Tuan Muda, Jangan Lari!

Tuan Muda, Jangan Lari!
Menikahlah denganku!


__ADS_3

"Cih, serangan kecil seperti itu tidak akan bisa melukai penatua" celoteh Yurion. Dia membusungkan dadanya bangga dan senyum mengejeknya semakin lebar. Padahal dia hanya berlindung di punggung Gin dan tidak melakukan apapun.


Nio mendengus marah. Urat-urat kekesalan muncul di keningnya dan dia menatap Yurion dengan mata melotot. "Diam kau pengecut! Aku akan memotong lidahmu kalau kau bicara lagi" teriaknya kesal.


Yurion menjulurkan lidahnya. "Ayo datang, kemari" ejeknya. Kelima bawahannya juga melakukan hal yang sama. Mereka melakukan semua itu untuk membuat Nio lebih marah.


Tapi Nio berusaha merendam amarahnya. Dia menghela napas dan menenangkan dirinya. Lalu dia melihat Gin dengan tatapan serius. Seseorang yang sudah menahan serangan immortal sepertinya tanpa terluka sedikit pun adalah sosok yang kuat. Dia bahkan tidak bisa melihat tingkat kultivasi milik Gin yang sebenarnya. Dia yakin Gin sedang berpura-pura sekarang.


"Penatua, ini adalah urusan keluarga kami. Aku harap penatua tidak ikut campur" kata Nio sopan sambil menangkupkan kedua tangannya untuk memberi hormat.


"Lalu kenapa kau menyerangku?" tanya Gin. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa dia akan diserang tiba-tiba seperti itu.


Nio menelan ludah karena gugup dan wajahnya sedikit pucat. "Maafkan aku penatua. Aku sedang marah saat itu dan tidak bisa menahannya." kata Nio serius.


"Dia berbohong penatua!" sergah Yurion. "Aku bukan keluarganya. Hei, kalian memperlakukanku seperti anjing. Aku bukan bagian dari kalian sama sekali" kata Yurion dengan berani. "Dia bermaksud untuk menyerang penatua karena dia pikir dia lebih kuat. Lagipula dia sombong" Yurion langsung memprovokasi Nio dan Gin.


Tapi Gin tidak memakan provokasinya. "Semuanya terjadi karenamu" katanya serius. Dia hanya ingin mengambil peliharaannya dan dia jadi terlibat masalah karena bertemu dengan Yurion.


Melihat Gin menatapnya dengan kesal, Yurion gugup. Dia langsung melepaskan pegangannya dari bahu Gin. Dia ingin melarikan diri.


Tapi tiba-tiba suara kekanakan terdengar. "Aku menemukanmu para idiot!"


Lalu seorang pria setengah baya dengan rambut pirang muncul bersama seorang gadis kecil yang terlihat seperti boneka. Mereka adalah Qiqi dan Pria bernama Zam. Qiqi itu menatap Yurion dan yang lainnya dengan tatapan penuh kekesalan. "Aku akan memukulimu paman Yurion" katanya sambil menggertakan gigi.


Lalu gadis kecil itu menatap Nio. "Paman Nio, kenapa kau tidak menangkap mereka?"


Nio menjawab dengan gugup. "Itu, nona...itu..."


Qiqi mulai mengamati situasinya dan dia menemukan seorang pemuda asing dengan seragam sekolah. Lalu matanya membelalak kaget saat dia melihat burung kecil di pelukan pemuda itu dan kucing jelek yang berdiri di sepatunya.

__ADS_1


"Hei itu kalian." seru Qiqi tak percaya.


Zam juga tersentak saat melihat kucing jalanan dan burung kecil yang dia temui kemarin.


Qiqi melihat ke arah Gin. "kakak, mereka adalah milikmu?" dia menunjuk Muca dan Bimba.


Gin mengernyitkan keningnya. "Ya" Entah kenapa perasaannya sangat buruk saat dia melihat sikap Qiqi.


"Berikan mereka padaku. Aku akan memberikan hadiah untukmu sebagai gantinya" kata Qiqi sambil tersenyum percaya diri.


"Tidak" jawab Gin dengan cepat.


Wajah Qiqi langsung berubah cemberut. "Kakak, Qiqi bisa menghajarmu loh. Lebih baik serahkan mereka sekarang. Qiqi janji Qiqi akan merawat mereka dengan baik" kata Qiqi.


"Tidak"


Zam mengangguk tapi Nio melihatnya dengan ragu.


"Anu, nona..." Nio menggumam dengan penuh keraguan.


Tapi Zam langsung menatapnya dengan tajam dan berkata. "Apa kau membantah perintah Nona muda?"


Nio akhirnya memasang wajah pasrah dan mengangguk. Lalu dia melihat Gin dengan tatapan tidak pasti. "Ayo serang dia dengan kekuatan penuh kita. Tingkat kultivasinya lebih tinggi dari kita" Nio memperingatkan Zam.


Zam mengangguk setuju. Dia mengeluarkan senjata sihirnya. Itu adalah senapan sihir berwarna perak. Sementara senjata sihir milik Nio adalah sarung tinju karena dia seorang petarung.


Melihat dua orang yang ingin menyerangnya, Gin menyerahkan Muca yang sedang tertidur di punggung Bimba. Lalu dia menyuruh Bimba untuk melindunginya. Bimba mengangguk pelan.


Gin menggunakan mananya untuk memperkuat tubuhnya lagi. Dia menggunakan skill pertahanan dan skill kecepatan miliknya. Lalu dia sedikit bingung untuk memilih skill lainnya. Ada banyak skill di dalam databasenya yang belum pernah dia gunakan sama sekali. Karena dia tidak suka berkelahi. Lagipula motto hidupnya adalah bersantai dan hidup nyaman.

__ADS_1


Saat Gin sibuk berpikir memiliih skill percobaan yang ingin dia pakai, Nio dan Zam sudah menyerangnya. Zam menembak ke arahnya dan cahaya keemasan raksasa langsung menyerang ke arah Gin. Nio juga langsung melemparkan tinju api raksasanya. Kali ini ada dua tinju api raksasa. Semua serangan itu menuju ke arah Gin secara langsung.


BOM! BOM! BOM!


Serangan itu mengenai Gin. Udara di sekitar mereka bergetar dan angin yang sangat kuat terbentuk. Untung saja mereka bertarung di atas langit sehingga pemukiman di bawah mereka tidak terlalu terkena dampaknya. Hanya dampak angin kencang yang terbentuk karena pertarungan para immortal.


Mereka mengira serangan mereka berhasil melukai Gin. Tapi Gin berhasil menahan serangan mereka dengan telapak tangannya. Semua energi qi itu menyentuh telapak tangan Gin dan menghilang di udara. Kali ini Gin menggunakan skill penetrasi yang belum pernah digunakannya. Entah kenapa skill ini bisa mempunyai level maksimal. Saat dia menggunakannya, semua energi qi yang menyerangnya tiba-tiba lenyap. Rasanya berbeda seperti saat dia menahan serangan Nio seperti sebelumnya. Kali ini dia tidak merasakan apapun yang menyentuh telapak tangannya.


Gin menghilang dari tempatnya dalam sedetik. Skill kecepatan terbang digunakan. Lalu dia muncul di hadapan Nio dengan cepat. Nio membelalak kaget karena kecepatan itu tidak bisa dilihat oleh matanya sama sekali. Gin langsung melayangkan tinjunya. Dia tidak menggunakan kekuatan penuh. Dia takut membunuh orang.


BAM! Bunyi hantaman keras terdengar. Nio menahan serangan Gin dengan menyilangkan kedua lengannya. Lengannya terkena pukulan Gin dan patah. Lalu dia terlempar beberapa meter dan jatuh ke bawah, menghantam tanah.


Gin menghilang dengan cepat dari tempatnya lagi dan muncul di depan Zam. Dia melayangkan tendangannya. Zam berhasil mengaktifkan alat sihir pertahanannya. Tapi pelindung sihirnya tidak mampu menahan momentum tendangan Gin. Dia pun terlempar ke belakang dan jatuh menghantam tanah.


Pertarungan berakhir seperti itu. Qiqi melihat semuanya dengan mulut menganga. Sementara Yurion tersenyum bangga.


Zam dan Nion berusaha terbang sambil batuk darah. Organ dalam mereka terluka. Bahkan Nio menderita patah tulang.


Gin mengira semua orang ini akan ketakutan dan pergi dari hadapannya. Tapi gadis kecil berambut pirang itu mendekatinya dengan tatapan serius.


"Tidak nona..."


"Jangan kesana Nona"


Nio dan Zam berusaha menghentikan Qiqi untuk mendekati Gin. Tapi terlambat. Qiqi mendekat ke arah Gin tanpa takut dan tiba-tiba memeluknya.


"...." Semua orang yang berada di tempat itu terdiam.


"Kakak, menikahlah denganku!" kata gadis itu lantang. Membuat semua orang membeku. Bahkan Gin juga membeku.

__ADS_1


__ADS_2