
Li Seng tidak mengira bahwa dia akan mengawasi temannya sendiri bersama dengan seorang gadis cantik. Dia merasa sangat antusias karena bisa melihat seorang dewi berada di sampingnya. Tapi dia juga tidak merasa antusias karena melakukan hal yang tidak terlalu berguna untuknya.
"Dia pergi ke rumah lelang" kata Fei Lan.
"Wow, ini mengejutkan. Dia benar-benar punya cukup uang untuk pergi ke tempat itu" Li Seng sedikit terkejut.
"Tapi kalau kita mengikutinya ke rumah lelang, kita tidak akan bisa mengetahui posisinya" kata Fei Lan. Dia berpikir sebentar lalu berkata "Ayo masuk"
Keduanya pun masuk ke rumah lelang. Sebelumnya, mereka sudah memiliki kartu member di tangan mereka. Lagipula mereka berdua berasal dari keluarga terkenal. Mereka berdua pun terpisah saat mendapatkan topeng mereka masing-masing.
Li Seng tidak bermaksud membeli apapun di pelelangan. Tapi beberapa benda menarik perhatiannya, terutama senjata sihir. Sehingga mau tidak mau dia mengeluarkan uang untuk senjata itu.
Lalu, ada hal lucu yang terjadi di pelelangan. Seorang manusia bodoh memberi sendok kayu seharga satu juta flos. Hal ini akan menjadi topik hangat di kalangan kultivator.
__ADS_1
Setelah pelelangan selesai, Fei Lan menariknya untuk melanjutkan misi pengawasan mereka. Mereka langsung menuju ke apartemen Gin.
Kamar Gin berada di lantai 150. Mereka tidak bisa masuk secara normal. Jadi Fei Lan menggunakan alat sihirnya untuk terbang. Lalu Li Seng menggunakan alat sihir yang membuat tubuh fisik mereka menjadi tembus pandang.
"Dia hanya bermain game" kata Li Seng malas. Dia merasa mengantuk dan ingin tidur. Sekarang sudah malam. Tapi dia tidak bisa mengatakan hal seperti itu kepada Fei Lan.
Fei Lan mengernyitkan keningnya. "Kita lihat sebentar lagi. Kau tidak penasaran barang apa yang dibelinya di pelelangan?"
"Aku penasaran" jawab Li Seng setengah hati. Dia tidak bohong. Tapi dia hanya lelah sehingga rasa penasaran tidak terlalu mempengaruhinya.
"Aku lelah..." akhirnya Li Seng mengeluh.
Fei Lan merenggut kesal. "Baiklah" katanya. Dia tidak mendapatkan apapun hari ini. Tapi dia akan mendapatkan sesuatu besok. Dia yakin besok.
__ADS_1
Bimba melihat ke arah jendela secara tiba-tiba dan berkata "Dua anak ayam itu sudah pergi" katanya malas.
"Oh" Gin hanya mendengus. Lalu dia mulai mematikan monitor di depannya dan menutup jendela apartemennya.
"Apa yang mereka berdua lakukan?" tanya Bimba.
"Aku tidak tahu. Mereka mengawasiku dari tadi" kata Gin cemberut. Tapi dia tidak terlalu peduli.
Setelah itu dia memasukkan kursi dan meja yang telah dibelinya ke dalam cincin ruang. Lalu dia mengeluarkan sendok kayu yang baru saja dibelinya.
"Bagaimana mungkin ini bisa menjadi emas?" gumam Gin bingung. Lalu dia teringat fungsi sendok ini.
Gin mengambil sekantong susu dari kulkas lalu menuangkannya ke dalam gelas. Setelah itu dia mengaduk susu itu dengan sendok kayu yang baru saja didapatkannya. Setelah itu dia mencoba meminum satu sendok susu dengan sendok kayu itu.
__ADS_1
Dia merasakan aliran hangat masuk ke dalam tubuhnya. Sensasi hangat ini tidak buruk. Dia bisa merasakan aliran qi masuk ke dalam tubuhnya, padahal dia hanya meminum susu.
Ternyata sendok kayu itu sangat berguna. Gin memutuskannya. Dia akan menggunakan sendok kayu ini setiap dia makan sesuatu. Sekarang dia tidak hanya mendapatkan energi qi dengan meditasi atau menyerap kristal. Dia bisa mendapatkannya hanya dengan makan. Ini sangat berguna.