
2 Tahun yang lalu.
Di pinggiran danau air darah muncul portal dimensi yang cukup besar, lalu di susul munculnya pemuda yang cukup tampan tapi di garis muka dan tatapan matanya terdapat kebengisan dan sifat angkuh, bahkan bisa di katakan kejam.
Pemuda tersebut menggunakan baju setelan berwarna hitam pekat dengan rambut yang berwarna merah kehitaman, meski rambut tersebut bukan warna aslinya. Seakan warna itu sesuai dengan wajahnya yang bengis itu.
"Diman aku berada saat ini?" pemuda itu berucap pada diri sendiri.
Setelah berucap demikian, dia mengedarkan kesadaran nya dan merasakan banyak pergerakan di pulau yang berada di tengah-tengah danau air darah.
Tanpa banyak pikir pemuda itu melesat ke arah danau itu dengan kecepatan kilat.
Wosss...!!
Hanya membutuhkan beberapa detik pemuda itu sudah sampai di danau itu.
***
Di dalam bangunan besar pada pulau yang berada di tengah-tengah danau air darah, tepatnya di aula pertemuan sedang di adakan rapat para tetua.
Patriak sekte Teratai Darah sedang duduk di kursi singgasananya dia sedang berbicara mengenai kegiatan sekte untuk mengikuti perlombaan kekaisaran Benua Utara,
Selagi rapat berlangsung anak didik dari sekte Teratai Darah memasuki ruangan dengan cara membanting pintu.
Braakk...!!
Suara bantingan daun pintu menggema ke seluruh ruangan, pare Tetua dan Patriak sekte Teratai Darah menengok ke arah pintu yang terbuka lebar menampilkan anak didik mereka yang datang tergesa-gesa.
"Ada apa? kenapa datang tergesa-gesa sampai membanting pintu segala?!" ucap patriak sekte Teratai Darah.
"Ma-maaf Patriak!" hu, hu, hu, anak didik itu terengah-engah setelah meminta maaf.
"Ada apa tarik nafas pelan-pelan, lalu jelaskan pada kami ada apa?" ucap Patriak sekte Teratai Darah.
"Patriak gawat,!! di bagian ujung barat pulau ada pemuda yang sangat kuat sedang menyerang pulau ini" ucap anak didik itu membuat para Penatua dan Patriak sekte Teratai Darah kaget di buatnya.
"Apa?? ada pemuda kuat yang menyerang pulau ini?" ucap Patriak sekte Teratai Darah.
"Iyah Patriak, dia sangat kuat." ucap anak didik itu.
"Mari kita semua ke sana!" ajak Patriak sekte Teratai Darah ke semua orang yang ada di sana.
__ADS_1
Baru juga suara Patriak sekte Teratai Darah selesai di ucapkan, terdengar tawa yang meledak keras sampai menusuk-nusuk gendang telinga mereka semua.
Di ambang pintu yang terbuka berdiri di sana seorang pemuda dengan pakaian hitam dan rambut merah kehitaman sedang tertawa dengan keras, setelah tertawa itu berhenti dia membentak dengan keras!. "Tidak perlu kalian datang mencari ku, aku sudah ada di sini"
Patriak sekte Teratai Darah juga tak kalah emosi dan langsung membalas bentakanya.!
"Siap kau? berani menyerang sekte Teratai Darah kami"
Setelah bentakan itu mereda, pemuda yang di ambang pintu mengeluarkan Aura Penekanan sampai ke ranah Roh Dunia Tingkat Menengah.
Semua orang yang merasakan itu langsung terkapar jatuh berlutut tak terkecuali, semua orang kaget di buatnya dan tertegun.
"Ra-ranah Roh Dunia Tingkat Menengah.!! siapa dia? bagaiman umur yang begitu muda memiliki kekuatan di ranah itu" ucap Patriak sekte Teratai Darah sedikit terbata-bata.
Sedangkan untuk anak didik sekte Teratai Darah yang tadi membawa berita sudah tak sadarkan diri dengan darah keluar dari berbagai lubang kecuali satu lubang yang tidak keluar darah, dengan kondisi yang mengenaskan terkapar di lantai.
"Tunduklah pada Yangmulia ini maka kalian semua akan mendapatkan kekuatan besar!!." ucap pemuda itu.
"Siap kau sebenarnya?" ucap tetua pertam dari sekte Teratai Darah.
"Aku adalah Yangmulia Yanluo " ucap pemuda itu.
___________
___________
"Apa Yangmulia Yanluo?, bagaimana mungkin" ucap salah satu penatua.
"Kurang ajar!! aku tak peduli siapa kau" ucap Patriak sekte Teratai Darah.
Kata-kata nya belum juga berakhir dia sudah melesat ke arah pintu dengan Tekni Tangan Bayangan, itu adalah teknik tangan kosong terkuat Patriak sekte Teratai Darah.
Patriak sekte Teratai Darah yakin meski dia berada di bawah kekuatan pemuda itu dia bisa mengalahkannya dengan banyak usaha.
Belum juga setengah jalan dari serangannya, pemuda di ambang pintu melambaikan tangannya ke arah Patriak sekte Teratai Darah, seketika energi hitam pekat menerjang Patriak sekte Teratai Darah,
Buummm...!!
Benturan energi itu bertabrakan dan tubuh Patriak sekte Teratai Darah langsung hancur berserakan.
Semua Tetua yang ada di sana langsung bergetar ketakutan dengan serangan barusan pemuda itu lancarkan, Patriak sekte Teratai Darah adalah orang yang sangat kuat dia berada di Ranah Tubuh Dunia' Tingkat Tinggi.
__ADS_1
Patriak sekte Teratai Darah termasuk salah satu orang terkuat di Benua Utara, di kalahkan dengan satu serangan apa lagi dengan serangan sepele anak muda itu.
"Apa kalian tetap tidak mau tunduk denganku?" ucap Yanluo para Tetua sekte Teratai Darah.
Tetua ke 3 Yang dasarnya kurang suka dengan Patriak sekte Teratai Darah, langsung berlutut di depan Yanluo.
"Saya bersedia menjadi pengikut Yangmulia Yanluo," ucapnya tanpa ragu.
"Ha-ha-ha...!! bagus terima ini dan telan maka kau akan menjadi orang yang lebih kuat." Yanluo melemparkan sesuatu yang seukuran ujung jari kelingking, setelah berbicara.
Tetua ke 3 yang menangkap sesuatu yang seperti Pil dengan besar seujung jari kelingking orang dewasa itu memandang pil itu dengan lekat,
Pil itu berwarna hitam pekat bagian luar terlindungi oleh lapisan tipis transparan, aura yang keluar dari Pil itu begitu mendominasi dan kuat. Tetua ke 3 tidak ragu langsung menelan itu dan setelah Pil hitam pekat itu tertelan, dari tubuh Tetua ke 3 itu keluar aura hitam.
Tetua itu langsung duduk bersila tak butuh waktu lama ledakan di dantian Tetua ke 3 terus terdengar sampai berhenti di Ranah Roh Dunia Tingkat Rendah,
Semua Tetua yang ada di sana langsung kaget di buatnya karena peningkatan Tetua ke 3 sangat gila Dari Penyempurnaan Inti Ki tingkat tinggi, sampai ke Ranah Roh Dunia Tingkat Rendah,
1 Ranah di tembus dengan beberapa menit, semua Tetua yang menginginkan kekuatan langsung berlutut semua, dan mereka menerima Pil itu tapi dengan ukuran lebih kecil, sehingga rata-rata dari mereka hanya sampai ke Ranah Tubuh Dunia Tingkat Tinggi, tapi mereka tetap senang, setidaknya kekuatan mereka setara dengan Patrick sekte Teratai Darah.
"Baiklah sekte Teratai Darah sekarang menjadi kekuasaan ku!!. Dengan kau sebagai pemimpinnya," Yanluo berbicara sambil menunjuk kepada Tetua ke 3.
"Terimakasih Yangmulia Yanluo" ucap Tentu ke 3 sebari membungkuk hormat.
Setelah hari demi hari terlewati sekte Teratai Darah menjadi terkenal akan keganasannya dan menjadi ancaman bagi para sekte lainya, bahkan kekaisaran sekalipun.
Sampai sekte Teratai Darah kedatangan pangeran ke 3 dari kekaisaran dan pangeran ke 3 di beri kekuatan oleh Yanluo.
Karena Pil yang di miliki Yanluo sudah habis sehingga dia memerintahkan untuk menangkap gadis di bawah umur 17 tahun dan di atas 16 tahun yang masih perawan.
Itulah mengapa di Benua Utara ada teror seperti itu dalang dari semuanya adalah sekte Teratai Darah dan Yangmulia Yanluo tentunya.
\=\=\=
LIKE' yah
\=\=\=
Terimakasih buat para pembaca Noval ini.
Tunggu terus update selanjutnya.
__ADS_1
Saran dan kritik tinggalkan di komentar, lau vote.😉😅
...