perlahan lalu menatap nya dengan mata penuh kasihan.
Brian sadar akan sesuatu saat dia memegang Gin. Tubuh pemuda di depannya sangat lemah. Benar-benar lemah. Dia hampir tidak merasakan aliran Qi di tubuhnya yang menyatakan bahwa dia tidak memiliki bakat apapun. Keberadaan nya sama seperti orang-orang biasa di kota ini.
Jadi dia cukup kasihan dengan keberadaan Gin. Walaupun dia cucu dari kakek menyebalkan itu, mereka tidak akan pernah hidup bersama. Karena pemuda ini tidak cocok untuk tinggal di kediaman keluarga Arai.
"Jaga dirimu dengan baik. Aku tidak menjamin akan menyelamatkan mu lain kali" Kata Brian dengan wajah serius.
Gin bingung. Dia membuka mulutnya, ingin bertanya lagi. Tapi Brian menghilang dengan cepat.
"Siapa paman itu?" Gin bergumam bingung. Dia tidak pernah bertemu dengan nya sama sekali. Tapi kelihatannya pria itu datang untuk menyelamatkan nya. Gin cukup berterima kasih karena usaha baiknya. Dia juga berpikir pria itu mungkin berhubungan dengan keluarga Arai. Serta Gin tidak menyangka bahwa keluarga itu akan mengirim kan seseorang untuk menyelamatkan nya. Ini diluar ekspektasi nya.
Saat dia sibuk berpikir, tiba-tiba sesuatu bergerak di dalam sakunya. Gin langsung merogoh sakunya dan menemukan batu kecil.
"...."
Ini adalah batu pusaka itu. "Bentuk dan warnanya mirip. Tapi kenapa jadi kecil?" Gin bergumam. Dan dia tidak tahu sejak kapan batu pusaka aneh itu menyelinap ke dalam sakunya sambil merubah ukurannya. Dia tidak merasakannya sama sekali.
Batu itu tidak bisa berbicara. Tapi itu melompat dari tangan Gin lalu naik ke bahunya. Dan mulai melompat-lompat tidak jelas. Seperti menginginkan sesuatu.
"Apa yang kau inginkan?" Gin bertanya. Tapi tentu saja batu itu tidak bisa berbicara dan hanya melompat.
Wajah Gin berubah cemberut. "Aku tidak mengerti apa yang kau inginkan. Tapi kau benda yang sangat menarik." kata Gin. Kalau batu ini berada di dekat nya, dia bisa berkultivasi dengan mudah karena batu ini memiliki banyak sekali qi.
Batu itu terdiam. Lalu turun ke bawah dengan tiba-tiba dan mulai meninggalkan goresan di lantai apartemen nya.
__ADS_1
Gin ingin marah saat batu kecil itu mulai menggores lantainya. Tapi dia langsung berhenti karena melihat bahwa gerakan batu itu sangat rapi. Batu pusaka aneh itu sedang menuliskan sesuatu di lantai rumahnya!
Walaupun kelihatannya batu itu kesulitan, Gin tidak menganggunya sama sekali. Dia menunggu sampai batu itu selesai menulis. Dan ternyata tulisannya sangat panjang.
Akhirnya sepuluh menit berlalu. Batu itu berhenti bergerak dan mulai melompat-lompat di dekat kaki Gin. Gin mengerjap kan matanya tak percaya saat dia melihat tulisan yang ada di lantai rumahnya.
Ayo bertukar! Aku ingin manamu dan aku akan memberikan mu energi Qi!
Hanya kalimat sederhana. Tapi memiliki arti yang sangat mencengangkan. Gin tidak menyangka bahwa batu pusaka itu mengetahui tentang kekuatan mana yang di berikan oleh sistem. Awalnya Gin hanya tertarik padanya karena batu itu memiliki qi yang sangat banyak. Itu bisa meningkatkan kultivasi seseorang dengan cepat.
"Kau ingin manaku?" tanya Gin tak percaya.
Batu itu melompat bahagia sebagai respon nya. Gin mengambil batu itu lalu dia mulai mengeluarkan energi mananya. Dan dia cukup kaget saat melihat batu itu menyerap mananya dengan cepat. Gin tidak berhenti sampai batu itu berhenti menyerap nya. Akhirnya dia kehilangan 2000 mana saat itu.
Setelah memenuhi perutnya, batu itu diam tidak bergerak. Gin menggoyang nya beberapa kali, tapi batu itu tidak merespon.
"Apa dia mati?" gumam Gin bingung. Lalu dia menyadari bahwa pertanyaannya sangat bodoh. Bagaimana mungkin benda mati bisa mati? Jadi Gin meletakkan batu itu dengan lembut di atas meja belajarnya.
Gin juga merasakan bahwa batu itu memancarkan gelombang energi aneh dan energi itu sedikit menggelitik tubuhnya. Dia tahu bahwa itu adalah energi Qi.
Dia terus berkultivasi dan menerobos dua kali. Dalam sekejap dia menjadi kultivator tubuh perunggu level 9. Dia menerobos semudah itu hanya dalam satu hari. Kalau orang lain mengetahui nya mereka pasti akan muntah darah. Bahkan orang yang sangat jenius pun perlu beberapa bulan untuk menerobos ke tingkat yang lebih tinggi. Tapi Gin, individu tanpa bakat menerobos dua tingkat puncak hanya dalam beberapa jam.
Gin selesai bermeditasi. Dia berhenti bermeditasi karena dia tidak merasakan energi Qi apapun dari batu itu. Dia sudah menyerap semuanya. Tapi batu itu masih tidak bergerak dan hanya berdiam diri di tempat. Gin berpikir mungkin batu itu tidur dan dia tidak terlalu mempedulikan nya.
Tapi tiba-tiba dia teringat sesuatu. "Gameku!" dia menjerit kaget. Tapi hari sudah mulai gelap. Event diskon dari game edisi terbatas itu sudah lewat. Hanya ada sepuluh item game, Gin yakin bahwa semuanya sudah habis terjual.
"Ah...." Gin menangis dalam hati. Harusnya sekarang dia menikmati waktu santainya untuk bermain game. Tapi dia malah melupakan nya dan sibuk berkultivasi sampai lupa waktu.
***
Yurion membasahi tenggorokan nya yang kering dengan air liur. Para bawahannya juga melakukan nya tanpa sadar.
"Halo!" suara kekanak-kanakan terdengar dari balik ponsel. "Paman! Kau berhasil mendapatkan hadiah untuk Qiqi bukan?" katanya. "Ayo cepat bawa kemari. Ayah sudah menunggu kalian pulang. Qiqi ingin hadiahnya!" putri kecil itu menuntut.
__ADS_1
"Putri...maaf...." Yurion berkata dengan takut-takut. Dia takut putri kecil itu menangis. Tapi itu lebih baik daripada harus berbohong dan mendapat hukuman yang lebih berat.
Putri kecil ini bernama Qiqi. Dia adalah putri kecil dari atasan mereka, pemimpin Boroxi dan juga seorang kultivator ilahi.
Boroxi sering menjalankan misi mencuri dan mengambil benda aneh karena Qiqi. Putri kecil ini selalu menginginkan benda langka dan cantik secara random. Sehingga mereka harus menjadi pencuri profesional untuk mendapatkan nya. Dan membuat nama mereka menjadi terkenal di seluruh dunia. Apalagi mereka tidak bisa menolak permintaan putri kecil itu karena ayahnya adalah seorang kultivator ilahi. Kalau mereka menolaknya, sudah pasti mereka akan menghilang dari dunia ini.
"Bawahanku yang bodoh menjatuhkan nya dan menghilangkan nya" kata Yurion sedih. "Putri, kami minta maaf. Kami akan membiarkan mu menghukum kami sebagai kuda. Tapi jangan menangis oke?"
"..."
Tidak ada jawaban dari sisi lainnya.
"Hilang?" kemudian mereka mendengar gumaman putri kecil itu. Tapi anehnya tidak ada tanda-tanda isak tangis, jadi Yurion sedikit lega.
"Putri, maafkan kami" kata Yurion menyesal. Lalu dia menatap tajam kepada semua bawahannya seakan-akan memberi mereka perintah.
"Putri, maafkan kami" akhirnya kelima orang itu meminta maaf secara serentak.
"Kami akan mencari gantinya oke. Ada banyak batu bagus di dunia ini" kata Yurion mencoba menghibur nya. Walaupun dia tahu bahwa sulit menemukan batu pusaka seperti itu. Terlebih lagi mereka perlu merampok di tempat lain dan membuat bibirnya berkedut saat memikirkan nya.
"Bagaimana kalian bisa begitu bodoh!" Qiqi berteriak. "Aku ingin batu itu! Aku tidak ingin yang lain. Qiqi ingin membuat kalung untuk ayah! Hanya batu itu yang cocok!" gadis kecil itu berteriak, hampir menangis.
Tubuh Yurion menegang. "Putri kecil, maafkan kami. Kami akan mencari penggantinya. Jangan menangis oke. Kami akan menjadi kuda juga..." katanya dengan nada menyakitkan. Itu sulit untuk menjadi kuda. Mereka perlu membawa gadis kecil itu di punggung mereka dan berjalan dengan empat kaki seperti hewan selama 24 jam. Itu adalah penderitaan, tapi mau bagaimana lagi.
"Baiklah, aku akan memaafkan kalian..."
Yurion mengerjap tak percaya. Apa iblis kecil ini memaafkan mereka? Semudah ini? Apa iblis kecil ini tiba-tiba menjadi malaikat sekarang?
"Aku akan maafkan kalau kalian mencarinya!" Qiqi berteriak keras.
Yurion langsung menjauhkan ponselnya karena gendang telinganya hampir pecah.
"Temukan itu atau jangan kembali! Kalau kalian tidak menemukan nya, aku akan menyuruh ayah menjadikan kalian makanan ternak!" teriaknya. Lalu TUT! Panggilan nya terputus.
__ADS_1
Lima orang itu membeku di tempat dengan wajah pucat.