Tuan Muda, Jangan Lari!

Tuan Muda, Jangan Lari!
Tuan Gin


__ADS_3

Setelah pertarungan itu selesai, paman bernama Yurion itu terus mengikuti Gin. Dia terus meminta maaf dan memuji Gin. Membuat Gin sedikit risih.


"Bisakah kau menyingkir?" Gin berteriak kesal sambil berusaha mendorong pria besar itu menjauh.


"Tuan Gin, bisakah Tuan memberiku beberapa nasehat untuk membangun kultivasiku?" dia bertanya dengan wajah cengengesan.


Gin langsung tersedak. Dia tidak menyangka bahwa orang sekuat Yurion akan meminta saran kultivasi padanya.


Gin menatap Yurion seperti dia menatap orang gila. "Apa kau buta?" gumam Gin tanpa sadar. Berbicara seperti ini kepada seseorang yang lebih tua memang tidak sopan. Tapi Gin ingat bahkan umurnya mungkin lebih tua tiga kali lipat dari paman yang ada di sampingnya, kalau dia menghitung umur aslinya selama tiga kehidupan.


Tapi Gin tidak mengerti apapun tentang kultivasi. Bahkan kultivasinya sangat buruk tapi paman ini menginginkan nya memberikan beberapa nasehat. Dari awal paman itu memanggil nya penatua, Gin sudah menduga bahwa ada yang rusak pada otak nya. Jadi Gin berusaha sebaik mungkin untuk mengabaikan paman gila itu.


Yurion mengerutkan keningnya, tidak mengerti.


"Kenapa penatua melihat ku seperti itu? Apa kemampuan ku seburuk itu sampai dia tidak ingin memberikan saran padaku?"


dia berpikir. Tanpa sadar wajahnya langsung berubah sedih. Jujur saja di Boroxi, ada banyak orang muda yang lebih hebat darinya. Mereka bahkan bisa mencapai tubuh immortal di umur dua puluhan.


Gin tidak mempedulikan ekspresi sedih Yurion. Lagipula dia tidak bisa melakukan apapun untuk itu. Dia tidak bisa memberikan tips apapun padanya.


Gin ingin pergi, lalu kemudian dia teringat sesuatu. "Kenapa kau menangkap Fei Lan?" tanyanya kemudian. Walaupun Yurion sudah menjelaskan bahwa dia menginginkan batu pusaka milik keluarga Fei. Tapi Gin melupakan nya dengan mudah dan dia bertanya dengan wajah bodoh sekarang.


Wajah Yurion berubah serius. "Saya harap tuan Gin tidak akan ikut campur dengan masalah ini. Ini adalah masalah organisasi kami dengan keluarga Fei" katanya.


Gin mengerjap beberapa kali, lalu dia menjawab "Baiklah" katanya. Dia juga tidak ingin terlalu ikut campur urusan orang lain.


Gin merasa paman ini bukan orang yang terlalu buruk. Dia bisa merasakan nya setelah bertarung melawan banyak tokoh jahat di kehidupan masa lalunya. Dia menjadi sangat sensitif dengan aura jahat dan aura membunuh.

__ADS_1


Yurion mendesah lega. Dia mulai menceritakan misi yang diterima nya dari organisasi untuk mendapatkan batu pusaka itu.


"Em...jadi pemimpin organisasi kalian menginginkan batu pusaka itu?" Gin bertanya memastikan.


Yurion mengangguk.


"Apa dia menyukai barang mahal?" Gin bertanya lagi.


Yurion mengangguk.


"Hmm, tapi bagaimana kau bisa tertarik dengan buku jelek milikku kalau kalian menyukai barang mewah" gumam Gin cemberut. Dia hampir mendapatkan masalah karena hal ini.


Yurion tersenyum malu-malu. Tampilan buku itu memang sangat buruk. Tapi buku itu berharga. Dengan buku itu, dia bisa membuat orang muda di organisasi mereka lebih berkembang.


"Yah, tapi buku itu tetap berharga...." katanya.


"Tapi bisakah aku menyalinnya?" Yurion bertanya takut-takut.


Gin mengerutkan kening nya. "Kau bisa menyalinnya?"


"Tentu saja." Dia mengangguk yakin dan langsung mengeluarkan sebuah alat sihir aneh. "Sekarang sudah banyak sekali alat sihir canggih yang memudahkan pekerjaan manusia. Aku bisa menyalin buku itu hanya dalam beberapa detik dengan alat ini" dia berkata dengan ekspresi bangga.


Dia menduga penatua di sampingnya ini sangat ketinggalan zaman karena terlalu lama mengasingkan diri. Karena itulah dia berusaha menjelaskan nya sebijak mungkin. Dan tentu saja dengan sikap percaya diri, agar Gin memujinya.


Tapi dugaannya salah, wajah Gin malah semakin jelek saat dia mendengar ceritanya. "Kalau kau bisa menyalinnya, kenapa kau berusaha untuk mencurinya dariku?" tanya Gin dengan wajah dingin. Ekspresinya cukup menyeramkan. Gara-gara masalah ini, dia diterbangkan di tempat yang jauh. Dan harus menunda jadwalnya untuk berbelanja. Dan harus mengeluarkan tenaganya untuk berkelahi.


Yurion gugup saat melihat ekspresi Gin. Dia tertawa canggung dan menjawab dengan nada malu-malu "Aku hanya ingin terlihat keren..."

__ADS_1


Gin menghela napas dan menahan kemarahannya. "Baiklah. Salin dengan cepat". Gin mengeluarkan buku lusuh itu dari ranselnya.


Yurion mengerjap tak percaya. Dia dengan cepat menyalin buku itu dengan alat sihir. Begitu simple, hanya dalam beberapa detik buku lainnya langsung terbentuk.


Gin berpikir, mereka bisa menyalin banyak buku dengan alat itu dan membuka pabrik buku.


"Kau bisa menyalin banyak buku dengan alat itu"


"Tidak seperti itu" Yurion mulai menjelaskan. "Biasanya buku berharga dipasang sebuah pengaman, apalagi teknik kultivasi. Jadi tidak bisa disalin dengan alat apapun. Sehingga jalan satu-satunya adalah mencurinya" kata Yurion tak tahu malu. "Aku juga berpikir bahwa buku berharga ini dipasang pengaman. Tapi saat aku menyentuh nya, buku ini tidak dipasang pengaman apapun. Aku sedikit bingung, padahal ini adalah buku yang berharga"


"Mungkin karena buku itu sudah tua dan tampilan nya jelek. Jadi tidak ada yang menduga bahwa itu benda yang berharga" Gin bergumam.


Yurion tidak merespon. Dia takut mengatakan hal yang salah, jadi dia memilih untuk diam. Setelah menyalin buku itu, dia memberikan nya kembali kepada Gin. Gin pun menyimpan buku itu kembali ke dalam ranselnya.


Gin akan pergi sekarang atau hari akan semakin gelap. Sebelum pergi dia berpesan pada Yurion. "Jangan melukainya" katanya serius. Dia merujuk pada Fei Lan yang menjadi tawanan. Dia tidak ingin ikut campur, tapi dia tidak ingin teman sekelasnya terluka.


Yurion mengangkat tangannya di kening, berpose hormat. "Tidak akan. Kami tidak pernah membunuh siapapun. Dan aku juga tidak ingin melukai gadis kecil yang cantik seperti itu" kata Yurion serius.


Saat bertarung dengan Gin, dia juga tidak pernah mempunyai pikiran untuk membunuhnya. Dia hanya ingin menghajar Gin sampai pingsan dan ketakutan untuk memberinya pelajaran. Namun, hal itu tidak pernah terjadi. Malah dia yang dihajar sampai tulang tangannya retak. Walaupun dia dengan cepat menyembuhkan nya dengan pil obat berharga miliknya.


Gin sudah mendapatkan jawaban yang memuaskan. Dia bisa pergi dengan tenang. Harusnya seperti itu. Tapi tiba-tiba sepuluh orang tidak dikenal, entah muncul dari mana, mengepung mereka tiba-tiba.


"Lepaskan cucuku!" seorang kakek yang terlihat seperti pemimpin berteriak marah. Teriakannya bahkan bisa menimbulkan angin yang sangat kencang. Para kultivator tingkat rendah akan langsung terluka kalau mendengar teriakannya.


Yurion kaget. Dia terlalu lengah. Karena terlalu asyik bersama Gin, dia lupa bahwa dia sedang dikejar oleh banyak orang dan lupa dengan rencana nya.


Untungnya Fei Lan tidak ada disini. Jadi dia masih bisa menggunakan gadis itu sebagai tawar menawar. Dia merasa tenang dalam sekejap.

__ADS_1


"Kalian sudah datang? Aku tidak menyangka bahwa akan secepat ini" kata Yurion sombong sambil melihat orang-orang yang mengelilingi nya. Dia tidak takut sama sekali. Selama lawannya hanya tubuh immortal, dia masih cukup percaya diri walaupun jumlah mereka banyak.


__ADS_2