
Qiqi adalah namaku. Aku memiliki seorang papa yang sangat baik dan tampan. Papa adalah seorang pemimpin yang memiliki banyak sekali bawahan-bawahan yang sangat kuat. Qiqi adalah seorang putri kecil dan hidup di sebuah istana yang sangat besar. Orang-orang menyebut tempat tinggal Qiqi sebagai mansion.
Qiqi juga sangat cantik. Para pelayan bilang Qiqi memiliki mata dan rambut emas yang sangat indah. Walaupun Qiqi berpikir ini adalah penampilan yang sangat biasa di Babilonia. Tapi Qiqi tetap menghargai perkataan mereka dan Qiqi juga percaya diri bahwa Qiqi cantik. Karena semua orang menyukai Qiqi.
Papa sebentar lagi ulang tahun. Jadi Qiqi ingin memberikan papa hadiah yang sangat bagus. Lalu Qiqi mendengar bahwa ada batu yang sangat cantik dan mahal di negara Mozu. Qiqi pun mengutus beberapa orang untuk mendapatkan batu cantik itu. Qiqi ingin membuatkan kalung untuk ayah.
Tapi orang-orang yang Qiqi utus ternyata sangat bodoh. Mereka bilang mereka menghilangkan batu itu dengan alasan yang sangat bodoh. Qiqi tidak percaya pada mereka. Qiqi yakin mereka berbohong. Mereka pasti tidak mencari batu itu sama sekali.
Sudah seminggu sejak itu. Ulang tahun papa semakin dekat. Tetapi para idiot itu sangat sulit dihubungi sehingga Qiqi sangat marah.
"Qiqi ingin pergi ke Mozu" Qiqi berkata pada ayah bahwa Qiqi ingin berlibur kesana.
"...." Sang ayah terdiam sebelum menjawab. "Qiqi, ayah sedikit sibuk. Kita bisa pergi bulan depan. Papa akan ikut berlibur dengan Qiqi oke?" bujuknya.
Wajah Qiqi langsung berubah cemberut. Bulan depan ulang tahun Papa sudah lewat. Qiqi ingin mencari hadiah itu sekarang bukan nanti. Jadi Qiqi pun menangis. "Qiqi tidak mau! Qiqi mau pergi sekarang!" dia meronta-ronta sambil menangis dengan wajah imutnya.
Sang ayah menjadi tidak tega. Dia akhirnya mengizinkan Qiqi untuk pergi. Tapi dia harus ditemani oleh pengawal terpercaya. Dia mengutus dua orang kultivator immortal tingkat menengah untuk mengawalnya.
Nama mereka adalah Paman Zam dan Paman Nio. Sebenarnya mereka berdua adalah pengawal papa, tapi papa memiliki banyak pengawal. Dia juga sangat kuat. Jadi tidak masalah mengirim dua pengawal untuk mengawal Qiqi.
Akhirnya Qiqi naik pesawat. Sebenarnya bisa pergi dengan kereta sihir dan membiarkan Pipu terbang untuk membawa Qiqi. Pipu adalah Merpati raksasa milik Papa. Tapi Papa bilang bahwa itu terlalu mencolok dan Qiqi bisa dalam bahaya kalau berpergian terlalu mencolok. Karena kami punya banyak musuh. Kami punya banyak musuh. Kami kuat, terkenal dan kaya. Semua orang iri pada kami dan mencari kami. Itulah yang Qiqi pikirkan.
__ADS_1
Qiqi akhirnya tiba di Mozu. Negara ini benar-benar sangat berbeda dari tempat tinggal Qiqi. Penampilan orang-orangnya juga sangat aneh. Qiqi dan Paman Nio memiliki rambut pirang. Lalu Paman Zam memiliki rambut merah mencolok. Sementara orang-orang disini memiliki rambut hitam. Oleh karena itulah, penampilan Qiqi dan kedua paman terlihat sangat mencolok.
Qiqi sudah sampai. Sekarang saatnya Qiqi mencari para idiot itu. Qiqi akan menghajar mereka karena mereka bermalas-malasan. Tapi sekali lagi, panggilan Qiqi ditolak oleh mereka. Qiqi sangat marah.
"Qiqi ingin memukul mereka sampai babak belur" Qiqi berteriak kesal sambil menghentakan kakinya. "Paman, bantu Qiqi menemukan para idiot ini"
Kedua paman mengangguk patuh. Lalu paman Nio mulai mencari para idiot itu sementara paman Zam bersama Qiqi menunggu di taman.
Saat Qiqi sedang menunggu, Qiqi melihat seekor kucing gemuk dan burung kecil berbicara satu sama lain dengan bahasa mereka. Jujur saja itu sangat aneh. Burung kecil itu bahkan duduk di punggung kucing itu. Bukannya biasanya burung kecil seperti itu hanya akan menjadi makanan kucing? Tapi mereka berdua terlihat sangat akrab satu sama lain.
Burung kecil itu terlihat sangat lucu. Tapi Qiqi bisa melihat bahwa dia kehilangan beberapa bulu. Dia pasti terluka! Sementara kucing gemuk itu terlihat sangat jelek dan jahat. Kucing gemuk itu pasti menipu burung kecil itu karena burung kecil itu terluka. Dia pasti akan memakan burung itu di tempat yang sepi.
Qiqi ingin menyelamatkan burung kecil itu dari terkaman kucing jelek itu. Qiqi pun menghalangi mereka untuk berjalan lebih jauh.
"..." Bimba dan Muca langsung terdiam sambil menatap bocah di depan mereka. Bocah itu sangat pendek dan kecil seperti kurcaci.
"Kucing jelek, Qiqi tidak akan membiarkanmu menipu dan memakan burung lucu itu" teriak Qiqi. Dia langsung menyambar Muca dengan cepat dengan tangannya. Muca tidak menghindar karena sayapnya masih terluka dan dia tertangkap.
Lalu Qiqi mulai menaruh Muca dalam pelukannya. "Burung kecil sekarang kamu aman"
Qiqi melihat ke arah kucing jahat itu. Qiqi ingin menendangnya. Qiqi tidak bermaksud untuk melukainya tapi Qiqi perlu memberinya pelajaran agar kucing itu tidak melukai burung-burung kecil lainnya. Qiqi suka burung Bahkan Pipu sangat imut. Qiqi tidak akan membiarkan mahluk manapun yang melukai para burung.
__ADS_1
Tapi saat Qiqi menendang, kucing jelek itu melompat dengan cepat ke samping, menghindari serangan Qiqi. Qiqi benar-benar tidak percaya bahwa kucing jelek itu bisa menghindarinya.
Kali ini Qiqi bergerak lebih cepat untuk menendangnya. Tapi kucing jelek itu selalu menghindari serangan Qiqi dengan melompat-lompat. Qiqi merasa sangat kesal. Qiqi rasa kucing jelek itu sedang mengejek Qiqi.
Padahal Qiqi sudah menjadi kultvator tubuh perak level 10. Kata Papa sebentar lagi Qiqi akan menerobos ke inti emas. Dan Qiqi adalah anak jenius dan berbakat. Umur Qiqi masih sepuluh tahun loh. Qiqi benar-benar tumbuh kuat. Tapi Qiqi ingin menjadi lebih kuat lagi seperti ayah.
Karena Qiqi kesal, Qiqi menyuruh paman Zam untuk menangkap kucing jelek itu. Anehnya, kucing jelek itu berhasil menghindari paman Zam dan bahkan tersenyum mengejek ke arah mereka.
Urat-urat kekesalan muncul di kepala Qiqi. "Paman Zam tangkap kucing jelek itu. Qiqi yakin dia adalah binatang sihir. Qiqi ingin kucing jelek itu tunduk dan menjadi pelayan Qiqi"
Paman Zam mengangguk dan bergerak cepat untuk menangkap Bimba. Tapi Bimba bergerak dengan cepat untuk menghindar. Bimba merasa marah saat mendengar kurcaci kecil itu ingin menjadikannya pelayan. Dia tidak akan membiarkan harga dirinya sebagai raja iblis tercoreng hanya karena seorang bocah.
Bimba menyerang bocah itu. Setidaknya dia ingin memberinya tanda cakaran karena sudah meremehkannya. Gerakannya sangat cepat, bahkan Paman Zam terlambat mengikuti gerakannya.
Cakar Bimba hampir menyentuh kulit lembut Qiqi. Tapi tiba-tiba TRANG! terdengar bunyi benda pecah. Sebuah penghalang muncul dan melindungi seluruh tubuh Qiqi. Penghalang itu mengenai cakar Bimba dan hancur berantakan.
Qiqi syok. Dia tidak menyangka bahwa seekor kucing jelek tiba-tiba menyerangnya. Kucing itu lolos dari paman Zam dan menghancurkan penghalang yang diberikan oleh ayahnya. Sejak kapan kucing jelek bisa sekuat itu. Qiqi bahkan tidak merasakan energi qi dari tubuhnya, seperti yang Qiqi rasakan saat bertemu binatang sihir.
"Nona, tidak apa-apa?" Paman Zam langsung mengecek tubuh Qiqi.
Qiqi menggelengkan kepala "Qiqi tidak apa-apa". Lalu kucing jelek itu sudah menghilang dari hadapan mereka. Burung kecil yang ada dipelukannya juga menghilang. Kucing jelek itu pasti menangkapnya.
__ADS_1
Mata Qiqi mulai berkaca-kaca. "Paman, paman, burung kecil yang Qiqi selamatkan ditangkap oleh kucing iblis, huaaa" Lalu Qiqi mulai menangis.
Paman Zam masih linglung. "Sejak kapan seekor kucing bisa sekuat itu?" pikirnya. Bahkan kultivator immortal seperti dirinya tidak bisa melihat gerakannya sama sekali. Kucing itu kemungkinan adalah peliharaan dari tokoh terkenal di negara ini. "Aku tidak bisa meremehkan negara ini sama sekali" gumamnya.