Tuan Muda, Jangan Lari!

Tuan Muda, Jangan Lari!
Monster Bunga


__ADS_3

"Nona, apa yang terjadi?" tanya Ryan, pria dengan rambut hijau muda.


"Pria sialan itu" wanita itu mengutuk. "Dia mencuri sesuatu dariku."


"Kau pantas mati bocah sialan" pria berambut merah api ikut mengutuk.


"Tenang Rak" kata Ryan kemudian berusaha menenangkan amarah koleganya itu. Dia menatap Gin "Mengapa kau mencuri dari nona kami?"


"Aku tidak mencuri apapun" jawab Gin dengan wajah polosnya. Dia merasa bahwa dia berbicara dengan jujur.


"Dia berbohong" bentak wanita itu langsung. Dia menunjuk Gin seperti orang gila dan berkata "Dia mencuri batu hijau itu. Bunga itu lahir dari batu hijau yang kita cari"

__ADS_1


Ryan dan Rak memiringkan kepala mereka dengan ekspresi bingung sambil menatap bunga kecil di tangan Gin. Melihat banyak sekali tatapan yang diarahkan padanya, monster bunga itu mengigil, lalu mulai berpindah ke atas kepala Gin dan menyembunyikan tubuhnya seolah-olah dia ketakutan.


"Serahkan monster bunga itu pada kami. Kami tidak akan membunuhmu. Walaupun kau seorang kultivator, kau tidak akan bisa mengalahkan kita semua" Ryan masih berusaha untuk berunding dengan Gin.


"Ayah, ayah..." Gin bisa mendengar bahwa bunga itu berbicara dengan suara bergetar. Tentu saja bunga itu tidak mau jatuh di tangan orang lain, tapi dia tidak tahu bagaimana mengatakannya. Sehingga dia hanya mengatakan hal yang sama dengan nada penuh kekhawatiran.


"Tidak" jawab Gin tegas. Gin memindahkan bunga kecil itu ke saku bajunya. secara kebetulan dia mengenakan kemeja dengan saku depan di dada kirinya. Dan monster bunga itu masuk ke dalam saku dengan mudah, menyembunyikan tubuhnya, hanya menyisakan kepala kecilnya yang mengintip dari balik saku baju Gin.


Gin bergerak cepat menghindari serangan mereka dengan gerakan yang sangat anggun. Seolah-olah dia adalah penari dengan tubuh selentur bambu. Gin menghindari serangan ketiganya dan sudah menggunakan skill kecepatannya secara maksimal.


Lalu Gin menjepit ujung pedang Ryan dengan kedua jarinya. Gin merasa keren, karena dia terlihat seperti ahli kung-fu dari film yang ditontonnya saat kecil. Dia melintir ujung pedang itu dengan jarinya. Ryan memegang ganggang pedang itu erat-erat sehingga tubuhnya juga ikut terangkat saat Gin mulai mengangkat pedang itu.

__ADS_1


BAM! Gin melemparkan manusia dewasa itu dengan keras ke tanah. Sebuah kawah yang lumayan besar terbentuk karena lemparan itu. Tapi Ryan berhasil mendarat walaupun dia merasa bahwa tulang di pergelangan kakinya terluka.


Kemudian Gin menerima serangan tinju dari Rak. Rak yang tidak bisa menahan serangan tinju milik Gin terlempar ke belakang. Tubuhnya menabrak beberapa pohon sampai akhirnya terhenti di sebuah batu besar. Pria itu langsung muntah darah.


Wanita itu menyerang Gin dengan belati yang entah muncul darimana. Belati itu sudah dilumuri oleh racun. Gin menyentuhnya dan wanit itu langsung tersenyum saat melihat hal itu.


TAK! Gin mematahkan belati itu dengan mudah. Tanpa ada tanda-tanda teracuni sama sekali. Lalu dia menendang wanita itu tepat di perutnya, membuat wanita itu terlempar ke belakang dan menabrak beberapa batang pohon.


Efek dari racun itu mulai terasa karena Gin bisa melihat bahwa tangannya mulai membiru.


(Mendapatkan skill pasif, resistensi racun) Tiba-tiba sebuah suara terdengar di kepalanya.

__ADS_1


Dalam sekejap, tangan Gin kembali normal dan rasa aneh yang dirasakannya menghilang dalam sekejap.


__ADS_2