
Gin dan Li Seng pun dibawa ke kantor polisi untuk diadili. Saat mereka berdua tiba di kantor polisi, mereka menjadi pusat perhatian semua orang karena pakaian wanita dan make up yang mereka pakai.
"Kalian masuk" Fei membuka pintu sel dan menyeret keduanya untuk masuk ke dalam.
Tapi kondisi mereka aneh. Hanya Gin yang tersegel oleh borgol langit, sementara Li Seng bebas. Tapi ekspresi keduanya sangat tidak baik, terutama Gin. Siapa yang mengira bawa dia akan dipenjara hanya karena terbang? Dia jadi sedikit trauma untuk terbang sembarangan sekarang.
"Apa yang kau lakukan hingga polisi cantik itu marah?" tanya Li Seng sambil mendudukan pantatnya di atas tanah. Kejadian hari ini benar-benar mengurangi energi dan staminanya. Saat dia pulang nanti, dia akan makan lebih banyak untuk mengisi energi.
"Hanya masalah kecil. Aku tidak sengaja menyinggung nya..." Gin menjawab ambigu.
Li Seng ingin bertanya lebih jauh, tapi dia menahannya. Dia dan Gin baru saja bertemu beberapa hari yang lalu. Intinya mereka masih orang asing satu sama lain. Jadi dia tidak enak untuk bertanya lebih jauh tentang masalah Gin walaupun dia penasaran.
Pertama, dia perlu menjadi dekat dengan Gin dan berteman dengannya. Setelah itu, dia bisa menanyakan hal yang membuatnya penasaran. Walaupun pendekatan itu akan butuh waktu yang cukup panjang.
"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang? Bagaimana dengan poin Kontribusi nya?" kata Gin frustasi. Dia membaringkan dirinya di lantai penjara.
Walaupun ini penjara, mereka masih meletakkan karpet bulu di bawahnya. Sehingga masih sangat nyaman untuk berbaring.
"Kurasa aku akan meminta bantuan ayahku. Walaupun aku yakin, uang sakuku benar-benar akan dikurangi kali ini" Li Seng berkata dengan nada sedih. Pengurangan uang saku membuat nya tidak bisa bersenang-senang dengan wanita. Dia akan menjadi gila karena bosan. Tapi mau bagaimana lagi. Dia harus menerima nya.
Li Seng dengan entengnya mengeluarkan ponsel dari sakunya, lalu mulai memanggil ayahnya.
"Halo" Li Fan menjawab dengan ketus dari balik telepon. Saat Li Seng menelpon nya, biasanya adalah saat masalah terjadi. Dia sepertinya terbiasa dengan hal seperti ini.
"Ayah, aku ada sedikit masalah..." kata Li Seng sedih.
Li Fan sudah menduganya. "Apa itu?" dia bertanya dengan nada tajam.
Li Seng menghela napas, lalu dia menceritakan semuanya. Dia menceritakan semua tentang rencana penyamaran dan bagaimana mereka bertemu musuh. Lalu tentang kemunculan empat senior yang ingin merebut mangsa mereka. Jadi mereka mengalahkan mereka dengan menyedihkan. Ternyata salah satu dari mereka memiliki hubungan dengan polisi dan membuat mereka dipenjara karena perkelahian. Li Seng menjelaskan nya dengan cepat sampai air liur nya kering.
__ADS_1
Setelah selesai bercerita, dia langsung terdiam, menunggu tanggapan dari ayahnya. Dia sebenarnya gugup, takut ayahnya marah. Setidaknya walaupun uang sakunya dikurangi, dia tidak ingin dimarahi saat dia kembali.
"Aku akan kesana" kata Li Fan kemudian setelah terdiam selama beberapa saat. Lalu dia memutuskan telpon nya dengan cepat.
"Tamatlah riwayatku..." Li Seng bergumam putus asa sambil membaringkan dirinya ke lantai, mengikuti Gin.
"Kenapa?" tanya Gin. "Bukannya kau menelpon ayahmu?"
"Sepertinya ayahku marah atas apa yang kita lakukan hari ini" kata Li Seng. "Aku mungkin akan kehilangan uang jajan dan diusir keluar dari rumah malam ini" Li Seng bisa menduga masa depannya hanya dari reaksi ayahnya. Dia sangat putus asa.
" Kau bisa tinggal di tempat ku kalau kau benar-benar diusir. Dan masalah uang, aku tidak bisa membantumu. Aku juga miskin" kata Gin dengan ekspresi datar. Dia tidak miskin kalau membandingkan dirinya dengan orang biasa. Tapi kalau dibandingkan dengan Li Seng yang berasal dari lima keluarga besar, dia sangat miskin.
"Ya, aku tahu itu" Li Seng menjawab sambil melihat Gin prihatin. Dalam pikirannya, Gin masihlah seorang anak laki-laki yang datang dari desa.
Tak lama kemudian, polisi wanita Fei kembali menghampiri mereka. "Kalian keluar sekarang" katanya dengan mata melotot.
Gin merenggut kesal. Mereka benar-benar dianggap seperti hewan ternak sekarang. Yang bisa dimasukan dan dikeluarkan dari kandang sesuka hati.
Fei membawa mereka menuju ruang introgasi. "Duduk!"
Keduanya duduk dengan patuh. Di depan mereka ada seorang polisi dengan seragam berbeda dari polisi lainnya. Kelihatannya orang ini memiliki pangkat yang lebih tinggi dari polisi lainnya.
Di sisi orang itu, berdiri Polisi Wanita Fei dan paman polisi, yang keponakannya sudah dipukuli oleh Gin.
"Perkenalkan, aku adalah kepala sipir. Aku dengar kalian melakukan pelanggaran kekerasan publik. Kenapa kalian melakukan nya?" pria itu langsung bertanya to the point.
"Itu karena mereka merebut target kami terlebih dahulu bahkan membuat target yang sudah susah payah kami pancing melarikan diri" Gin berkata dengan frustasi sambil menggertakan giginya.
"Tuan Gu, anak ini juga melanggar lalu lintas terbang!" Fei langsung menyela dan menatap Gin dengan tajam.
__ADS_1
"Oh?" alis Tuan Gu, si kepala sipir itu terangkat. "Apa kau kultivator tahap inti emas? Tapi Kultivasi mu masih di peringkat perunggu" dia melihat Gin dengan ekspresi bingung.
"Aku tidak mengerti apa yang kalian katakan. aku tidak pernah melanggar lalu lintas terbang atau apapun itu" Gin memutar matanya, mengelak.
Tubuh Fei bergetar marah. "Kau! Dia menyembunyikan kekuatannya. Aku yakin itu. Dia bahkan bisa merusak borgol langit ku!"
Tuan Gu mengelus dagunya. "Seperti nya dia melakukannya. Sejak dia berasal dari SMA Jinshi, tidak mungkin dia berada di tubuh perunggu" dia menatap Gin curiga. "Mungkin dia memakai sesuatu di tubuhnya"
Gin mengernyitkan keningnya. "Aku tidak tahu apa yang kalian katakan. Aku memang kultivator tubuh perunggu. Aku tidak memakai alat apapun untuk merubah tingkat kultivasi ku!" protes Gin.
"Tuan Gin, aku ingin dia mendapatkan hukuman yang setimpal. Setidaknya dia harus dipenjara atau melakukan pekerjaan sosial selama beberapa tahun" polisi Fei tersenyum dingin.
"Jangan lupakan bahwa mereka sudah memukul orang lain" paman polisi itu melanjutkan. "Hukuman mereka bisa menjadi lebih berat"
Li Seng menggelengkan kepalanya frustasi. Sebenarnya dia sama sekali tidak bersalah disini. Gin yang sudah memukul para senior itu. Gin juga yang melanggar lalu lintas terbang. Dia tidak melakukan apapun, tapi dia juga ikut dihukum. Dia merasa takdir terlalu tidak adil baginya.
Untung saja ayahnya akan datang sebentar lagi. Jadi dia tidak terlalu khawatir untuk berakhir di penjara. Hidup di penjara sama seperti hidup di neraka. Tidak ada makanan enak dan tidak ada kasur yang empuk. Dia akan mati secara perlahan.
"Hmm....." Tuan Gu memegang dagunya sambil mengamati kedua bocah di depannya. Dia sedang memikirkan hukuman apa yang harus dia berikan pada mereka.
Tapi tiba-tiba seorang polisi masuk dengan tergesa-gesa dan memecah suasana sunyi di ruang introgasi itu.
"Tuan Gu!"
Tuan Gu tersentak dan menatap polisi itu dengan tidak senang karena sikap tidak sopannya. "Apa yang kau lakukan?"
"Di depan...di depan...." polisi itu berusaha menahan rasa gugup nya.
"Di depan ada apa?!" Tuan Gu mendesaknya.
__ADS_1
"Keluarga Li ada di depan...."
Mata Tuan Gu langsung membelalak kaget. Dia langsung melesat dengan cepat meninggalkan ruang introgasi.