Absolut Sistem Pemandu Kultivasi

Absolut Sistem Pemandu Kultivasi
Kepulangan Lu Weng Ke Kota Zamran


__ADS_3

\=


\=


Lu Weng yang mendengar penuturan dari orang kepercayaan nya, membuat dia merasa cukup tertekan! Dia tidak berfikir panjang untuk menggunakan kekuatan uang yang di miliki.


Yang di lakukan sebenarnya sangat mengundang bahaya pada diri sendiri maupun keluarga besarnya. Karena kelompok Gagak Hitam sangat berbahaya untuk di gunakan bila sudah menggunakan tenaga mereka maka akan berkesinambungan terus menerus, itu karena satang ancaman dari kelompok Gagak Hitam itu sendiri.


Banyak dari orang-orang yang kaya cukup menyesal karena masih di tarik pajak oleh orang-orang kelompok Gagak Hitam, bila tidak maka dirinya yang akan di bunuh.


Orang-orang kaya itu dari pada terbunuh lebih baik menurut saja apa kata kelompok Gagak Hitam itu, mereka membayar pajak di setiap bulanya sebanyak yang di minta kelompok Gagak Hitam.


Sedangkan permintaan orang-orang itu kadang berubah-ubah setiap bulanya, itu yang membuat para bangsawan yang dulu mengunakan jasa kelompok Gagak Hitam menyesal.


Lu Weng sangat bergegas untuk kembali ke keluarga nya di kota Zamran, karena sisa uang yang dia bawa tinggal sedikit sedangkan untuk membayar ganti rugi sebesar lima kali lipat dari pembayaran awal.


Sedangkan pembayaran awal saja sudah sangat banyak, apa lagi ganti rugi lima kali lipat.


Untuk mengabaikan Ini Lu Weng tidak berani karena taruhannya nyawa sendiri.


"Cepat kita kembali dengan cepat!" ucap Lu Weng kepada orang kepercayaan nya.


"Baik tuan muda!!" ucap orang kepercayaan Lu Weng dengan sigap.


Lu Weng dan beberapa bawahan segera keluar dari kota Zang dan bergegas pulang ke kota Zamran.


*


Di kediaman keluarga Lu, Feng Syhun masih mendengarkan ocehan dari Lu We Yan ayah dari Lu Weng yang merupakan kepala keluarga Lu! Dia terus saja bicara dengan cara memohon dan meminta apa yang belum tentu menjadi kesalahan anaknya.


"Tuan Feng Syhun, mohon tuan jangan mendengar dan menyetujui kata-kata berbisa Lu We Yan itu! Dia dan anaknya hampir sama saja." ucap salah satu anggota kelompok bayangan Sekte Fajar Langit Dunia.


Orang yang bicara kepada Feng Syhun barusan adalah orang yang memiliki dendam kepada Lu Weng dan Lu We Yan. Dia yang tadinya telah sedikit mereda kobaran api dendam dalam hatinya kini membesar kembali, karena ucapan Lu We Yan yang selalu merendah dan meminta belas kasihan.


Sedangkan dulu saat dirinya di aniyaya dan meminta ampunan mereka tidak pernah menggubris sama sekali.


Feng Syhun menengok pada anggota kelompok bayangan Sekte Fajar Langit Dunia, dan bertanya sesuatu.

__ADS_1


"Apa kau mengenal dia dan Lu Weng sebelumnya?" ucap Feng Syhun pada anggota itu.


"Maaf tuan aku lancang!" ucap anggota kelompok bayangan Sekte Fajar Langit Dunia.


"Tidak mengapa, katakan saja!" jawab Feng Syhun.


"Aku bukan hanya mengenal mereka semua tuan! Tapi dulu termasuk korban dari kekejaman mereka juga." jawab orang itu, anggota kelompok bayangan Sekte Fajar Langit Dunia.


Feng Syhun mulai memandang dengan intens, takut orang itu berbicara sembarangan. Tapi dari emosional, sikap dan fluktuatif Energi Ki pada tubuhnya tidak mengalami perubahan. Berarti bisa di katakan dia tidak berbohong sama sekali.


Dan juga Feng Syhun sedari awal sudah percaya dengan ucapan kelompok Gagak Hitam yang sudah dia korek sendiri informasi itu.


Di tambah sekarang dia berada di sini, dan Lu We Yan mengakui mempunyai anak bernama Lu Weng itu sudah cukup menguatkan pemikiran Feng Syhun bahwa Lu Weng benar-benar bersalah dan benar berniat membunuhnya dirinya.


Yang masih belum jelas apa tujuan dia ingin membunuh dirinya dan membiarkan Ye Yue hidup dan ikut dengan kelompok Gagak Hitam.


Itu yang masih menjadi ganjalan di pikiran Feng Syhun sampai sekarang dia sudah bertanya dengan Ye Yue dan dia pun tidak tau apa-apa tentang itu.


Bahkan Liuliu yang biasanya serba tahu kini hanya memberi tidak tahu juga.


"Kekejaman seperti apa?" tanya Feng Syhun.


"Dulu aku salah satu penduduk, kota Zamran tapi setelah kejadian itu aku meninggalkan kita ini karena luka dalam sangat parah bukan hanya luka kultivasi tapi luka hati pun lebih parah!" ucap salah satu anggota kelompok bayangan Sekte Fajar Langit Dunia.


"Luka hati?" ucap Feng Syhun.


Dia mulai terbayang kembali luka hati di masa dia berada di keluarga besar Feng, dan itu benar-benar menyakitkan.


"Iyah tuan, dulu aku mempunyai kekasih dan kekasih ku di rebut paksa oleh Lu Weng dan akhirnya dia mati karena tidak kuat menanggung malu karena kehormatan di rusak! Bahkan bila saja dulu aku tidak jatuh ke dalam sungai deras pasti aku susah mati!" ucap anggota kelompok bayangan Sekte Fajar Langit.


"Maka dari itu aku mohon tuan jangan lepaskan Keluarga itu dan Lu Weng pastinya! Bila tuan memberi izin aku untuk membalasnya dendam ini maka aku akan sangat berterima kasih pada tuan!" ucap orang itu dengan suara yang sedikit bergetar.


Feng Syhun berfikir sejenak sambil merenung dan sedikit membayangkan sakit hati itu lebih berat dan tersiksa bahkan luka itu tidak sembuh sepenuhnya.


"Baiklah, aku serahkan mereka pada kalian aku hanya akan menonton!" jawab Feng Syhun dengan santai.


Dia tahu bahwa sakit hati itu bila tidak terbalaskan maka akan lebih parah maka dari itu dia menyerahkan itu pada orang yang telah di sakiti oleh keluarga Lu.

__ADS_1


Dulu pun dia membantai keluarga Feng sendirian karena sakit kati, dan sakit itu sedikit berkurang meski tidak sembuh total.


"Terimakasih tuan Feng Syhun!" ucap orang itu dengan sangat bergetar karena terisak-isak menahan tangis. Di tambah dia berbicara masih menggunakan topeng.


"Banget kau bocah tengink, tidak berguna!" ucap Lu We Yan.


Kini sikap aslinya mulai muncul, dan dia berbicara membentak dengan sangat garang.


Feng Syhun merasakan ada beberapa orang mendekat di mana merek berkumpul saat itu, tapi dia tidak memperdulikan itu karena yang mendekati mereka memiliki kultivasi yang tidak seberapa tinggi.


Bila di bandingkan dengan orang-orang kelompok bayangan Sekte Fajar Langit Dunia dia hanya semut belaka.


Apa lagi dengan dirinya pasti di anggap kotoran semut. Makanya Feng Syhun tidak memperdulikan itu semua.


"Ayah,,, siapa mereka semua? Dan kenapa gerbang utama kita bisa hancur lebur seperti itu!" ucap Lu Weng.


Ya yang datang barusan adalah Lu Weng dia pulang sebenarnya ingin mengambil uang untuk membayar ganti rugi.


Tapi setelah sampai di kediaman keluarga nya dia cukup kaget karena di sana banyak orang-orang yang tidak dia kenal dan gerbang utama kediaman keluarga Lu hancur berantakan.


"Lu Weng, kau kembali?" ucap Lu We Yan dengan keheranan.


"Ayah kau kau hebat bisa menangkap curut itu di rumah sendiri!" ucap Lu Weng sambil menunjuk pada Feng Syhun.


Feng melihat Lu Weng dengan menyipitkan matanya, agar dia melihat dengan jelas, dan tau siap dia akan tetapi dia tidak kenal sama sekali.


\=


Bersambung.


\=


LIKE' dan komentar yah.


Terimakasih buat para pembaca novel ini.


Tunggu terus update selanjutnya.

__ADS_1


Terimakasih.


...


__ADS_2