
Gin pergi ke akademi dengan mata panda di wajahnya. Walaupun dia bisa membuat tubuhnya menjadi segar dengan sihir tetap saja otaknya berkhianat. Kelelahan yang dialaminya tidak bisa disembunyikan dari wajahnya.
Bahkan Mona merasa khawatir padanya.
"Gin, apa yang terjadi padamu kemarin?" tanyanya cemas.
"Tidak apa-apa. Aku hanya bermain game sampai pagi"
"..."
Jawaban itu tidak terduga untuk Mona sehingga dia hanya bisa membisu.
Kelas mereka akhirnya dimulai. Kali ini Siyan masih mengajar mereka, guru pendamping mereka masih belum berubah.
Siyan menjelaskan beberapa hal penting yang ada di akademi ini. Termasuk cara memperoleh sumber daya untuk latihan, yaitu pil, buku teknik dan inti kristal.
Rasa kantuk Gin menghilang saat dia mendengar ini. Jujur saja Gin sedikit tertarik bagaimana mendapatkan inti kristal yang ada di dunia ini.
"Aku akan menjelaskan sistem poin kontribusi yang ada di akademi ini. Poin Kontribusi sangatlah penting. Kalian semua bisa menukarkan beberapa item sumber daya dengan poin Kontribusi milik kalian. Semakin banyak poin kontribusi yang kalian peroleh maka semakin berharga item yang bisa kalian tukarkan. Semua item yang ada di akademi bisa kalian tukarkan dengan poin kontribusi. Poin kontribusi ini berfungsi seperti mata uang yang ada di dunia nyata." Siyan menarik napas lalu dia menajamkan nadanya "Tapi poin kontribusi kalian juga bisa dikurangi kalau kalian melakukan pelanggaran"
"Kalian pasti penasaran bagaimana mendapatkan poin kontribusi bukan?" Siyan tersenyum. "Kalian bisa mendapat kan poin kontribusi dengan melakukan misi. Ada beberapa misi yang bisa dilakukan di akademi ini, yaitu misi tingkat rendah, tingkat menengah dan tingkat tinggi. Untuk murid kelas satu atau murid baru seperti kalian, hanya bisa mengambil misi tingkat rendah untuk memperoleh poin kontribusi"
"Guru!" Fei Lan tiba-tiba mengangkat tangan nya "Aku ingin bertanya, apa murid kelas satu tidak bisa mengambil misi tingkat tinggi?"
Siyan menggeleng "Tidak bisa. Sekuat apapun murid kelas satu, mereka tidak akan bisa mengambil misi tingkat tinggi. kecuali itu adalah misi penting yang diperintah langsung oleh kepala sekolah" kata Siyan menyesal.
"Kalian bisa menukarkan poin kontribusi kalian di ruang kontribusi. Mereka akan memberitahu mu daftar item yang bisa ditukar dan harganya"
Setelah Siyan selesai menjelaskan, ada beberapa murid yang mengajukan pertanyaan tentang poin kontribusi.
Setelah itu, kelas pun selesai. Sama seperti kemarin, sekarang adalah jam bebas untuk berlatih mandiri sampai bel pulang berbunyi.
Gin langsung menuju ke ruang kontribusi untuk mengetahui item-item yang bisa ditukarkan. Mona mengikutinya. Dua orang itu pun berangkat bersama.
Ruang kontribusi terletak di tengah-tengah akademi dan cukup jauh dari kelas mereka. Bangunan itu melayang cukup tinggi dari tanah. Sehingga semua orang menggunakan cara mereka masing-masing untuk naik. Ada yang menggunakan alat sihir, ada yang terbang dan ada yang menggunakan kekuatan mereka sendiri untuk melompat kalah kuktivasi mereka cukup tinggi.
"Aku kira aku tidak akan bisa melompat" kata Mona melonggo. Dia cukup terkejut melihat bangunan yang bisa melayang di udara. Dia bingung bagaimana bangunan itu bisa melayang.
__ADS_1
"Aku belum pernah bertanya padamu sebelumnya. Apa tingkat kultivasimu?" tanya Gin. Dia benar-benar lupa untuk menanyakan hal ini.
"Ah! Aku sekarang berada di tubuh perak lv. 10"
jawab Mona malu-malu.
Gin cukup kagum. Mona ternyata tidak lebih lemah dari anak-anak dari keluarga besar.
"Apa kau tidak bisa melompat ke sana dengan kekuatanmu?" tanya Gin lagi.
Mona menggeleng "Tidak akan sampai. Itu cukup tinggi. Mungkin aku bisa melakukannya kalau sudah berada di tubuh inti emas." Mona melihat beberapa murid yang berterbangan dengan alat sihir mereka. "Aku cukup iri dengan para orang kaya itu. mereka bisa mendapatkan alat sihir dengan mudah. Padahal itu sangat mahal" gerutunya.
Dia menatap Gin kecewa "Apa kita kembali saja dulu? Kita bisa mendapatkan alat sihir untuk naik lebih dulu"
"Tidak perlu" Gin tersenyum. Dia menarik Mona dan menggendong nya.
"Eh?" Mona melonggo kaget dengan sikap Gin yang tiba-tiba.
SYUUU!
Gin melompat seperti biasa dan dalam sekejap mereka sudah naik ke atas.
"Bagaimana mungkin...?"
"Turun dulu" gumam Gin.
"Ah! Maafkan aku!" dengan panik Mona langsung turun dari tangan Gin. "Tapi apa yang terjadi? Bagaimana kau bisa melakukannya? Maksudku dengan tingkat tubuh perunggu?" Dia melontarkan banyak pertanyaan yang membuat wajah Gin berkedut.
"Aku hanya melompat" jawab Gin singkat
"Itu tidak penting. Ayo masuk"
"Itu penting!" Mona bersikeras. "Apa kau menggunakan alat sihir pada tubuhmu?"
Gin berpikir. Dia memang menggunakan sihir dengan mananya. "Ya" dia mengangguk.
Mona merasa lega karena pertanyaannya telah terjawab. "Harusnya kau bilang padaku dari tadi. Ayo masuk!" dia mulai menarik tangan Gin untuk masuk ke dalam ruang kontribusi.
__ADS_1
Ruang kontribusi itu sangat besar dan dipenuhi dengan berbagai murid dari berbagai tingkatan. Saat mereka masuk, mereka akan disuguhkan papan besar yang ditempel dengan katalog harga.
Tujuan Gin adalah melihat katalog ini. Jadi dia tidak perlu berdesakan dengan antrian panjang orang-orang yang ingin menukarkan poin Kontribusi mereka.
Gin mulai melihat barang-barang yang bisa ditukarkan. Lalu perhatiannya fokus pada harga kristal.
1 kristal biru\= 100 poin kontribusi
1 kristal merah \= 2000 poin kontribusi
Sementara tidak ada katalog item untuk kristal ungu karena barang itu sangat lah langka.
Gin tidak tahu apakah jumlah poin kontribusi ini banyak atau tidak, tapi kelihatannya memang banyak.
"Seberapa banyak 100 point kontribusi ini?" tanya Gin.
"Aku tidak tahu. Tapi kelihatannya banyak" Mona menjawab.
"Itu tidak banyak. Kau hanya perlu melakukan 2 misi tingkat rendah" suara yang familiar membalas pertanyaan nya.
Gin menoleh dan melihat Fei Lan berada di sampingnya sambil melihat papan katalog. "Tapi kau perlu bergabung dengan klub untuk bisa melakukan misi" katanya dengan nada nakal.
"Aku tidak pernah tahu tentang hal ini...."
"Untuk mengambil misi kau tidak bisa pergi sendiri tapi harus berkelompok. Dan hanya teman sekelompok di klub yang sama yang diizinkan" jelas Fei Lan lebih lanjut.
"Apa kau ingin masuk ke dalam klubku?" ajaknya tiba-tiba.
Gin mengerjap kaget. Dia tidak menyangka kalau Fei Lan akan menawarkan dirinya untuk masuk ke dalam klubnya. Gin ingin menolak tapi Fei Lan berkata lagi "Semakin bagus reputasi klub yang kau masuki, maka semakin tinggi kemungkinan kau bisa mengambil misi dengan tingkat yang lebih tinggi"
Gin bimbang. Tawaran ini cukup menggiurkan untuknya. Dia ingin mendapatkan beberapa kristal agar bisa mengidentifikasi item itu. Tapi dia perlu poin kontribusi untuk melakukan nya.
"Baiklah" Gin membuat keputusan. Dia tidak akan lama bergabung dengan klub ini. Dia akan keluar setelah dia berhasil mendapatkan beberapa kristal. Walaupun kemungkinan perlu waktu yang lama untuk mendapatkan kristal merah.
Mona membisu sedari tadi sejak Fei Lan muncul. Ada rasa masam di hatinya karena gadis itu selalu menganggu Gin. Tapi dia juga tidak bisa melakukan apapun dan hanya bisa menjadi patung.
Dia merasa rendah diri. Saat dia membandingkan dirinya dengan gadis sempurna seperti itu dia sadar bahwa tingkat nya sangatlah rendah. Dan rasa kurang percaya diri langsung menghantuinya.
__ADS_1
Dia merasa lebih tidak senang saat mendengar Gin akan bergabung dengan klub milik Fei Lan. Dia merasa menyesal bahwa dia tidak bergabung dengan klub yang lebih baik. Setidaknya kalau klub miliknya lebih baik, dia bisa mengajak Gin masuk ke dalam klubnya dengan percaya diri. Tapi itu tidak. Sehingga dia hanya bisa membisu sambil menelan semua rasa tidak senang di hatinya.