
Feng Syhun yang sudah berhasil membunuh Yanluo hendak kembali ke Pasukan Kekaisaran Qing di pinggir hutan mati, tapi dia teringat dengan Sabit Kematian milik Yanluo yang tadi terpental.
Dia yang tadinya sudah melesat kini kembali lagi dan mencari keberadaan Sabit Kematian itu. Tidak butuh waktu lama untuk mencari menggunakan persepsinya yang semakin meningkat tajam!.
Sabit itu di temukan menancap di Batang pohon yang tumbang akibat dampak dari pertarungan dirinya dengan Yanluo, sesaat hendak di ambil Feng Syhun tarik kembali tangannya.
Feng Syhun memilih untuk bertanya pada Liuliu dampak apa yang akan terjadi bila mengambil senjata dari klan Siluman.
"Liuliu apa bila aku memegang senjata klan Siluman, apa aku bisa terpengaruh oleh senjata itu kah?" ucap Feng Syhun pada Liuliu lewat telepati Sistem.
"Tidak akan tuan! Sejatinya senjata adalah alat, bila alat itu di gunakan dengan baik maka baik pula alat itu, dan sebaliknya bila alat itu di gunakan untuk kejahatan maka jahat pula alat itu. Karena alat tidak memiliki jiwa jadi tidak bisa membawa dampak pengaruh! Beda dengan tuan dan orang-orang lainya yang bisa membawa dampak pengaruh pada suatu alat karena memiliki jiwa." ucap Liuliu panjang pada Feng Syhun.
Setelah Feng Syhun mendengar penjelasan Liuliu dia tidak ragu lagi menyambar Sabit Kematian dan menyimpan di penyimpanan Sistemnya.
Setelah di ambil Sabit Kematian itu! Feng Syhun melesat dengan kecepatan tinggi ke tempat orang-orang berperang. Saat di jalan Feng Syhun melihat ribuan orang lari kencang tak kunjung arah yang pasti keman, seperti orang di kejar hutang.
Feng Syhun tidak menghiraukan mereka semua dia terus terbang ke arah kamp Pasukan Kekaisaran Qing!.
Hanya butuh beberapa detik Feng Syhun sudah sampai ke pada mereka, setelah sampai di sana! Feng Syhun melihat ayah dan Kaisar Qing sedang bermeditasi.
"Ibu, Yue'er Maaf aku tidak bisa membantu kalian di sini!" ucap Feng Syhun setelah datang di tempat itu.
"Tidak mengapa nak! Di sini ada Yue'er, Liuliu dan Xi Jinping yang sangat membantu." ucap Lin Ling pada anaknya.
"Gege sudahlah di sini kita sama-sama berjuang! Jadi mudah untuk mengatasi nya. Bila tidak ada yang melawan Yanluo selain Gege, maka siap lagi?" ucapnya sebari mendekat dan memeluk lalu menyender pada Feng Syhun.
Sifat perempuan nya muncul kembali bila di samping Feng Syhun!
Sedangkan tadi pas di Medan perang seperti betina yang datang bulan! Ganas dan menakutkan.
__ADS_1
"Iyah Yue'er," ucap Feng Syhun singkat, sebari mengelus bahu Ye Yue dengan pelan.
Setelah Kaisar Qing selesai meditasi! Mereka pun berjalan ke tenda paling besar di kamp Pasukan, untuk membahas tindakan selanjutnya.
***
Di tempat lain Pasukan Kekaisaran Queen yang hampir mendekat ke Medan perang, merasa keheranan karena hiruk pikuk yang di timbulkan kini sudah berangsur mereda! Setelah sampai di tempat terjadinya perang. Mereka semua terkejut dengan berbagai macam ekspresi di wajahnya.
Ada yang kaget dengan kondisi di tempat itu karena puluhan ribu Pasukan mati, mayat di mana saja tergeletak dengan kondisi yang berbeda-beda bentuk.
Ada yang terpotong kepala ada yang terbelah sebagian ada yang terpotong jadi dua bagian, ada yang hancur tak berbentuk ada juga yang tercecer isi otaknya! Semua keseraman itu mereka lihat.
Ada yang heran kenapa perang sudah berakhir? Karena biasanya perang itu berkepanjangan sampai berbulan-bulan, lah ini hanya hitungan jam? Dan sudah puluhan ribu korban yang tewas. Perang apa pembantaian masal?.
Ada yang kaget dengan dampak kerusakan alam yang di timbulkan, kawah di mana-mana tercipta dari yang besar sampai yang kecil pepohonan tumbang berserakan dan yang bikin bingung mereka garis yang lebar dan sangat panjang mengarah ke hutan mati.
Setelah pasukan Kekaisaran Queen datang orang-orang yang sedang mengurus mayat teman-teman mereka yang mati, jadi waspada! Takut yang datang adalah pasukan bantuan dari musuh.
"Aaahh!! Terimakasih pasukan Kekaisaran Queen jauh-jauh datang dari negri bagian barat untuk membantu kami!" ucapnya sopan sambil menangkupkan tangannya memberi hormat pada seluruh pasukan itu.
"Aahh Iyah Iyah!! Maaf Jendral bila boleh tau apa yang terjadi kenapa peperangan telah usai?" ucap Jendral yang memimpin Pasukan Kekaisaran Queen dengan balasan hormat pula dan nada kebingungan.
"Mari aku antara Anda ke pada Kaisar Qing dan tuan Feng Shui, nanti akan di jelaskan di sana!!" ajak Jendral Yuan pada Jendral Kekaisaran Queen.
Lalu Jendral Yuan dan Jendral Kekaisaran Queen dan tangan kanannya pergi ke tenda besar.
Tidak lupa Jendral Kekaisaran Queen memerintahkan pada Pasukan yang di bawanya untuk membatu psukan lain dalam mengurus mayat usai perang.
Pikir Jendral Kekaisaran Queen meski tidak membantu perang, karena sudah terlanjur tiba di tempat kejadian jadi lebih baik membantu menyelesaikan masalah yang sedang di hadapi pasukan Kekaisaran Qing.
__ADS_1
***
Di tenda besar! Kamp Pasukan Kekaisaran Qing, sedang duduk orang-orang mengelilingi meja bundar yang ada di dalam tenda! Mereka adalah Kaisar Qing Long, Feng Shui, Lin Ling, Feng Syhun dan Ye Yue.
Sedangkan untuk Liuliu dan Xi Jinping lebih memilih duduk di bangku lain yang tidak jauh dari Feng Syhun.
Tidak lama mereka semua mengobrol tentang penyelesaian selanjutnya apa yang harus di jalankan! Dari luar 3 orang muncul memasuki tenda itu. Kaisar Qing mengenali salah satunya. Karena dia adalah Jendral kepercayaan sendiri. Jendral Yuan!.
"Maaf!! Yangmulia Kaisar Qing, tuan Feng Shui!" kami mengantar orang dari Kekaisaran Queen.
Kaisar Qing Long tahu dengan zirah yang mereka pakai bahwa mereka pasukan Kekaisaran Queen, dan juga Kaisar Qing Long sendiri yang memberi perintah untuk mengirim surat meminta bantuan pada Kaisar Queen.
"Aahh! Mari tuan duduk bersama kita!" ucap Kaisar Qing Long sebari menunjukan tanganya pada bangku yang kosong.
"Maaf! Sebelumya sudah merepotkan orang-orang Kekaisaran Queen, dalam masalah kami ini. Karena sebelumnya kami mengira tidak akan sanggup memukul mundur pasukan yang menyerang." ucap Kaisar Qing Long dengan nada berwibawa!.
"Tidak mengapa Yangmulia Kaisar Qing! Kami datang ke sini menjalankan tugas dari Kaisar Queen. Jadi sudah sewajarnya kami mematuhi perintah untuk membantu Kekaisaran Qing." ucap Jendral yang memimpin pasukan elite Kekaisaran Queen.
"Yah!! Sampaikan ucapan terimakasih yang dalam pada Kaisar Queen dari rakyat Kekaisaran Qing dan dari aku!" ucap Kaisar Qing pelan apa lagi di bagian dari akunya.
Seketika bayangan masa lalunya terlintas di pikiran Kaisar Qing, bayangan yang di mana merasakan indahnya cinta di masa muda!
Memang daun muda lebih menggoda, apa lagi setalah mekarnya kuncup bunga di pagi hari semerbak wanginya meruntuhkan apa saja.
\=\=\=
LIKE' yah
\=\=\=\=
__ADS_1
Terimakasih buat para pembaca Noval ini.
...