
Gin mengamati tempat di mana dia dipindahkan. Dia merasa sangat familiar. Dan benar saja, dia melihat sebuah danau yang dikenal di depannya. Ini adalah danau di mana dia bertemu dengan ular putih kecil itu.
"Bagaimana bisa kesini lagi?" Lily membuka mulutnya. Dia terbangun sekarang padahal sebelumnya dia tidur sangat nyenyak di saku baju milik Gin. Tapi dia merasakan goyangan yang kuat saat Gin dipindahkan dan terbangun.
Lalu mereka mendengar suara tangisan. Gin merasa bahwa suara itu sangat familiar. Dia mencari sumber suara dan menemukan seekor ular putih di pinggir danau. Ular itu menangis, dia bahkan bisa melihat jejak air mata di wajah ular itu.
"Kau?" ular putih itu menyadari keberadaan Gin. Dia berhenti menangis lalu menunjukkan taringnya dengan ganas ke arah Gin. Lalu dia menyerang Gin tanpa aba-aba apapun.
Gin mengangkat tangannya, dia langsung mencengkram ular yang melompat ke arahnya seakan dia mencengkram bola.
Ular putih itu menggeliat sedih. "Kenapa kau mencuri telurku! Kenapa!" teriaknya kesakitan.
Gin tersentak kaget. "Aku tidak mencuri apapun. Tenanglah. Kau pikir aku akan mencuri darimu secara diam-diam, padahal aku bisa mengalahkanmu langsung di tempat?"
Ular putih itu langsung terdiam. Tubuhnya langsung berubah lesu dan keinginannya untuk bertarung langsung sirna dalam sekejap.
Gin melepaskan cengkramannya dan ular putih itu langsung terjatuh ke bawah.
"Apa yang terjadi?" tanya Gin.
Ular itu menatap Gin dengan mata berkaca-kaca, lalu menceritakan semua yang terjadi. Tentang bagaimana dia meletakan tiga telurnya di dalam air. Lalu dia hanya meninggalkannya sebentar dan telur-telur miliknya menghilang. Dia juga tidak merasakan jejak apapun seperti manusia atau binatang sihir lainnya. Sehingga dia kebingungan dan menangis.
__ADS_1
Pasalnya, binatang sihir tubuh ilahi seperti dirinya bahkan tidak bisa mendeteksi musuh. Harga dirinya terluka parah dan memikirkan hal itu hanya membuat tangisannya semakin keras.
Gin mencari skill yang dapat dia gunakan untuk membantu ular ini. Sekarang dia mengerti mengapa ular putih ini tiba-tiba menyerangnya saat dia sedang mandi di danau. Ternyata dia sedang melindungi telurnya.
Gin mengaktifkan skill pendeteksinya. Dia berusaha mencari jejak telur dari ular putih. Tapi dia tidak menemukan jejak apapun. Tapi dia melihat warna merah samar yang memanjang di sekitar danau.
Gin mengikuti jejak samar itu. Tapi jejak itu terpotong di tengah-tengah. Kelihatannya, ketiga telur itu terbawa arus. Lalu, ada yang mengambil telur itu di titik ini. Tapi jejak itu menghilang di tengah-tengah danau, yang berarti pencuri itu terbang dan mengangkat telur itu menggunakan skillnya. Karena itulah tidak ada jejak yang terdeteksi.
"Aku tidak bisa membantumu" kata Gin dengan nada menyesal.
Ular putih itu semakin murung saat mendengar jawaban Gin.
Tapi seseorang tiba-tiba muncul dan memecah suasana sedih itu.
Kebetulan sekali jarak teleportasi Gin adalah yang terdekat dari empat anak lainnya. Lalu Gin tidak menyembunyikan keberadaannya sehingga dia bisa dideteksi dengan mudah oleh mereka.
"Cih, anak ayam tubuh perak" dia menatap Gin dengan tatapan merendahkan.
"Kau adalah yang terlemah bukan?" dia menatap Gin dari atas sampai bawah.
Sejujurnya, Gin tidak mengenali wajah para pembunuh itu. Sehingga dia hanya memasang wajah bingung nan polos saat pembunuh itu berbicara padanya. Sikap Gin ini, membuat pembunuh itu merasa kesal padanya.
__ADS_1
Pembunuh itu menyerang Gin. Dia bersiap untuk mencekik Gin sampai mati. Tapi saat dia meraih leher Gin, Gin berpindah tempat sehingga dia hanya mencengkik udara kosong.
"?" Pembunuh itu bingung karena dia tidak melihat gerakan Gin sama sekali. Dia berpikir Gin menggunakan alat sihir lainnya untuk melakukan perpindahan itu.
Dia mengeluarkan sebuah pedang hitam. "Nak, kau kira trikmu itu akan bekerja sebanyak dua kali?" dia menyerang. "Dasar bodoh" Dia mengayunkan pedangnya.
BAM! Suara sayatan pedangnya membelah beberapa pohon dan bahkan membelah air danau dalam sekejap.
Pembunuh itu mengira bahwa dia berhasil membelah tubuh Gin menjadi dua bagian. Tapi Gin menghindari serangannya.
Gin bergerak ke sisi kanannya hanya dalam beberapa detik.
"Pak, danaunya jadi kotor. Seseorang akan marah" Gin mengernyitkan keningnya dan menatap pembunuh itu dengan tatapan menyesal.
Pembunuh itu tersentak kaget. Dia tidak melihat pergerakan Gin sama sekali dan tiba-tiba pemuda itu sudah berada di sampingnya.
Lalu ular putih mulai terbang dan menampakkan dirinya. Dia menatap manusia di depannya dengan wajah garang. Dia marah dan kesal tapi dia tidak bisa melampiaskannya pada Gin. Sehingga dia melampiaskannya pada pembunuh itu.
"Apa-apaan..." pembunuh itu bergetar ketakutan melihat ular putih kecil di depannya. Karena dia bisa merasakan aura binatang sihir tubuh ilahi darinya.
"Mati" ular putih itu berbicara lalu menyerangnya dengan cepat.
__ADS_1
Pembunuh itu tidak bisa menghindar. Lengannya langsung tergigit.