Absolut Sistem Pemandu Kultivasi

Absolut Sistem Pemandu Kultivasi
Genosida Kalah Dan Terbunuh


__ADS_3

\=


\=


Genosida masih dalam keadaan tidak bisa bergerak dengan bebas, mengetahui serangan Feng Syhun sudah sampai di depan matanya membuat Genosida langsung terkejut.


"Apa aku akan kalah oleh bocah ini?" ucap Genosida pada benaknya seperti tidak berdaya.


Seketika Genosida langsung mengumpulkan kekuatan pada dirinya sebanyak mungkin yang dirinya bisa kumpulan, meskipun regenerasi belum sempurna tapi Genosida memaksakan itu semua agar bisa bergerak kembali.


Ini hal pertama yang pernah di lakukan Genosida, baru pertama dirinya terdesak seperti ini dan di ambang kematian.


Genosida tahu serang Feng Syhun saat ini bukanlah main-main, dia tahu kekuatan Feng Syhun sangat besar setara dengan dirinya bahkan bisa jadi lebih.


Sebelum pedang itu menebas leher miliknya, Genosida langsung mempersiapkan diri dan menangkis pedang yang lewat di depan matanya dengan gada penghancur miliknya yang untungnya masih di genggam di tangan.


Trang..


Trang..


Craass..


Boommm..!


Ledakan besar terjadi, lubang sangat besar terbentuk di tanah itu, pepohonan yang tumbang langsung terbang ke segala arah karena hembusan badai yang besar akibat dari serangan Feng Syhun.


Yang di tebas Feng Syhun bukanlah leher dari Generasi, tapi tanduk milik Genosida yang satunya.


Meskipun Genosida menangkis serangan Feng Syhun, tapi tangkisan itu sedikit telat dan meleset! Sehingga serangan Feng Syhun berbelok ke arah tanduk miliknya yang harusnya mengarah leher, akibat benturan dengan gada penghancur milik Genosida.


Karena serangan Feng Syhun sangat kuat, tangkisan gada penghancur Genosida tidak menghentikan laju pedang milik Feng Syhun dan masih sanggup memotong tanduk yang satunya meskipun tanduk itu sekeras baja.


Feng Syhun terpental ke udara cukup tinggi akibat ledakan karena benturan energi Ki, dirinya memilih tetap terbang dan berhati di udara sesaat, dirinya tidak menyangka bahwa Genosida masih bisa menghindari serangan pamungkas itu yang sangat cepat.


"Sial, dia masih bisa menghindari serangan ku ternyata! Bahkan masih sanggup menangkis serangan besar itu! Tapi aku mengenai apa tadi?" ucap Feng Syhun masih mengambang di udara cukup keheranan.


"Jangan-jangan aku mengenai kepala Genosida!" lanjut Feng Syhun berucap pada diri sendiri


Padahal dirinya berharap Genosida langsung mati tapi tidak menyangka malah bisa balas menyerang balik.


Feng Syhun tidak begitu tahu bahwa dirinya tadi mengenai tanduk yang kedua milik Genosida.


Memang Genosida sangat kuat, tapi jika di serang terus menerus seperti itu Genosida juga mempunyai batasan! Itu karena semakin dirinya lemah regenerasi juga semakin melambat.

__ADS_1


Feng Syhun tidak menunggu lagi, dirinya langsung kembali menyerang ke dalam kepulan debu yang ada di bawah sana.


Feng Syhun menuju Genosida dengan cara merasakan aura milik Genosida itu, jadi meskipun kepulauan debu sangat banyak Feng Syhun bergerak dengan bebas karena tidak ingin menunggu Genosida pulih kembali! Kesempatan seperti ini sangat langka jadi tidak akan Feng Syhun sia-siakan.


Genosida benar-benar sekarat kali ini, karena kekuatan yang dirinya kumpulan tidak sebanding dengan serangan Feng Syhun barusan.


Di tambah tanduk miliknya terpotong, itu membuat kekuatan yang tinggal sedikit tambah menurun dan regenerasi makin melambat.


"Dia datang lagi, benar-benar sial seperti akhir hidupku sampai di sini!" keluh Genosida masih bisa merasakan gerakan cepat Feng Syhun yang menuju dirinya.


Genosida ingin menghindar tapi dirinya tidak mampu, tubuhnya sudah mencapai batas! Begitu juga dengan kekuatan dirinya. Karena regenerasi yang sebelumnya belum selesai dengan sempurna Genosida langsung terkena serangan kembali.


Feng Syhun yang bergerak menyerang kini sudah sampai di depan Genosida, dengan pedang empat mata yang menebas ke arah leher Genosida kembali.


"Kali ini tak akan lolos lagi kau siluman!" ucap Feng Syhun setelah tebasan hampir mengenai Genosida.


Genosida ingin sekali mengelak atau menangkis serangan itu, tapi apa daya! Dirinya sudah sekarat dan tidak bisa bergerak.


Craass..!


Leher Genosida terpotong, dengan sempurna! Bahkan seakan leher itu tidak keras seperti tubuhnya yang lain melainkan lunak seperti tahu.


"Aku kalah oleh bocah? Ini tidak mungkin." ucap Genosida matanya yang lebar tambah lebar, meskipun kepalanya sudah terpotong masih bisa berbicara.


Setelah sadar atas keterkejutan dirinya yang di kalahkan Genosida langsung berucap.


"Bocah, kau berhasil mengalahkan ku! Tapi ingatlah kekacauan di alam kultivator akan tetap ada karena keserakahan dari hati manusia, itulah yang paling berbahaya!" Genosida di ambang kematian dirinya masih bisa bersenandung.


Feng Syhun mendengarkan itu dengan jelas, dirinya tahu kalaupun Genosida mati itu belum selesai akan tetapi pertarungan antara kultivator akan terus berlanjut sampai kapanpun! Karena era seseorang ada waktunya masing-masing.


Dunia akan terus berjalan sedangkan yang hidup akan mati dan masa akan terus berganti di gantikan tunas baru lalu timbullah kerusakan yang sama itulah dunia yang sebenarnya.


"Ingat itu bocah..!" ucapan terakhir Genosida.


Feng Syhun mengira Genosida masih bisa bertahan hidup lalu dengan gerakan sangat cepat memutilasi tubuh dan kepala Genosida menjadi bagian-bagian kecil


Slass..


Slass..


Slass..


Sampai tubuh Genosida sudah tidak berbentuk barulah dirinya berhenti, setelah berhenti Feng Syhun baru memandang kembali tubuh Genosida yang sudah menjadi cincangan kecil-kecil.

__ADS_1


"Huff..! Akhirnya aku berhasil menang, ini pertarungan terparah yang aku rasakan! Padahal aku sudah mencapai ranah Maha Dewa tapi masih cukup kesulitan melawan Genosida ini!" gumam Feng Syhun setelah membuang nafas lega.


Feng Syhun lalu menghilangkan pedang empat mata milik, dan menghampiri gada penghancur Genosida yang tergeletak cukup jauh karena terpental.


Feng Syhun segera membungkuk dan mengambilnya! Tapi apa yang Feng Syhun rasakan sungguh di luar dugaan.


Gada penghancur milik Genosida sangat berat, akhirnya Feng Syhun menggunakan Energi Ki miliknya untuk mengangkat gada penghancur itu.


Setelah menggunakan energi Ki barulah bisa terangkat oleh Feng Syhun.


"Bagaimana bisa hanya untuk memegang saja harus menggunakan Energi Ki, lalu bagaimana caranya Genosida bisa menggunakan ini?" ucap Feng Syhun tidak mengerti.


Padahal gada penghancur akan sangat berat jika orang yang memegang tidak memiliki energi Ki hitam, sedang jika memiliki Energi Ki hitam itu akan sangat ringan.


Sama seperti Feng Syhun yang menggunakan pedang empat mata, jika yang memegang penguna energi Ki hitam seperti Genosida maka pedang itu akan sangat berat.


Feng Syhun akhirnya memasukkan gada penghancur ke dalam penyimpanan sistem, dia lalu memilih untuk bermeditasi sebentar untuk memulihkan dan melancarkan energi Ki dalam tubuhnya.


Lalu dirinya mengonsumsi pil pemulihan tingkat tinggi, agar lebih cepat penyembuhan luka pada tubuhnya.


Setelah cukup lama bermeditasi, Feng Syhun membuka matanya! Dirinya melihat sekeliling daratan, daratan itu rusak begitu parah akibatkan pertarungan dirinya!.


Feng Syhun terus melihat dan daratan itu benar-benar mengalami kerusakan parah! Pepohonan tidak berbentuk lagi tanah berlubang besar di mana-mana bahwa daratan itu seperti ada yang hendak terbelah akibat retak sangat besar.


Setelah Feng Syhun mengamati daratan itu kemungkinan memiliki luas sama seperti benua barat di satukan dengan benua tengah di alam fana! Karena daratan itu sangatlah luas.


Tapi kerusakan di daratan yang Feng Syhun gunakan untuk bertarung hingga 80%.


Feng Syhun terbang dengan kecepatan rendah, dirinya sambil mengawasi barang kali ada kehidupan di alam Raja ini, Meskipun Feng Syhun sudah di beritahukan oleh sistem bahwa di alam ini kehidupan sudah musnah baik itu manusia maupun hewan yang ada di sini.


Feng Syhun terus mencari, dirinya tidak terlalu memikirkan keadaan alam dewa! Dia tahu bahwa alam dewa akan aman di tangan teman-temanya dan sembilan kesatria dewa.


Tapi meskipun sudah menyusuri cukup lama dan dengan mengandalkan persepsi dirinya, Feng Syhun tidak menemukan apapun selain mayat yang berserakan di berbagai tempat dan kota.


\=


\=


Bantu LIKE' kakak.


Terimakasih


...

__ADS_1


__ADS_2