
Kini di tengah alun-alun kota Zamran, sudah terkumpul puluhan orang untuk memperebutkan kemenangan di setiap kelompok karena kelompok di bagi menjadi dua bagian yaitu kelompok wanita dan kelompok laki-laki.
Karena laki-laki lebih banyak maka perbandingan dari penerima murid baru dari Sekte Langit Penguasa untuk laki-laki 7 orang sedangkan untuk perempuan 5 orang.
Yang sedang berdiri di hadapan para penonton adalah pertarungan kelompok wanita sehingga di tiap kelompok nya hanya terdapat puluhan orang saja.
Sedangkan di kelompok laki-laki tiap kelompok dari mereka terdapat ratusan orang.
Kenapa kelompok perempuan di dulukan kara ini adalah permintaan dari tetua Sekte Langit Penguasa yang datang ke Kerajaan Sahoi.
Feng Syhun, Ye Yue dan Liuliu menonton jalanya pertarungan dari kejauhan tapi untuk penglihatan mereka bertiga melihat itu cukup dengan jelas dan tajam.
"Liuliu apa kamu bisa merasakan siapa yang bakal memenangkan pertempuran di kelompok ini?" ucap Feng Syhun pada Liuliu.
Ye Yue hanya menengok dan mendengarkan saja apa yang mereka berdua bicarakan tidak ada keinginan mengganggu mereka.
"Di kelompok ini hanya ada para kultivator biasa tidak ada yang menonjol dari segi kultivasi maupun kemampuan khusus!!" jelas Liuliu pada Feng Syhun.
Feng Syhun hanya mengangguk saja dia sebenarnya bisa melihat itu hanya saja dia kurang yakin dengan penglihatan yang dia miliki.
Di pertandingan kelompok pertama tidak adanya hal yang membuat Feng Syhun, Ye Yue dan Liuliu tertarik dia menonton pertarungan itu cukup membosankan menurut mereka karena serangan dari tiap orang adalah serangan yang licik untuk mengurangi jumlah orang.
Rata-rata dari mereka ada yang mengkroyoki 1 orang dengan 2 orang bahkan 3 orang, satu orang dari tiap level yang sama di serang 2 bahkan 3 dan akhirnya dia terjatuh dari arena pertandingan.
Ada juga yang menyerang secara membokong bahkan ada yang menggunakan senjata rahasia.
Akan tetapi dari tetua Sekte Langit Penguasa tidka ada yang melarang atau menghentikan tindakan itu.
***
Dari ruangan yang sangat gelap itu menggema suara yang bila orang mendengar pasti merinding dan menegang ketakutan.
Sampai altar batu yang ada di sana bergetar hanya dengan aura dari suaranya yang sangat mengerikan.
"Bidak baruku tidak lah berguna sama sekali benar-benar bidak yang bodoh!" gema suara di ruangan yang sangat gelap itu.
"Baru aku izinkan keluar sudah tewas! Memang bidak yang bodoh." lanjutnya.
"Bila saja aku mengajukan syarat, harus membawa pecahan kunci dari bola pengekang sialan ini pasti aku tidak akan merugi! Aku benar-benar kesal!" masih terdengar suara itu meracau tidak karuan.
__ADS_1
"Setidknya aku masih punya beberapa bidak yang cukup handal sisa 2 lagi harusnya tidaklah sulit! Setelah itu aku akan bebas hahahahahahah!!" setelah omongan itu selesai dia tertawa dengan sangat keras.
Suara tawa itu seperti mau meruntuhkan apa saja yang ada di situ dan seakan terdengar dari segala arah yang menyahut satu sama lain.
***
Kembali ke pertarungan kelompok ujian masuk Sekte Langit Penguasa, kini semua kelompok hampir sudah bertarung dan menyiksa satu pemenang di setiap kelompok itu.
Para tetua dari Sekte Langit Penguasa kini merasa sedikit kecewa karena yang dia cari dari apa yang Patriak Sekte Langit Penguasa sampaikan di rapat para tetua tidak ada di sini.
Sehingga para tetua itu kini terduduk melihat jalanya pertarungan dengan malas dan lesu.
Kini yang maju adalah Kelompok terakhir dari grup laki-laki dan di grup inilah Han Shou berada saat ini.
Han Shou sudah menaiki arena pertempuran dia sedikit gugup karena ini baru pertama kali dia akan bertanggung dengan orang sebanyak ini meski itu bukan lawan dia semua tapi tetap saja mereka semua adalah musuhnya dalam pertarungan ujian masuk Sekte Langit Penguasa.
"Aku harus berlaku hati-hati di sini jangan sampai terkena serangan telak atau serangan dari arah titik buta?" gumam Han Shou.
Semua orang-orang di arena itu saling tatap dengan sorot mata yang tajam dan memilih mana orang yang menurut mereka empuk jadi lawan mereka.
Di hadapan Han Shou ada seorang pemuda yang cukup besar badanya dan kekuatannya hampir setara dengan Han Shou hanya saja dia lebih tinggi dalam tingkatan kecil.
Han Shou hanya diam menanggapi omongan pemuda itu, ya meski umur Han Shou 2 tahun lebih muda dari pemuda itu. Sebenarnya bila di panggil bocah amarahnya langsung akan meluap tapi Han Shou bisa menjaganya.
Dia tidak mau merawan orang dalam keadaan kepala yang panas.
"Baiklah bila itu mau kau! Akan aku ladeni permintaan kau itu." ucap Han Shou dengan tenang tapi mengandung nada ejekan.
Tidak lama setelah itu bel tanda pertarungan di mulai berbunyi.
Setelah mendengar bel tanda pertarungan di mulai berbunyi, Han Shou langsung meningkatkan kewaspadaan nya.
Tanpa basa basi lagi belum juga bel berakhir pemuda yang tadi mengejek lasung menerjang ke arah Han Shou dengan kekuatan penuhnya.
Tangan pemuda itu mengepal menderu mengarah ke batok kepala Han Shou, melihat itu Han Shou tidak tinggal diam dia menyambut pukulan itu dengan pukulan tangan kosong pula.
Tangan kanan Han Shou sudah di aliri penuh Energi Ki miliknya dan seketika benturan tangan terjadi.
Boooomm....!!
__ADS_1
Suara dentuman akibat benturan kekuatan Energi Ki milik mereka berdua terjadi di atas arena, tapi dentuman itu tidak membuat orang-orang di atas arena memalingkan wajahnya.
Mereka semua lebih fokus melihat lawan mereka yang sedang bertarung denganya takut bila melihat di sekeliling arena dia di serang secara mendadak dan mengakibatkan kekalahan telak.
Hanya Feng Syhun, Ye Yue dan Liuliu yang memandang pertemuan Han Shou bersama pemuda sebagi lawan Han Shou itu, meski kultivasi pemuda lawan dari Han Shou lebih tinggi beberapa tingkatan kecil tapi Han Shou bisa mengimbangi itu.
Pemuda itu dan Han Shou terpental tidak terlalu jauh dari tempat semula hanya beberapa meter saya karena kekuatan mereka hampir seimbang dan mereka bisa mengendalikan dirinya masing-masing.
"Bocah kecil luman juga kekuatan kau itu?" ucap pemuda yang menjadi lawan Han Shou.
"Harusnya aku yang bilang seperti itu!!" ucap Han Shou dengan tenang.
"Kurang ajar kau meremehkan ku yah?" bentak pemuda itu.
"Aku bukan meremehkan tapi kenyataannya harus aku yang bilang seperti itu pada kau!" ucap Han Shou masih dalam kata-kata yang wajar.
Tapi bagi pemuda itu dia sudah di remehkan dalam segala hal
Sampai dia menggertakan giginya dengan kuat mengepalkan tangannya sampai hampir mengeluarkan asap!
Itu semua karena pemuda itu menahan amarah yang sangat meluap-luap.
Han Shou melihat itu hanya tersenyum kecil dia tidak tau kenapa pemuda itu bisa begitu marah, padahal kata-kata yang dia lontarkan benar adanya.
Karena dulunya Han Shou tidak selemah ini kultivasi nya itu karena di akibatkan rusaknya dantian milik nya saat di penjara bawah tanah.
\=
\=
\=
LIKE' yah.
Terimakasih buat para pembaca Noval ini.
Maaf telat up.
...
__ADS_1