
\=
\=
Feng Syhun tidak menyangka bahwa dirinya setelah mencabut tutup dari labu penyimpanan semesta akan langsung terserap tanpa dirinya bisa melawan bahwa untuk mencegah saja sangat sulit.
"Liuliu bagaimana bisa seperti ini?" ucap Feng Syhun melayang di udara kosong bersama Liuliu.
"Kan aku sudah bilang tuan, jangan langsung di buka kita belum mengetahui banyak tentang labu itu! Malah tuan langsung buka!" ucap Liuliu tidak berdaya.
Mereka berdua terus bertanya satu sama lain, dan menurut mereka anehnya mereka berdua seperti sedang terjatuh ke dalam jurang yang tidak berdasar.
Berbeda dengan teleportasi yang di lakukan hanya sekejap lalu sampai, sedangkan di sini dirinya terasa sangat lama berada di ruang kehampaan.
*
*
Di Alam Dewa Sejati.
Para dewa-dewi bawahan dari Zius sedang melakukan serangan kuat di titik retak yang ada di langit bagian timur di Alam Dewa Sejati, mereka sedang melancarkan serangan terkuat mereka masing-masing untuk membuat langit itu pecah yang di kira mereka adalah pintu gerbang antar alam.
Saat sedang melakukan serangan satu titik pusat pada bagian yang sudah retak, salah satu mereka langsung berteriak.
"Lihat retakan itu semakin besar!" ucap salah satu dewa-dewi yang ada di sana.
Dewa-dewi adalah bawahan langsung Zius yang beranggotakan 7 orang 4 laki-laki dan 3 perempuan, mereka adalah bawahan yang tertangguh dalam hal penyerangan, penyiksaan dan pengeroyokan.
Mereka tercipta dari satu kandungan, yang memiliki 7 elemen berbeda, meskipun satu saudara dan bisa di bilang kembar tapi mereka memiliki bentuk berbeda dan sering sekali bertengkar.
Hanya Zius yang bisa menenangkan mereka semua.
Yang berbicara adalah, laki-laki yang berbadan besar dan terlahir ke 2, dirinya saat hendak menyerang melihat sekilas bahwa retakan di langit itu semakin besar.
"Apakah itu benar? Jangan asal bicara jika tidak ingin ku tendang sampai pecah telurmu!." ucap wanita yang paling cantik dan anggun tapi mulutnya sangat bar-bar dalam menghina.
"Coba lihat sendiri saja adik!" ucap laki-laki yang berbadan besar itu.
"Tidak sudi aku melihat yang kotor seperti dirimu!" jawab wanita yang paling cantik.
"Bukan aku, tapi langitnya!" ucap laki-laki itu sudah sangat kesal.
"Ha-ha-ha-ha..!"
__ADS_1
Tertawa salah satu dari mereka yang memiliki tubuh gendut, dan paling suka tertawa.
"Hiks, hiks, hiks..!" kalian menertawai ku, aku jadi sedih.
Adik laki-laki yang paling terakhir menangis karena diri hanya bisa berekspresi menangis saja tanpa ada yang lain.
Saat ke tujuh orang itu sedang asik bertengkar yang tidak berguna, dari langit itu retakannya semakin besar lalu meledak dengan sangat kuat.
"Boooommmm..!"
Ke 7 orang itu yang sudah menyiapkan serangan masing-masing mereka terpental jauh ke berbagai arah dan mengalami luka yang cukup parah di bagian dalam dan bagian luar tubuhnya.
Karena ledakan itu sungguh dahsyat, bahkan langit itu hampir terbelah dan daratan di sana langsung bergetar.
"Uhukk, uhukk, sial aku luka parah dan kecantikan diriku ternodai! Tubuh indah ku tergores!!" ucap wanita yang paling cantik.
"Ha-ha-ha-ha-ha-ha..!!" tawa adik ke tiga yang berbadan gemuk.
"Ku robek mulutmu, dan perutmu yang buncit itu bila terus tertawa!" bentak wanita cantik.
Entah mengapa mereka terpental masing-masing cukup jauh! Tapi masih saja bertengkar, sepertinya hidup mereka tidak asik jika tidak bertengkar bersama.
"Sial ledakan apa ini sangat besar bikin aku sedih saja hiks, hiks, hiks..!" Ucap adik ke empat laki-laki yang paling terakhir dirinya menangis setelah berucap.
"Siapa yang peduli, kau mati juga tidak ada yang memikirkan!" bentak wanita paling cantik dan paling tua di antara wanita lainnya.
Sedangkan wanita yang ke enam wajahnya biasa saja tapi dirinya hanya diam, tidak menanggapi mereka semua seakan tidak terjadi apa-apa.
"Aku sangat malu, wajah ku terlihat oleh semuanya!" ucap Kaka pertama.
Yang paling buruk adalah Kaka pertama, dirinya adalah yang paling pemalu, di saat adik-adiknya bertengkar dirinya malah bersembunyi dan malu jika di lihat yang lain.
"Ha-ha-ha-ha, kalian semua lucu bikin aku tertawa saja ha-ha-ha-ha!!" ucap anak laki-laki yang ke tiga yang berbadan gemuk dan buncit selalu tertawa sampai perut melar karena masuk angin.
*
*
Feng Syhun dan Liuliu, jatuh dari kekosongan bersama ledakan yang besar setelahnya, "sial ini ujung dunia apa kenapa meledak seperti ini?" ucap Feng Syhun sangat kaget.
"Liuliu kau tahu kita di mana?" Feng Syhun bertanya setelahnya.
"Tuan sepertinya kita berada di alam yang tidak kita rasakan sebelumnya!" ucap Liuliu setelah turun ke tanah.
__ADS_1
Feng Syhun juga berada di dekat Liuliu saat itu, mereka melihat ada beberapa orang yang aneh menurutnya, yaitu Dewa-dewi si anak kembar tujuh.
Mereka di sebut kembar karena lahir bersama dari orang tua yang sama hanya berjarak beberapa saat saja saat lahir, tapi karena keanehan itu dirinya dikucilkan sampai saat mereka bertujuh di temukan oleh Zius dan di jadikan bawahan utama.
"Ha-ha-ha-ha-ha, ternyata setelah ledakan besar itu ada seseorang! Ha-ha-ha-ha-ha ini sangat lucu aku sampai tertawa!" ucap saudara laki-laki ke 3.
"Hiks, hiks, hiks, hiks lucunya di mana itu menyediakan bagiku!" jawab saudara laki-laki ke 4.
"Masa bodo, kalian mau tertawa mau nangis! Jika tidak diam akan ku tendang sampai mati kalian satu-persatu!" bentak saudara wanita yang lahir ke lima dan tertua.
"Aku sangat malu ada orang lain di sini!" ucap saudara laki-laki pertama.
"Sudahlah, jangan bertengkar kita ini saudara!" ucap saudara laki-laki yang ke dua yang berbadan besar dirinya yang di lihat paling normal.
"Diam kau, ku tampar mukamu jika bicara lagi!" adik perempuan yang paling tua.
Feng Syhun dan Liuliu hanya bisa diam saja melihat mereka bertengkar demikian, karena keduanya tidak tahu apa yang mereka ributkan sedari awal.
"Kalian sih bertengkar terus, lihat langit yang tadinya retak dan sudah semakin lebar retaknya berkata usaha kita, sekarang sudah kembali normal! Kita akan kena marah Yang mulia Zius!" ucap saudara laki-laki ke dua.
Setelah mendengar ucapan yang mulai Zius bakal marah mereka bertujuh menjadi memandang langit dan ekspresi mereka berubah total 180°.
Dari yang tadinya seperti bercanda sekarang sepertinya sangat mengerti akan situasi.
"Bodoh, kenapa kau tidak bilang dari tadi! Badan saja di gede kan otak kecil!" bentak saudara perempuan yang paling cantik.
"Ha-ha-ha-ha-ha benar ucapan kaka ke dua ternyata langitnya menutup kembali!" ucap saudara laki-laki ke tiga.
"Diam kau tertawa mu membaut telingaku sakit!" bentak saudara perempuan yang paling cantik.
Bila di lihat sekilas pasti orang akan tertipu oleh perempuan yang paling cantik, jika diam dirinya terlihat begitu anggun tapi sekali berbicara langsung memaki seperti sedang marah besar.
Feng Syhun dan Liuliu masih terdiam di hadapan mereka, sepertinya kedatangan mereka berdua tidak di hiraukan sama sekali oleh mereka bertujuh.
Awalnya Feng Syhun mengira mereka akan segera bertingkah normal, tapi nyatanya tetap saja Feng Syhun mau tertawa tapi takut dosa, sehingga dirinya lebih menahan untuk tertawa maupun bicara dengan mereka semau.
"Orang-orang aneh!" gumam Feng Syhun.
\=
\=
Bantu LIKE 'kakak.
__ADS_1
Terimakasih.