Tuan Muda, Jangan Lari!

Tuan Muda, Jangan Lari!
Penyusup yang ditemukan


__ADS_3

Gin merasa bahwa sosok yang mengawasinya menghilang entah kemana. Dia merasa sangat lega.


"Aku sekarang sudah terbiasa. Kau memiliki banyak sekali penguntit, sangat populer" kata Bimba sarkas. Gin tidak tahu harus menganggap itu sebagai pujian atau ejekan.


Gin melihat Muca yang sudah menerobos. Walaupun tingkat kultivasinya menjadi lebih kuat, burung kecil itu tidak tumbuh sama sekali. Bentuknya masih seperti anak burung yang sangat kecil.


Gin menatap Bimba. "Kau ingin mana?" tanyanya tibat-tiba.


Bimba melonggo, dia tidak pernah menduga akan bertanya hal seperti itu padanya. "Tentu saja" jawabnya bersemangat. "Tapi berikan sedikit saja" sambungnya kemudian. Dia tidak mau menyerap mana secara berlebihan dan meledak. Dia tidak mempunyai kondisi tubuh yang khusus seperti Muca. Yang dapat menyerap sebanyak apapun, lalu hanya perlu tidur untuk mencerna semuanya.


Gin berpikir, lalu dia memberikan 1000 mana untuk Bimba. "Bagaimana?"


"Aku menyukainya. Lebih bagus kalau aku makan setiap hari" jawabnya sambil melihat Gin dengan rakus. Kalau dia secara rutin menyerap mana milik Gin, mungkin dia juga akan menerobos ke tingkat selanjutnya.


Lalu, penguntit yang menghilang itu tiba-tiba muncul lagi di apartemennya. Gin benar-benar tidak menyangka bahwa dia akan sangat gigih seperti itu. Tapi Gin membiarkannya. Gin berpikir penguntit itu akan bosan dengan sendirinya dan pergi.


Rain tetap gigih mengawasi Gin. Bahkan dia mengawasinya saat Gin sibuk bermain game, makan dan tidur. Dia tetap ada disana walaupun sudah tengah malam. Rain memutuskan untuk menginap. Dia bahkan masuk ke dalam kamar mandi Gin diam-diam dan mandi disana.


"..." Gin yang menyadarinya tidak bisa berkata-kata sama sekali. Penguntit itu benar-benar menjadikan apartemennya sebagai rumah pribadi. Mencuri isi kulkasnya dan bahkan menggunakan kamar mandinya. Baru kali ini Gin melihat penguntit yang tidak tahu malu.


Keesokan harinya, Gin melakukan lari paginya saat dia menuju ke akademi. Dia membiarkan energi qi nya mengalir di seluruh tubuhnya. Lalu dia menggunakan stamina dan energi qi nya untuk berlari. Di hari pertama, Gin merasa sedikit kelelahan tapi sekarang dia sudah merasa terbiasa.


Saat sampai di akademi, dia masih melanjutkan lari paginya mengelilingi akademi. Bahkan Rain yang mengikutinya juga merasa heran.


"Apa yang dia lakukan?" pikirnya bingung. Rain tidak pernah menduga bahwa SMA Jin Shi akan mempunyai pelatihan ini. Dia berpikir pelatihan yang dia dapatkan waktu kecil berkali-kali lipat lebih baik. Padahal akademi ini adalah sekolah terkenal di negera ini.


Gin mengelilingi akademi sambil berlari kecil. Dia mengatur napasnya agar ritmenya seirama dengan kakinya. Jujur saja dia malas untuk melakukan hal seperti ini. Tapi latihan ini membuat otot-otot tubuhnya lebih kencang dan kuat. Walaupun dia bisa menggunakan sihir penguatan tubuh. Tetap tidak ada salahnya melakukan hal seperti ini. Anggap saja sebagai olahrga.

__ADS_1


Gin mengelilingi area belakang akademi. Lalu dia melihat seseorang disana. Dia tidak terlalu peduli dan hanya berlari melewatinya. Tapi tiba-tiba orang itu menyerangnya. Sontak Gin langsung menghindar dengan cepat.


Sosok yang menyerangnya adalah salah satu murid di akademi ini. Karena mereka memakai seragam yang sama. Tapi Gin tidak mengenalnya. Sosok itu menggeram dengan mata memerah padanya, seperti binatang.


Gin menatapnya dengan linglung. "Um, halo?" tanyanya ragu-ragu.


Tanpa mempedulikan sapaan Gin, sosok itu menyerangnya dengan ganas. Bahkan menggunakan basis kultivasinya. Gin lelah. Dia tidak mau diganggu ataupun diajak bercanda. Dia berpikir seseorang mempermainkannya lagi. Jadi dia langsung menghajar sosok itu. Tidak terlalu keras. Tapi sosok itu terlempat dan menghantam pagar akademi dan pingsan.


Gin panik. Tapi dia mengecek bahwa sosok itu masih hidup. Jadi dia mendesah lega dan meninggalkan tempat itu sebelum ada yang melihat.


Rain tidak menyangka bawa Gin juga bisa mengalahkan kultivator inti emas. Pemuda yang menyerangnya adalah kultivator inti emas dasar level 2. Dan kelihatannya pemuda itu adalah seniornya. Tapi ada yang aneh karena kondisi pemuda itu tidak terlihat normal sama sekali. Jadi dia mengecek pemuda itu dan menemukan sesuatu yang tidak pernah dia duga. Sebuah lencana aneh ada di sakunya dan sebuah botol kecil berisi obat yang sudah tidak penuh lagi.


Rain menatap Gin yang hampir menghilang dari pandangannya. "Apa ini kebetulan?" gumamnya. Dia ingin menyelidiki Gin lebih jauh. Tapi dia harus memberitahu yang lain tentang hal ini. Jadi dia akan mengabaikan Gin untuk sementara.


Lima ketua divisi khusus pun berkumpul di satu meja. Mereka melihat ke arah lencana dan botol obat yang ditemukan oleh Rain.


"Obat ini, aku akan membawanya ke laboratorium untuk diperiksa" kata Li Fu.


"Kau mengenalinya?" tanya semua orang bersamaan.


Fei Long membuka ponselnya dan dia mencari sesuatu di internet. Lalu dia menemukan sebuah artikel dan menunjukkan artikel itu pada semuanya.


"Ini adalah lencana dari Arabasta. Aku pergi ke negara itu dua kali dan melihat lambang yang sama persis di lencana itu di museum" katanya. Lalu dia menunjukkan artikel lainnya. "Lambang itu adalah lambang kekaisaran lama dari Arabasta dan nama keluarga mereka tidak ada lagi di negara itu"


Semua orang mengernyitkan kepala mereka, bingung.


"Jadi bagaimana lambang kekaisaran itu bisa muncul di negara kita?" Gumam Ken Rai bingung.

__ADS_1


"Kita harus menggali informasi dari penyusup yang ditemukan oleh Rain" kata Fei Long. Dia menatap Rain dan berkata "kerja bagus. Tidak salah mengutusmu untuk misi ini"


Lalu yang lain juga memujinya "Kerja bagus" secara berturut-turut.


"...." Rain melihat semua orang dengan ekspresi canggung. Pasalnya dia menemukan anak itu secara kebetulan. Malah orang yang dicurigainya bukanlah pelaku yang ditangkapnya kali ini. dia tidak menyangka bahwa keberuntungannya akan sebaik ini. Tapi kecurigaannya terhadap Gin tetap tidak terhapuskan.


"Kita harus melaporkan ini pada keluarga. Dan mulai mencari penyusup yang bersembunyi itu setelah kita berhasil mengorek informasi dari pelaku yang kita tangkap" kata Li Fu. "Aku mengecek identitas anak itu. Dia berasal dari keluarga kaya di ibukota. Kita juga harus mengamankan keluarganya. Kita harus bertindak secepat mungkin sebelum mereka melarikan diri"


Semua orang mengangguk.


***


Di sebuah kedai kecil, ada seorang pria kurus yang sedang minum kopi sambil membaca koran.


"ACHOO!" Tiba-tiba dia bersin dan hidungnya terasa gatal. Dia juga merasa sedikit merinding di sekujur tubuhnya dan perasaannya tidak nyaman.


Dia adalah mata-mata yang sudah menyusup di ibukota Mozu selama sepuluh tahun. Saking betahnya dia berhasil menikahi wanita cantik dan memiliki seorang anak. Bisnis kedai kopinya juga berjalan lancar dan dia memiliki beberapa cabang kecil yang tersebar. Intinya hidupnya serba kecukupan.


Tapi sekarang rasa tidak nyaman tiba-tiba muncu. Dia lupa bahwa dia adalah mata-mata dan menikmati hidupnya. Walaupun dia sudah berasimilasi menjadi warga biasa, tidak menutup kemungkinan dia akan ketahuan. Semoga saja tidak.


Misi terakhirnya adalah menjual obat-obatan. Sebentar lagi misi itu akan berakhir dan dia akan kembali ke negara asalnya. Tentu saja dia akan membawa keluarganya bersamanya.


Lalu tiba-tiba ponselnya berdering. Dia bisa melihat tampat "Istri memanggil..." dari layar ponselnya.


"Halo, ada apa sayang?" dia bertanya sambil menyesap kopi.


Suara istrinya terdengar panik dan sangat cepat. Saat dia mendengarkan semua perkataan istrinya, matanya membelalak kaget.

__ADS_1


TRANG! Dia menjatuhkan kopi yang dipegangnya. Gelas kopi itu pecah dan cairan hitam mulai berceceran di atas lantai.


"Sialan!" dia mengumpat.


__ADS_2