
"Untuk apa Keluarga Li datang ke tempat kecil seperti ini?" Paman polisi itu bergumam dengan wajah bingungnya.
Polisi wanita Fei juga mengerutkan keningnya dengan ekspresi bingung.
Sementara wajah Li Seng sangat cerah. Ayahnya sudah datang! Akhirnya dia bebas. Walaupun dia harus diusir keluar malam ini, itu tidak masalah! Dia masih bisa menginap di tempat Gin. Dan dia masih memiliki sisa uang untuk membeli makanan enak. Setidaknya dia tidak akan berakhir di penjara.
Gin juga sadar bahwa ayah Li Seng sudah datang. Dia juga merasa lega. Hidup di penjara adalah hal yang paling tidak diinginkan nya juga. Dia masih ingin main game dan bersantai.
Tak lama kemudian, Tuan Gu kembali masuk. Tapi kali ini ekspresinya terlihat berbeda. Dia kehilangan semua ekspresi arogan dan aura dingin miliknya. Sekarang wajahnya terlihat pucat. Keringat dingin juga bisa terlihat di keningnya.
"Kalian berdua keluar" katanya pelan sambil menatap dua orang bocah di depannya takut-takut. "Fei, lepaskan borgol langit nya"
Fei mengerutkan kening tidak senang "Tapi tuan..."
"Fei!" Tuan Gu menekankan nada bicaranya.
Fei mendengus kesal. Tapi dia tetap menurut dan melepaskan borgol langit dari tubuh Gin. Gin merasa lega saat benda aneh itu lepas dari tubuhnya. Setelah borgol itu lepas dari tubuhnya, dia menatap Fei dengan senyum mengejek di bibir nya. Fei, yang melihat semua itu hanya bisa mengepalkan tangannya erat-erat menahan marah.
Li Seng dan Gin pun keluar dari ruang introgasi. Di sana mereka bisa melihat seorang pria setengah baya gemuk di tengah-tengah ruangan. Pria itu duduk seperti seorang raja di kantor polisi. Sementara para polisi berdiri mengelilinginya di tepi dengan wajah tertunduk. Pria itu adalah Li Fan.
"Ayah!" Li Seng berseru senang saat dia melihat ayahnya. Dia lupa bahwa dia akan dihukum setelah ini.
Ini adalah pertama kalinya Gin melihat ayah Li Seng. Mereka berdua tidak berbeda jauh. Saat Li Seng menjadi dewasa di masa depan, dia mungkin akan berperawakan seperti Li Fan.
Li Fan menoleh ke arah mereka saat dia mendengar suara putranya.
Li Seng menghampiri ayahnya dan menunduk malu. "Aku benar-benar minta maaf. Siapa yang mengira saat aku menjalankan misi sekolah, ada polisi yang datang menangkapku" gerutunya dengan wajah cemberut.
__ADS_1
Tubuh paman polisi itu bergetar ketakutan saat dia mendengar perkataan Li Seng. Ini semua terjadi karena keponakannya. Kalau saja keponakannya tidak memberitahu nya berita palsu. Semuanya tidak akan pernah menjadi seperti ini. Dia bahkan menangkap anak-anak dari keluarga besar, yang sama sekali di luar kekuasaannya.
Dia juga teringat bahwa dia pernah mengejek Li Seng saat itu. Dia takut Li Seng mengingat semua ejekannya dan membuat masalahnya menjadi lebih besar.
"Tuan Li...saya keliru. Ini hanya masalah anak-anak dan misi sekolah mereka. Seharusnya aku tidak membawa mereka ke kantor polisi..." Tuan Gu mendekati Li Fan dan berusaha menjelaskan dengan gugup.
"Ya, putraku memang menjalankan misi. Bahkan sampai harus berpenampilan aneh seperti ini. Aku tidak akan menduga bahwa dia akan berakhir di tempat ini" Dia menatap Li Fan serius. "Dan pertarungan antar murid dari SMA Jinshi, tidak ada hubungannya dengan kepolisian. SMA Jinshi mengizinkan murid-murid mereka bertarung satu sama lain terutama saat menjalankan misi, tapi tidak membunuh. Lagipula luka-luka para murid itu tidak terlalu parah bukan" dia mengomel dengan sangat tajam.
Tuan Gu semakin gugup dan keringat dingin di dahinya semakin banyak. Kalau Li Fan berkata bahwa dia ingin menutup kantor polisi ini, maka kantor ini benar-benar akan tutup dan mereka semua akan dipecat.
"Lagipula aku dengar kalau semua murid yang kalah itu adalah murid tingkat dua. Anakku hanya murid tingkat satu. Dari awal semua itu sudah tidak adil" sambung Li Fan. Dia benar-benar membela putranya kali ini.
Li Seng menatap ayahnya tak percaya. Dia tidak pernah mengira bahwa ayahnya akan melindungi nya. Hal seperti ini sangat jarang terjadi. Biasanya, walaupun ayahnya datang menolong. Ayahnya akan memarahi nya di depan publik dan menjewer telinganya saat pulang. Tapi semua itu tidak terjadi sekarang.
Li Fan tidak marah dengan putranya. Dia bahkan sedikit bangga saat dia tahu putranya mengalahkan murid senior dengan tingkat kultivasi lebih tinggi. (Li Fan tidak tahu bahwa yang mengalahkan semua murid itu Gin). Dia hanya tidak bisa menerima penampilan putranya saat ini. Pakaian wanita dan make up tebal. Walaupun semuanya demi misi tetap saja itu sangat menjijikan.
"Kami minta maaf..." Kata Tuan Gu gugup. "Kami akan menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi. Dan tidak akan pernah membiarkan semua ini terjadi lagi"
"O...oke"
Ayah dan anak itu segera beranjak keluar kantor polisi. Sementara Gin mengikutinya di belakang.
Fei melihat semua itu dengan ekspresi kesal. Dia sangat benci melihat kejadian seperti ini. Disaat para orang kaya dan berkuasa itu bisa lepas dari hukum dengan mudah. Mereka bahkan tidak menerima hukuman apapun. Hanya mengingatkan nya pada kenangan buruk di masa lalu. Itu bukan hidup yang adil sama sekali.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Cerita kan semuanya dari awal. Terutama kalian berempat" Tuan Gu menatap keempat bawahannya dengan tatapan tajam. Empat orang inilah yang membawa kedua bocah itu kemari.
Tuan Gu! Ini sama sekali tidak adil. Walaupun mereka dari keluarga besar. Bagaimana mereka bisa bebas seperti itu..." Fei menyuarakan protesnya dengan suara gemetar, dia hampir menangis.
__ADS_1
Haa~ Tuan Gu menghela napas. Dia menepuk bahu Fei dengan tegas. "Di dunia ini, ada kekuatan yang sangat kebal dari hukum. Sesuatu yang tidak bisa kita sentuh sama sekali. Kita hanya semut kecil yang bahkan tidak mempunyai peran penting sama sekali"
Fei mengigit bibirnya frustasi. Dengan wajah kecewa dia meninggalkan semua orang.
Tuan Gu hanya bisa melihat gadis itu prihatin. Sejak awal dia tahu bahwa Fei sangat mementingkan keadilan. Gadis itu pasti tidak tahan untuk melihat kejadian seperti ini. Karena ini semua menyimpang dari rasa keadilannya.
Tuan Gu mulai melihat ketiga polisi itu lagi. "Tidak ada yang mau menjelaskan?" dia bertanya dengan nada yang lebih tajam sari sebelumnya.
Salah satu dari mereka akhirnya mulai angkat bicara dan menceritakan semuanya. Kelakuan paman polisi itu pun terekspos karena menyalahgunakan kekuasaan kepolisian untuk hal pribadi. Dalam Sekejap Tuan Gu menatapnya dan melepas jabatannya. Ya, dia dipecat dengan mudah seperti itu.
***
Sementara di luar kantor polisi, Li Seng dan ayahnya sedang bertatapan satu sama lain.
"Masuk ke mobil" kata Li Fan kemudian.
Li Seng tidak menyangka bahwa dia tidak diusir. Tidak ada pengurangan uang saku juga. Jadi dia langsung masuk ke dalam dengan wajah senang. "Oke"
Gin melihat semua itu dibelakang. Saat Li Seng mulai masuk ke dalam mobil, dia langsung berbalik untuk pergi.
"Apa kau yang bernama Gin?" Li Fan tiba-tiba menegurnya.
"Hm? Ya" Gin menghentikan langkahnya.
Li Fan mengamati Gin dari ujung kepala sampai kaki. Awalnya dia sedikit senang karena Li Seng berubah gara-gara bocah ini. Tapi setelah melihat tingkah kultivasi nya, dia berubah pikiran. Bocah di depannya hanya murid dengan tingkat tubuh perunggu! Benar-benar sampah.
"Jangan terlalu dekat dengan anakku" kata Li Fan dingin.
__ADS_1
"Oh?" Gin menaikkan alisnya. Dia merasa bingung kenapa pria tua gendut itu tiba-tiba marah padanya. "oke" Gin menjawab dengan ekspresi polos dan dia mengangguk pelan .
Li Fan mendengus dingin, langsung masuk ke dalam mobilnya menyusul Li Seng.