
\=
\=
Sembilan kesatria dewa dan yang lainnya langsung memandang ke atas, karena terdengar suara tertawa terbahak-bahak yang sangat kuat bahkan mengandung tekanan mengerikan.
"Sangat mengerikan.!" ucap salah satu dari master sekte besar yang berbeda di bawah yang sedang berkumpul dengan yang lainnya cukup jauh dari areal pertempuran.
"Benar, apa dia yang di sebut sebagai raja dari siluman?" tanya salah satu dari mereka.
"Entah lah, aku juga tidak tahu! Tapi aku yakin bahwa dia yang paling kuat!" jawabannya memberi tahukan kesimpulan dirinya.
Mereka kemabli serius menonton pertempuran!.
*
Begitu juga dengan orang-orang yang sangat jauh menonton mereka adalah master generasi muda, sebenarnya mereka juga ingin membantu tapi sudah di peringatkan oleh para sembilan kesatria dewa dan kaisar dewa yang baru, maupun master kawakan yang dulu sudah pernah melawan siluman untuk tidak ikut dalam pertempuran langsung.
Para master dari sekte besar dan menengah saja tidak ikut andil mengikuti peperangan langsung melawan siluman yang masih bener-benar prima.
Itu membuat para master muda yang menghormati mereka sedikit sedih, mereka menganggap dirinya sudah hebat dan bisa mengatasi siluman dengan mudah sebelum perang ini terjadi.
Tapi nyatanya setelah penyerangan dari siluman datang mereka hanya di ungsikan dan mundur sanggat jauh dari medan pertempuran besar.
"Aku sangat kecewa dengan kekuatan ku saat ini!" ucap master muda yang kini menonton dari jarak yang sangat jauh.
Dia tertunda lesu, yang bikin dirinya sakit hati adalah, kaisar dewa baru yang begitu terlihat muda yang tadinya di remehkan olehnya, malah kini bertarung di garis depan.
Sedangkan dirinya yang terang-terangan meremehkan kaisar dewa malah tidak bisa berbuat apa-apa, dan hanya bisa di lindungi oleh mereka semua yang sudah sepuh.
"Tenang lah, aku tahu kau sangat kecewa! Begitu juga aku!" jawab temanya yang persis berdiri di sampingnya.
"Apa kau merasa bersalah terhadap kaisar dewa yang baru?" ucap temannya kembali setelah mengaku dirinya juga sama kecewanya.
"Ya aku sangat malu pada diriku sendiri, aku kira sudah berdiri di puncak gunung! Ternyata aku masih di dasar jurang dan hanya mendaki bukit di jurang itu!" jawab yang tadi mengeluh.
"Ya aku juga merasa seperti itu, maka dari itu aku berjanji jika aku selamat dari pertempuran besar ini! Maka akan berlatih sungguh-sungguh untuk bener-benar mendaki gunung yang tinggi!" ucap temannya mencoba berjanji pada dirinya sendiri.
Akhirnya mereka saling mengukuhkan janji pada dirinya untuk terus menggapai kekuatan yang sebenarnya, dan tidak akan meremehkan orang lagi kedepannya jika belum tahu kebenaran yang terjadi.
Feng Syhun, masih terus melawan beberapa komandan sekaligus! Dan sudah berhasil membunuh tiga komandan yang melawan dirinya.
Itu membuat Genosida tidak bisa menunggu lagi dan dia juga sudah mulai khawatir akan kekalahan pasukan dirinya.
"Kurang ajar jika seperti ini terus, pasukan yang ku bawah bisa habis tak tersisa!" gumamnya.
__ADS_1
Genosida lalu menjulurkan tangannya ke atas seketika gemuruh seperti guntur terdengar di alam dewa, Feng Syhun hendak menengok apa yang terjadi karena baru saja menebas salah satu leher komandan siluman.
Begitu hendak menengok ke arah atas, di depan dirinya sudah ada gada penghancur milik Genosida yang akan menghantam dirinya! Karena jaraknya sangat dekat Feng Syhun tidak siap dan tidak bisa menghindari.
Hanya bisa menahan dengan pedang merah inti api miliknya yang tadi telah di gunakan untuk menebus salah satu komando siluman.
Begitu pedang itu melintang di depan dadanya, pedang itu langsung berbenturan dengan gada penghancur milik Genosida.
Boommm..!!
Suara ledakan terjadi karena dua senjata yang bertabrakan dengan keras karena di lapisan energi Ki yang sangat tinggi.
Traaang..!
Buuummm..!!
Suara senjata yang hancur berkeping-keping, dan hantaman tubuh Feng Syhun ke daratan karena terdorong ke bawah akibat benturan keras itu.
"Sial..! Serang dadakan!" keluh Feng Syhun masih dalam kondisi berbaring di tanah.
"Padahal sudah ku awasi sejak tadi, tapi masih saja kecolongan seperti ini! Genosida memang bukan main-main kekuatannya!" gumam Feng Syhun sambil kembali terbang ke arah Genosida berada.
Lubang besar seperti danau langsung terbentuk di sana, para master dari sekte besar maupun menengah hanya bisa melongo melihat itu.
Dari kejauhan para master muda dari masing-masing sekte ikut terkena imbasnya gelombang kejut sangat besar sampai mereka menggunakan teknik pertambahan yang mereka miliki masing-masing.
Di tambah guncangan daratan yang langsung terjadi setelah Kaisar dewa membentur ke daratan dengan sangat keras.
"Aku benar-benar tidak percaya, tapi ini di depan mataku bagaimana aku bisa membantahnya?" ucap salah satu dari master muda.
Dia memang tidak melihat secara langsung yang dia lihat hanya kejadian yang mengguncangkan tanah, setelah itu kaisar dewa keluarga dari kawah yang sangat besar dengan terbang ke atas langit lagi sambil menepuk-nepuk debu di bajunya.
Itu membuat mereka tidak habis pikir, dengan serangan daya hancur seperti itu kaisar dewa yang baru tidak mengalami luka sedikitpun.
Bahkan seperti tidak terjadi apa, dirinya terbang kembali ke musuhnya sambil menepuk-nepuk pakaian yang kotor terkenal debu.
Hampir semua orang menengok ke arah Feng Syhun jatuh, dari Ye Yue, Liuliu, Xi Jinping dan Wang Long! Mereka berteriak menghawatirkan Feng Syhun.
Tapi setelah tahu Feng Syhun tidak apa-apa, mereka tersenyum!.
'Bagaimana mereka menghawatirkan seseorang yang begitu kuat!'
Genosida tersenyum, dengan kejadian ini! Dia tidak berharap bocah yang di sebut kaisar dewa ini cukup tangguh bahkan bisa menerima serangan kuat miliknya.
Setelah Genosida mengulurkan tangannya, gada penghancur langsung berada di genggaman tangannya! Dengan gerakan sangat cepat dirinya langsung melesat ke arah Feng Syhun dan mengarahkan pukulan yang cukup kuat milik dirinya pada Feng Syhun.
__ADS_1
Genosida awalnya berpikir, satu serangan itu bisa membunuh bocah yang di sebut kaisar dewa! Tapi nyatanya bocah itu hanya terpental saja dan tidak memiliki cidera sama sekali setelah kembali terbang mendekat ke arahnya.
Kini Feng Syhun dan Genosida berhadap-hadapan satu sama lain! Di tangan kanan Feng Syhun masih memegang pedang merah inti api yang kini hanya tinggal pegangan pedangnya saja!.
Feng Syhun menengok ke tangan kanannya!.
"Pedang merah inti api, akhirnya kau berjuang sampai akhir! Terimakasih sudah menemani perjalanan ku sampai ke tahap sekarang!" ucap Feng Syhun pada pedangnya.
Lalu Feng Syhun memasukkan pegangan pedang merah inti api itu ke dalam cincin penyimpanan dia akan menyiapkan itu untuk sebuah kenangan dengannya.
Genosida yang seperti tidak di anggap oleh bocah itu, sangat marah! Bagaimana tidak marah, di depannya ada dirinya tapi dia dengan sangat santai mengobrol dengan pedang yang sudah tahu benda mati dan sudah rusak lagi.
"Bocah kau sangat meremehkan Genosida Raja Kehancuran?" ucap Genosida dengan sangat marah.
Itu terlihat dari penekanan kata, dan mulut yang di gertakan dengan kuat.
"Tidak meremehkan, aku malah sangat kaget! Kau bisa menyerang diriku secara mendadak seperti itu aku sangat kaget!" ucap Feng Syhun membalas pertanyaan Genosida.
Tian dan sembilan kesatria dewa yang melihat Feng Syhun menghadapi Genosida sanggat tenang membuat dia cukup kaget.
Sambil bertarung dengan siluman lain, dirinya terus memperhatikan Feng Syhun dari gerak-geriknya.
Dia begitu kaget, karena Feng Syhun sangat tenang menghadapi Genosida! Padahal dahulu tuan Liu Xiaobo saja sangat tertekan dengan Genosida itu tapi tuan Feng Syhun sangat tenang dan bersikap begitu acuh.
"Sudah ku targetkan, kau adalah mangsa diriku setelah aku bangkit kembali!" Genosida menjawab dengan ancaman.
Jika itu orang lain maka akan sangat tertekan, karena di samping Genosida mengancam dengan mulutnya dan emosinya.
Dirinya juga menekan dengan aura penekanan yang tinggi, untung saja jarak antara Feng Syhun Genosida dan yang lainya cukup jauh tadi hanya tekanan tidak begitu kuat yang orang-orang itu rasakan.
Genosida kaget di benaknya, karena bocah yang di sebut kaisar dewa tidak terpengaruh dengan tekanan yang dirinya keluarkan.
"Bocah kau masuk dalam kriteria orang yang aku lawan!" lanjutkan Genosida setelah tersenyum penuh makna.
Feng Syhun hanya tersenyum menanggapi ancaman dan ungkapan Genosida terhadap dirinya saat ini, Feng Syhun memiliki rencana bagus untuk melawan Genosida habis-habisan.
\=
\=
Bantu LIKE' 👍
Terimakasih.
...
__ADS_1