
Saat tiba di ruang kelas, Gin langsung mengeluarkan kursi dan meja barunya. Dia menyingkirkan yang lama, lalu menggantinya dengan yang baru. Hal itu membuatnya menjadi pusat perhatian di kelas. Bahkan kursi dan bangkunya terlihat sangat mencolok.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Pil Su. Dia adalah murid yang menjabat sebagai ketua kelas, bahkan sebelum Gin dipindahkan ke kelas ini.
"Aku membawa kursi dan meja" jawab Gin.
Wajah Pil Su berubah cemberut saat mendengarkan jawaban acuh Gin. Dia ingin mengomel lebih jauh, tapi sang wali kelas sudah masuk ke dalam.
Jia juga terkejut saat melihat meja dan kursi yang dibawa oleh Gin. "Apa yang kau lakukan, Gin?" serunya kaget.
"Aku membawa kursi dan meja" jawab Gin. Dia duduk di kursinya, lalu menyandarkan tubuhnya. Rasanya benar-benar enak. Sekarang, bokong dan punggungnya tidak terasa sakit lagi saat duduk.
Jia tidak bisa berkata-kata. Melihat Gin dengan acuh duduk nyaman di sana, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya. Lalu dia menatap semua murid dan berkata " Baiklah, pelajaran akan dimulai sekarang". Dia mengabaikan tingkah absurd Gin.
Melihat Jia tidak mengomel, Pil Su mengurungkan niatnya untuk memarahi Gin lebih jauh. Semua murid juga mulai menarik perhatian mereka dari Gin dan fokus pada Jia
Jia mulai mengajar para murid itu.
"Kemarin, aku sudah menjelaskan kepada kalian tentang menyerap energi qi secara maksimal untuk meningkatkan kultivasi kalian bukan?"
Semua murid itu mengangguk.
__ADS_1
Jia tersenyum. "Kerja bagus" dia memuji. Lalu dia mulai menjelaskan teknik meditasi paling efisien yang ditemukannya untuk membantu para murid berkembang. Dia menyuruh para murid itu rutin bermeditasi untuk menyerap sebanyak mungkin energi qi ke dalam tubuh mereka.
"Kalian tahu. Anak-anak dari lima keluarga besar memiliki teknik meditasi yang diwariskan kepada keturunan mereka secara turun temurun. Begitu juga dengan keluarga kultivator lainnya. Mereka memiliki teknik meditasi yang diajarkan kepada generasi muda mereka di umur yang sangat muda." kata Jia serius.
"Sementara orang-orang seperti kita tidak akan mewarisi hal seperti itu karena kita hanya berasal dari keluarga biasa. Tapi bukan berarti kita tidak mampu. Ada banyak orang-orang berbakat di antara orang-orang biasa. Walaupun mereka tidak memiliki pondasi yang kuat dan berlatih sejak kecil. Mereka tetap bisa mengejar mereka yang sudah memiliki hak istimewa sejak mereka dilahirkan. Karena itulah, akademi akan membantu kalian untuk mencapai hal itu." kata Jia semangat. Dia mulai menyemangati semua murid yang berada di kelas ini agar tidak terlalu memikirkan kelas mereka yang rendah dan fokus berlatih.
"Usaha tidak akan mengkhianati hasil. Walaupun kita bukan jenius berbakat, kita tetap akan menjadi individu penting di masa depan"
Jia mulai menjelaskan asal usulnya sebagai anak biasa yang memiliki bakat kultivasi. Lalu dia berjuang keras dan berhasil menjadi salah satu guru di akademi terkenal ini. Walaupun dia bukan berasal dari keluarga terkenal atau pun seorang jenius, dia bisa menjadi individu penting di mata semua orang. Lagipula tidak mudah menjadi guru di akademi ini. Walaupun hanya mengajar kelas perunggu, reputasi Jia juga tinggi di dunia luar.
Setelah mendengarkan cerita Jia, tatapan semua murid berubah. Mereka menjadi lebih bersemangat dan tekad yang kuat mulai terbentuk. Semua orang di kelas ini tidak memiliki hak istimewa sejak lahir. Mereka menjadi kultivator karena bakat mereka. Lalu keluarga mereka berusaha menyongkong dan mendukung mereka dengan sumber daya seadanya sampai akhirnya mereka berhasil masuk ke dalam akademi untuk belajar.
"Baiklah, aku akan melihat sejauh mana kalian menguasai teknik meditasi yang sudah kuajarkan. Tunjukkan padaku"
Saat semua anak mulai bermeditasi, Jia menutup matanya. Dia mengaktifkan teknik kultivasinya, Teknik ini dinamakan teknik mata hati, teknik yang memungkinkan untuk melihat energi qi dari orang lain. Jia membuka matanya, pupilnya langsung berubah merah. Lalu dia bisa melihat energi qi yang terbentuk di sekeliling tubuh murid-muridnya.
Sampai akhirnya dia membeku di tempat. Dia melihat ada banyak energi qi yang berkumpul di sekitar Gin. Terlalu banyak dan sangat tidak normal. Lalu Jia juga melihat bahwa Gin menyerap semuanya. Dengan energi sebanyak itu seharunya Gin menerobos ke tahap selanjutnya. Tapi tidak ada tanda-tanda perubahan pada tubuhnya sama sekali. Seakan-akan energi qi itu hanya terserap ke dalam udara kosong.
Kelas berakhir. Jia hanya mengajari bagaimana mereka harus bermeditasi dengan benar. Dia mulai memberitahu setiap murid tentang kelemahan mereka dan menyuruh para murid itu untuk memperbaikinya.
"Gin, bisa bicara denganku sebentar?" kata Jia tiba-tiba.
__ADS_1
"Ya?" Gin mengernyit bingung, tapi dia segera mengangguk. Lalu dia mengikuti Jia ke tempat yang agak sepi.
"Maafkan aku karena bertanya hal yang tidak pantas seperti ini. Kau bisa tidak menjawab kalau kau tidak ingin. Tapi pertanyaan ini akan membantumu memperbaiki kelemahanmu dan membuatmu menjadi lebih berkembang"
"Jadi apa yang ingin anda tanyakan?"
"Boleh aku tahu level bakatmu? Sekali lagi maaf..." kata Jia menyesal.
Tapi Gin menjawabnya dengan acuh dan tidak peduli. "tiga"
Jia membelalak kaget. "Apa?"
"Ya, level bakatku tiga"
"...." Jia terdiam sebentar. Setelah itu dia menatap Gin dengan mata kasihan dan memeluknya. Sekarang dia mengerti mengapa Gin tidak tumbuh sama sekali walaupun dia menyerap banyak energi qi. Karena bakatnya sangat lemah. Benar-benar lemah. Dia tidak dilahirkan untuk menjadi kultivator sama sekali dengan level bakat seperti itu.
Level bakat terbagi menjadi sepuluh tingkat. Semua manusia di dunia ini memiliki level bakat tapi level mereka berbeda-beda. Manusia dengan level bakat 1 sampai 2 tidak akan mampu berkultivasi. Walaupun mereka bisa menyerap enerqi qi, mereka tidak akan maju setelah bertahun-tahun. Perlu waktu puluhan tahun bagi mereka untuk maju ke tubuh perunggu level 1.
Level bakat 3-4 adalah level bakat kultivator terlemah. Mereka bisa maju dengan beberapa usaha, tapi kecepatan mereka sangat lamban. Dan tidak ada seseorang dengan bakat ini yang mencapai tubuh immortal. Tubuh inti emas adalah batas maksimal bagi mereka untuk dicapai dan mereka memerlukan ratusan tahun untuk mencapai tiu.
Level bakat 5-7 adalah level bakat menengah yang dimiliki oleh kultivator rata-rata. Level bakat 8-9 adalah level bakat tingkat tinggi yang dimiliki oleh anak-anak berbakat. Level bakat 10 adalah level bakat yang dimiliki oleh anak yang terlahir jenius. Masa depan anak dengan level bakat 10 sangat tidak terbatas. Mereka bisa maju dengan cepat dan menjadi lebih kuat dari manusia-manusia lainnya.
__ADS_1
Fei Lan, Yusa Arai, Long An, Ken Ilya adalah anak-anak jenius yang memiliki level bakat 10 sejak mereka lahir. Sementara Li Seng dan Sima Arai memiliki level bakat 9. Ken Ilya, Long Sun, Fei Ren dan Fei Wu memiliki level bakat 8. Karena hal inilah lima keluarga besar di ibukota akan terus mempertahankan kekuasaan mereka. Semua karena generasi muda mereka yang berbakat dan jenius.