
Keesokan harinya, Gin melalui harinya seperti biasa. Dia berangkat pagi untuk bersekolah dengan wajah seperti zombie karena tidak tidur. Dia sibuk menonton acara favoritnya dan hanya tidur selama dua jam.
Gin pun menggunakan mana untuk memakai sihir "stamina recovery" miliknya. Dan dalam sekejap wajahnya menjadi segar kembali.
Saat dia memasuki kelas, semua orang menatapnya. Ini karena dia terlambat. Tapi anehnya guru tidak menghukum nya sama sekali.
"Duduk cepat" kata Guru itu lembut, membuat Gin mengerjap tak percaya. Dia sudah menyerah dengan hukuman karena terlambat. Walaupun dia bisa saja terbang dengan cepat agar tidak terlambat. Tapi dia terlalu malas untuk melakukan nya karena tidak ingin tertangkap polisi lagi.
Gin duduk di kursi nya. Semua orang di kelas menggerakan mata mereka, menatapnya. Dia menjadi pusat perhatian bukan karena dia terlambat, tapi karena sesuatu yang lain.
Berita bahwa Gin ikut tertangkap Organisasi Boroxi karena dekat dengan Fei Lan menyebar ke seluruh akademi. Seorang bocah dengan kultivasi rendah harus berhadapan dengan kultivator immortal hanya karena dia mengikuti pesta teman sekelasnya. Gin bahkan tidak berhubungan dengan organisasi itu, tapi dia ikut terlibat. Walaupun pada akhirnya dia selamat karena keluarga Lan datang tepat waktu.
Semua orang yang mendengar berita itu, menjadi merasa kasihan pada Gin. Mereka tidak bisa menunjukkan rasa kasihan mereka pada Fei Lan, karena gadis itu memiliki latar belakang besar dan harga diri. Tapi mereka bisa menunjukkan tatapan kasihan itu pada Gin yang tidak mempunyai apa-apa.
Li Seng menatap Gin yang duduk di sampingnya dengan mata berkaca-kaca. Hanya dia yang tahu alasan sebenarnya kenapa Gin ditangkap. Itu karena bocah ini dengan berani menantang Boroxi. Tidak ada hubungannya dengan Fei Lan sama sekali. Kalau saja waktu itu Gin tidak bertindak kurang ajar, dia tidak akan ditangkap. "Kau tidak apa-apa?" tanya Li Seng.
"Tentu saja. Apa maksud pertanyaanmu itu?" kata Gin tidak senang. Dia sudah merasa tidak nyaman dengan tatapan aneh orang-orang yang dilemparkan padanya.
Li Seng masih menatap nya dengan mata kasihan. "Yah, baguslah" katanya kemudian.
Li Seng tidak bertanya apapun lagi. Orang - orang dikelas juga sudah membuang tatapan mereka kembali ke arah. Dan kelas pun dimulai kembali.
Selama satu jam, guru itu menjelaskan tentang dasar-dasar meditasi dan bagaimana cara meningkatkan Qi di dalam tubuh dengan teknik meditasi Qi. Ini adalah pelajaran dasar yang mungkin sudah diketahui oleh semua orang. Tapi tidak ada salahnya memantapkan teknik-teknik dasar sebelum mempelajari teknik yang lebih rumit.
Kelas pun selesai dan mata pelajaran nya berganti. Kali ini sang wali kelas, Siyan yang masuk. Wanita cantik dengan tubuh molek itu memakai rok ketat yang tidak seperti biasanya, seakan-akan dia menghadiri acara formal sebelum kelas dimulai. Sehingga kedatangan nya menarik perhatian para murid lelaki yang ada di dalam kelas.
__ADS_1
Jujur saja, Siyan termasuk kultivator wanita yang sangat populer di ibukota. Dia menjadi seorang profesor di usia muda. Banyak sekali pemuda kaya yang tertarik padanya, tetapi wanita itu menolaknya. Bahkan tidak terkecuali, beberapa siswa akademi juga tertarik padanya. Tapi para siswa itu menyembunyikan rasa tertarik mereka dengan baik.
Siyan berdiri di podium di depan kelas dan memperbaiki kacamata nya.
"Sebelum aku memulai kelas, aku ingin mengingatkan kalian bahwa ujian nya akan diadakan Minggu depan" suaranya bergema di seluruh kelas karena kelas itu sangat sunyi.
Saat mendengar kata "ujian", semua orang benar-benar mematung. Beberapa dari mereka masih bersikap santai, seperti Fei Lan. Tapi dia juga sedikit cemas. Bagaimanapun mereka tidak bisa gagal di ujian ini. Kalau mereka gagal, mereka akan dipindahkan. Lebih buruk nya, kalau kemampuan mereka tidak mencapai standar akademi, mereka mungkin akan dikeluarkan dari sekolah.
Siyan menggerakkan bola matanya untuk menatap seluruh isi kelas. Lalu tatapan nya terhenti pada Gin. Dia merasa bocah itu menjadi pusat perhatian di akademi akhir-akhir ini. Seluruh orang meragukan point kekuatan nya yang tidak masuk akal. Lalu dia juga terlibat dalam organisasi tero ris dan diculik. Sekarang, dia juga mengejutkan nya karena berhasil meningkatkan kultivasi nya sebanyak itu hanya dalam waktu singkat.
Hanya dalam waktu kurang dari dua bulan, Gin berhasil menaikkan tingkat kultivasinya dari tubuh perunggu level 3 menjadi tubuh perunggu level 9. itu adalah hal yang tidak mungkin dilakukan. Jadi Siyan semakin yakin bahwa bocah ini menyembunyikan kekuatan aslinya. Dia memakai alat sihir ditubuhnya, sehingga dia sama sekali tidak bisa membaca tingkat kultivasinya yang sebenarnya. Siyan juga sempat berpikir bahwa bocah itu adalah kultivator inti emas, walaupun dia tidak yakin sepenuhnya.
Setelah pengumuman itu, Siyan melanjutkan menjelaskan materinya. Suasana kelas tidak menyenangkan seperti sebelumnya setelah Siyan mengumumkan perihal ujian itu. Tapi kelas itu masih berlanjut dengan damai sampai jam pelajaran berakhir.
"Gin, ayo belajar bersama!"
"Gin, maukah kau membentuk kelompok belajar dengan ku?"
Mereka adalah Fei Lan dan Mona. Mereka bergerak mendekati Gin tanpa menyadari satu sama lain. Jadi saat suara mereka saling bersahutan, mereka berbalik dan bertatapan dengan canggung.
Li Seng yang melihat semua kejadian, karena dia berada di samping Gin hanya bisa merenggut cemberut. Dia sangat iri dengan bocah disamping nya. Seumur hidupnya belum pernah ada gadis cantik yang mengajaknya untuk belajar bersama. Tapi Gin mendapatkan dua orang. Salah satunya bahkan gadis yang sangat populer di akademi dan mempunyai latar belakang yang sangat bagus.
Gin menatap ke arah kedua gadis itu secara bergantian. "Aku tidak butuh kelompok belajar" katanya malas. Dia ingin pulang, lalu bersantai. Tidak tertarik untuk belajar sama sekali.
Kedua gadis itu langsung menundukkan wajah mereka kecewa. Mona memasang wajah sedih sementara Fei Lan memasang wajah cemberut.
__ADS_1
Li Seng melihat semua itu dengan mata melebar tak percaya. Dia lalu mengomeli Gin. "Apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak sopan sekali dengan gadis-gadis?" katanya kesal. Dia merasa Gin adalah eksistensi beruntung yang tidak tahu diri sama sekali.
Gin mengerutkan keningnya bingung, tapi dia tidak menjawab apapun.
"Mereka benar-benar ingin membantumu belajar, tapi kau menolak niat baik mereka. Dasar tidak tahu malu" Li Seng mendengus.
Dengan arogan dia melingkarkan tangannya di pundak Gin lalu berkata kepada kedua orang gadis itu. "Tenang saja. Kita bisa membentuk kelompok belajar empat orang. Bagaimana?" katanya dengan senyum lebar.
Gin melotot tak percaya, mulutnya berkedut. Dia membuka mulutnya, ingin mengatakan sesuatu tapi tiba-tiba Li Seng memotong pembicaraan nya lagi.
"Sejak kami berdua cukup bodoh, kamu benar-benar membutuhkan orang cerdas seperti kalian" katanya dengan nada agak sedih.
Mendengar kata bodoh itu, Gin semakin kesal. Walaupun dia tidak pintar, dia tidak bodoh sama sekali! Dia memiliki kemampuan otak normal seperti manusia rata-rata lainnya. Kalau dia ingin curang, dia bahkan bisa meningkatkan kemampuan otaknya dengan bantuan sistem. Tapi hal itu sama sekali tidak perlu.
"Baiklah" Fei Lan menjawab lebih dulu. Dia menatap Gin dengan wajah sedikit cemberut. "Kita akan belajar di rumahmu" katanya nakal.
"Ah! Ide bagus!" Li Seng berteriak senang. Dia juga penasaran dengan tempat tinggal Gin. Ini ide yang sangat bagus.
"Bagaimana denganmu?" Fei Lan berbalik dan bertanya pada Mona.
Wajah Mona memerah malu saat dia melihat Fei Lan menatapnya.
"Aku tidak masalah" katanya dengan sedikit gugup.
Keputusan sudah dibuat, semua orang merasa sangat puas. Kecuali Gin yang memendam rasa kesalnya karena rumahnya harus dikunjungi oleh orang lain sekarang.
__ADS_1