Tuan Muda, Jangan Lari!

Tuan Muda, Jangan Lari!
Batu Pusaka Aneh 1


__ADS_3

Gin mematung. Dia tidak menduga bahwa batu pusaka itu akan berada di dekatnya. Jelas-jelas dia melihat nya sendiri bahwa batu itu dibawa pergi oleh bawahan Yurion dan menghilang di depan matanya. Kenapa tiba-tiba berada di kakinya dalam hitungan menit dan melompat-lompat? Gin tidak mengerti.


"Hei kau!" saat Gin akan pergi, suara dingin Fei Lei sampai di telinganya.


Refleks, Gin langsung melempar batu yang ada di tangannya jauh-jauh. Dia tidak bermaksud membuang nya sama sekali. Tapi keluarga Fei ada disini. Bukankah dia akan dianggap sebagai penjahat kalau para orang tua itu tahu bahwa dia memegang batunya?


Gin menoleh dan melihat mereka dengan ekspresi yang sangat datar, seakan-akan dia tidak terlibat dalam hal apapun.


"Paman, pemuda ini sangat mencurigakan. Dia berjalan santai dengan penjahat itu sebelum nya. Mungkin mereka adalah rekan" Fei Lei mengernyitkan keningnya curiga. Saat mereka tiba, dia melihat keberadaan dua orang itu. Dan mereka tidak terlihat bermusuhan sama Sekali.


Fei Tu langsung menatap Gin dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan tatapan curiga. Dia membuka mulutnya tapi Fei Lan dengan cepat menyela nya.


"Itu tidak benar. Gin adalah teman sekelasku. Dia tertangkap karena aku. Dia tidak ada hubungannya dengan semua ini" Fei Lan langsung membela Gin tanpa pandang bulu.


Fei Lei tidak menyukai nya. Dia tidak suka Fei Lan membela pemuda lain walaupun mereka adalah teman sekelas.


"Fei Fei kecil, jangan percaya orang asing semudah itu. Aku melihat kau membawanya ke kediaman Fei beberapa hari yang lalu. Mungkin dialah yang memberitahu Boroxi bahwa kita memiliki batu pusaka" Fei Lei masih tidak bisa melepaskan Gin.


Dia tidak menyukai Gin dari awal. Dari saat dia melihat Fei Lan mulai mendadani nya dengan tangannya sendiri. Walaupun mereka tinggal serumah, Fei Lan bahkan belum pernah sedekat itu padanya. Dia sangat cemburu.


Wajah Fei Lan berubah jelek saat mendengar nya. "Fei Lei! Kau menguntitku?" kata Fei Lan tak percaya.


Wajah Fei Lei berubah canggung. Dia merasa tidak enak saat mendengar kata 'menguntit' dari mulut Fei Lan. Terlebih lagi, ayah angkatnya juga mendengar nya.


"Jangan salah paham" kata Fei Lei canggung. "Aku hanya merasa kan kehadiran canggung di kediaman kita. Dan aku melihat kau membawa beberapa orang asing. Aku ingat bahwa pemuda yang satunya berasal dari keluarga Li. Tapi asal usul pemuda ini sangat tidak jelas"


"Fei Lan, lain kali jangan membawa orang dengan asal usul tidak jelas ke rumah" Fei Tu membela Fei Lei dan mulai menasehati Fei Lan. Dia tidak tahu bahwa ceritanya akan seperti ini.


"Lima keluarga besar tahu bahwa kita memiliki batu pusaka itu. Semuanya tidak ada hubungannya dengan Gin. Kenapa kalian bersikeras untuk menyalahkan kultivator kecil karena ketidakmampuan kalian sendiri?" kata Fei Lan sarkas. Dia bahkan menatap ayahnya dengan tatapan cemberut.


"Lan...Lan...." Wajah Fei Tu melembut. Dia tidak berani untuk berdebat lagi.


Fei Lei masih tidak senang, tapi dia berusaha menutup mulutnya sekarang. Sementara Gin mengamati semuanya tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari, seseorang mengawasi mereka dari balik pohon, seorang kultivator immortal lainnya. Dia adalah Brian. Seorang pria yang mendapat kan perintah untuk membawa Gin melarikan diri dari situasi kacau ini.


Dia selalu mendapat tugas untuk mengawasi dan melindungi secara diam-diam. Jadi tekniknya benar-benar sudah mencapai puncaknya. Bahkan kultivator inti emas tinggi seperti Fei Tu tidak akan bisa merasakan kehadirannya. Apalagi kultivator yang lebih rendah dari itu.


Awalnya Brian mengira dia harus berhadapan dengan para cecunguk dari Boroxi. Tapi dugaannya salah. Saat dia tiba, pria kecil itu malah dikelilingi oleh keluarga Fei dan disalahkan atas apa yang terjadi.


Setelah melihat nya, Brian sedikit prihatin pada Gin. Pria kecil yang lemah itu bahkan tidak tahu apa-apa. Tapi terlibat dalam bahaya seperti ini. Serta disalahkan oleh si penyebab bahaya. Dia merasa Gin saat teraniya di tempat ini.


Dan satu lagi, dari dulu dia tidak menyukai keluarga Fei juga. Dari lima keluarga besar, kelurga Fei dan keluarga Long adalah musuh abadi keluarga Arai. Jadi Brian benar-benar sudah muak karena selalu menghadapi konflik dengan mereka setiap hari.


Walaupun Fei Lan membela Gin dan kedua pria itu menjadi diam. Mereka tidak menyerah untuk menghukum Gin atas kesalahannya. Lalu Fei Tu memarahi Fei Lan karena bergaul dengan pria lemah seperti itu.


"Karena Fei Lan membelamu, bukan berarti aku memaafkanmu!" Fei Tu menatap Gin dengan wajah masam. Dia tidak bisa membiarkan Gin lolos begitu saja. Setidaknya dia akan membuat bocah sombong ini membersihkan halaman rumahnya sebagai pelajaran.


Tapi, belum sempat dia melanjutkan omelannya, PAP! Sosok Gin langsung menghilang dari depan matanya. Semua orang melonggo kaget. Itu sangat cepat, mereka bahkan tidak melihat apapun.


Awalnya semua orang mengira Gin menggunakan alat sihir untuk melarikan diri. Tapi Fei Lan menatap ayahnya dengan wajah ragu, kemudian berkata dengan canggung.


"Ayah.... dikeningmu..."


Jadi, Fei Tu cepat-cepat membacanya.


Halo pak tua, kita bertemu lagi. Jangan ganggu anak ini, karena dia berada dalam perlindungan ku. Tapi melihat dirimu bertingkah bodoh hanya untuk seorang bocah, membuat mataku menjadi terbuka. Ternyata kau tidak hanya pak tua yang bodoh, tapi kau juga tidak tahu malu.


Wajah Fei Tu menghitam saat membacanya. Dia langsung meremas keras itu dan melemparnya dengan keras.


"Kera sialan!" dia berteriak.


Dia tahu siapa yang mengiriminya pesan itu. Dia adalah pria yang berumur beberapa tahun lebih muda darinya. Mereka sering bertemu satu sama lain dan berhadapan karena satu dan lain hal. Pria sialan dari keluarga Arai! Lebih menyebalkan nya lagi kera sinting itu menerobos ke tingkat immortal dasar! Sementara dia masih terjebak di tingkat inti emas tinggi! Membuat kera sinting itu selalu mengejeknya dan membuat mereka menjadi musuh bebuyutan yang intens tanpa mereka sadari.


"Ayah, ada apa?" Fei Lan bertanya dengan polos. Dia juga membaca tulisan pada catatan kecil itu. Jelas-jelas pihak lawan mengenal ayahnya dan mengejeknya, tapi Fei Lan tidak tahu siapa itu.


"Apa bocah itu berasal dari keluarga Arai?" Fei Tu tiba-tiba bertanya. Kalau kera sinting itu menyelematkan Gin, bukankah berarti bocah itu berasal dari keluarga Arai?

__ADS_1


Fei Lan menggeleng. "Aku tidak tahu. Tapi kelihatannya dia bukan berasal dari keluarga Arai itu. Dia memang memiliki nama Arai, tapi keluarga Arai di ibukota sama sekali tidak mengenal nya"


Fei Tu mengerutkan keningnya. "Bisa jadi dia berasal dari keluarga cabang"


Fei Lan mengangguk kecil. "Ada kemungkinan seperti itu..." dia bergumam.


Tapi Fei Tu bingung. Untuk apa kera sinting itu menyelamatkan seorang bocah dari keluarga cabang? Dia tidak ingat bahwa pak tua Arai sangat perhatian pada keluarga cabang mereka. Dia hanya tahu bahwa pak tua itu sangat protektif terhadap keluarga utama mereka dan menganggap keluarga cabang mereka sendiri sebagai orang asing!


***


Sementara di sisi lainnya, Yurion tersenyum senang. Dia berhasil melarikan diri dari muka-muka tua menyebalkan itu. Bawahannya juga. Mereka berlima berkumpul di suatu tempat dengan wajah yang sangat cerah.


"Tuan putri pasti akan sangat menyukai kinerja kita!" kata Yurion semangat. "Aku sangat beruntung. Aku mendapat manual teknik misterius dan bahkan berteman dengan kultivator ilahi. Aku juga menyelesaikan misi dengan baik" dia mulai berhidung panjang dan membanggakan dirinya, membuat para bawahannya melihat nya dengan mata cemberut.


"Berikan aku batunya!" sambung Yurion kemudian.


Salah satu bawahannya langsung merogoh saku celananya. Tapi kemudian dia mematung.


Yurion melihat keanehan itu dan bertanya "Ada apa?"


"Batunya... tidak ada...." bawahannya menjawab gugup dengan mata melotot.


Mata semua orang langsung melotot juga saat mendengar pernyataannya.


"Kau pria bau! Apa kau menjatuhkan nya! Dasar bodoh!" teriak Yurion frustasi.


"Itu tidak mungkin jatuh. Aku langsung berteleportasi ke tempat ini dalam beberapa detik. Bagaimana mungkin itu bisa jatuh!" bawahan itu membela dirinya.


Yurion ingin mengomeli bawahan dengan otak udang ini, tapi tiba-tiba ponselnya berdering.


Dan tulisan


putri kecil memanggil....

__ADS_1


terlihat sangat jelas di layar ponsel.


Yurion mematung. Wajahnya pucat. Dia mulai meraih ponselnya dengan tangan gemetaran dan keringat dingin.


__ADS_2